Dalam bahasa Inggris, kalimat “Buddham saranam gacchami” diterjemahkan sebagai ‘I go to the Buddha for refuge’.Terjemahan tersebut jika diterjemahkan kembali ke dalam bahasa Indonesia menjadi ‘Aku pergi berlindung kepada Buddha’. Kata “pergi” ini penting karena menunjukan makna bahwa kita memerlukan sebuah aksi aktif untuk mencapai perlindungan. Berdasarkan Lamrim atau Tahapan Jalan Menuju Pencerahan, untuk menjaga agar Tisarana kita menjadi aksi nyata dan tidak menjadi ‘omon-omon’ semata, seorang praktisi harus menjalankan sila-sila Tisarana.
Trending
- Di Balik Validasi Diri – Membaca Emosi Lewat Psikologi Buddhis
- “Pelita di Kalantara”: Mentransformasikan Luka Menjadi Kekuatan di Pesta Literasi NDBF 7.0
- Nusantara Dharma Book Festival 7.0: Pelita di Kalantara Tawarkan Literasi & Seni Sebagai Cahaya di Zaman Peralihan
- Apakah Aku Sedang Mengasihi atau Mengasihani Diriku?
- Tiga Bulan YPPLN Berkarya – Triwulan Kedua 2026
- Welas Asih untuk Dunia yang Luka, Sebuah Ulasan Film “Wisdom of Happiness”
- Mencari ‘Aku’ Ketika Tak Ada Lagi yang Harus Dibuktikan: Mengurai Duka Lewat Empat Kebenaran Arya
- Demon Slayer Membuka Pintu Baru untuk Memahami Amarah