Sikap yang kita muncul saat sedang jatuh cinta itu sama seperti sikap yang harus kita timbulkan sewaktu kita berlindung (Tisarana) kepada Triratna. Triratna telah memiliki segala kualitas terunggul dan amat mahir menolong kita terbebas dari samsara. Hal ini seharusnya membuat kita kagum dan hormat kepada Triratna. Selanjutnya, kita juga seharusnya menjadi bersemangat setiap kali mengingat kualitas-kualitas agung Triratna beserta manfaat-manfaat yang kita peroleh dari melakukan Tisarana. Dengan demikian, seperti orang yang jatuh cinta, bukankah wajar apabila seharusnya kita juga ingin menyenangkan Triratna?
Trending
- Demon Slayer Membuka Pintu Baru untuk Memahami Amarah
- Membaca Jika Hidupku Tinggal Sehari, Berhadapan dengan Hati yang Terombang-Ambing
- Buku Catur Brahmawihara: Praktik Meditasi Empat Kemuliaan Tanpa Batas, Obat Batin di Tengah Krisis Tak Berkesudahan
- Kita Masih Hidup dalam Bayang-Bayang Penjajahan, tetapi Mengapa Begitu Sinis Melihat Trance?
- Robert Thurman, Seorang Buddhis yang Tak Terlihat Layaknya Buddhis
- Ketika Cabang Lupa Akarnya – Antara Waisak & “Interbeing”
- Menyelami Esensi Universal Kehidupan Bodhisatwa dalam Dongeng Anak Jataka Mala
- Rahasia Praktik Self-Compassion: Mengubah Trauma Jadi Kekuatan