Buku Dharma Tak Berbayar

Mendaftarlah menjadi anggota Lamrimnesia dan dapatkan buku gratis anda untuk dibaca di perangkat masing-masing pada tautan ini!

Kemuliaan Terlahir Sebagai Manusia

Bayangkan seseorang yang datang kepada kita dan bertanya “Persediaan kebajikan apa yang engkau miliki saat ini dalam wujud karma positif yang akan engkau bawa untuk masa kehidupan mendatang?” Apa jawaban yang dapat kita berikan atas pertanyaan tersebut? Apakah kita yakin bahwa kita memiliki persediaan atau modal kebajikan yang cukup untuk kita bawa ke masa kehidupan

Lamrim Intisari Tripitaka

Tak peduli seberapa pun banyaknya variasi dari ajaran yang diberikan oleh Buddha, semua variasi ajaran Buddha tersebut hanya memiliki satu tujuan yang sama, yaitu menghentikan penderitaan semua makhluk dan menuntun mereka semua pada kebahagiaan yang tertinggi atau kebahagiaan yang sejati. Tidak ada satu pun ajaran Buddha yang tidak bertujuan untuk itu. Lamrim (Tahapan Jalan Menuju

Jataka - Mala

Kisah – kisah kelahiran lampau Pangeran Siddhartha sebelum ia meraih pencerahan dan menjadi Buddha adalah salah satu pilar utama dalam ajaran Buddha, sekaligus juga yang paling inspiratif dan mudah diakses oleh khalayak ramai. Kumpulan kisah ini bisa dinikmati oleh generasi sekarang berkat ketelatenan guru-guru besar di masa lampau yang telah mencatat dan merekam harta karun

Pujian Dewa Dewi Tushita

Pujian Dewa-dewi Tushita (Gahden Lha Gyama) adalah praktik yoga Guru kepada Raja Dharma Agung, Je Tsongkhapa, yang dilakukan dengan tujuan meraih kualitas agung dari Je Tsongkhapa dalam diri kita. Dari semua praktik Guru Yoga, Gahden Lha Gyama merupakan praktik terlengkap dan tersingkat yang setara dengan yoga Guru kepada seluruh Buddha. Semua Buddha dapat dikategorikan ke

Dasar Semua Kebajikan

Buku ini menjelaskan secara sederhana tahapan-tahapan yang perlu ditempuh oleh seseorang untuk mencapai pembebasan dari samsara bukan hanya untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk semua makhluk. Isi dari buku ini merupakan 14 bait syair gubahan Raja Dharma Je Tsongkhapa yang dimulai dari memilih seorang Guru Dharma dan bertekad untuk senantiasa menghormati dan mematuhi semua instruksinya

Jika Hidupku Tinggal Sehari

Buddhha mengatakan, “Sekarang kehidupanmu mendekati akhir, dan engkau telah mulai berjalan ke arah raja kematian. Tidak ada tempat berhenti bagimu di perjalanan, sedang engkau belum memiliki bekal untuk perjalananmu.” -Dhammapada 237 Anda dapat memperoleh buku ini melalui: Kabar Dharma Google Play Book Tokopedia

Pratitiyasamutpada: 12 Mata rantai yang Saling Bergantungan

Sang Buddha mengajarkan bagaimana kita berputar-putar di dalam samsara dan bagaimana kita dapat membebaskan diri dengan berbagai cara. Ada dua jalan utama untuk membebaskan diri dari samsara, yang pertama adalah Empat Kebenaran Arya dan yang kedua yaitu Pratityasamutpada (12 Mata Rantai yang Saling Bergantungan). Nagarjuna, seorang filsuf Buddhis dari Nalanda, menyamakan ajaran 12 Mata Rantai

Catur Brahmawihara

Catur Brahmawihara (4 Kemuliaan Tanpa Batas) merupakan salah satu topik utama dalam instruksi yang disebut Lamrim, atau Tahapan Jalan Menuju Pencerahan. Keempat kemuliaan tanpa batas meliputi keseimbangan batin tanpa batas (upeksha), cinta kasih tanpa batas (maitri), welas asih tanpa batas (karuna), dan sukacita tanpa batas (mudita). Batin dengan 4 Kemuliaan Tanpa Batas akan membawa manfaat

Nutrisi Hati 1

Ketika kita bertindak secara positif dan merespons amarah dengan kreatif, kita sedang memperlakukan diri kita dengan baik. Menjaga hati, pikiran, dan tubuh kita adalah suatu tindakan positif. Belajar untuk menjadi baik dan mencintai diri sendiri adalah sebuah tantangan. Ini juga adalah bagian dari latihan panjang untuk mengatasi amarah kita. Di sinilah kita dihadapkan dengan pertanyaan:

Nutrisi Hati 2

Dewasa ini, tanpa terbatas oleh usia, pekerjaan, ataupun jenis kelamin, seringkali kita merasa kebingungan atas hidup kita. Sejauh apapun kita mencari, kita tetap tidak bisa menemukan beberapa kebenaran mendasar tentang hidup kita. Sebenarnya, semua kebingungan itu muncul didasari oleh ketidakmampuan kita untuk memahami batin. Kebingungan itu sebenarnya bisa dijawab apabila kita dapat mengolah kemampuan untuk

Nutrisi Hati 3

Nutrisi Hati 3 berisikan kumpulan artikel Buddhis yang menyejukkan. Kisah-kisah ini sering kali kita alami dalam keseharian namun luput untuk direnungkan. Dalam menghadapi kehidupan yang penuh lika-liku dan krisis yang silih berganti, memberikan cinta dan kepedulian terhadap diri sendiri dan orang lain menjadikan hal itu bagaikan obat yang mujarab. Sakyong Mipham Rinpoche, salah seorang penulis

Nutrisi Hati 4

Siapa pun sedang menghadapi situasi pandemi di seluruh dunia dewasa ini. Tak dapat dipungkiri bahwa situasi ini bisa membuat banyak orang menjadi gusar, takut, gelisah karena angka kematian yang terus meningkat tiap harinya. Alih-alih larut dalam ketakutan, kita dapat membalikkan situasi ini dan berpikir dari sudut pandang lain. Dalam salah satu artikel Nutrisi Hati 4,

Karma & Akibatnya

Kita sering kali tidak menyadari aktivitas-aktivitas apa saja yang telah kita lakukan. Kadang kita juga menyeletuk orang lain dengan nama yang tidak sesuai sebagai bahan candaan. Hal ini sebenarnya akan menghasilkan akibat karma yang cukup besar pengaruhnya yang tidak pernah kita bayangkan karena karma itu subtil. Sesungguhnya, ajaran tentang hukum karma adalah salah satu ajaran

Bodhipathapradipa Pelita Sang Jalan Menuju Pencerahan

Atisha Dipamkara Srijnana, pandit Buddhis yang berasal dari Bengali (India) merupakan kepala biara Wikramashila. Guru Atisha merupakan tokoh penting dalam penyebaran Agama Buddha pada abad ke-11 di Asia dan menginspirasi pemikiran Buddhis dari Tibet sampai Sumatra (Indonesia). Beliau melakukan perjalanan ke Kerajaan Sriwijaya (Indonesia) dan menetap selama 13 tahun untuk belajar Buddhadharma dari Suwarnadwipa Dharmakirti

Praktik Tanah Suci Buddha Amitabha: Panduan Meditasi Berdasarkan Tangga Menuju Sukawati

BERDASARKAN TANGGA MENUJU SUKAWATI Dharma sejatinya dipraktikkan untuk meraih kebahagiaan. Rasa bahagia ini tentu berbeda tergantung dari motivasi yang dimiliki oleh praktisi tersebut, apakah motivasi awal, menengah ataupun agung. Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut tentu tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Selain motivasi yang benar, kita juga memerlukan instruksi dan tahapan yang jelas saat mempraktikkan Dharma. Apabila

Jalan Pasti Menuju Kebuddhaan

Tiga Aspek Utama Sang Jalan merupakan intisari dari Lamrim – kitab berisikan keseluruhan ajaran Buddha yang disajikan secara bertahap untuk menuntun praktisi mencapai pencerahan. Teks gubahan Je Tsongkhapa ini terdiri dari tiga aspek utama: penolakan samsara, bodhicita, dan pandangan benar. Tiga aspek utama ini adalah hal yang harus dicapai seseorang untuk mencapai pencerahan sempurna. Aspek

Lamrim Intisarining Tripitaka

Tak peduli seberapapun banyaknya variasi dari ajaran yang diberikan oleh Buddha, semua variasi ajaran Buddha tersebut hanya memiliki satu tujuan yang sama, yaitu menghentikan penderitaan semua makhluk dan menuntun mereka semua pada kebahagiaan yang tertinggi atau kebahagiaan yang sejati. Tidak ada satupun ajaran Buddha yang tidak bertujuan untuk itu. Lamrim (Tahapan Jalan Menuju Pencerahan) ditulis

Syair Syair Realisasi Pencerahan, Ulasan atas Baris Baris Pengalaman Je Tsongkhapa

PENGALAMAN JE TSONGKHAPA “Menimbang bahwa ajaran ini memadatkan intisari dari semua kitab, mengajarkan, melafalkan, dan mendengarkannya bahkan sekali saja pasti akan menghasilkan aneka manfaat yang tak terhitung dari menjelaskan dan mendengarkan semua ajaran sempurna; renungkan arti penting dari hal ini!” -Baris-Baris Pengalaman, Bait 8- Untuk menjadi orang yang baik, makhluk unggul yang bisa membaktikan diri

Memahami Duka dan Terbebas Darinya, Sebuah Ulasan atas Empat Kebenaran Arya

EMPAT KEBENARAN ARYA Dalam sebuah petikan di Uttaratantra, Arya Maitreya berkata “Sakit adalah sesuatu yang harus dikenali. Jika kita tak tahu kalau kita sakit, kita takkan mau minum obat, mencari dokter, dan lain-lain untuk menjadi lebih baik.” Akan tetapi, seberapa sadarkah kita tentang sakit karena samsara yang kita alami? Saat beraktivitas, kita sering kali menghabiskan

Rahasia Bahagia

Buddha (abad 6 SM) mengatakan: “Batin sulit dikendalikan, bergerak sangat cepat, menuju ke mana pun sesukanya. Melatih batin adalah baik; batin yang terkendali akan membawa kebahagiaan.” – Dhammapada, Bab III, Citta Vagga: Pikiran, bait 35 Shantidewa (abad 8 M) mengatakan: “Bahkan mereka yang ingin menemukan kebahagiaan dan mengatasi penderitaan akan bingung karena tanpa tujuan dan

Wewadining Kabagyan

Buddha (abad kaping 6 SM) ngendika: “Batin angel dikendhaleni, mobah kanthi cepet banget, tumuju menyang ngendi bae sageleme. Nggladhi batin iku becik; batin sing dikendhaleni bakal nuwuhake kabagyan.” – Dhammapada, Bab III, Citta Vagga: Pikiran, pada kaping 35 Shantidewa (abad kaping 8 M) ngendika: “Malah para pawongan sing kepengin nemokake kabagyan lan mungkasi panandang bakal

Kesabaran Penawar Kemarahan

Dalam Lakon Hidup Sang Penerang, Shantidewa mengatakan, “Tidak ada kejahatan yang lebih buruk daripada kemarahan dan tidak ada praktik petapaan yang lebih baik daripada kesabaran.” Mengapa kemarahan dapat menghancurkan hidup kita? Dan mengapa kita perlu melatih dan mengembangkan batin yang penuh kesabaran? Kesabaran Penawar Kemarahan merupakan transkrip ajaran Guru Dagpo Rinpoche yang akan menjawab pertanyaan-pertanyaan

Empat Segel Agung

Empat Segel Agung merupakan pemahaman yang sangat penting dalam Buddha Dharma. Istilah lainnya adalah Empat Ringkasan, karena masing-masing poin merangkum keseluruhan pemahaman atau pandangan yang sangat penting dalam ajaran Buddha. Ajaran penting pertama yang harus dipahami adalah sesungguhnya “Semua fenomena komposit, berhakikat ketidakkekalan”. Ketika kita benar-benar mulai memahami, baik di tingkat kasar dan halus, maka

Awali Harimu Dengan Ini

AWALI HARIMU DENGAN INI berisikan metode Enam Praktik Pendahuluan yang berasal dari Yang Mulia Atisha. Beliau mendasarkan penjelasannya tentang praktik ini pada ajaran yang beliau terima dari guru utamanya, Guru Suwarnadwipa (dalam bahasa Tibet, Lama Serlingpa). Namun, sumber kitab suci utama untuk latihan ini adalah Sutra Prajnaparamita, yang diajarkan oleh Sang Buddha di Rajagraha setelah

SUMATI MAÑJUŚRĪ MAITREYA SAMUDRA ŚĀSTRA SAṂGRAHA Jilid I

“Di Nusantara tempo dulu, terdapat seorang Guru Agung pemegang silsilah ajaran  bodhicita yang lengkap dan otentik. Beliau bernama Guru Suwarnadwipa Dharmakirti. Muridnya yang paling terkenal adalah cendekiawan India yang tersohor bernama Atisha Dipamkara Shrijnana. Setelah menerima amerta realisasi dari gurunya, beliau kembali ke India dan pergi ke Tibet untuk mereformasi Buddhisme yang tengah merosot. Sejak

SUMATI MAÑJUŚRĪ MAITREYA SAMUDRA ŚĀSTRA SAṂGRAHA Jilid II

Sinopsis : Buddha (abad 6 SM) mengatakan:“Batin sulit dikendalikan, bergerak sangat cepat, menuju ke mana pun sesukanya.Melatih batin adalah baik; batin yang terkendali akan membawa kebahagiaan.” – Dhammapada, Bab III, Citta Vagga: Pikiran, bait 35. Shantidewa (abad 8 M) mengatakan:“Bahkan mereka yang ingin menemukan kebahagiaan dan mengatasi penderitaan akan bingung karena tanpa tujuan dan tanpa

SUMATI MAÑJUŚRĪ MAITREYA SAMUDRA ŚĀSTRA SAṂGRAHA Jilid III

Di Nusantara tempo dulu, terdapat seorang Guru Agung pemegang silsilah ajaran bodhicita yang lengkap dan otentik. Beliau bernama Guru Suwarnadwipa Dharmakirti. Muridnya yang paling terkenal adalah cendekiawan India yang tersohor bernama Atisha Dipangkara Shri Nyana. Setelah menerima amerta realisasi dari gurunya, beliau kembali ke India dan pergi ke Tibet untuk mereformasi Buddhisme yang tengah merosot.

WhatsApp us