<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>dedikasi - Lamrimnesia</title>
	<atom:link href="https://lamrimnesia.org/tag/dedikasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link></link>
	<description>Pathway to Everlasting Happiness</description>
	<lastBuildDate>Fri, 04 Feb 2022 08:07:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.0.11</generator>

<image>
	<url>https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2016/09/cropped-l-polos-32x32.png</url>
	<title>dedikasi - Lamrimnesia</title>
	<link></link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tahun Baru Imlek: Budaya yang Bisa Jadi Praktik Dharma</title>
		<link>https://lamrimnesia.org/2022/02/04/tahun-baru-imlek-budaya-yang-bisa-jadi-praktik-dharma/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[itsupport]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Feb 2022 07:58:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[buddhisme]]></category>
		<category><![CDATA[dana]]></category>
		<category><![CDATA[dedikasi]]></category>
		<category><![CDATA[karma]]></category>
		<category><![CDATA[lamrimnesia]]></category>
		<category><![CDATA[tahun baru imlek 2022]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lamrimnesia.org/?p=6761</guid>

					<description><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p>Masih banyak yang salah mengira kalau tahun baru Imlek adalah hari raya agama Buddha. Namun, tradisi masyarakat Tionghoa ini tetap bisa jadi ajang buat praktik Dharma lho!</p>
<p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2022/02/04/tahun-baru-imlek-budaya-yang-bisa-jadi-praktik-dharma/">Tahun Baru Imlek: Budaya yang Bisa Jadi Praktik Dharma</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p>
<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2022/02/04/tahun-baru-imlek-budaya-yang-bisa-jadi-praktik-dharma/">Tahun Baru Imlek: Budaya yang Bisa Jadi Praktik Dharma</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/itsupport/">itsupport</a></p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p>“Buddhis ya? Ngerayain Imlek dong?” Pernah ditodong pertanyaan seperti itu? Atau barangkali kamu yang sering nanya begitu? Seolah-olah tahun baru imlek merupakan hari raya agama Buddha yang sudah sewajibnya dirayakan seluruh umat Buddha.</p>



<p>Memang banyak umat Buddha yang keturunan Tionghoa dan merayakan tahun baru Imlek. Makanya orang bisa mengira tahun baru Imlek itu hari raya agama Buddha. Padahal, nyatanya tidak demikian. Selain banyak juga umat Buddha Indonesia yang bukan keturunan Tionghoa, tahun baru Imlek juga bukan hari raya keagamaan!</p>



<h4><strong>Sejarah Tahun Baru Imlek</strong></h4>



<p>Perayaan tahun Imlek imlek yang sudah berusia 3500 tahun ini mulanya merupakan ritual menyambut musim semi bagi petani-petani China. Oleh sebab itu, tahun baru imlek juga akrab disebut <em>Xin Jia </em>yang artinya festival musim semi. Dari situ, konsep tahun semakin populer di China. Seiring berjalannya waktu, perayaan tahun baru Imlek yang mulanya hanya ritual pun kemudian berubah menjadi festival rakyat. Tradisi ini mengakar kuat dan terus dipertahankan oleh etnis Tionghoa yang tersebar di seluruh dunia, termasuk Indonesia.</p>



<p>Melihat sejarah tersebut, kita jadi tahu bahwa tahun baru Imlek tidak ada kaitannya dengan agama Buddha, melainkan merupakan sebuah tradisi budaya. Tahun baru Imlek ini dapat dirayakan oleh seluruh masyarakat etnis Tionghoa, terlepas dari apapun agama yang dipeluknya. Namun, meskipun bukan hari raya agama Buddha, terdapat beberapa tradisi hari raya imlek yang bisa jadi praktik Dharma lho!</p>



<h4><strong>Pattidana di Tahun Baru Imlek</strong></h4>



<p>Agama Buddha mengenal praktik Pattidana, yakni pelimpahan jasa kebajikan untuk menolong makhluk yang terlahir di alam menderita agar mendiang dapat terlahir di alam bahagia. Tahukah kamu kisah Arya Moggalana yang melakukan pelimpahan jasa untuk ibunya di alam hantu kelaparan? Beliau memberikan persembahan kepada anggota Sangha dan bersama-sama anggota Sangha melimpahkan kebajikan kepada ibunya. Alhasil, Arya Moggalana pun berhasil membebaskan ibunya yang terlahir sebagai hantu kelaparan. Kebajikan dari doa yang kita lakukan dengan dasar orang lain, membuat orang yang didoakan itu juga mendapatkan kontribusi kebajikan dari kita.</p>



<p>“Jika kita minum air, maka kita harus selalu ingat kepada sumbernya” merupakan peribahasa yang dipegang teguh oleh masyarakat etnis Tionghoa. Artinya, kehidupan yang dijalani saat ini tidak akan ada tanpa leluhur yang mendahului kita. Oleh sebab itu, masyarakat Tionghoa biasa melakukan sembahyang kepada leluhur setiap menjelang tahun baru Imlek sebagai bentuk penghormatan dan ucapan syukur. Umat Buddha pun umumnya akan pergi ke wihara atau berdoa di rumah, menghaturkan berbagai macam persembahan dan mendedikasikan kebajikan agar leluhur mereka terlahir di alam bahagia sejalan dengan praktik Pattidana.</p>



<p>Baca juga: &#8220;<a href="https://lamrimnesia.org/2017/02/27/benarkah-doa-bisa-terkabul/">Benarkah Doa Bisa Terkabul?</a>&#8220;</p>



<h4><strong>Memberi Angpao, Praktik Dana Paramita</strong></h4>



<p>Tradisi memberi angpao sudah sangat melekat dengan tahun baru imlek. Angpao sendiri melambangkan kegembiraan dan semangat yang akan membawa nasib baik. Berbagi angpao di tahun baru Imlek bisa menjadi sarana melatih praktik Dana Paramita.&nbsp;</p>



<p>Dalam Buddhisme, Dana Paramita atau kemurahan hati merupakan salah satu sifat luhur yang harus dikembangkan untuk mencapai Kebuddhaan. Sebenarnya, bentuk dana yang diberikan tidak terbatas pada materi saja. Bentuk dana tertinggi adalah berdana Dharma, namun kita juga bisa berdana hal-hal sederhana, salah satunya berdana senyuman agar bisa membawa aura positif untuk orang di sekeliling kita. Istilahnya, kalau kita belum bisa melakukan hal yang besar, lakukanlah hal kecil dengan jiwa yang besar.&nbsp;</p>



<p>Agar bagi-bagi angpao bisa jadi praktik dana paramita, pastikan kita punya motivasi bajik, yaitu demi menyempurnakan kemurahan hati kita serta memberikan kebahagiaan kepada si penerima. Tak lupa, dedikasikan kebajikannya untuk kehidupan mendatang yang bahagia, pembebasan dari samsara, dan tercapainya penerangan sempurna demi menolong semua makhluk.</p>



<h4><strong>Pertanyaan Intimidatif, Momen untuk Melatih Batin</strong></h4>



<p>Tahun baru Imlek juga merupakan ajang kumpul keluarga. Akan tetapi, pada momen ini, biasanya muncul pertanyaan-pertanyaan sensitif dari sanak keluarga. “Kapan nikah?”, “Kapan lulus?”, “Kapan punya anak?”, dan ragam pertanyaan personal lainnya yang kadang bikin keki. Belum lagi kadang ada saja keluarga yang nggak sengaja bikin komentar yang menyakiti hati demi basa-basi.&nbsp;</p>



<p>Kalau pertanyaan dan komentar itu langsung bikin kita marah atau tersinggung, artinya batin kita masih perlu dilatih. Kita perlu ingat bahwa segala pengalaman tak menyenangkan yang kita alami adalah buat dari karma buruk di masa lampau. Dengan kata lain, kita harus ingat untuk tidak membalas atau membuat karma buruk lain yang sejenis agar tidak mengalaminya lagi di masa mendatang.</p>



<p>Kita juga bisa belajar menempatkan diri kita di posisi orang lain. Kira-kira kenapa mereka bertanya seperti itu? Apa karena sengaja mau menyakiti kita? Atau sekadar ingin tahu kabar dan kebetulan tidak terpikir bahan obrolan lain? Kalau alasannya yang pertama, ya mereka sendiri yang rugi karena sengaja melukai orang lain. Jangan sampai kita balas dengan marah dan membakar habis kebajikan kita sendiri. Kalau cuma basa-basi, tentu tidak ada alasan bagi kita untuk marah pada orang itu.&nbsp;</p>



<p>Satu hal yang pasti, apapun alasannya, pertanyaan intimidatif adalah kesempatan untuk melatih batin kita menjadi lebih sabar. Semakin sering kejadiannya, semakin banyak kesempatan berlatih, batin kita semakin kuat dan kita tak akan lagi gampang tersinggung dengan hal semacam ini!</p>



<p><em>Baca tentang latihan batin khas Nusantara di <a href="https://store.lamrimnesia.com/product/latihan-batin-laksana-sinar-mentari/">sini</a>.</em></p>



<h4><strong>Jadi, kesimpulannya&#8230;</strong></h4>



<p>Kembali ke topik awal, dapat ditarik benang merahnya bahwa tahun baru Imlek bukanlah hari raya agama Buddha, melainkan adalah tradisi Tionghoa yang bisa dirayakan oleh penganut agama apapun. Meskipun demikian, ada beberapa tradisi tahun baru Imlek bisa kita jadikan kesempatan untuk praktik Dharma. Oleh sebab itu, selamat berpraktik Dharma bagi Buddhis yang merayakan tahun baru Imlek.</p>



<p>Selamat Tahun Baru Imlek! <em>Gong Xi Fa Cai</em>!</p>



<p>Penulis: Devi Riani Atika Sari</p><p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2022/02/04/tahun-baru-imlek-budaya-yang-bisa-jadi-praktik-dharma/">Tahun Baru Imlek: Budaya yang Bisa Jadi Praktik Dharma</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p><p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2022/02/04/tahun-baru-imlek-budaya-yang-bisa-jadi-praktik-dharma/">Tahun Baru Imlek: Budaya yang Bisa Jadi Praktik Dharma</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/itsupport/">itsupport</a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ceng Beng vs Corona – Menjaga Tradisi di Tengah Wabah COVID-19</title>
		<link>https://lamrimnesia.org/2020/04/05/ceng-beng-vs-corona-menjaga-tradisi-di-tengah-wabah-covid-19/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Lamrimnesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Apr 2020 04:27:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[cengbeng]]></category>
		<category><![CDATA[corona]]></category>
		<category><![CDATA[coronavirus]]></category>
		<category><![CDATA[COVID]]></category>
		<category><![CDATA[COVID-19]]></category>
		<category><![CDATA[dedikasi]]></category>
		<category><![CDATA[lamrim]]></category>
		<category><![CDATA[lamrimnesia]]></category>
		<category><![CDATA[tionghoa]]></category>
		<category><![CDATA[tradisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lamrimnesia.org/?p=4843</guid>

					<description><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p>oleh BESTRELOAD Di bulan April ini, orang-orang beretnis tionghoa seharusnya melakukan suatu tradisi tahunan yang disebut sebagai Ceng Beng. Apa itu Ceng Beng? Ringkasnya, Ceng Beng merupakan ritual untuk sembahyang/ziarah ke makam leluhur. Biasa ritual ini dilakukan pada tanggal 5 April, namun karena tahun ini merupakan tahun kabisat, maka mundur 1 hari ke 4 April. [...]</p>
<p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2020/04/05/ceng-beng-vs-corona-menjaga-tradisi-di-tengah-wabah-covid-19/">Ceng Beng vs Corona – Menjaga Tradisi di Tengah Wabah COVID-19</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p>
<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2020/04/05/ceng-beng-vs-corona-menjaga-tradisi-di-tengah-wabah-covid-19/">Ceng Beng vs Corona – Menjaga Tradisi di Tengah Wabah COVID-19</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/listya/">Redaksi Lamrimnesia</a></p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p>oleh BESTRELOAD</p>



<p>Di bulan April ini, orang-orang beretnis tionghoa seharusnya melakukan suatu tradisi tahunan yang disebut sebagai Ceng Beng. Apa itu Ceng Beng? Ringkasnya, Ceng Beng merupakan ritual untuk sembahyang/ziarah ke makam leluhur. Biasa ritual ini dilakukan pada tanggal 5 April, namun karena tahun ini merupakan tahun kabisat, maka mundur 1 hari ke 4 April. Namun… tak ada yang menduga kalau tahun ini akan ada wabah COVID-19, semua orang dihimbau tinggal di rumah dan menghindari kumpul-kumpul untuk menekan penyebaran virus. </p>



<p>Lah,
berarti nggak bisa Ceng Beng dong! Terus gimana?</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img width="416" height="621" src="https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/04/cengbeng.jpg" alt="" class="wp-image-4849" srcset="https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/04/cengbeng.jpg 416w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/04/cengbeng-201x300.jpg 201w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/04/cengbeng-150x224.jpg 150w" sizes="(max-width: 416px) 100vw, 416px" /><figcaption> <em>Haruskah pasang CCTV di kuburan biar bisa ditayangin di rumah?</em> </figcaption></figure></div>



<p>Berikut
kata beberapa orang tentang Ceng Beng di tengah wabah COVID-19:</p>



<blockquote class="wp-block-quote"><p>“Kalo kita sih acaranya batal, soalnya kan sekarang gak boleh keluar-keluar dan ngumpul-ngumpul, mungkin nanti kita kumpul-kumpulnya kalo wabah corona ini udah selesai.”</p><cite>Gunawati (59), Ibu Rumah Tangga </cite></blockquote>



<blockquote class="wp-block-quote"><p>“Kebetulan keluarga kami Ceng Beng biasa sembahyang abu di altar rumah kakek, karena dari rumah saya tinggal jalan kaki ke situ, jadi nanti Ceng Beng paling saya sendiri aja yang ngurus altar abu leluhur di situ. Untuk keluarga paling nanti saya fotoin aja kirim ke grup WA, biar mereka sembahyang masing-masing di rumah aja, deh. Hehe…”</p><cite>Suryanandar Djajaputra (69), Pensiunan</cite></blockquote>



<p>Kalau
kita coba bedah esensi dari Ceng Beng itu sendiri dan coba bayangkan reaksi
leluhur kita kalau kita memaksa keluar dan kumpul ramai-ramai di tengah wabah.
Mungkin kita bisa menemukan solusi! Ssst… Ilustrasinya cuma <em>just for fun, </em>ya!
Penulis belom bisa ngobrol lintas alam kehidupan, hihihi…</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" width="1024" height="490" src="https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/04/Cheng-beng-2-02-1024x490.png" alt="" class="wp-image-4847" srcset="https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/04/Cheng-beng-2-02-1024x490.png 1024w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/04/Cheng-beng-2-02-600x287.png 600w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/04/Cheng-beng-2-02-300x144.png 300w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/04/Cheng-beng-2-02-768x368.png 768w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/04/Cheng-beng-2-02-1536x736.png 1536w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/04/Cheng-beng-2-02-2048x981.png 2048w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/04/Cheng-beng-2-02-150x72.png 150w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/04/Cheng-beng-2-02-450x215.png 450w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/04/Cheng-beng-2-02-1200x575.png 1200w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/04/Cheng-beng-2-02-1078x516.png 1078w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/04/Cheng-beng-2-02-702x336.png 702w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<ol><li><strong>Kunci dari tradisi Ceng Beng adalah rasa bakti terhadap leluhur dan rasa bakti itu ada di pikiran. </strong><br>Salah satu nilai yang diutamakan pada budaya timur adalah pentingnya keluarga. Kita haruslah berterima kasih kepada leluhur karena tanpa ada mereka, maka keluarga besar yang sekarang ini berkumpul tidaklah ada. Rasa terima kasih yang lebih dalam bisa dikatakan sebagai rasa bakti. Ini semua adalah perasaan, sementara tindakan fisik adalah ‘simbol’ untuk menunjukkan perasaan itu. Jika memang kondisi tidak mendukung, yang terpenting bukanlah fisik yang hadir, namun lebih kepada apakah kita masih mengingat jasa-jasa leluhur kita dan menghormati mereka.</li></ol>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" width="1024" height="490" src="https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/04/Cheng-beng-2-03-1024x490.png" alt="" class="wp-image-4846" srcset="https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/04/Cheng-beng-2-03-1024x490.png 1024w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/04/Cheng-beng-2-03-600x287.png 600w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/04/Cheng-beng-2-03-300x144.png 300w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/04/Cheng-beng-2-03-768x368.png 768w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/04/Cheng-beng-2-03-1536x735.png 1536w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/04/Cheng-beng-2-03-2048x980.png 2048w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/04/Cheng-beng-2-03-150x72.png 150w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/04/Cheng-beng-2-03-450x215.png 450w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/04/Cheng-beng-2-03-1200x574.png 1200w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/04/Cheng-beng-2-03-1078x516.png 1078w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/04/Cheng-beng-2-03-702x336.png 702w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure></div>



<ul><li><strong>Tujuan tradisi Ceng Beng adalah untuk menjaga relasi keluarga besar</strong>.<br>Bagi keluarga Tionghoaa yang turun-temurun melakukan tradisi ini, sebetulnya Ceng Beng dirayakan karena setelah seorang sosok kakek/nenek meninggal, maka suatu keluarga besar yang sudah punya keluarga kecil masing-masing akan lebih jarang bertemu, dan salah satu tujuan Ceng Beng adalah ajang berkumpul bagi kerabat yang selama ini jarang berkumpul. Lalu bagaimana saat wabah ini? Kesehatan dan keselamatan orang banyak adalah prioritas utama. Selama satu keluarga besar tetap berkomunikasi dan menjalin relasi yang baik, tidak perlu berkumpul secara fisik. Jauh di mata tapi dekat di hati dong~</li></ul>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" width="1024" height="490" src="https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/04/Cheng-beng-2-04-1024x490.png" alt="" class="wp-image-4845" srcset="https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/04/Cheng-beng-2-04-1024x490.png 1024w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/04/Cheng-beng-2-04-600x287.png 600w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/04/Cheng-beng-2-04-300x144.png 300w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/04/Cheng-beng-2-04-768x368.png 768w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/04/Cheng-beng-2-04-1536x735.png 1536w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/04/Cheng-beng-2-04-2048x980.png 2048w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/04/Cheng-beng-2-04-150x72.png 150w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/04/Cheng-beng-2-04-450x215.png 450w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/04/Cheng-beng-2-04-1200x574.png 1200w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/04/Cheng-beng-2-04-1078x516.png 1078w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/04/Cheng-beng-2-04-702x336.png 702w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure></div>



<ul><li><strong><a href="https://sumsel.antaranews.com/foto/452694/anjuran-sembayang-ceng-beng-di-rumah">Pemerintah sudah menghimbau kita untuk #DiRumahAja dan menganjurkan sembahyang Ceng Beng di rumah. </a></strong><br>Sebagai bagian dari masyarakat, tentunya kita tak bisa mengabaikan apa yang sedang terjadi di lingkungan kita. Sebagai warga yang baik, tentunya kita harus sebisa mungkin menaati himbauan untuk tinggal di rumah dan menghindari kumpul-kumpul demi mencegah penyebaran virus corona. Dengan demikian, kita melindungi diri kita sendiri juga melindung orang banyak dari COVID-19. Sebagai gantinya, kita bisa sembahyang Ceng Beng juga bisa dilakukan di rumah. Jika punya foto leluhur, pasang dan susun altar untuk menaruh persembahan seperti yang biasa kita lakukan di makam untuk menjaga tradisi. Jika tidak ada foto, kita bisa tetap melakukan sembahyang di altar Buddha yang didedikasikan untuk leluhur kita.</li></ul>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" width="1024" height="490" src="https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/04/Cheng-beng-2-05-1024x490.png" alt="" class="wp-image-4844" srcset="https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/04/Cheng-beng-2-05-1024x490.png 1024w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/04/Cheng-beng-2-05-600x287.png 600w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/04/Cheng-beng-2-05-300x144.png 300w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/04/Cheng-beng-2-05-768x368.png 768w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/04/Cheng-beng-2-05-1536x735.png 1536w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/04/Cheng-beng-2-05-2048x980.png 2048w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/04/Cheng-beng-2-05-150x72.png 150w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/04/Cheng-beng-2-05-450x215.png 450w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/04/Cheng-beng-2-05-1200x574.png 1200w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/04/Cheng-beng-2-05-1078x516.png 1078w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/04/Cheng-beng-2-05-702x336.png 702w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure></div>



<ul><li><strong>Berbuat kebajikan yang banyak dan melimpahkan jasa pada leluhur bisa dilakukan di rumah.</strong> <br>Ketika ibu Arya Maudgalyayana menderita di neraka, Buddha mengajarkan kepada murid utamanya itu untuk melakukan kebajikan dan mendedikasikan kebajikan itu kepada sang ibu. Alhasil, sang ibu dapat terlahir kembali di alam bahagia. Prinsipnya sama dengan ketika kita berdoa untuk leluhur kita. Kita melakukan kebajikan demi mereka disertai rasa bakti yang tulus agar mereka dapat berbahagia di kehidupan mendatang. Untuk melakukannya, kita tidak harus datang langsung ke makam leluhur kita! Kita bisa melakukan banyak kebajikan di rumah seperti membaca paritta &amp; sutra-sutra, membaca mantra, berdana, dan sebagainya, lalu limpahkan jasa tersebut agar leluhur kita bahagia. </li></ul>



<p class="has-text-align-right"><em><a href="https://store.lamrimnesia.com/product/ini-yang-harus-kuperbuat/">Baca buku ini biar nggak kehabisan ide bajik di rumah!</a></em></p>



<p>Di masa
wabah COVID-19 ini, kita mau tak mau harus mengubah banyak hal dalam hidup
kita. Dulu kita bisa keluar dengan leluasa, sekarang harus tinggal di rumah
aja. Dulu bisa sering-sering berkumpul dengan teman dan keluarga, sekarang
hanya bisa ngobrol di dunia maya. Tradisi yang biasanya rutin kita lakukan tiap
tahun pun harus berubah demi kesehatan dan keamanan orang banyak. Nggak cuma
Ceng Beng, bahkan beberapa perayaan Waisak pun sudah diumumkan akan ditiadakan.
Namun, itu bukan berarti kita meninggalkan semua tradisi bajik dan positif
sepenuhnya hanya karena nggak bisa keluar rumah. Kita juga nggak perlu
mengeluhkan virus corona atau marah pada pemerintah yang melarang kita keluar
rumah. Selama kita bisa memahami esensi tradisi tersebut, kita tetap bisa
menghayatinya walau #DiRumahAja !</p>



<p>Referensi:</p>



<ol><li><a href="http://www.china.org.cn/english/features/Festivals/78319.htm">“Traditional Chinese Festivals”</a> – China.org </li><li><a href="https://www.tionghoa.info/hari-ceng-beng-festival-ching-ming/">“Hari Ceng Beng – Festival Qing Ming”</a> – Tionghoa.net </li><li><a href="https://lamrimnesia.org/2017/02/27/benarkah-doa-bisa-terkabul/">“Benarkah Doa Bisa Terkabul”</a> – Lamrimnesia.org </li></ol><p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2020/04/05/ceng-beng-vs-corona-menjaga-tradisi-di-tengah-wabah-covid-19/">Ceng Beng vs Corona – Menjaga Tradisi di Tengah Wabah COVID-19</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p><p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2020/04/05/ceng-beng-vs-corona-menjaga-tradisi-di-tengah-wabah-covid-19/">Ceng Beng vs Corona – Menjaga Tradisi di Tengah Wabah COVID-19</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/listya/">Redaksi Lamrimnesia</a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Doa Dedikasi: Bukan Sekedar Mengemis Berkah</title>
		<link>https://lamrimnesia.org/2017/03/07/doa-dedikasi-bukan-sekedar-mengemis-berkah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Lamrimnesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Mar 2017 07:40:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[buddha]]></category>
		<category><![CDATA[buddhism]]></category>
		<category><![CDATA[dedikasi]]></category>
		<category><![CDATA[dhamma]]></category>
		<category><![CDATA[dharma]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[It's Lamrim It's Buddhism]]></category>
		<category><![CDATA[lamrim]]></category>
		<category><![CDATA[lamrimnesia]]></category>
		<category><![CDATA[merenungkan bodhicitta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://lamrimnesia.org/?p=2877</guid>

					<description><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p>oleh: Samantachandra Doa dedikasi membawa banyak manfaat, antara lain menginspirasi kita untuk lebih berusaha mencapai tujuan, mengarahkan buah karma baik, melimpahkan jasa ke orang lain, dan bentuk praktik berbagai topik ajaran Buddha. Di sisi lain, ada stigma dalam masyarakat modern (khususnya penganut paham positivisme yang berkembang di barat) yang menganggap doa sebagai takhayul, tindakan ‘mengemis [...]</p>
<p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2017/03/07/doa-dedikasi-bukan-sekedar-mengemis-berkah/">Doa Dedikasi: Bukan Sekedar Mengemis Berkah</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p>
<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2017/03/07/doa-dedikasi-bukan-sekedar-mengemis-berkah/">Doa Dedikasi: Bukan Sekedar Mengemis Berkah</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/listya/">Redaksi Lamrimnesia</a></p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p>oleh: Samantachandra</p>
<p>Doa dedikasi membawa banyak manfaat, antara lain menginspirasi kita untuk lebih berusaha mencapai tujuan, mengarahkan buah karma baik, melimpahkan jasa ke orang lain, dan bentuk praktik berbagai topik ajaran Buddha. Di sisi lain, ada stigma dalam masyarakat modern (khususnya penganut paham positivisme yang berkembang di barat) yang menganggap doa sebagai takhayul, tindakan ‘mengemis berkah’ tanpa mau usaha. Doa dedikasi bukanlah doa yang seperti itu. Lantas, bagaimana cara membedakan doa dedikasi kita dari doa yang sekedar meminta-minta?</p>
<p>Dalam kitab lamrim “<em>Pembebasan di Tangan Kita</em>” karya Phabongkha Rinpoche, ada tiga cara utama untuk mendedikasikan kebajikan:</p>
<ol>
<li>berdoa agar ajaran Buddha berkembang dalam batin kita dan batin makhluk lain,</li>
<li>berdoa agar kita dijaga oleh seorang guru spiritual dalam semua kehidupan kita yang akan datang,</li>
<li>berdoa agar kita bisa mencapai pencerahan sempurna.</li>
</ol>
<p>Ketika mempraktikkan dedikasi, kamu haruslah menggunakan salah satu dari tiga cara tersebut. Setiap  ‘permohonan’ yang kita buat ditujukan untuk mencapai salah satu dari 3 poin di atas. Doa seperti ini akan membawa dampak yang besar.</p>
<p>Contoh doa dedikasi yang membawa dampak besar adalah kisah Arya Sariputra. Di kehidupan lampau, beliau senantiasa berdoa agar terlahir menjadi murid Sang Buddha dengan kebijaksanaan teragung. Doa dedikasi beliau terkabul. Hingga sekarang kita mengenal Arya Sariputra sebagai murid utama Sang Buddha yang terkenal akan kebijaksanaannya. Tempat kelahiran beliau pun dipilih untuk mendirikan Biara Nalanda, institusi pendidikan Buddhis terbesar dan tertua yang menjaga Buddhadharma hingga bisa bertahan dari 2500 tahun lalu hingga sekarang.</p>
<p>Jadi, boleh nggak berdoa untuk dapat nilai bagus? Atau berdoa untuk dapat jodoh? Sah-sah saja, kok! Yang penting sebelumnya renungkan dulu, manfaat apa yang akan kita dapatkan dengan nilai bagus dan dapat jodoh. Kecerdasan berarti kita akan lebih mudah memahami Dharma dan mampu menjelaskannya kepada orang lain dengan benar. Punya jodoh berarti ada satu orang yang bisa mendampingi praktik Dharma di kehidupan ini. Keduanya bisa memenuhi syarat dedikasi pertama, yaitu membuat ajaran Buddha berkembang dalam batin kita dan makhluk lain. Begitu pula dengan keinginan-keinginan kita yang lain. Dengan merenungkan manfaat jangka panjang dari keinginan-keinginan tersebut, doa dedikasi kita akan membawa kita selangkah lebih dekat menuju kebahagiaan sejati, yaitu pencapaian Kebuddhaan.</p>
<p><em>Buku &#8220;Pembebasan di Tangan Kita&#8221; karya Phabongkha Rinpoche adalah kitab ulasan terhadap &#8220;Risalah Agung Tahapan Jalan Pencerahan&#8221; atau Lamrim Chenmo, berisi berbagai topik yang disarikan dari seluruh ajaran Buddha dan diurutkan menjadi panduan praktik yang sistematis dan mudah dipahami. Dapatkan kitab ini di <a href="http://store.lamrimnesia.com/product/pembebasan-di-tangan-kita/">Lamrimnesia Store</a>.</em></p><p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2017/03/07/doa-dedikasi-bukan-sekedar-mengemis-berkah/">Doa Dedikasi: Bukan Sekedar Mengemis Berkah</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p><p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2017/03/07/doa-dedikasi-bukan-sekedar-mengemis-berkah/">Doa Dedikasi: Bukan Sekedar Mengemis Berkah</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/listya/">Redaksi Lamrimnesia</a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>It&#8217;s Lamrim It&#8217;s Buddhism #4 &#8211; Dedikasikan Setiap Perbuatan Bajik</title>
		<link>https://lamrimnesia.org/2017/03/04/its-lamrim-its-buddhism-4-dedikasikan-setiap-perbuatan-bajik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Lamrimnesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Mar 2017 19:33:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[buddha]]></category>
		<category><![CDATA[buddhism]]></category>
		<category><![CDATA[dedikasi]]></category>
		<category><![CDATA[dhamma]]></category>
		<category><![CDATA[dharma]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[itslamrimitsbuddhism]]></category>
		<category><![CDATA[lamrim]]></category>
		<category><![CDATA[lamrimnesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://lamrimnesia.org/?p=2866</guid>

					<description><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p>http://lamrimnesia.org/2017/…/27/benarkah-doa-bisa-terkabul/ &#8220;Doa dedikasi dan karma ibarat kuda dan tali kekang &#8221; Karma itu pasti, berbuat baik pasti hasilnya baik, jadi buat apa berdoa? Doa dedikasi berfungsi mengarahkan kebajikan kita agar berbuah sesuai dengan kebutuhan kita. Misalnya kita baru saja makan, eh ada teman yang tiba-tiba mau mentraktir kita. Lebih bermanfaat mana dengan ditraktir saat kita [...]</p>
<p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2017/03/04/its-lamrim-its-buddhism-4-dedikasikan-setiap-perbuatan-bajik/">It’s Lamrim It’s Buddhism #4 – Dedikasikan Setiap Perbuatan Bajik</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p>
<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2017/03/04/its-lamrim-its-buddhism-4-dedikasikan-setiap-perbuatan-bajik/">It&#8217;s Lamrim It&#8217;s Buddhism #4 &#8211; Dedikasikan Setiap Perbuatan Bajik</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/listya/">Redaksi Lamrimnesia</a></p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p><a href="http://lamrimnesia.org/2017/02/27/benarkah-doa-bisa-terkabul/" target="_blank" rel="nofollow">http://lamrimnesia.org/2017/…/27/benarkah-doa-bisa-terkabul/</a></p>
<p>&#8220;Doa dedikasi dan karma ibarat kuda dan tali kekang &#8221;</p>
<div class="text_exposed_show">
<p>Karma itu pasti, berbuat baik pasti hasilnya baik, jadi buat apa berdoa?</p>
<p>Doa dedikasi berfungsi mengarahkan kebajikan kita agar berbuah sesuai dengan kebutuhan kita. Misalnya kita baru saja makan, eh ada teman yang tiba-tiba mau mentraktir kita. Lebih bermanfaat mana dengan ditraktir saat kita lapar? Dua-duanya sama-sama buah karma baik, tapi ditraktir saat lapar tentu lebih diharapkan. Doa dedikasilah yang bisa mengarahkan kebajikan kita gar berbuah pada waktu yang tepat. Jadi, jangan lupa dedikasi ya!</p>
</div><p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2017/03/04/its-lamrim-its-buddhism-4-dedikasikan-setiap-perbuatan-bajik/">It’s Lamrim It’s Buddhism #4 – Dedikasikan Setiap Perbuatan Bajik</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p><p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2017/03/04/its-lamrim-its-buddhism-4-dedikasikan-setiap-perbuatan-bajik/">It&#8217;s Lamrim It&#8217;s Buddhism #4 &#8211; Dedikasikan Setiap Perbuatan Bajik</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/listya/">Redaksi Lamrimnesia</a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Benarkah Doa Bisa Terkabul?</title>
		<link>https://lamrimnesia.org/2017/02/27/benarkah-doa-bisa-terkabul/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Lamrimnesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Feb 2017 10:07:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[buddha]]></category>
		<category><![CDATA[buddhism]]></category>
		<category><![CDATA[dedikasi]]></category>
		<category><![CDATA[dhamma]]></category>
		<category><![CDATA[dharma]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[It's Lamrim It's Buddhism]]></category>
		<category><![CDATA[lamrim]]></category>
		<category><![CDATA[lamrimnesia]]></category>
		<category><![CDATA[merenungkan bodhicitta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://lamrimnesia.org/?p=2848</guid>

					<description><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p>oleh BESTRELOAD “Buddha, semoga aku bisa mengerjakan ujian besok&#8230;” Pernah nggak kamu berdoa seperti itu? Karena kita Buddhis, maka doa baiknya kita tujukan pada objek perlindungan tertinggi yaitu Sang Buddha. Tapi kamu mungkin berpikir, apakah doa ini sebenarnya memiliki efek bagi hasil yang akan kamu capai? Doa atau adalah suatu dialog spiritual yang kita lakukan, bisa [...]</p>
<p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2017/02/27/benarkah-doa-bisa-terkabul/">Benarkah Doa Bisa Terkabul?</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p>
<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2017/02/27/benarkah-doa-bisa-terkabul/">Benarkah Doa Bisa Terkabul?</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/listya/">Redaksi Lamrimnesia</a></p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p>oleh BESTRELOAD</p>
<blockquote class="modern-quote full"><p><i><span style="font-weight: 400;">“Buddha, semoga aku bisa mengerjakan ujian besok&#8230;”</span></i></p></blockquote>
<p><span style="font-weight: 400;">Pernah nggak kamu berdoa seperti itu? Karena kita Buddhis, maka doa baiknya kita tujukan pada objek perlindungan tertinggi yaitu Sang Buddha. Tapi kamu mungkin berpikir, apakah doa ini sebenarnya memiliki efek bagi hasil yang akan kamu capai? Doa atau adalah suatu dialog spiritual yang kita lakukan, bisa dalam rangka apapun, </span><b>seperti harapan, mendoakan orang lain, mengucapkan terima kasih, berkeluh kesah, pengakuan, dan lainnya</b><span style="font-weight: 400;">, dilakukan pada objek perlindungan (yaitu Sang Triratna). Ada juga yang menganggap Buddha sudah tidak ada, sehingga doa bisa dipanjatkan sebagai rasa hormat pada jasa-jasa Buddha dan sebagai aspirasi untuk mencapai Ke-Buddha-an, tetapi bagaimanapun doa tersebut tetap valid, dan doa yang kamu panjatkan tetap memiliki kekuatan. </span></p>
<p>Baca juga: <a href="https://lamrimnesia.org/2020/05/26/masih-adakah-buddha-di-dunia-ini/">Masih Adakah Buddha di Dunia Ini?</a></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kamu bisa tahu mengapa dengan alasan-alasan di bawah ini.</span></p>
<p><b>Doa menginspirasi pikiranmu untuk mencapai yang kamu inginkan</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Alasan yang paling sering orang katakan saat menganggap doa tidak memiliki kekuatan adalah “Buat apa berdoa, jika tidak bekerja atau bertindak?”, hal ini ada benarnya, namun kamu harus tahu bahwa pemikiran ini memiliki cacat bahwa menganggap bahwa kamu tidak akan melakukan apa-apa setelah berdoa. Justru berdoa merupakan cara paling ampuh untuk menginspirasi pikiranmu untuk mencapai suatu hal, ingat Buddha berkata “pikiran adalah pelopor”, saat kamu tidak melakukan apa-apa setelah berdoa, itu artinya pikiranmu sendiri yang tidak menginginkan permohonanmu saat doa.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Tentu saja untuk mendapatkan sesuatu kamu harus menanamkan sebabnya, ingat hukum karma. Maka dari itu kamu mengenal puja atau paritta pada Buddhis, yang isinya mengulang kata-kata Sang Buddha, hal ini merupakan bentuk karma baik yang dilakukan sebelum kamu mendedikasikan karma baik itu untuk tercapainya doa-doamu. Ritual-ritual ini dilakukan untuk mengurangi kecenderungan batinmu yang biasanya ‘hanya meminta’ saat berdoa agar dibiasakan untuk menanamkan sebab-sebanya juga.</span></p>
<p><b>Doa bisa mengarahkan karma baikmu ke arah tujuan yang kamu inginkan</b></p>
<p><em><span style="font-weight: 400;">“Doa dedikasi dan Karma baik bagaikan kuda dan tali kekang.”</span></em></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dengan berdoa adalah kamu bisa mengarahkan karma baik yang telah kamu lakukan untuk tujuan-tujuanmu yang kamu inginkan. Sebagai contoh, dalam buku <a href="http://store.lamrimnesia.com/product/pembebasan-di-tangan-kita/">Pembebasan di Tangan Kita</a>, terdapat kisah  seseorang yang memiliki akar kebajikan kuat terlahir sebagai brahmana, namun kebajikannya tidak pernah didedikasikan. Saat hampir meninggal orang ini melihat tubuh gajah dan melekat terhadapnya, akhirnya dia terlahir sebagai gajah Dewa Sakra, kelahirannya tidak lebih bermanfaat dibandingkan menjadi seorang manusia.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Jangan lupa untuk berdoa dengan motivasi tertinggi yaitu menjadi Buddha untuk menolong semua makhluk memiliki kekuatan yang paling besar, namun jika belum bisa kamu juga bisa mengarahkan doamu untuk motivasi awal (kehidupan mendatang lebih baik) ataupun menengah (bebas dari samsara). Apakah dedikasi untuk kehidupan ini bisa? Bisa, namun Buddha mengajarkan bahwa hal tersebut tidak memiliki manfaat yang besar bagi perkembangan batin dirimu. </span></p>
<p><b>Doa memberikan energi untuk membuahkan karma juga bisa melimpahkan jasa baikmu kepada orang lain</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Bagaimana dengan mendoakan orang lain? Kamu mungkin seringkali bertanya bahwa kita semua memiliki jalan karma sendiri, jadi mendoakan orang lain tentunya tidak memiliki efek. Hal ini keliru, pertama, doa yang kita dedikasikan bagi orang lain semisal ibumu, memberikan energi yang bisa membantu mematangkan karma baik ibumu agar berbuah sesuai dengan dedikasi kita, dikatakan bahwa doa dan harapan yang tulus dapat membantu mematangkan buah-buah karma baik orang yang kamu doakan. Mungkin juga kamu sering mendengar istilah “Doa yang paling manjur adalah Doa Ibu”, hal ini mendukung pernyataan diatas kan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kedua mendoakan atau dedikasi untuk orang lain merupakan karma baik tersendiri karena kamu memunculkan niat untuk berbuat baik menolong orang lain melalui pikiran, lebih baik lagi jika kamu berdoa untuk orang yang berjasa padamu, hal ini juga merupakan bentuk rasa baktimu terhadap mereka semisal orang tua, guru, maupun Buddha. Kebajikan dari doa yang kamu lakukan dengan dasar orang lain semisal ibumu, membuat ibumu mendapatkan kontribusi kebajikan darimu  juga. Ini adalah dasar dari upacara pelimpahan jasa yang biasa dilakukan pada tradisi Buddhis, dengan sumber inspirasi cerita Yang Arya Moggalana yang melakukan pelimpahan jasa pada ibunya di alam peta.</span></p>
<p><b>Memang berdoa itu sendiri merupakan hal baik, karena kamu bisa mempraktikkan banyak hal dalam berdoa</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Di Buddhis sendiri juga ada banyak tipe doa, seperti membaca mantra, membaca puja, pengakuan,pelimpahan jasa, doa perlindungan, penghormatan, doa umur panjang, dan banyak lagi. Semuanya memiliki manfaat besar masing-masing bagi batinmu, karena doa sendiri memiliki kekuatan untuk meningkatkan perkembangan spiritualmu. Berdoa pada Buddha juga meningkatkan jejak-jejak berlindung / Trisarana yang kuat dalam hatimu, sehingga kamu akan semakin dekat pada jalan Buddhadharma yang membawamu pada kebahagiaan. Apalagi jika doa ini dilakukan dengan ketulusan, rasa hormat, dan keyakinan dari dalam dirimu, maka doa-doa yang kamu panjatkan bisa semakin kuat dan menjadi sebab-sebab untuk mencapai tujuanmu.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Jadi, apakah doa bisa terkabul? Ya, tapi terkadang logikamu menghalangi kekuatan doamu karena kamu sibuk berpikir dan berekspektasi. Padahal berdoa adalah urusan hati. Cobalah tanya hatimu yang terdalam, di sana kamu akan menemukan bahwa hati nuranimu masih berada dalam suatu pencarian, yaitu pencarian spiritual, yang mana kamu bisa semakin dekat ke sana dengan berdoa.</span></p><p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2017/02/27/benarkah-doa-bisa-terkabul/">Benarkah Doa Bisa Terkabul?</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p><p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2017/02/27/benarkah-doa-bisa-terkabul/">Benarkah Doa Bisa Terkabul?</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/listya/">Redaksi Lamrimnesia</a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
