Sikap yang kita muncul saat sedang jatuh cinta itu sama seperti sikap yang harus kita timbulkan sewaktu kita berlindung (Tisarana) kepada Triratna. Triratna telah memiliki segala kualitas terunggul dan amat mahir menolong kita terbebas dari samsara. Hal ini seharusnya membuat kita kagum dan hormat kepada Triratna. Selanjutnya, kita juga seharusnya menjadi bersemangat setiap kali mengingat kualitas-kualitas agung Triratna beserta manfaat-manfaat yang kita peroleh dari melakukan Tisarana. Dengan demikian, seperti orang yang jatuh cinta, bukankah wajar apabila seharusnya kita juga ingin menyenangkan Triratna?
Trending
- Kita Akan Menjadi Gaza: Catatan dari Pinggir “Ngerumpi Bijak” Pesta Literasi NDBF 7.0
- Belajar Menari, Belajar Menjadi Perempuan yang Bebas dan Merdeka Bersama Hot Mamah Dance Club
- “Resonating Earth” Böseblick Ensemble: Sebuah Kritik atas Antroposentrisme
- Di Balik Validasi Diri – Membaca Emosi Lewat Psikologi Buddhis
- “Pelita di Kalantara”: Mentransformasikan Luka Menjadi Kekuatan di Pesta Literasi NDBF 7.0
- Nusantara Dharma Book Festival 7.0: Pelita di Kalantara Tawarkan Literasi & Seni Sebagai Cahaya di Zaman Peralihan
- Apakah Aku Sedang Mengasihi atau Mengasihani Diriku?
- Tiga Bulan YPPLN Berkarya – Triwulan Kedua 2026