Menangis selagi memukul, menghancurkan tanpa membenci. Menelisik kisah Gyōmei Himejima dalam Demon Slayer, apa sebenarnya makna kekerasan berlandaskan welas asih?
Trending
- Kita Akan Menjadi Gaza: Catatan dari Pinggir “Ngerumpi Bijak” Pesta Literasi NDBF 7.0
- Belajar Menari, Belajar Menjadi Perempuan yang Bebas dan Merdeka Bersama Hot Mamah Dance Club
- “Resonating Earth” Böseblick Ensemble: Sebuah Kritik atas Antroposentrisme
- Di Balik Validasi Diri – Membaca Emosi Lewat Psikologi Buddhis
- “Pelita di Kalantara”: Mentransformasikan Luka Menjadi Kekuatan di Pesta Literasi NDBF 7.0
- Nusantara Dharma Book Festival 7.0: Pelita di Kalantara Tawarkan Literasi & Seni Sebagai Cahaya di Zaman Peralihan
- Apakah Aku Sedang Mengasihi atau Mengasihani Diriku?
- Tiga Bulan YPPLN Berkarya – Triwulan Kedua 2026