Setelah menyatakan tekad beliau di hadapan Buddha Dipankara, Pertapa Sumedha berlatih di jalan bodhisatwa, berkali-kali mengalami kelahiran untuk menyempurnakan paramita. Kisah-kisah kepahlawanan beliau di berbagai kehidupan ini dapat kita temukan di kitab Jataka serta di relief Candi Borobudur.
Website dan artikel ini dapat Anda baca berkat dukungan dari Dharma Patron, penyokong Dharma Mulia dengan berdana secara rutin setiap bulannya untuk menjaga kesinambungan pelestarian dan pengembangan Dharma di Nusantara.
Jika Anda berkenan, kami mengundang Anda untuk bergabung sebagai Dharma Patriot melalui donasi rutin setiap bulan. Berapapun nominalnya akan sangat bermanfaat bagi Buddhadharma di Indonesia. Klik di sini atau hubungi Lamrimnesia Care (+6285 2112 2014 1).