Bagaimana Seorang Buddhis Seharusnya Menyikapi Perubahan Iklim?

0

Dampak perubahan iklim makin lama makin terasa ekstrem. Hutan-hutan terbakar, banjir melanda, petani kesulitan bercocok tanam karena musim makin tak pasti, hewan-hewan laut mati karena peningkatan suhu air laut. Semua orang dari berbagai kalangan telah bersuara dan bergerak–ada yang berhenti menggunakan plastik, ada yang berdemonstrasi, ada juga yang malah kabur keluar negeri.

Lantas, bagaimana dengan kita umat Buddha? Bagaimana kita sebaiknya menyikapi fenomena perubahan iklim?

  1. Terapkan nilai Buddhis yang mengedepankan WELAS ASIH tanpa kekerasan.
    Jika kita menerapkan nilai tanpa kekerasan dalam hubungan kita tidak hanya dengan sesama manusia, tapi juga dengan tanah, air, sumber daya alam, dan binatang, kita tidak akan membahayakan dan menghancurkan mereka. Keseimbangan alam akan tetap terjaga.

  2. Pancarkan CINTA KASIH.
    Kita harus melihat bahwa kita saling bergantung dengan segala sesuatu di sekitar kita. Semua yang kita butuhkan untuk hidup berasal dari bumi dan kebaikan makhluk lain. Kita juga harus melihat bahwa semua makhluk adalah ibu-ibu kita, jadi kita menjaga perilaku kita terhadap lingkungan sehingga tidak berdampak buruk kepada mereka.

  3. BE AWARE! Pedulilah degan alam sekitarmu.
    Sadarlah dengan dunia sekitar, kamu bukan pusat konstelasi dari semesta ini. Latihlah praktik hidup berkesadaran agar kamu menyadari dampak dari setiap tindakan dan pilihanmu kepada alam maupun kepada sesama manusia. Dengan demikian, kamu bisa memilih tindakan yang bermanfaat atau setidaknya tidak memperparah kondisi lingkungan.

  4. Bayangkan dirimu, teman-temanmu, keluarga, dan anak anakmu di masa depan.
    Sang Buddha mengajarkan ketidakkekalan, tapi Beliau juga tidak mengajarkan kita untuk menyerah pasrah tanpa upaya. Dengan mengumpulkan pengetahuan seputar perubahan iklim dan pemanasan global, kita bisa tahu bahwa perubahan iklim terjadi begitu cepat hingga dalam beberapa puluh tahun lagi, anak-anak, keluarga, dan bahkan kita sendiri bisa kehilangan penghidupan. Namun, masih ada usaha-usaha yang bisa dilakukan untuk mencegah hal itu. Masa kita tidak mau bergerak?

  5. Cari KOMUNITAS yang mendukung alam dan ikutlah berkontribusi.
    Kita harus berperan aktif dalam perbaikan maupun pencegahan kerusakan ekosistem. Dengan bergabung dengan komunitas yang satu visi, kita bisa melakukan aksi bersama dan saling bermudita sehingga makin bersemangat dalam melestarikan lingkungan. Jika merasa tidak memiliki waktu untuk berkontribusi langsung, kamu bisa berdana ke organisasi pro lingkungan atau bantu menyebarkan konten seputar pelestarian alam di media sosialmu.
Share.

About Author

Leave A Reply

WhatsApp us