Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Nusantara Dharma Book Festival 7.0: Pelita di Kalantara Tawarkan Literasi & Seni Sebagai Cahaya di Zaman Peralihan
    • Apakah Aku Sedang Mengasihi atau Mengasihani Diriku?
    • Tiga Bulan YPPLN Berkarya – Triwulan Kedua 2026
    • Welas Asih untuk Dunia yang Luka, Sebuah Ulasan Film “Wisdom of Happiness”
    • Mencari ‘Aku’ Ketika Tak Ada Lagi yang Harus Dibuktikan: Mengurai Duka Lewat Empat Kebenaran Arya
    • Demon Slayer Membuka Pintu Baru untuk Memahami Amarah
    • Membaca Jika Hidupku Tinggal Sehari, Berhadapan dengan Hati yang Terombang-Ambing
    • Buku Catur Brahmawihara: Praktik Meditasi Empat Kemuliaan Tanpa Batas, Obat Batin di Tengah Krisis Tak Berkesudahan
    Lamrimnesia
    • Home
    • Mari Belajar
      • Apa itu Lamrim?
      • Peta Lamrim
      • Topik-Topik Lamrim
    • Wacana
      • Berita
      • Artikel
      • Infografis
    • Buku
      • Audiobook
      • Daftar Buku Tak Berbayar
      • Resensi
    • Kegiatan
      • Festival Seni & Budaya Buddhis 2018
      • Ananda Project
      • Berbagi Dharma
      • Drepung Tripa Khenzur Rinpoche Indonesia Visit 2017
      • Indonesia Lamrim Retreat 2017
    • Dukungan
      • Dharma Patriot
        • Be a Dharma Patriot
        • Our Patriot’s Adventure
      • Dharma Patron
      • Donasi Buku Berbayar
      • Penyaluran Buku Tidak Berbayar
      • Laporan Tahunan YPPLN
      • Laporan Triwulan YPPLN
      • Laporan Keuangan YPPLN
    • Tentang Kami
    • Store
    Lamrimnesia
    You are at:Home » Wacana » Berita » Nusantara Dharma Book Festival 7.0: Pelita di Kalantara Tawarkan Literasi & Seni Sebagai Cahaya di Zaman Peralihan

    Nusantara Dharma Book Festival 7.0: Pelita di Kalantara Tawarkan Literasi & Seni Sebagai Cahaya di Zaman Peralihan

    0
    By Redaksi Lamrimnesia on August 20, 2026 Berita, Featured, Wacana

    Kota Bandung terpilih menjadi tempat diselenggarakannya acara Nusantara Dharma Book Festival (NDBF) ke-7. Acara yang diinisiasi oleh Yayasan Pengembangan dan Pelestarian Lamrim Nusantara (Lamrimnesia) ini berlangsung di Nara Park Bandung pada 12–16 Agustus 2026.

    NDBF tahun ini berkolaborasi dengan berbagai komunitas untuk bersama-sama secara bergotong royong untuk membangkitkan kesadaran nilai-nilai kemanusiaan, kearifan lokal, keberlangsungan hidup dan nilai spiritual di tengah ancaman krisis, ketidakpastian global, wabah hingga kerusakan alam tidak terkendali. Acara ini mendapatkan apresiasi dari Dirjen Bimas Buddha Provinsi Jawa Barat, NDBF 7.0 dapat menjalin kolaborasi lintas agama sesuai dengan misi kementerian agama menjalin kerukunan umat beragama dalam menghadapi berbagai persoalan.

    Sepanjang 12-16 Agustus 2026, Lamrimnesia merangkul 20+ penerbit lokal Bandung dan sekitarnya guna menghidupkan kembali ekosistem literasi masyarakat luas di masa krisis. Pada akhir pekan 15–16 Agustus 2026, acara semakin meriah dengan kehadiran berbagai komunitas, akademisi, seniman, dan praktisi berbagai bidang yang turut berbagi wawasan untuk mengurai persoalan dari luar dan dalam diri.

    Bazar Buku NDBF 7.0 berlansung pada 12-16 Agustus 2026

    Gelaran hari Sabtu, 15 Agustus 2026 dibuka lokakarya strategi makan enak di tengah ombang-ambing krisis dengan memanfaatkan bahan yang mudah ditemukan di alam sekitar bersama Lab Pangan, sebuah open kitchen di ruang seni Gelanggang Olah Rasa. Acara kemudian dilanjutkan dengan diskusi tentang ketahanan hidup yang telah dibangun sejak lama oleh leluhur kita bersama Lab Pangan, Kampung Adat Cireundeu, Wahu Waste Hubs, dan jurnalis sains & penulis buku “Masyarakat Adat dan Kedaulatan Pangan” Ahmad Arif. Selanjutnya, ada bedah buku “Indonesia di Mata India – Kala Tagore Melawat ke Indonesia” guna mengetahui hubungan lintas budaya yang berjalan ribuan tahun yang dipandu oleh Guru Besar ITB Iwan Pranoto dan penulis dari Komunitas Aleut Irfan Pradana Putra. 

    Lokakarya “Dapur Akhir Zaman” bersama Lab Pangan Gelanggang Olah Rasa
    Perwakilan Wahu Waste Hubs dan Kampung Adat Cireundeu, penulis Ahmad Arif, dan tim Lab Pangan tukar wawasan tentang pangan dan lingkungan di zaman peralihan dalam Ngerujak (Ngerumpi Bijak) bagian I
    Bedah buku “Indonesia di Mata India – Kala Tagore Melawat ke Nusantara” bersama Iwan Pranoto dan Komunitas Aleut

    Sore hari, peserta diajak mengekspresikan diri dan menggali potensi di tengah ketakutan dengan menari bersama Hot Mamah Dance Club. Sebelum menari, para mamah bersama peserta lokakarya juga mengulik ketakutan yang mereka alami sambil berkenalan dengan Arya Tara, sosok feminin dalam peradaban kuno Nusantara yang melambangkan potensi welas asih & kebijaksanaan yang diulas dalam buku “Bebas dari Ketakutan”.

    Menari di Kalantara bersama Hot Mamah Dance Club

    Ketika malam tiba dan suasana semakin syahdu, seniman Monica Hapsari dan Lavenir Choir memandu lokakarya bernyanyi sekaligus saling mendengarkan, melepas beban, juga memancarkan kasih sayang untuk negeri kita dan semua makhluk. Rangkaian acara hari itu lalu ditutup dengan pertunjukan seni tradisi reak dari Bandung Thimoer Art of Reak, dipandu oleh Anggi Nugraha yang memaparkan bagaimana seni tradisi bukanlah hiburan semata, tapi juga media penyemaian dan pelestarian nilai luhur yang diwariskan dari zaman ke zaman.

    Jala Suara bersama Monica Hapsari & Lavenir Choir
    Pertunjukan Seni Tradisi Bandung Thimoer Art of Reak

    Selanjutnya, pada 16 Agustus 2026, NDBF dibuka dengan baca senyap bersama komunitas Baca Di Bandung. Selanjutnya, psikolog Yulita Anggelia dan caregiver Mira Dewi Kania berbagi pengalaman sambil membedah buku “Storied Companion” yang mengurai lika-liku menghadapi ketidakpastian dan kehilangan. Personil band Efek Rumah Kaca Cholil Mahmud hadir bersama putranya, Angan Senja (Knogg), untuk mem-breakdown bagaimana soundtrack film “Laut Bercerita” yang berjudul “Matilah Kau Mati” digubah dari kisah dan puisi dari karya Leila S. Chudori tersebut. 

    SACCA (Sahabat Baca) bersama komunitas Baca Di Bandung
    ,Bedah buku “Storied Companions” bersama Yulita Anggelia, M.Psi. dan Mira Dewi Kania
    Cerita pembuatan soundtrack film “Laut Bercerita” bersama Cholil Mahmud, Knogg, Monica Hapsari, dan Yushua Adiputra

    Lokakarya bernuansa gerak tubuh kembali diadakan pada sore hari, yaitu meditation in motion bersama seniman senior Marintan Sirait. Usai meditasi gerak, SoulFree Herb menyajikan teh herbal dari bahan-bahan alami yang diracik berdasarkan ilmu warisan leluhur yang berkhasiat untuk kesehatan sistem syaraf. Rangkaian acara ini menuntun peserta untuk menjalin kembali hubungan dengan diri sendiri, satu sama lain, dan alam sekitar. 

    Meditation in Motion & diskusi buku “Latihan Batin Laksana SInar Mentari” bersama Marintan Sirait, founder Dalemwangi Artspace & Jendela Ide Indonesia
    Tim SoulFree Herb menyeduh teh dengan racikan warisan leluhur yang dapat meningkatkan ketajaman fokus sekaligus menenangkan sistem syaraf

    Setelah itu, pada malam hari, perwakilan komunitas Aksara Rembaka, BandungBergerak, Growing Sisters, dan Wilwatikta Foundation yang aktif berkarya di bidang pengembangan diri, literasi, dan sosial duduk semeja dengan hadirin sambil menikmati rujak dan bertukar wawasan mengenai pentingnya hidup berkomunitas di tengah krisis.

    Ngerujak (Ngerumpi Bijak) bersama BandungBergerak, Wilwatikta Foundation, komunitas Growing Sisters, dan Aksara Rembaka tentang apa yang bisa dilakukan bersama untuk saling mendukung di zaman peralihan

    Seluruh rangkaian NDBF akhirnya ditutup dengan pertunjukan band Tigapagi yang memadukan karya sastra ritme musik khas Sunda, dan aransemen musik modern.

    Nusantara Dharma Book Festival 7.0 menghadirkan seniman, pegiat literasi, dan komunitas kota Bandung untuk bertukar inspirasi menhadapi krisis di peralihan zaman.
    Penampilan band Tigapagi

    “Sebuah festival memang tidak dapat mengubah keadaan dunia tetapi di sini kita bersama-sama untuk menyadari dan menyiapkan langkah untuk lebih peka terhadap yang ada di sekitar kita,” ungkap Monica Hapsari, seniman yang memandu salah satu lokakarya di NDBF..

    Sepanjang acara NDBF 7.0 para peserta diajak bersama-sama membangun kembali kehidupan yang lebih sadar, adaptif, dan penuh welas asih di tengah kekacauan zaman yang tak bertepi. Festival ini dapat menjadi momen refleksi betapa pentingnya literasi serta urgensi membangun kebersamaan dan kepekaan dalam menghadapi tantangan krisis.

    Informasi mengenai Nusantara Dharma Book Festival dapat diikuti di Instagram @dharmabookfest.

    Narahubung:

    Satriya Ramadani – +6281392044520

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleApakah Aku Sedang Mengasihi atau Mengasihani Diriku?
    Redaksi Lamrimnesia

    Related Posts

    Apakah Aku Sedang Mengasihi atau Mengasihani Diriku?

    Tiga Bulan YPPLN Berkarya – Triwulan Kedua 2026

    Welas Asih untuk Dunia yang Luka, Sebuah Ulasan Film “Wisdom of Happiness”

    Dharma Patron Rutin
    Dharma Patron Rutin

    Penyokong Dharma Mulia dengan berdana secara rutin setiap bulannya untuk menjaga kesinambungan pelestarian dan pengembangan Dharma di Nusantara. Berapapun nominalnya, akan sangat bermanfaat bagi Buddhadharma di Indonesia.


    Dharma Patron Non-Rutin
    Dharma Patron Non-Rutin

    Penyokong Dharma Mulia dengan berdana sekali waktu untuk pelestarian dan pengembangan Dharma di Nusantara. Berapapun nominalnya, akan sangat bermanfaat bagi Buddha dharma di Indonesia.


    MEMBERSHIP
    • login
    • register

    Infografis

    Find us At
    • facebook
    • instagram
    Leaderboard Ad
    Lamrimnesia

    Lamrimnesia

    Yayasan Pelestarian dan Pengembangan Lamrim merupakan sebuah yayasan yang dirikan untuk melestarikan dan menyebarkan tradisi Lamrim guna mendorong bangsa Indonesia, khususnya generasi muda, untuk melakukan praktik Dharma yang didasari oleh ilmu yang nyata sehingga menciptakan perubahan positif bagi seluruh Nusantara.

    Hubungi Kami:

    Call Center Lamrimnesia
    Care - +6285 2112 2014 1
    Info - +6285 2112 2014 2
    email: [email protected]
    facebook: facebook.com/lamrimnesia

    Recent Posts
    August 20, 2026

    Nusantara Dharma Book Festival 7.0: Pelita di Kalantara Tawarkan Literasi & Seni Sebagai Cahaya di Zaman Peralihan

    August 7, 2026

    Apakah Aku Sedang Mengasihi atau Mengasihani Diriku?

    August 6, 2026

    Tiga Bulan YPPLN Berkarya – Triwulan Kedua 2026

    Store
    © 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.