Menyingkirkan Keraguan Seputar Vaksin COVID-19 ala Buddhis

0

oleh Junarsih

Yeay, vaksin buat virus corona udah ada! Seenggaknya kita bisa sedikit lega. Nggak lama lagi, virus ini bisa dikendalikan. Tapi, kenapa masih banyak masyarakat Indonesia yang ragu dengan adanya vaksin, ya? Padahal kalau lihat di Kompas.com, Presiden Joko Widodo yang jadi orang pertama yang disuntik vaksin merk Sinovac 13 Januari 2021 lalu nggak merasakan efek samping apapun tuh.

Nah, Buddhisme kan mengajarkan kita untuk menelusuri suatu hal dulu dengan baik. Kalau bermanfaat ya kita terima, kalau kurang bermanfaat ya hindari. Kalau nggak tahu bermanfaat atau nggak, ya cari tahu! Jangan sampai keraguan membelenggu kita sehingga nggak bisa melakukan apa-apa atau malah bertindak gegabah dan merugikan banyak orang. Sama halnya dengan vaksin COVID-19 ini. Kalau ragu vaksinnya “beneran” atau nggak, coba kita cari tahu dulu supaya keraguan nggak terus-terusan menyelimuti kita!

Apa Itu Vaksin Sinovac?

Badan Kesehatan Dunia menyatakan bahwa vaksin bisa dikatakan aman digunakan kalau sudah memenuhi minimal 50 persen efikasi. Efikasi adalah persentase tingkat penurunan suatu penyakit pada sejumlah orang yang menerima vaksinasi yang telah lulus uji klinis. Nah, menurut BPOM, vaksin Sinovac memiliki efikasi sebanyak 65,3 persen berdasar hasil uji klinis pada fase 3. Jadi, sudah cukup aman kan ya vaksin ini?

Manfaat Vaksin

Vaksin Sinovac dibuat dari sampel virus SARS-CoV-2 dari China yang sudah dinonaktifkan. Vaksin yang juga disebut Coronavac ini dibuat oleh perusahaan bioteknologi di Beijing, China. Vaksin ini bisa mendorong respon antibodi terhadap virus penyebab COVID-19 tersebut. Setelah menerima vaksin ini, tubuh akan siap mengenali virus SARS-CoV-2 yang masuk sehingga kemungkinan tertular COVID-19 berkurang. 

Seiring dengan banyaknya orang yang divaksin di suatu komunitas, kekebalan komunitas (herd immunity) akan terbentuk sehingga wabah pun bisa dikatakan berakhir. Banyak penyakit yang dulunya mematikan kini menjadi mudah ditangani atau bahkan hampir tak pernah muncul sama sekali berkat vaksin, misalnya polio, tetanus, campak, dan cacar air. Jadi, jika vaksinasi COVID-19 di Indonesia berjalan lancar, tentunya kita akan selangkah lebih dekat menuju akhir pandemi.

Efek Samping Vaksin Sinovac

Prof. Kusnadi selaku Ketua Tim Uji Klinis Vaksin COVID-19 Sinovac menyebutkan bahwa vaksin ini aman dan relawan tidak akan mengalami efek samping berlebihan dari vaksinasi. Efek samping ringan yang dirasakan relawan adalah sakit di tempat yang disuntik dan rasa panas yang akan hilang setelah 2-3 hari.

Selain memiliki beberapa efek samping, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit juga mengeluarkan surat keputusan mengenai kondisi yang membuat seseorang tidak bisa menerima vaksin Sinovac, yaitu pernah mengalami atau berkontak langsung dengan virus COVID-19, mengalami gejala ISPA dalam 7 hari terakhir, sedang hamil atau menyusui, memiliki riwayat alergi berat, sedang menjalani terapi untuk kelainan darah, menderita penyakit autoimun, dan beberapa jenis penyakit kronis lainnya. Keputusan ini dibuat berdasarkan anjuran dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI). 

Mengutip dari Merdeka.com, Daeng M. Fakih selaku ketua umum Ikatan Dokter Indonesia yang menjadi penerima vaksin kedua berharap nantinya masyarakat juga bertanggung jawab untuk menciptakan kondisi yang sehat. Memang vaksin tidak menjadi satu-satunya obat yang bisa menangani penyebaran virus COVID-19. Vaksinasi juga tetap harus dibarengi dengan tindakan lain seperti mengikuti protokol kesehatan.

Jadi Vaksin Nggak Nih?

Nah, kalau sudah tahu informasi seputar vaksin Sinovac beserta manfaat dan efek sampingnya, bolehlah kita semua menimbang-nimbang untuk perlu atau tidak kita untuk mengikuti vaksinasi. Vaksin baru akan diberikan ke masyarakat umum mulai bulan Maret 2021, jadi masih ada waktu untuk menimbang-nimbang. Kalau memungkinkan, kamu bisa langsung ikut menerima vaksin Sinovac, bisa juga menunggu vaksin jenis lain masuk ke Indonesia. 

Apapun keputusanmu, tentukanlah dengan pengetahuan dan kesadaran penuh akan konsekuensi dari masing-masing pilihan. Sebagai seorang Buddhis, pilihlah keputusan yang memberi manfaat paling besar bagi dirimu dan banyak orang. Jangan sampai menghasut orang untuk nggak vaksin gara-gara termakan hoaks atau sekadar ikut-ikutan, ya. Semangat!

Referensi:

Merdeka.com – Jokowi Disuntik Vaksin Pertama, Ini Cara Kerja Vaksin Sinovac Cegah Covid-19 

Ketum IDI – Presiden Jokowi Tidak Ada Keluhan & Efek Setelah Disuntik Vaksin Covid-19

CDC.gov – Diseases You Almost Forgot About (Thanks to Vaccines)

Kompas.com – Simak, Ini Kondisi Orang-orang yang Tak Bisa Disuntik Vaksin Covid-19

Share.

About Author

89 views

Leave A Reply

WhatsApp us