Kata terima kasih sangat sering kita ucapkan, tapi belum banyak yang tahu bahwa “terima kasih” adalah ajaran warisan Muara Jambi yang punya arti mendalam.
Browsing: Wacana
Bacaan-bacaan berkaitan Buddha Dharma
Ini dia aktivitas pelestarian & pengembangan Buddha Dharma oleh Yayasan Pelestarian dan Pengembangan Dharma April-Juni 2024!
Pemutaran Roda Dharma pertama oleh sang Buddha diperingati sebagai hari Asadha setiap tahun. Namun, tahukah kamu bahwa Buddha memutar Roda Dharma 3 kali?
Jeffrey Hopkins, seorang cendekiawan, penulis, guru, dan penerjemah yang sangat berpengaruh dalam dunia Buddhis Tibet di Barat telah meninggal dunia pada 1 Juli 2024 pada usia 83 di Vancouver, Canada.
Mau tahu seperti apa riwayat Buddha berdasarkan Sutra Lalitawistara di Candi Borobudur? Yuk simak ringkasannya di sini!
Belajar Dharma atau belajar menjadi Buddhis ternyata ada tekniknya. Pemula maupun yang sudah lama beragama Buddha wajib tahu agar praktiknya tak sia-sia!
Ini dia aktivitas pelestarian & pengembangan Buddha Dharma oleh Yayasan Pelestarian dan Pengembangan Dharma Januari-Maret 2023!
Baca biografi ternyata merupakan langkah pertama seorang Buddhis menuju pencerahan. Kok bisa?
Sikap yang kita muncul saat sedang jatuh cinta itu sama seperti sikap yang harus kita timbulkan sewaktu kita berlindung (Tisarana) kepada Triratna. Triratna telah memiliki segala kualitas terunggul dan amat mahir menolong kita terbebas dari samsara. Hal ini seharusnya membuat kita kagum dan hormat kepada Triratna. Selanjutnya, kita juga seharusnya menjadi bersemangat setiap kali mengingat kualitas-kualitas agung Triratna beserta manfaat-manfaat yang kita peroleh dari melakukan Tisarana. Dengan demikian, seperti orang yang jatuh cinta, bukankah wajar apabila seharusnya kita juga ingin menyenangkan Triratna?
Dalam bahasa Inggris, kalimat “Buddham saranam gacchami” diterjemahkan sebagai ‘I go to the Buddha for refuge’.Terjemahan tersebut jika diterjemahkan kembali ke dalam bahasa Indonesia menjadi ‘Aku pergi berlindung kepada Buddha’. Kata “pergi” ini penting karena menunjukan makna bahwa kita memerlukan sebuah aksi aktif untuk mencapai perlindungan. Berdasarkan Lamrim atau Tahapan Jalan Menuju Pencerahan, untuk menjaga agar Tisarana kita menjadi aksi nyata dan tidak menjadi ‘omon-omon’ semata, seorang praktisi harus menjalankan sila-sila Tisarana.