Dari perjalanan sekumpulan perempuan jomblo usia 30-an menghadapi quarter-life crisis, kita bisa menemukan perspektif baru tentang karma dan dampaknya pada cara memandang dunia.
Trending
- Apa Tolok Ukur Kualitas Pembabar Dharma?
- Tiga Bulan YPPLN Berkarya – Triwulan Ketiga 2026
- Kembali Terhubung dengan Diri, Merawat Kepedulian Bagi Sesama Lewat NgeRujak Bersama Lamrimnesia di Unlock Your Potential Festival
- Kita Akan Menjadi Gaza: Catatan dari Pinggir “Ngerumpi Bijak” Pesta Literasi NDBF 7.0
- Belajar Menari, Belajar Menjadi Perempuan yang Bebas dan Merdeka Bersama Hot Mamah Dance Club
- “Resonating Earth” Böseblick Ensemble: Sebuah Kritik atas Antroposentrisme
- Di Balik Validasi Diri – Membaca Emosi Lewat Psikologi Buddhis
- “Pelita di Kalantara”: Mentransformasikan Luka Menjadi Kekuatan di Pesta Literasi NDBF 7.0