<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>paramita - Lamrimnesia</title>
	<atom:link href="https://lamrimnesia.org/tag/paramita/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link></link>
	<description>Pathway to Everlasting Happiness</description>
	<lastBuildDate>Mon, 20 Apr 2020 05:40:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.0.12</generator>

<image>
	<url>https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2016/09/cropped-l-polos-32x32.png</url>
	<title>paramita - Lamrimnesia</title>
	<link></link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tiga Kemalasan Bersaudara: Kenali &#038; Usir!</title>
		<link>https://lamrimnesia.org/2020/04/20/tiga-kemalasan-bersaudara-kenali-usir/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Lamrimnesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Apr 2020 05:40:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[corona]]></category>
		<category><![CDATA[dharma]]></category>
		<category><![CDATA[kemalasan]]></category>
		<category><![CDATA[paramita]]></category>
		<category><![CDATA[produktif]]></category>
		<category><![CDATA[semangat]]></category>
		<category><![CDATA[viriya]]></category>
		<category><![CDATA[virus corona]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lamrimnesia.org/?p=4876</guid>

					<description><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p>Selama #DiRumahAja karena COVID-19, kamu sudah bikin sejuta rencana untuk bajik &#038; produktif di rumah, tapi kok sampai sekarang masih wacana?</p>
<p>Jangan-jangan ada Tiga Kemalasan Bersaudara yang bersarang di batinmu! Yuk kenali mereka dan usir mereka jauh-jauh!</p>
<p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2020/04/20/tiga-kemalasan-bersaudara-kenali-usir/">Tiga Kemalasan Bersaudara: Kenali & Usir!</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p>
<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2020/04/20/tiga-kemalasan-bersaudara-kenali-usir/">Tiga Kemalasan Bersaudara: Kenali &#038; Usir!</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/listya/">Redaksi Lamrimnesia</a></p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p>Karena COVID-19 nggak kunjung mereda, belajar di rumah dan kerja di rumah akhirnya diperpanjang. Karena makin nggak bisa ke mana-mana, kamu pun menyiapkan berbagai rencana untuk mengisi waktu di rumah. Kamu udah atur waktu untuk mengerjakan tugas-tugas, udah nyiapin daftar buku yang mau dibaca, udah daftar kelas-kelas <em>online</em> buat nambah <em>skill</em>, dan tentunya ancang-ancang bikin banyak kebajikan.</p>



<p>Sayangnya setelah sekian hari di rumah, kok rencananya cuma wacana?</p>



<p>Jangan-jangan ada Tiga Kemalasan Bersaudara yang bersarang di batinmu! Yuk kenali mereka dan usir mereka jauh-jauh!</p>



<ol><li><strong>Si Tukang Rebahan (Kemalasan Berupa Penundaan)</strong></li></ol>



<p>Kalau udah rebahan atau main hp, berasa nggak sih susah banget untuk memulai kembali aktivitas yang harusnya kita lakukan? Pengganggu yang membuat kita menunda-nunda dan menghabiskan semua waktu kita ini adalah si ‘Tukang Rebahan’ alias kemalasan berupa penundaan. Karena ‘Si Tukang Rebahan’ ini, kita menjadi enggan dalam melakukan aktivitas bajik dengan segera.</p>



<p>Bagaimana mengusir si anak sulung kemalasan ini? Kamu perlu mempelajari, merenungkan, dan memeditasikan topik-topik Lamrim berikut:</p>



<ol><li>Kematian dan ketidakkekalan.</li><li>Kemuliaan terlahir sebagai manusia.</li><li>Sulitnya memperoleh kelahiran sebagai manusia.</li></ol>



<p>Dengan memeditasikan topik-topik di atas, kita akan sadar bahwa “<em>deadline </em>masih lama” atau “hari masih panjang” itu adalah ilusi! Awalnya kamu berpikir, “Ah, baru jam 8, pujanya nanti jam 10 aja,” lalu kamu lanjut goleran, eh tahu-tahu sudah jam 12. Mending kalau kamu masih bisa puja jam 12. Selama kamu rebahan, banyak sekali kemungkinan yang bisa bikin kamu kehilangan nyawa. Kalau itu terjadi saat batinmu diwarnai oleh si kemalasan atau klesha lainnya, <em>kiss your precious human life goodbye…</em></p>



<p>Kita udah punya tubuh manusia yang amat berharga dan bisa kita pakai untuk melakukan apa saja. Kita sudah berjuang mati-matian untuk mendapatkannya di kehidupan-kehidupan lampau kita. Namun, kita juga bisa kehilangan tubuh dan waktu yang kita punya kapan saja. Dengan merenungkan ini semua, masa sih kita rela menyia-nyiakannya dengan rebahan seharian? Semangat pasti akan bangkit dalam diri kita dan kita bisa menyelesaikan segala hal yang ingin kita lakukan!</p>



<p><strong>2. Si Tukang Hedon (Kemalasan karena Aktivitas yang Tidak Tepat)</strong>&nbsp;</p>



<p>Ini dia si anak tengah kemalasan yang selalu mendistraksi kita setiap harinya. Aktivitas tidak tepat di sini artinya aktivitas yang didasari oleh kemelekatan atau faktor mental negatif lain tanpa didasari motivasi bajik seperti mengejar harta, takhta, dan wanita/pria, melibatkan diri dalam interaksi sosial yang berlebihan dan nggak bermanfaat seperti ngegosipin tetangga atau teman sampai berlarut-larut, atau ketagihan main <em>game </em>belasan jam sampai lupa waktu.</p>



<p>Bagaimana mengusir si anak tengah kemalasan ini? Dalam topik <strong>4 Kebenaran Mulia</strong>, Buddha menjelaskan bahwa nggak ada kebahagiaan sejati di samsara. Walau berpesta pora bisa bikin kita bahagia sesaat, itu akan berakhir dan kita jadi menderita karenanya. Dengan memahami topik ini, kita akan sadar obsesi kita untuk jadi kaya dan bersenang-senang nggak akan bikin kita bahagia selamanya. Dengan memahami hal ini, kita akan ingat dan bersemangat melakukan tindakan bajik dengan motivasi bajik pula. </p>



<p><strong>3. Si Tukang Minder (Kemalasan karena Keputusasaan)</strong></p>



<p>Si anak bungsu kemalasan ini bikin kita berpikir untuk menyerah sebelum berperang. Kita merasa putus asa karena kurang percaya diri ataupun meremehkan diri kita sendiri. </p>



<p>Kalau kita mulai berpikir, “Bagaimana mungkin seseorang seperti saya bisa mencapai Kebuddhaan?”, “Bagaimana mungkin seseorang seperti saya bisa bermanfaat bagi semua makhluk hidup?”, artinya kemalasan karena keputusasaan sedang menguasai batin kita!</p>



<p>Bagaimana mengusir si anak bungsu kemalasan ini? Buddha dan guru-guru besar sudah banyak memberi tips untuk menyemangati diri kita agar nggak menyerah dengan kekurangan diri ini. Seekor lalat yang bisa mencapai tingkat kesucian dengan mengitari stupa, masa kita yang manusia dan bisa belajar Dharma nggak bisa? Kita juga bisa berpikir, “Bahkan para pedagang dan orang lain di dunia ini bekerja keras dalam mengejar tujuan yang tidak bermanfaat dan menahan kesulitan besar hanya untuk memperoleh keuntungan finansial. Jika aku melibatkan diriku dengan jerih payah yang sama dalam mengejar pencerahan demi kebahagiaan semua makhluk, tentu saja aku bisa mencapai tujuanku.”</p>



<p>Secara khusus, kita perlu belajar, merenungkan, dan memeditasikan kemuliaan kelahiran kita sebagai manusia. Kita akn tahu bahwa tubuh manusia ini punya potensi luar biasa untuk mengembangkan kebijaksanaan dan welas asih Buddha! Lebih jauh lagi, kita bisa belajar tentang 3 motivasi dalam praktik Dharma, yaitu mencapai kebahagiaan di kehidupan mendatang, pembebasan dari samsara, atau pencerahan yang lengkap dan sempurna. Ketiga motivasi ini juga merupakan tahapan yang dicapai satu per satu. Selama kita mengikuti setiap tahapan jalan dengan baik, nggak mungkin kita nggak bisa mencapai tujuan tertinggi. </p>



<p>Jadi, jangankan menyelesaikan tugas sekolah atau kerjaan kantor, jadi Buddha aja kita bisa kok! Buat apa putus asa? Kita perlu sabar dengan diri kita sendiri dan berlatih setahap demi setahap. Dengan begitu kita pasti bisa dengan penuh semangat menyelesaikan semua aktivitas kita, baik untuk tujuan sementara maupun tujuan tertinggi.</p>



<p>Setelah berpanjang lebar mengenal 3 kemalasan bersaudara dan bagaimana mengusirnya, ayo kita bersama-sama sekuat tenaga mengusir mereka dari kehidupan kita sehari-hari! Semangat semua~<br></p><p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2020/04/20/tiga-kemalasan-bersaudara-kenali-usir/">Tiga Kemalasan Bersaudara: Kenali & Usir!</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p><p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2020/04/20/tiga-kemalasan-bersaudara-kenali-usir/">Tiga Kemalasan Bersaudara: Kenali &#038; Usir!</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/listya/">Redaksi Lamrimnesia</a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kiat Kece ala Bodhisatwa #6 &#8211; Prajna Paramita</title>
		<link>https://lamrimnesia.org/2017/03/04/kiat-kece-ala-bodhisatwa-6-prajna-paramita/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Lamrimnesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Mar 2017 19:35:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[buddha]]></category>
		<category><![CDATA[buddhism]]></category>
		<category><![CDATA[compassion]]></category>
		<category><![CDATA[dhamma]]></category>
		<category><![CDATA[dharma]]></category>
		<category><![CDATA[lamrim]]></category>
		<category><![CDATA[lamrimnesia]]></category>
		<category><![CDATA[paramita]]></category>
		<category><![CDATA[prajna]]></category>
		<category><![CDATA[praktik bodhisatwa]]></category>
		<category><![CDATA[wisdom]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://lamrimnesia.org/?p=2869</guid>

					<description><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p>Pernah nggak punya teman yang super bijak, saat galau semua orang curhat ke dia dan seolah mendapat &#8216;pencerahan&#8217;? Dia pasti di kehidupan lampaunya melatih prajna atau kebijaksanaan! Sering ada yang bilang, &#8220;Jadi orang jangan terlalu baik, nanti ditipu orang.&#8221; Pernyataan ini kurang tepat. Orang ditipu bukan karena dia terlalu baik, tapi karena kurang bijak! Lewat [...]</p>
<p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2017/03/04/kiat-kece-ala-bodhisatwa-6-prajna-paramita/">Kiat Kece ala Bodhisatwa #6 – Prajna Paramita</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p>
<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2017/03/04/kiat-kece-ala-bodhisatwa-6-prajna-paramita/">Kiat Kece ala Bodhisatwa #6 &#8211; Prajna Paramita</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/listya/">Redaksi Lamrimnesia</a></p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p><img loading="lazy" class="alignnone size-medium wp-image-2870" src="http://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2017/03/16938774_1933004970261064_648188723716016831_n-300x180.png" alt="" width="300" height="180" srcset="https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2017/03/16938774_1933004970261064_648188723716016831_n-300x180.png 300w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2017/03/16938774_1933004970261064_648188723716016831_n-600x360.png 600w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2017/03/16938774_1933004970261064_648188723716016831_n-768x461.png 768w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2017/03/16938774_1933004970261064_648188723716016831_n-150x90.png 150w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2017/03/16938774_1933004970261064_648188723716016831_n-450x270.png 450w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2017/03/16938774_1933004970261064_648188723716016831_n.png 960w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Pernah nggak punya teman yang super bijak, saat galau semua orang curhat ke dia dan seolah mendapat &#8216;pencerahan&#8217;? Dia pasti di kehidupan lampaunya melatih prajna atau kebijaksanaan!</p>
<p>Sering ada yang bilang, &#8220;Jadi orang jangan terlalu baik, nanti ditipu orang.&#8221; Pernyataan ini kurang tepat. Orang ditipu bukan karena dia terlalu baik, tapi karena kurang bijak! Lewat paramita pertama hingga kelima, Buddha mengajarkan kita untuk menja<span class="text_exposed_show">di orang baik, berdana, menjaga moralitas, dst, dan untuk menyempurnakannya, kita juga harus menjadi bijak. Dengan demikian,perbuatan baik kita akan bermanfaat bagi diri kita sendiri dan orang banyak. Cara melatih prajna juga tidak sulit, bisa mulai dari rajin mendengarkan ceramah Dharma dan membaca teks Dharma sambil direnungkan.</span></p>
<div class="text_exposed_show">
<p>Yuk sama-sama melatih prajna!</p>
</div><p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2017/03/04/kiat-kece-ala-bodhisatwa-6-prajna-paramita/">Kiat Kece ala Bodhisatwa #6 – Prajna Paramita</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p><p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2017/03/04/kiat-kece-ala-bodhisatwa-6-prajna-paramita/">Kiat Kece ala Bodhisatwa #6 &#8211; Prajna Paramita</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/listya/">Redaksi Lamrimnesia</a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kiat Kece ala Bodhisatwa #5 &#8211; Samadhi Paramita</title>
		<link>https://lamrimnesia.org/2017/02/24/kiat-kece-ala-bodhisatwa-5-samadhi-paramita/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Lamrimnesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Feb 2017 18:34:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[buddha]]></category>
		<category><![CDATA[buddhism]]></category>
		<category><![CDATA[dhamma]]></category>
		<category><![CDATA[dharma]]></category>
		<category><![CDATA[lamrim]]></category>
		<category><![CDATA[lamrimnesia]]></category>
		<category><![CDATA[paramita]]></category>
		<category><![CDATA[praktik bodhisatwa]]></category>
		<category><![CDATA[samadhi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://lamrimnesia.org/?p=2842</guid>

					<description><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p>Pernahkah kamu mau melakukan sesuatu, eh ada yang ngajak ngobrol, terus lupa apa yang tadinya mau kamu lakukan? Atau kamu lagi meditasi, tapi dikit-dikit kepikiran malam ini mau makan apa dan ga bisa konsen? Kamu bukan kurang aqua, tapi kurang samadhi atau ketenangan batin! Samadhi haruslah dilatih secara rutin, sedikit demi sedikit. Awalnya memang sulit, [...]</p>
<p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2017/02/24/kiat-kece-ala-bodhisatwa-5-samadhi-paramita/">Kiat Kece ala Bodhisatwa #5 – Samadhi Paramita</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p>
<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2017/02/24/kiat-kece-ala-bodhisatwa-5-samadhi-paramita/">Kiat Kece ala Bodhisatwa #5 &#8211; Samadhi Paramita</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/listya/">Redaksi Lamrimnesia</a></p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p>Pernahkah kamu mau melakukan sesuatu, eh ada yang ngajak ngobrol, terus lupa apa yang tadinya mau kamu lakukan? Atau kamu lagi meditasi, tapi dikit-dikit kepikiran malam ini mau makan apa dan ga bisa konsen? Kamu bukan kurang aqua, tapi kurang samadhi atau ketenangan batin!</p>
<p>Samadhi haruslah dilatih secara rutin, sedikit demi sedikit. Awalnya memang sulit, tapi lama-kelamaan pasti konsentrasi kita bisa meningkat. Ketenangan batin<span class="text_exposed_show"> pun dapat tercapai. </span></p>
<div class="text_exposed_show">
<p>Yuk kita melatih samadhi sama-sama!</p>
<p><img loading="lazy" class="alignnone size-medium wp-image-2843" src="http://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2017/02/16939669_1929585123936382_3707004311701302058_n-300x180.png" alt="" width="300" height="180" srcset="https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2017/02/16939669_1929585123936382_3707004311701302058_n-300x180.png 300w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2017/02/16939669_1929585123936382_3707004311701302058_n-150x90.png 150w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2017/02/16939669_1929585123936382_3707004311701302058_n-450x270.png 450w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2017/02/16939669_1929585123936382_3707004311701302058_n.png 480w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
</div><p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2017/02/24/kiat-kece-ala-bodhisatwa-5-samadhi-paramita/">Kiat Kece ala Bodhisatwa #5 – Samadhi Paramita</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p><p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2017/02/24/kiat-kece-ala-bodhisatwa-5-samadhi-paramita/">Kiat Kece ala Bodhisatwa #5 &#8211; Samadhi Paramita</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/listya/">Redaksi Lamrimnesia</a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kiat Kece Ala Bodhisatwa #4 &#8211; Viriya Paramita</title>
		<link>https://lamrimnesia.org/2017/02/21/kiat-kece-ala-bodhisatwa-4-viriya-paramita/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Lamrimnesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Feb 2017 04:25:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[buddha]]></category>
		<category><![CDATA[buddhism]]></category>
		<category><![CDATA[dhamma]]></category>
		<category><![CDATA[dharma]]></category>
		<category><![CDATA[lamrim]]></category>
		<category><![CDATA[lamrimnesia]]></category>
		<category><![CDATA[paramita]]></category>
		<category><![CDATA[praktik bodhisatwa]]></category>
		<category><![CDATA[semangat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://lamrimnesia.org/?p=2815</guid>

					<description><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p>Viriya atau upaya bersemangat adalah sifat luhur yang harus kita latih agar dapat meraih kesuksesan. Kita pasti pernah bertemu orang yang energinya seolah tak habis-habis, semua pekerjaannya selalu berjalan lancar. Orang itu pasti melatih viriya paramita di kehidupannya yang lampau. Ingin jadi seperti mereka? Yuk sama-sama melatih viriya paramita!</p>
<p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2017/02/21/kiat-kece-ala-bodhisatwa-4-viriya-paramita/">Kiat Kece Ala Bodhisatwa #4 – Viriya Paramita</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p>
<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2017/02/21/kiat-kece-ala-bodhisatwa-4-viriya-paramita/">Kiat Kece Ala Bodhisatwa #4 &#8211; Viriya Paramita</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/listya/">Redaksi Lamrimnesia</a></p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p><img loading="lazy" class="aligncenter wp-image-2816 size-full" src="http://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2017/02/virya.png" width="1280" height="768" srcset="https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2017/02/virya.png 1280w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2017/02/virya-600x360.png 600w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2017/02/virya-300x180.png 300w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2017/02/virya-1024x614.png 1024w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2017/02/virya-768x461.png 768w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2017/02/virya-150x90.png 150w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2017/02/virya-450x270.png 450w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2017/02/virya-1200x720.png 1200w" sizes="(max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /></p>
<p>Viriya atau upaya bersemangat adalah sifat luhur yang harus kita latih agar dapat meraih kesuksesan. Kita pasti pernah bertemu orang yang energinya seolah tak habis-habis, semua pekerjaannya selalu berjalan lancar. Orang itu pasti melatih viriya paramita di kehidupannya yang lampau.</p>
<p>Ingin jadi seperti mereka? Yuk sama-sama melatih viriya paramita!</p><p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2017/02/21/kiat-kece-ala-bodhisatwa-4-viriya-paramita/">Kiat Kece Ala Bodhisatwa #4 – Viriya Paramita</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p><p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2017/02/21/kiat-kece-ala-bodhisatwa-4-viriya-paramita/">Kiat Kece Ala Bodhisatwa #4 &#8211; Viriya Paramita</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/listya/">Redaksi Lamrimnesia</a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kiat Kece Ala Bodhisatwa #3 &#8211; Ksanti Paramita</title>
		<link>https://lamrimnesia.org/2017/02/21/kiat-kece-ala-bodhisatwa-3-ksanti-paramita/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Lamrimnesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Feb 2017 04:21:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[buddha]]></category>
		<category><![CDATA[buddhism]]></category>
		<category><![CDATA[dhamma]]></category>
		<category><![CDATA[dharma]]></category>
		<category><![CDATA[kesabaran]]></category>
		<category><![CDATA[lamrim]]></category>
		<category><![CDATA[lamrimnesia]]></category>
		<category><![CDATA[paramita]]></category>
		<category><![CDATA[praktik bodhisatwa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://lamrimnesia.org/?p=2811</guid>

					<description><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p>Sifat ketiga yang harus dilatih agar kece seperti para Buddha dan Bodhisatwa adalah melatih kesabaran. Kesabaran tidak hanya berarti kita tidak boleh marah pada orang lain, tapi kita juga tidak boleh marah pada diri kita sendiri dan kekurangan-kekurangan kita. Kita harus bisa bersabar menghadapi setiap kesulitan yang kita alami dalam hidup. Saat kita ingin marah, [...]</p>
<p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2017/02/21/kiat-kece-ala-bodhisatwa-3-ksanti-paramita/">Kiat Kece Ala Bodhisatwa #3 – Ksanti Paramita</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p>
<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2017/02/21/kiat-kece-ala-bodhisatwa-3-ksanti-paramita/">Kiat Kece Ala Bodhisatwa #3 &#8211; Ksanti Paramita</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/listya/">Redaksi Lamrimnesia</a></p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p><img loading="lazy" class="aligncenter wp-image-2812 size-full" src="http://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2017/02/ksanti.png" width="1280" height="768" srcset="https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2017/02/ksanti.png 1280w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2017/02/ksanti-600x360.png 600w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2017/02/ksanti-300x180.png 300w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2017/02/ksanti-1024x614.png 1024w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2017/02/ksanti-768x461.png 768w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2017/02/ksanti-150x90.png 150w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2017/02/ksanti-450x270.png 450w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2017/02/ksanti-1200x720.png 1200w" sizes="(max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /><br />
Sifat ketiga yang harus dilatih agar kece seperti para Buddha dan Bodhisatwa adalah melatih kesabaran. Kesabaran tidak hanya berarti kita tidak boleh marah pada orang lain, tapi kita juga tidak boleh marah pada diri kita sendiri dan kekurangan-kekurangan kita. Kita harus bisa bersabar menghadapi setiap kesulitan yang kita alami dalam hidup.</p>
<p>Saat kita ingin marah, kita bisa berhenti sejenak, menarik napas, dan memperkirakan untuk/ruginya jika kita membiarkan amarah itu meraja lela. Dampak yang paling mudah terlihat adalah wajah.</p>
<p>Oh ya, Tahukah kamu, melatih kesabaran bisa] membuat kita menjadi rupawan!</p><p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2017/02/21/kiat-kece-ala-bodhisatwa-3-ksanti-paramita/">Kiat Kece Ala Bodhisatwa #3 – Ksanti Paramita</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p><p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2017/02/21/kiat-kece-ala-bodhisatwa-3-ksanti-paramita/">Kiat Kece Ala Bodhisatwa #3 &#8211; Ksanti Paramita</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/listya/">Redaksi Lamrimnesia</a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kiat Kece Ala Bodhisatwa #2 &#8211; Sila Paramita</title>
		<link>https://lamrimnesia.org/2017/02/21/kiat-kece-ala-bodhisatwa-2-sila-paramita/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Lamrimnesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Feb 2017 04:19:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[buddha]]></category>
		<category><![CDATA[buddhism]]></category>
		<category><![CDATA[dhamma]]></category>
		<category><![CDATA[dharma]]></category>
		<category><![CDATA[lamrim]]></category>
		<category><![CDATA[lamrimnesia]]></category>
		<category><![CDATA[paramita]]></category>
		<category><![CDATA[praktik bodhisatwa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://lamrimnesia.org/?p=2808</guid>

					<description><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p>Praktik sila atau disiplin moral pada dasarnya adalah latihan menghindari tindakan negatif, mengumpulkan kebajikan, dan menolong makhluk lain. Yang dimaksud dengan tindakan negatif adalah hal-hal yang melukai diri sendiri ataupun makhluk lain. Moralitas adalah hal yang membedakan manusia dibanding makhluk lain seperti hewan, setan kelaparan, dan penghuni neraka. Karena itu, sila yang sempurna membuat kita [...]</p>
<p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2017/02/21/kiat-kece-ala-bodhisatwa-2-sila-paramita/">Kiat Kece Ala Bodhisatwa #2 – Sila Paramita</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p>
<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2017/02/21/kiat-kece-ala-bodhisatwa-2-sila-paramita/">Kiat Kece Ala Bodhisatwa #2 &#8211; Sila Paramita</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/listya/">Redaksi Lamrimnesia</a></p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p><img loading="lazy" class="aligncenter wp-image-2809 size-full" src="http://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2017/02/16422478_1918456948382533_4420725258837143625_o.png" width="1280" height="768" srcset="https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2017/02/16422478_1918456948382533_4420725258837143625_o.png 1280w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2017/02/16422478_1918456948382533_4420725258837143625_o-600x360.png 600w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2017/02/16422478_1918456948382533_4420725258837143625_o-300x180.png 300w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2017/02/16422478_1918456948382533_4420725258837143625_o-1024x614.png 1024w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2017/02/16422478_1918456948382533_4420725258837143625_o-768x461.png 768w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2017/02/16422478_1918456948382533_4420725258837143625_o-150x90.png 150w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2017/02/16422478_1918456948382533_4420725258837143625_o-450x270.png 450w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2017/02/16422478_1918456948382533_4420725258837143625_o-1200x720.png 1200w" sizes="(max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /></p>
<p>Praktik sila atau disiplin moral pada dasarnya adalah latihan menghindari tindakan negatif, mengumpulkan kebajikan, dan menolong makhluk lain. Yang dimaksud dengan tindakan negatif adalah hal-hal yang melukai diri sendiri ataupun makhluk lain. Moralitas adalah hal yang membedakan manusia dibanding makhluk lain seperti hewan, setan kelaparan, dan penghun<span class="text_exposed_show">i neraka. Karena itu, sila yang sempurna membuat kita bisa terlahir sebagai manusia di kehidupan mendatang.</span></p>
<p>Sila ada bermacam-macam, yang paling umum adalah Pancasila Buddhis. Selain itu, masih ada kelompok sila lain seperti attha sila, sila-sila biksu, sila bodhisatwa, tantra, dll. Semasa hidup, minimal kita harus memegang satu sila dan menjaganya dengan sempurna. Kita harus menjaga sila itu secara sadar, jadi kita harus mengingat sila apa yang kita jaga. Jika kita lupa, berarti kita tidak menjaga sila tersebut secara sadar. Meskipun kita tidak melakukan pelanggaran, kita tidak akan mendapatkan manfaat apapun.</p>
<p>Yuk sama-sama melatih sila!</p>
<p>&nbsp;</p><p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2017/02/21/kiat-kece-ala-bodhisatwa-2-sila-paramita/">Kiat Kece Ala Bodhisatwa #2 – Sila Paramita</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p><p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2017/02/21/kiat-kece-ala-bodhisatwa-2-sila-paramita/">Kiat Kece Ala Bodhisatwa #2 &#8211; Sila Paramita</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/listya/">Redaksi Lamrimnesia</a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kiat Kece Ala Bodhisatwa #1 &#8211; Dana Paramita</title>
		<link>https://lamrimnesia.org/2017/01/26/kiat-kece-ala-bodhisatwa-1-dana-paramita/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Lamrimnesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Jan 2017 16:02:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[buddha]]></category>
		<category><![CDATA[buddhism]]></category>
		<category><![CDATA[dana]]></category>
		<category><![CDATA[dhamma]]></category>
		<category><![CDATA[dharma]]></category>
		<category><![CDATA[infografis]]></category>
		<category><![CDATA[lamrim]]></category>
		<category><![CDATA[lamrimnesia]]></category>
		<category><![CDATA[paramita]]></category>
		<category><![CDATA[praktik bodhisatwa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://lamrimnesia.org/?p=2765</guid>

					<description><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p>Sifat luhur pertama yang harus kita kembangkan untuk meraih kesempurnaan hidup adalah &#8220;dana&#8221; atau kemurahan hati. Cara melatihnya sangatlah gampang, yaitu memberi. Kebetulan sebentar lagi Imlek, bisa banget melatih dana paramita sambil bagi-bagi angpao~ Berdana tidak harus dengan memberikan materi. Bentuk dana tertinggi adalah berdana Dharma, salah satu caranya adalah dengan membagikan post ini, hehe~ [...]</p>
<p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2017/01/26/kiat-kece-ala-bodhisatwa-1-dana-paramita/">Kiat Kece Ala Bodhisatwa #1 – Dana Paramita</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p>
<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2017/01/26/kiat-kece-ala-bodhisatwa-1-dana-paramita/">Kiat Kece Ala Bodhisatwa #1 &#8211; Dana Paramita</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/listya/">Redaksi Lamrimnesia</a></p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p><img loading="lazy" class="aligncenter wp-image-2766 size-full" src="http://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2017/01/16195165_1915128205382074_6999901433717268438_n.png" width="960" height="576" srcset="https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2017/01/16195165_1915128205382074_6999901433717268438_n.png 960w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2017/01/16195165_1915128205382074_6999901433717268438_n-600x360.png 600w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2017/01/16195165_1915128205382074_6999901433717268438_n-300x180.png 300w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2017/01/16195165_1915128205382074_6999901433717268438_n-768x461.png 768w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2017/01/16195165_1915128205382074_6999901433717268438_n-150x90.png 150w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2017/01/16195165_1915128205382074_6999901433717268438_n-450x270.png 450w" sizes="(max-width: 960px) 100vw, 960px" /></p>
<p>Sifat luhur pertama yang harus kita kembangkan untuk meraih kesempurnaan hidup adalah &#8220;dana&#8221; atau kemurahan hati. Cara melatihnya sangatlah gampang, yaitu memberi. Kebetulan sebentar lagi Imlek, bisa banget melatih dana paramita sambil bagi-bagi angpao~</p>
<p>Berdana tidak harus dengan memberikan materi. Bentuk dana tertinggi adalah berdana Dharma, salah satu caranya adalah dengan membagikan post ini, hehe~</p>
<div class="text_exposed_show">
<p>Kita juga bisa berdana senyuman untuk membuat hari orang-orang di sekitar kita lebih berwarna. Memberi petunjuk jalan pada orang yang tersesat juga merupakan bentuk dana rasa aman. Yang terpenting adalah menjaga motivasi kita sebelum, saat, dan usai berdana. Pastikan motivasinya bajik, ya!</p>
</div><p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2017/01/26/kiat-kece-ala-bodhisatwa-1-dana-paramita/">Kiat Kece Ala Bodhisatwa #1 – Dana Paramita</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p><p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2017/01/26/kiat-kece-ala-bodhisatwa-1-dana-paramita/">Kiat Kece Ala Bodhisatwa #1 &#8211; Dana Paramita</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/listya/">Redaksi Lamrimnesia</a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
