SEALF 2019: Berkah Besar, Praktik Besar, Tanggung Jawab Besar

0

17 November 2019–Hampir 1000 orang memenuhi Gedung Prasadha Jinarakkhita, Jakarta Barat, untuk menerima Kriya Tantra Mahā-Abhiṣeka Avalokiteśvara Ekadasamukha Sahasrabhuja Sahasranetra dari Guru Dagpo Rinpoche. Pemberian Mahā-Abhiṣeka ini merupakan bagian dari rangkaian Southeast Asia Lamrim Festival (SEALF) 2019 yang berlangsung pada tanggal 11-18 November 2019.

Antrean peserta Kriya Tantra Mahā-Abhiṣeka Avalokiteśvara Ekadasamukha Sahasrabhuja Sahasranetra di SEALF 2019.

Sejak pukul 10 pagi, orang-orang sudah berkumpul untuk melakukan registrasi. Pukul 11, Gedung Prasadha Jinarakkhita dikosongkan sementara Guru Dagpo Rinpoche melakukan serangkaian ritual persiapan. Acara dimulai sekitar 14.00 dan selesai sore hari. Di akhir acara, peserta antusias mengantar Rinpoche dengan persembahan khatag.

Abhiṣeka merupakan ritual pemberian ‘izin’ untuk mempraktikkan Wajrayana. Pemberian Mahā-Abhiṣeka ini bertepatan dengan rampungnya transmisi dan pengajaran kitab Lamrim (Tahapan Jalan Menuju Pencerahan) “Mārga Krama-Vimocana-Hasta” (Pembebasan di Tangan Kita) karya Phabongkha Rinpoche tanggal 15 November lalu. Salah satu topik akhir dalam kitab ini adalah tentang praktik Wajrayana yang mendukung praktik kita menuju Kebuddhaan.  Abhiṣeka yang diberikan Guru Dagpo Rinpoche berkatan dengan Bodhisatwa Avalokiteśvara yang merupakan perwujudan welas asih agung dan sudah akrab dengan umat Buddha Nusantara. Peserta yang belum memnuhi syarat atau belum beraspirasi untuk mempraktikkan Wajrayana juga dapat mengikuti kegiatan dan menerima berkah dari Avalokiteśvara.

Praktik Wajrayana dapat membantu seorang praktisi Dharma mencapai Kebuddhaan dengan cepat. Namun, with great power comes great responsibility. Menerima  Abhiṣeka tidak serta-merta menjadikan seseorang menjadi praktisi hebat atau memunculkan realisasi dalam diri. Sebaliknya, ini adalah permulaan sekaligus dorongan untuk semakin serius dalam mempraktikkan Dharma. Syarat menerima Abhiṣeka  dan mempraktikkan Wajrayana adalah mengembangkan sebuah realisasi penghayatan akan rasa penolakan samsara, membangkitkan Bodhicita, dan memiliki pemahaman akan pandangan mendalam. Rinpoche telah membimbing seluruh peserta retret untuk mempelajari, merenungkan, dan memeditasikan topik-topik tersebut. Sekarang, tugas selanjutnya adalah meneruskan pembelajaran dan praktik Dharma secara konsisten sambil menjaga komitmen-komitmen yang telah diambil agar welas asih agung dan kebijaksanaan Sang Buddha tumbuh dan mengakar kuat dalam batin. Dengan demikian, praktisi akan bisa membahagiaan diri sendiri dan semua makhluk.

“Dengan menerima Abhiṣeka dari Guru Dagpo Rinpoche, keyakinanku bertambah kuat dan menjadi faktor penyemangat dalam diri untuk melatih diri lebih giat demi kepentingan semua makhluk,” kata Vicky Hong, salah satu peserta SEALF 2019. 

Share.

About Author

Leave A Reply

WhatsApp us