“Not too much work, not too much play. Balance is the way.”
.
Bahkan di kehidupan terakhir beliau, Sang Buddha mengalami kesulitan untuk mencapai pencerahan sempurna. Setelah berjuang menyempurnakan paramita selama 4 asankheyya dan 100.000 kalpa, beliau masih menderita karena menyiksa diri selama 6 tahun tanpa hasil hingga akhirnya menyadari jalan tengah dan mencapai penerangan sempurna. Masa kita susah dikit aja udah menyerah? Hihihi ^^
.
Trending
- Di Balik Validasi Diri – Membaca Emosi Lewat Psikologi Buddhis
- “Pelita di Kalantara”: Mentransformasikan Luka Menjadi Kekuatan di Pesta Literasi NDBF 7.0
- Nusantara Dharma Book Festival 7.0: Pelita di Kalantara Tawarkan Literasi & Seni Sebagai Cahaya di Zaman Peralihan
- Apakah Aku Sedang Mengasihi atau Mengasihani Diriku?
- Tiga Bulan YPPLN Berkarya – Triwulan Kedua 2026
- Welas Asih untuk Dunia yang Luka, Sebuah Ulasan Film “Wisdom of Happiness”
- Mencari ‘Aku’ Ketika Tak Ada Lagi yang Harus Dibuktikan: Mengurai Duka Lewat Empat Kebenaran Arya
- Demon Slayer Membuka Pintu Baru untuk Memahami Amarah
