<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>jalan karma - Lamrimnesia</title>
	<atom:link href="https://lamrimnesia.org/tag/jalan-karma/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link></link>
	<description>Pathway to Everlasting Happiness</description>
	<lastBuildDate>Mon, 02 Mar 2020 05:11:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.0.17</generator>

<image>
	<url>https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2016/09/cropped-l-polos-32x32.png</url>
	<title>jalan karma - Lamrimnesia</title>
	<link></link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Bla Bla Bla: Inilah Jalan Karma Ucapan Tak Berguna</title>
		<link>https://lamrimnesia.org/2020/03/02/bla-bla-bla-inilah-jalan-karma-ucapan-tak-berguna/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Lamrimnesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Mar 2020 05:11:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[buddha]]></category>
		<category><![CDATA[jalan karma]]></category>
		<category><![CDATA[lamrimnesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lamrimnesia.org/?p=4806</guid>

					<description><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p>oleh BESTRELOAD Ucapan tak berguna merupakan salah satu dari 10 jalan karma hitam (Dasa Akusala Kammapatha) dalam Buddhadharma. Walaupun secara tingkat beratnya merupakan yang paling ringan dibandingkan 3 karma buruk ucapan yang lain (berbohong, ucapan memecah belah, ucapan kasar), tapi jika dilakukan secara sering, berulang-ulang dan tanpa rasa menyesal, maka hasil karmanya juga bisa sangat [...]</p>
<p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2020/03/02/bla-bla-bla-inilah-jalan-karma-ucapan-tak-berguna/">Bla Bla Bla: Inilah Jalan Karma Ucapan Tak Berguna</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p>
<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2020/03/02/bla-bla-bla-inilah-jalan-karma-ucapan-tak-berguna/">Bla Bla Bla: Inilah Jalan Karma Ucapan Tak Berguna</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/listya/">Redaksi Lamrimnesia</a></p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p>oleh BESTRELOAD</p>



<p>Ucapan tak berguna merupakan salah satu dari 10 jalan karma hitam (<em>Dasa Akusala Kammapatha</em>) dalam Buddhadharma.<em> </em>Walaupun secara tingkat beratnya merupakan yang paling ringan dibandingkan 3 karma buruk ucapan yang lain (berbohong, ucapan memecah belah, ucapan kasar), tapi jika dilakukan secara sering, berulang-ulang dan tanpa rasa menyesal, maka hasil karmanya juga bisa sangat berat. Nah, bahayanya, dibadingkan dengan tiga karma ucapan lainnya, ucapan tak berguna merupakan karma yang mungkin paling sering kita lakukan. Karena itu, mari kita cari tahu apa saja sih yang termasuk dalam ucapan tidak berguna dan apa yang membuat jalan karmanya menjadi lengkap!</p>



<p>Sama seperti karma-karma lain pada umumnya, jalan karma lengkap ucapan tak berguna juga terdiri atas 4 aspek:</p>



<ol><li><strong>Dasar</strong>: landasan utama dari ucapan yang tak berguna adalah membicarakan topik apapun yang tidak berarti. Dalam “Risalah Agung Tahapan Jalan Menuju Pencerahan” (Lamrim Chenmo) karya Je Tsongkhapa, tujuh dasar dari (definisi) ucapan tak berguna adalah:<ol><li>pembicaraan tentang perkelahian, mencari-cari kesalahan, pertikaian, dan pemecahbelahan,</li><li>melafalkan teks yang bertentangan dengan Dharma,</li><li>ungkapan ketidakberdayaan, meratap, meraung-raung, atau galau,</li><li>pembicaraan tentang candaan, pertunjukkan, hiburan, atau kesenangan,</li><li>pembicaraan tentang berita yang menggemparkan seperti berita tentang raja-raja, menteri, negara, dan pencuri,</li><li>berbicara seperti orang yang mabuk atau orang gila,</li><li>berbicara tentang seseorang yang mempertahankan mata pencaharian yang salah.</li></ol></li></ol>



<p>*Ditambahkan juga bahwa esensi poin-poin di atas adalah ucapan yang tak berkaitan, tak spiritual, tak bermakna, bercampur aduk, memancing munculnya klesha, dan diucapkan dalam kondisi tidak sadar, misalnya diucapkan sambal tertawa, bernyanyi, atau menonton, dan sejenisnya.</p>



<ol><li><strong>Pemikiran</strong>: <br>&#8211; <strong>Identifikasi:</strong> memikirkan suatu topik yang ingin dibicarakan, tidak peduli apakah ada objek yang mendengarkan pembicaraan kita atau tidak. <br>&#8211; <strong>Motivasi</strong>: keinginan untuk mengucapkan atau membicarakan hal tersebut.<br>&#8211; <strong>Klesha</strong>: didasari oleh kemelekatan, kebencian, atau kebodohan/ketidaktahuan.</li><li><strong>Tindakan</strong>: melontarkan ucapan tak berguna. Di zaman sekarang, media pembicaraan bisa melalui lisan atau tulisan, tulisan bisa berbentuk <em>chat</em>, <em>post</em>, dan pernyataan-pernyataan melalui surat atau media elektronik.</li><li><strong>Penyelesaian: </strong>hal yang ingin kita ungkapkan telah selesai diucapkan/dilontarkan.</li></ol>



<p>Bagaimana jika ucapan kita termasuk kategori ucapan tak berguna, akan tetapi dilakukan untuk maksud-maksud tertentu, misalnya menghibur orang lain atau agar suasana tidak kaku?&nbsp;</p>



<p>Untuk kasus-kasus tersebut, ucapan tidak berguna masih boleh diucapkan karena memiliki tujuan dan maksud yang baik. Namun, tetap saja kita tidak boleh berlarut-larut pada topik tersebut. Jalan karma pada kasus-kasus tersebut termasuk karma ucapan tak berguna yang tidak lengkap karena karena kita tidak bicara atas dasar klesha yaitu kemelekatan, kebencian, dan ketidaktahuan.</p>



<p>Jadi, bagaimana untuk menjaga agar kita tidak melakukan karma ucapan tak berguna ini? Sang Buddha mengajarkan kita untuk mengembangkan sikap mawas diri, terutama saat berbicara. Artinya kita harus berlatih untuk berpikir matang-matang sebelum berucap. Ini juga berlaku bagi karma buruk ucapan yang lain. Sebagai langkah pertama dalam latihan kita, sebisa mungkin kita harus menjaga motivasi di balik setiap ucapan kita agar tak tercemar oleh klesha.<br></p>



<p>Sumber:&nbsp;</p>



<p>“Risalah Agung Tahapan Jalan Menuju Pencerahan” (Lamrim Chenmo) oleh Je Tsongkhapa</p>



<p>“Karma” oleh Dagpo Rinpoche<br></p><p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2020/03/02/bla-bla-bla-inilah-jalan-karma-ucapan-tak-berguna/">Bla Bla Bla: Inilah Jalan Karma Ucapan Tak Berguna</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p><p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2020/03/02/bla-bla-bla-inilah-jalan-karma-ucapan-tak-berguna/">Bla Bla Bla: Inilah Jalan Karma Ucapan Tak Berguna</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/listya/">Redaksi Lamrimnesia</a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hindari Hal Ini Untuk Melatih Menghindari Berbohong</title>
		<link>https://lamrimnesia.org/2018/05/15/hindari-hal-ini-untuk-melatih-menghindari-berbohong/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Lamrimnesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 May 2018 09:12:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[berbohong]]></category>
		<category><![CDATA[buddha]]></category>
		<category><![CDATA[buddhism]]></category>
		<category><![CDATA[dhamma]]></category>
		<category><![CDATA[dharma]]></category>
		<category><![CDATA[jalan karma]]></category>
		<category><![CDATA[karma]]></category>
		<category><![CDATA[lamrim]]></category>
		<category><![CDATA[lamrimnesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lamrimnesia.org/?p=4033</guid>

					<description><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p>Melanjutkan artikel minggu lalu, memang berbohong sudah menjadi kebiasaan di masyarakat, apalagi budaya timur yang kurang “to the point” karena alasan etika, reputasi, dan memikirkan lawan bicara. Dalam kehidupan sehari-hari, kamu pasti sering merasa di ambang batas antara berbohong atau tidak. Lalu bagaimana kamu menentukan parameter yang jelas apakah suatu perbuatan berbohong dikatakan karma buruk? [...]</p>
<p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2018/05/15/hindari-hal-ini-untuk-melatih-menghindari-berbohong/">Hindari Hal Ini Untuk Melatih Menghindari Berbohong</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p>
<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2018/05/15/hindari-hal-ini-untuk-melatih-menghindari-berbohong/">Hindari Hal Ini Untuk Melatih Menghindari Berbohong</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/listya/">Redaksi Lamrimnesia</a></p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p>Melanjutkan artikel minggu lalu, memang berbohong sudah menjadi kebiasaan di masyarakat, apalagi budaya timur yang kurang “<em>to the point</em>” karena alasan etika, reputasi, dan memikirkan lawan bicara. Dalam kehidupan sehari-hari, kamu pasti sering merasa di ambang batas antara berbohong atau tidak. Lalu bagaimana kamu menentukan parameter yang jelas apakah suatu perbuatan berbohong dikatakan karma buruk? Juga apa yang menyebabkan karma berbohong menjadi karma lengkap? Semua ini akan dibahas di sini.</p>
<p><img loading="lazy" class="size-full wp-image-4035 aligncenter" src="https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2018/05/bohong-2-part-1.jpg" alt="" width="800" height="800" srcset="https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2018/05/bohong-2-part-1.jpg 800w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2018/05/bohong-2-part-1-300x300.jpg 300w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2018/05/bohong-2-part-1-336x336.jpg 336w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2018/05/bohong-2-part-1-600x600.jpg 600w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2018/05/bohong-2-part-1-150x150.jpg 150w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2018/05/bohong-2-part-1-768x768.jpg 768w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2018/05/bohong-2-part-1-450x450.jpg 450w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></p>
<ol>
<li><strong>Dasar</strong> dari perbuatan berbohong sangat banyak, pada intinya adalah <strong>suatu fakta </strong>yang dapat berupa:</li>
</ol>
<ul>
<li>sesuatu yang telah dilihat ataupun tidak dilihat oleh mata</li>
<li>sesuatu yang telah didengar ataupun tidak didengar oleh telinga</li>
<li>sesuatu yang telah dirasakan/dialamin ataupun tidak oleh hidung, lidah, atau tubuh</li>
<li>sesuatu yang telah disadari maupun tidak disadari dalam batin.</li>
</ul>
<p>Jadi semua fakta yang telah dicerap ataupun tidak oleh kelima (+ batin) indera kamu, maka hal tersebut bisa menjadi basis dari kebohongan. Misalnya kamu berbohong bahwa kamu melihat suatu hal, padahal tidak pernah.</p>
<ol start="2">
<li><strong>Pemikiran</strong> dari tindakan berbohong sendiri pastinya harus ditujukan kepada <strong>objek yang bisa kamu bohongi</strong>, dalam hal ini adalah manusia, <strong>dapat mengerti atau paham hal yang kamu komunikasikan</strong>, juga harus dilandasi oleh <strong>motivasi ingin mengelabui</strong>. Mungkin sering terjadi, kamu gak tahu suatu hal dan hanya berniat sekadar menginfokan, artinya motivasi berbohongnya gak ada, bisa juga terjadi kamu kira hal yang kamu infokan benar taunya hoax (Jjka ini terjadi kamu tak terhitung bohong, tapi kamu tetap lho merugikan orang lain). Juga ditambah dari <strong>klesha</strong> yang muncul bisa berupa <strong>kemelekatan, kebencian, ataupun kebodohan</strong> (lobha, dosa, moha)
<p><img loading="lazy" class="size-full wp-image-4036 aligncenter" src="https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2018/05/bohong-2-part-2.jpg" alt="" width="800" height="800" srcset="https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2018/05/bohong-2-part-2.jpg 800w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2018/05/bohong-2-part-2-300x300.jpg 300w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2018/05/bohong-2-part-2-336x336.jpg 336w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2018/05/bohong-2-part-2-600x600.jpg 600w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2018/05/bohong-2-part-2-150x150.jpg 150w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2018/05/bohong-2-part-2-768x768.jpg 768w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2018/05/bohong-2-part-2-450x450.jpg 450w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></li>
<li><strong>Tindakan</strong> dari berbohong sendiri bisa berupa <strong>kata-kata</strong> yang kamu ucapkan, juga bisa melalui <strong>ekspresi wajah</strong>, maupun <strong>gerak tubuh</strong> lain yang bisa mengelabui orang lain, variasi tindakan berbohong di zaman sekarang juga bisa melalui perantara teknologi, misalnya menyebarkan kebohongan melalui <strong>media sosial</strong> ataupun membuat situs-situs yang menggunakan muslihat dengan klik.</li>
<li>Ini yang pasti sering kamu lewatkan&#8230; <strong>Tindakan penyelesaian dari berbohong terjadi ketika objek tujuan berbohongmu mengerti hal yang kamu sampaikan</strong>. Objek kebohonganmu tidak harus merasa ditipu ataupun sedih agar tindakanmu menjadi karma yang lengkap.</li>
</ol>
<p>Jadi berbohong itu gampang banget kan? Mulai dari hal kecil seperti si B:</p>
<p><strong>A: Bro dah sampe mana?<br />
</strong><strong>B: Otw (padahal baru mandi)</strong></p>
<p>Sampai hal-hal besar seperti kasus-kasus penipuan publik perusahaan, ataupun mengatakan bahwa tidak bersalah di pengadilan. Semua itu sudah merupakan karma berbohong yang lengkap lho. Jadi berhati-hatilah bahwa kebiasaan berbohong itu dipupuk dari hal-hal kecil, yang kemudian menjadi kebiasaan, dan pada akhirnya sampai pada perbuatan berbohong yang merugikan orang lain, jadi mari berlatih mulai dari sekarang!</p>
<p><em>Buat kamu yang baca artikel ini, <strong>This is Surprise Challenge:</strong> coba latih dirimu dalam sehari ini berjanjilah, “saya akan mencoba menghindari semua kebohongan. Semoga hasil latihan ini bisa membawa kebaikan pada diri saya dan semua makhluk”. Sadhu… Sadhu… Sadhu…</em></p>
<p>&nbsp;</p><p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2018/05/15/hindari-hal-ini-untuk-melatih-menghindari-berbohong/">Hindari Hal Ini Untuk Melatih Menghindari Berbohong</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p><p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2018/05/15/hindari-hal-ini-untuk-melatih-menghindari-berbohong/">Hindari Hal Ini Untuk Melatih Menghindari Berbohong</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/listya/">Redaksi Lamrimnesia</a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Buddha, Kenapa Aku Jomblo?</title>
		<link>https://lamrimnesia.org/2018/02/08/buddha-kenapa-aku-jomblo/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Lamrimnesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Feb 2018 05:55:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[buddha]]></category>
		<category><![CDATA[buddhism]]></category>
		<category><![CDATA[dhamma]]></category>
		<category><![CDATA[dharma]]></category>
		<category><![CDATA[jalan karma]]></category>
		<category><![CDATA[jomblo]]></category>
		<category><![CDATA[karma]]></category>
		<category><![CDATA[lamrim]]></category>
		<category><![CDATA[lamrimnesia]]></category>
		<category><![CDATA[pancasila buddhis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lamrimnesia.org/?p=3943</guid>

					<description><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p>oleh: BESTRELOAD Buat kamu yang merasa dikejar waktu karena sebentar lagi hari Valentine dan merasa ngenes banget kalo tidak punya pacar, kamu-kamu yang sudah berlumut menunggu orang yang katanya merupakan jodohmu, apalagi buat yang baru nonton Dilan 1990 yang katanya romantis itu, juga buat kamu yang bukannya hepi-hepi di malam minggu, tapi malah keinget mantan, [...]</p>
<p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2018/02/08/buddha-kenapa-aku-jomblo/">Buddha, Kenapa Aku Jomblo?</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p>
<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2018/02/08/buddha-kenapa-aku-jomblo/">Buddha, Kenapa Aku Jomblo?</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/listya/">Redaksi Lamrimnesia</a></p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p>oleh: BESTRELOAD</p>
<p>Buat kamu yang merasa dikejar waktu karena sebentar lagi hari Valentine dan merasa ngenes banget kalo tidak punya pacar, kamu-kamu yang sudah berlumut menunggu orang yang katanya merupakan jodohmu, apalagi buat yang baru nonton Dilan 1990 yang katanya romantis itu, juga buat kamu yang bukannya hepi-hepi di malam minggu, tapi malah keinget mantan, sendirian, kedinginan&#8230;</p>
<p><em>Rindu itu berat, tapi lebih berat lagi jadi jomblo. Buktinya Dilan aja tidak mau jadi jomblo.</em></p>
<p><img loading="lazy" class="size-full wp-image-3945 aligncenter" src="https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2018/02/asusila-1-1.jpg" alt="" width="800" height="800" srcset="https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2018/02/asusila-1-1.jpg 800w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2018/02/asusila-1-1-300x300.jpg 300w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2018/02/asusila-1-1-336x336.jpg 336w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2018/02/asusila-1-1-600x600.jpg 600w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2018/02/asusila-1-1-150x150.jpg 150w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2018/02/asusila-1-1-768x768.jpg 768w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2018/02/asusila-1-1-450x450.jpg 450w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></p>
<p>Nah itu artinya kamu terkena sindrom jomblo. Beda <em>lho</em> antara jomblo dan <em>single</em>. Kalau <em>single</em>, kamu akan merasa <em>fine</em> tidak punya pasangan, tidak ada perasaan-perasaan seperti di atas. Pepatah yang bilang, <em>“Single </em>itu pilihan, jomblo itu nasib” sebenarnya ada benarnya juga jika ditinjau dari sudut pandang Buddhis. Kok bisa? Karena karma berbuah di perasaan, dan yang kamu rasakan lantaran jomblo itu merupakan salah satu buah karma yang mungkin dulu kamu pernah perbuat yang akibatnya ya harus kamu terima sekarang.</p>
<p>Ada berbagai tindakan yang akibat karmanya membuat kita menjadi jomblo, salah satunya adalah tindakan seksual yang tidak pantas. Tindakan ini merupakan pelanggaran dari sila ketiga pancasila Buddhis pada dasarnya merupakan jalan karma hitam, yang artinya hasilnya akan membawamu pada ketidakbahagiaan.</p>
<p><img loading="lazy" class="size-full wp-image-3947 aligncenter" src="https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2018/02/asusila-1-3.jpg" alt="" width="800" height="800" srcset="https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2018/02/asusila-1-3.jpg 800w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2018/02/asusila-1-3-300x300.jpg 300w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2018/02/asusila-1-3-336x336.jpg 336w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2018/02/asusila-1-3-600x600.jpg 600w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2018/02/asusila-1-3-150x150.jpg 150w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2018/02/asusila-1-3-768x768.jpg 768w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2018/02/asusila-1-3-450x450.jpg 450w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></p>
<p>Perbuatannya bisa macam-macam, yang paling umum adalah selingkuh atau berhubungan seks dengan istri/suami orang. Yang pasti, tindakan seks yang tidak pantas bisa berbeda-beda sesuai tradisi dan budaya di tempat yang menjadi dasar berkembangnya tradisi Buddhis yang kita ikuti.</p>
<p>Tentunya hal-hal seperti putus hubungan, dan status jomblo itu tidak datang dari langit. Jika kamu merasa tidak pernah melakukan tindakan seks yang tidak pantas selama hidupmu, sangat mungkin kamu pernah melakukannya di kehidupanmu yang lalu. Kalau tidak percaya, coba cek ke dalam diri, apakah kamu ada kecenderungannya seperti:</p>
<ul>
<li>gampang bosan atau teralihkan ke orang lain saat pacaran atau</li>
<li>suka sama seseorang yang sudah punya pasangan.</li>
</ul>
<p>Jika ada tanda-tanda seperti itu, maka sangat mungkin kamu punya jejak-jejak melakukan tindakan seksual yang tidak pantas di kehidupan sebelumnya. Jika kecenderungan itu kamu biarkan, maka ini adalah akibat yang bisa kamu terima nantinya:</p>
<ol>
<li>terlahir sebagai <strong>binatang, hantu kelaparan, atau makhluk neraka:</strong> <strong>akibat yang matang sepenuhnya</strong> (atau menentukan alam kelahiran berikutnya),</li>
<li><strong>gampang berpisah</strong> dengan teman dan keluarga, punya pasangan yang tidak setia, hidup dalam kesendirian: ini <strong>akibat yang serupa dengan penyebabnya</strong>, karena saat kamu melakukan tindakan seksual yang tidak pantas, ada pihak lain yang dikecewakan sehingga akibatnya membuatmu merasakan kekecewaan yang sama,</li>
<li>punya <strong>kecenderungan melakukan kembali</strong> tindakan seksual yang tidak pantas tersebut: ini juga <strong>akibat yang serupa penyebabnya</strong>. Orang-orang yang memiliki preferensi atau perilaku seksual menyimpang (misal: pedofil) adalah contoh nyata yang mengalami akibat ini,</li>
<li>tinggal di lingkungan yang kotor dan berbau busuk: ini <strong>akibat yang menentukan lingkungan</strong></li>
</ol>
<p>Jadi jomblo itu cuma satu dari sekian banyak hal yang kamu bisa alami akibat dari tindakan seksual yang tidak pantas. Mungkin setelah baca artikel ini kita bisa berpikir, “Untung cuma jomblo, gak kena karma yang lain-lain, hehehe…”, tapi jika kita tidak menjaga tubuh, ucapan, dan tindakan kita di kehidupan ini sesuai dengan Buddhadharma, bukan tidak mungkin kita bisa mengalaminya di kehidupan mendatang!</p>
<p><em>Anyway,</em> Bagaimana kamu menyikapi kondisimu sekarang sepenuhnya menjadi pilihanmu. Apakah kamu akan terus meratapi status jomblomu, atau kamu mengubah dirimu agar buah karma buruk ini tidak terjadi lagi? Solusinya ada di tanganmu karena jawaban dari pertanyaan “Buddha, kenapa aku jomblo?” ya, karena kamu. Iya kamu.</p>
<p>Sumber: Pembebasan di Tangan Kita karya Phabongkha Rinpoche</p><p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2018/02/08/buddha-kenapa-aku-jomblo/">Buddha, Kenapa Aku Jomblo?</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p><p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2018/02/08/buddha-kenapa-aku-jomblo/">Buddha, Kenapa Aku Jomblo?</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/listya/">Redaksi Lamrimnesia</a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
