Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Membaca Jika Hidupku Tinggal Sehari, Berhadapan dengan Hati yang Terombang-Ambing
    • Buku Catur Brahmawihara: Praktik Meditasi Empat Kemuliaan Tanpa Batas, Obat Batin di Tengah Krisis Tak Berkesudahan
    • Kita Masih Hidup dalam Bayang-Bayang Penjajahan, tetapi Mengapa Begitu Sinis Melihat Trance?
    • Robert Thurman, Seorang Buddhis yang Tak Terlihat Layaknya Buddhis
    • Ketika Cabang Lupa Akarnya – Antara Waisak & “Interbeing”
    • Menyelami Esensi Universal Kehidupan Bodhisatwa dalam Dongeng Anak Jataka Mala
    • Rahasia Praktik Self-Compassion: Mengubah Trauma Jadi Kekuatan
    • Tiga Bulan YPPLN Berkarya – Triwulan Pertama 2026
    Lamrimnesia
    • Home
    • Mari Belajar
      • Apa itu Lamrim?
      • Peta Lamrim
      • Topik-Topik Lamrim
    • Wacana
      • Berita
      • Artikel
      • Infografis
    • Buku
      • Audiobook
      • Daftar Buku Tak Berbayar
      • Resensi
    • Kegiatan
      • Festival Seni & Budaya Buddhis 2018
      • Ananda Project
      • Berbagi Dharma
      • Drepung Tripa Khenzur Rinpoche Indonesia Visit 2017
      • Indonesia Lamrim Retreat 2017
    • Dukungan
      • Dharma Patriot
        • Be a Dharma Patriot
        • Our Patriot’s Adventure
      • Dharma Patron
      • Donasi Buku Berbayar
      • Penyaluran Buku Tidak Berbayar
      • Laporan Tahunan YPPLN
      • Laporan Triwulan YPPLN
      • Laporan Keuangan YPPLN
    • Tentang Kami
    • Store
    Lamrimnesia
    You are at:Home » Buku Dharma Tak Berbayar » Pratitiyasamutpada: 12 Mata rantai yang Saling Bergantungan

    Pratitiyasamutpada: 12 Mata rantai yang Saling Bergantungan

    Sang Buddha mengajarkan bagaimana kita berputar-putar di dalam samsara dan bagaimana kita dapat membebaskan diri dengan berbagai cara. Ada dua jalan utama untuk membebaskan diri dari samsara, yang pertama adalah Empat Kebenaran Arya dan yang kedua yaitu Pratityasamutpada (12 Mata Rantai yang Saling Bergantungan).

    Nagarjuna, seorang filsuf Buddhis dari Nalanda, menyamakan ajaran 12 Mata Rantai yang Saling Bergantungan sebagai harta karun yang paling berharga di antara semua harta. Hal ini dikarenakan semua aspek dan berbagai kendaraan ajaran Buddha akan dihubungkan kembali dengan 12 Mata Rantai yang Saling Bergantungan ini. Seluruh ajaran Mahayana dipadatkan di dalamnya, begitu pula dengan seluruh ajaran Therawada.

    Dengan mempelajari 12 Mata Rantai ini, kita dapat memahami penyebab keberadaan semua makhluk di dalam samsara, dan tentang tata cara untuk terbebas dari lingkaran keberadaan ini.

    Anda dapat memperoleh buku ini melalui:

    Kabar Dharma

    Google Play Book

    Dharma Patron Rutin
    Dharma Patron Rutin

    Penyokong Dharma Mulia dengan berdana secara rutin setiap bulannya untuk menjaga kesinambungan pelestarian dan pengembangan Dharma di Nusantara. Berapapun nominalnya, akan sangat bermanfaat bagi Buddhadharma di Indonesia.


    Dharma Patron Non-Rutin
    Dharma Patron Non-Rutin

    Penyokong Dharma Mulia dengan berdana sekali waktu untuk pelestarian dan pengembangan Dharma di Nusantara. Berapapun nominalnya, akan sangat bermanfaat bagi Buddha dharma di Indonesia.


    MEMBERSHIP
    • login
    • register

    Infografis

    Find us At
    • facebook
    • instagram
    Leaderboard Ad
    Lamrimnesia

    Lamrimnesia

    Yayasan Pelestarian dan Pengembangan Lamrim merupakan sebuah yayasan yang dirikan untuk melestarikan dan menyebarkan tradisi Lamrim guna mendorong bangsa Indonesia, khususnya generasi muda, untuk melakukan praktik Dharma yang didasari oleh ilmu yang nyata sehingga menciptakan perubahan positif bagi seluruh Nusantara.

    Hubungi Kami:

    Call Center Lamrimnesia
    Care - +6285 2112 2014 1
    Info - +6285 2112 2014 2
    email: [email protected]
    facebook: facebook.com/lamrimnesia

    Recent Posts
    July 3, 2026

    Membaca Jika Hidupku Tinggal Sehari, Berhadapan dengan Hati yang Terombang-Ambing

    July 2, 2026

    Buku Catur Brahmawihara: Praktik Meditasi Empat Kemuliaan Tanpa Batas, Obat Batin di Tengah Krisis Tak Berkesudahan

    June 30, 2026

    Kita Masih Hidup dalam Bayang-Bayang Penjajahan, tetapi Mengapa Begitu Sinis Melihat Trance?

    Store
    © 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.