Tips Imlek Bahagia Nan Bajik Ala Buddhis

0

Oleh Silvi Wilanda

Imlek merupakan momen yang paling dinanti-nanti bagi yang merayakan. Banyak hal yang sayang dilewatkan ketika Imlek, seperti misalnya memakai baju baru, berburu angpao, berkumpul bersama keluarga besar, mengunjungi rumah kerabat, kembali bernostalgia dengan kampung halaman, dan sebagainya. Momen-momen ini merupakan momen yang berharga dan membahagiakan. Tapi, terkadang momen ini juga malah bisa berubah 180 derajat menjadi momen yang tidak menyenangkan atau bahkan terlewati begitu saja karena ‘tercemar’ motivasi yang tidak baik. Untuk itu, kita perlu mempersiapkan diri kita terlebih dahulu untuk melewati Imlek dengan bahagia dan bahkan memanfaatkannya untuk mengumpulkan kebajikan. Berikut adalah beberapa tips sederhana yang bisa kita praktikkan. 

Pertama, kita perlu mempersiapkan diri kita ketika dihadapkan dengan keadaan yang tidak menyenangkan. Misalnya saja, saat salah satu anggota keluarga kita terlalu memberikan perhatian berlebih (kepo) atau memberikan komentar yang tidak menyenangkan. Sebisa mungkin jangan langsung bereaksi dengan negatif. Jika ada kekesalan muncul, coba pikir-pikir lagi. Apakah komentar itu memang ditujukan untuk menyerang kita atau jangan-jangan hanya bentuk perhatian? Mungkin yang memberi komentar hanya ingin tahu kabar kita, tapi tidak cukup mengenal kita sehingga hanya bisa mengomentari hal-hal umum seperti karir, tubuh, atau pasangan. Kita seharusnya bahagia dan bermudita cita karena ternyata ada orang lain yang peduli terhadap kebahagiaan kita. Jadi, alih-alih membalasnya dengan kesal ataupun sedih, kita bisa membalas hal tersebut dengan jawaban-jawaban kreatif yang lucu seraya memberikan senyuman. Jika kita benar-benar tidak nyaman, kita bisa memberi tahu dengan cara yang halus, tidak dengan emosi atau marah. Saat diberi komentar yang tidak menyenangkan, kita juga bisa memanfaatkannya untuk melatih diri kita dalam mempraktikkan kesabaran. Kita juga perlu mengingat bahwa orang yang memberikan komentar tidak menyenangkan tersebut juga sedang dikendalikan oleh klesha (kekotoran batin) sehingga tidak tepat bagi kita untuk marah terhadap orang tersebut. 

Kedua, kita perlu menghindarkan diri kita dari menyakiti orang lain. Hiruk-pikuk keramaian saat Imlek kadang memancing kita untuk lengah dalam bertindak. Misalnya, kita bisa saja menggosipkan orang lain saat sedang asyik berbincang-bincang bersama keluarga. Beberapa di antara kita juga mungkin akan merasa iri hati ketika teman atau saudara kita yang lain memperoleh angpao yang lebih banyak dibanding kita. Hal-hal tersebut kadang kita lakukan tanpa kita sadari. Untuk itu, kita perlu menjaga kewaspadaan diri dan mengubah bentuk tindakan negatif tersebut menjadi tindakan positif. Menggosipkan orang lain dapat kita ubah menjadi memuji kualitas orang lain dan iri hati terhadap hasil angpao teman atau saudara kita kita ubah menjadi bermudita cita melihat kebahagiaan teman atau saudara kita tersebut. 

Terakhir, kita dapat mengumpulkan kebajikan sebanyak-banyaknya. Dibanding menambah karma buruk kita karena kesal atas perlakuan orang lain ataupun melakukan hal negatif, kita sebenarnya bisa memanfaatkan Imlek sebagai kesempatan untuk berbuat baik, bahkan kita bisa mengajak serta keluarga ataupun teman kita untuk berbuat bajik. Misalnya, kita bisa mempersembahkan setiap makanan Imlek yang kita makan kepada Triratna terlebih dahulu, mendoakan kebahagiaan para leluhur ketika melakukan sembahyang meja abu leluhur, ataupun mengucapkan “gong xi fa cai” dengan motivasi membahagiakan orang lain dengan tulus. Kita juga bisa mengajak keluarga dan teman kita untuk turut berbuat baik, misalnya menyumbangkan pakaian lama kita (yang sudah berganti dengan pakaian Imlek baru), melakukan fangsheng, sembahyang ke wihara, ataupun menyisihkan sebagian hasil perburuan angpao untuk didanakan.

Jika kita berhasil melakukan tips-tips di atas tersebut, maka bukan hanya kita saja, tapi orang lain juga dapat turut berbahagia ketika melewati momen Imlek. Momen Imlek kita menjadi terasa spesial dan tidak terlupakan karena kita berbahagia bersama orang banyak. Sebenarnya masih banyak lagi hal-hal positif lainnya yang dapat kita lakukan saat Imlek. Nah, selamat mempersiapkan momen Imlek membahagiakan dan bajik versi kalian ya! Selamat Tahun Baru Imlek! Gong Xi Fat Chai!

Share.

About Author

Leave A Reply

WhatsApp us