<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>dana - Lamrimnesia</title>
	<atom:link href="https://lamrimnesia.org/tag/dana/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link></link>
	<description>Pathway to Everlasting Happiness</description>
	<lastBuildDate>Fri, 04 Feb 2022 08:07:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.0.14</generator>

<image>
	<url>https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2016/09/cropped-l-polos-32x32.png</url>
	<title>dana - Lamrimnesia</title>
	<link></link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tahun Baru Imlek: Budaya yang Bisa Jadi Praktik Dharma</title>
		<link>https://lamrimnesia.org/2022/02/04/tahun-baru-imlek-budaya-yang-bisa-jadi-praktik-dharma/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[itsupport]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Feb 2022 07:58:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[buddhisme]]></category>
		<category><![CDATA[dana]]></category>
		<category><![CDATA[dedikasi]]></category>
		<category><![CDATA[karma]]></category>
		<category><![CDATA[lamrimnesia]]></category>
		<category><![CDATA[tahun baru imlek 2022]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lamrimnesia.org/?p=6761</guid>

					<description><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p>Masih banyak yang salah mengira kalau tahun baru Imlek adalah hari raya agama Buddha. Namun, tradisi masyarakat Tionghoa ini tetap bisa jadi ajang buat praktik Dharma lho!</p>
<p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2022/02/04/tahun-baru-imlek-budaya-yang-bisa-jadi-praktik-dharma/">Tahun Baru Imlek: Budaya yang Bisa Jadi Praktik Dharma</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p>
<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2022/02/04/tahun-baru-imlek-budaya-yang-bisa-jadi-praktik-dharma/">Tahun Baru Imlek: Budaya yang Bisa Jadi Praktik Dharma</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/itsupport/">itsupport</a></p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p>“Buddhis ya? Ngerayain Imlek dong?” Pernah ditodong pertanyaan seperti itu? Atau barangkali kamu yang sering nanya begitu? Seolah-olah tahun baru imlek merupakan hari raya agama Buddha yang sudah sewajibnya dirayakan seluruh umat Buddha.</p>



<p>Memang banyak umat Buddha yang keturunan Tionghoa dan merayakan tahun baru Imlek. Makanya orang bisa mengira tahun baru Imlek itu hari raya agama Buddha. Padahal, nyatanya tidak demikian. Selain banyak juga umat Buddha Indonesia yang bukan keturunan Tionghoa, tahun baru Imlek juga bukan hari raya keagamaan!</p>



<h4><strong>Sejarah Tahun Baru Imlek</strong></h4>



<p>Perayaan tahun Imlek imlek yang sudah berusia 3500 tahun ini mulanya merupakan ritual menyambut musim semi bagi petani-petani China. Oleh sebab itu, tahun baru imlek juga akrab disebut <em>Xin Jia </em>yang artinya festival musim semi. Dari situ, konsep tahun semakin populer di China. Seiring berjalannya waktu, perayaan tahun baru Imlek yang mulanya hanya ritual pun kemudian berubah menjadi festival rakyat. Tradisi ini mengakar kuat dan terus dipertahankan oleh etnis Tionghoa yang tersebar di seluruh dunia, termasuk Indonesia.</p>



<p>Melihat sejarah tersebut, kita jadi tahu bahwa tahun baru Imlek tidak ada kaitannya dengan agama Buddha, melainkan merupakan sebuah tradisi budaya. Tahun baru Imlek ini dapat dirayakan oleh seluruh masyarakat etnis Tionghoa, terlepas dari apapun agama yang dipeluknya. Namun, meskipun bukan hari raya agama Buddha, terdapat beberapa tradisi hari raya imlek yang bisa jadi praktik Dharma lho!</p>



<h4><strong>Pattidana di Tahun Baru Imlek</strong></h4>



<p>Agama Buddha mengenal praktik Pattidana, yakni pelimpahan jasa kebajikan untuk menolong makhluk yang terlahir di alam menderita agar mendiang dapat terlahir di alam bahagia. Tahukah kamu kisah Arya Moggalana yang melakukan pelimpahan jasa untuk ibunya di alam hantu kelaparan? Beliau memberikan persembahan kepada anggota Sangha dan bersama-sama anggota Sangha melimpahkan kebajikan kepada ibunya. Alhasil, Arya Moggalana pun berhasil membebaskan ibunya yang terlahir sebagai hantu kelaparan. Kebajikan dari doa yang kita lakukan dengan dasar orang lain, membuat orang yang didoakan itu juga mendapatkan kontribusi kebajikan dari kita.</p>



<p>“Jika kita minum air, maka kita harus selalu ingat kepada sumbernya” merupakan peribahasa yang dipegang teguh oleh masyarakat etnis Tionghoa. Artinya, kehidupan yang dijalani saat ini tidak akan ada tanpa leluhur yang mendahului kita. Oleh sebab itu, masyarakat Tionghoa biasa melakukan sembahyang kepada leluhur setiap menjelang tahun baru Imlek sebagai bentuk penghormatan dan ucapan syukur. Umat Buddha pun umumnya akan pergi ke wihara atau berdoa di rumah, menghaturkan berbagai macam persembahan dan mendedikasikan kebajikan agar leluhur mereka terlahir di alam bahagia sejalan dengan praktik Pattidana.</p>



<p>Baca juga: &#8220;<a href="https://lamrimnesia.org/2017/02/27/benarkah-doa-bisa-terkabul/">Benarkah Doa Bisa Terkabul?</a>&#8220;</p>



<h4><strong>Memberi Angpao, Praktik Dana Paramita</strong></h4>



<p>Tradisi memberi angpao sudah sangat melekat dengan tahun baru imlek. Angpao sendiri melambangkan kegembiraan dan semangat yang akan membawa nasib baik. Berbagi angpao di tahun baru Imlek bisa menjadi sarana melatih praktik Dana Paramita.&nbsp;</p>



<p>Dalam Buddhisme, Dana Paramita atau kemurahan hati merupakan salah satu sifat luhur yang harus dikembangkan untuk mencapai Kebuddhaan. Sebenarnya, bentuk dana yang diberikan tidak terbatas pada materi saja. Bentuk dana tertinggi adalah berdana Dharma, namun kita juga bisa berdana hal-hal sederhana, salah satunya berdana senyuman agar bisa membawa aura positif untuk orang di sekeliling kita. Istilahnya, kalau kita belum bisa melakukan hal yang besar, lakukanlah hal kecil dengan jiwa yang besar.&nbsp;</p>



<p>Agar bagi-bagi angpao bisa jadi praktik dana paramita, pastikan kita punya motivasi bajik, yaitu demi menyempurnakan kemurahan hati kita serta memberikan kebahagiaan kepada si penerima. Tak lupa, dedikasikan kebajikannya untuk kehidupan mendatang yang bahagia, pembebasan dari samsara, dan tercapainya penerangan sempurna demi menolong semua makhluk.</p>



<h4><strong>Pertanyaan Intimidatif, Momen untuk Melatih Batin</strong></h4>



<p>Tahun baru Imlek juga merupakan ajang kumpul keluarga. Akan tetapi, pada momen ini, biasanya muncul pertanyaan-pertanyaan sensitif dari sanak keluarga. “Kapan nikah?”, “Kapan lulus?”, “Kapan punya anak?”, dan ragam pertanyaan personal lainnya yang kadang bikin keki. Belum lagi kadang ada saja keluarga yang nggak sengaja bikin komentar yang menyakiti hati demi basa-basi.&nbsp;</p>



<p>Kalau pertanyaan dan komentar itu langsung bikin kita marah atau tersinggung, artinya batin kita masih perlu dilatih. Kita perlu ingat bahwa segala pengalaman tak menyenangkan yang kita alami adalah buat dari karma buruk di masa lampau. Dengan kata lain, kita harus ingat untuk tidak membalas atau membuat karma buruk lain yang sejenis agar tidak mengalaminya lagi di masa mendatang.</p>



<p>Kita juga bisa belajar menempatkan diri kita di posisi orang lain. Kira-kira kenapa mereka bertanya seperti itu? Apa karena sengaja mau menyakiti kita? Atau sekadar ingin tahu kabar dan kebetulan tidak terpikir bahan obrolan lain? Kalau alasannya yang pertama, ya mereka sendiri yang rugi karena sengaja melukai orang lain. Jangan sampai kita balas dengan marah dan membakar habis kebajikan kita sendiri. Kalau cuma basa-basi, tentu tidak ada alasan bagi kita untuk marah pada orang itu.&nbsp;</p>



<p>Satu hal yang pasti, apapun alasannya, pertanyaan intimidatif adalah kesempatan untuk melatih batin kita menjadi lebih sabar. Semakin sering kejadiannya, semakin banyak kesempatan berlatih, batin kita semakin kuat dan kita tak akan lagi gampang tersinggung dengan hal semacam ini!</p>



<p><em>Baca tentang latihan batin khas Nusantara di <a href="https://store.lamrimnesia.com/product/latihan-batin-laksana-sinar-mentari/">sini</a>.</em></p>



<h4><strong>Jadi, kesimpulannya&#8230;</strong></h4>



<p>Kembali ke topik awal, dapat ditarik benang merahnya bahwa tahun baru Imlek bukanlah hari raya agama Buddha, melainkan adalah tradisi Tionghoa yang bisa dirayakan oleh penganut agama apapun. Meskipun demikian, ada beberapa tradisi tahun baru Imlek bisa kita jadikan kesempatan untuk praktik Dharma. Oleh sebab itu, selamat berpraktik Dharma bagi Buddhis yang merayakan tahun baru Imlek.</p>



<p>Selamat Tahun Baru Imlek! <em>Gong Xi Fa Cai</em>!</p>



<p>Penulis: Devi Riani Atika Sari</p><p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2022/02/04/tahun-baru-imlek-budaya-yang-bisa-jadi-praktik-dharma/">Tahun Baru Imlek: Budaya yang Bisa Jadi Praktik Dharma</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p><p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2022/02/04/tahun-baru-imlek-budaya-yang-bisa-jadi-praktik-dharma/">Tahun Baru Imlek: Budaya yang Bisa Jadi Praktik Dharma</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/itsupport/">itsupport</a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pertemukan Buku Dharma dengan yang Membutuhkan!</title>
		<link>https://lamrimnesia.org/2019/12/09/pertemukan-buku-dharma-dengan-yang-membutuhkan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Lamrimnesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Dec 2019 13:18:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berbagi Dharma]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[berbagi dharma]]></category>
		<category><![CDATA[buku dharma]]></category>
		<category><![CDATA[dana]]></category>
		<category><![CDATA[dharma]]></category>
		<category><![CDATA[lamrim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lamrimnesia.org/?p=4644</guid>

					<description><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p>Membaca buku Dharma merupakan salah satu langkah paling awal bagi seseorang untuk mendapatkan pengetahuan Dharma. Dari membaca, benih pikiran bajik dan ketertarikan terhadap Dharma akan tumbuh. Dari situ, seseorang akan mempelajari Dharma lebih lanjut, merenungkannya, dan memeditasikannya hingga menjadi individu yang lebih bijaksana dan penuh welas asih. Lebih jauh lagi, pemahaman yang diraih ini dapat [...]</p>
<p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2019/12/09/pertemukan-buku-dharma-dengan-yang-membutuhkan/">Pertemukan Buku Dharma dengan yang Membutuhkan!</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p>
<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2019/12/09/pertemukan-buku-dharma-dengan-yang-membutuhkan/">Pertemukan Buku Dharma dengan yang Membutuhkan!</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/listya/">Redaksi Lamrimnesia</a></p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p>Membaca buku Dharma merupakan salah satu langkah paling awal bagi seseorang untuk mendapatkan pengetahuan Dharma. Dari membaca, benih pikiran bajik dan ketertarikan terhadap Dharma akan tumbuh. Dari situ, seseorang akan mempelajari Dharma lebih lanjut, merenungkannya, dan memeditasikannya hingga menjadi individu yang lebih bijaksana dan penuh welas asih. Lebih jauh lagi, pemahaman yang diraih ini dapat dibagikan kepada orang-orang sekitar sehingga menjadi awal dari sebuah perubahan positif yang lebih luas.</p>



<p>Maka dari itu, Lamrimnesia memiliki misi untuk menyebarkan buku Dharma seluas-luasnya di seluruh Indonesia. Sejak berdiri pada tahun 2014, Lamrimnesia telah menyebarkan hampir 50.000 buku Dharma ke 29 provinsi, 120 kota/kab, 47 vihara, dan 25 institusi Buddhis. Ini terwujud berkat dukungan materi dari para donatur Dharma Patron dan dukungan tenaga dari para Dharma Patriot.&nbsp;</p>



<p>Adapun detil kegiatan pembagian buku Dharma dapat dilihat <a href="https://drive.google.com/file/d/1wI6Wl39PMrFUnD454WszmoiU0TlT2we-/view?usp=sharing">di sini</a>.</p>



<p>Kali ini, Lamrimnesia mengajak Anda untuk turut serta berpartisipasi dalam menyebarkan buku Dharma!. Kami mengajak Anda untuk mengundang buku-buku Dharma berbayar yang kemudian akan kami salurkan kepada orang-orang maupun lembaga atau komunitas yang membutuhkan.</p>



<p>Apa bedanya buku berbayar dan buku yang tidak dipungut biaya?&nbsp;</p>



<ul><li>Buku Berbayar<br> Buku ini memiliki biaya-biaya produksi tertentu yang tak terhindarkan, seperti biaya lisensi, penerjemahan, pembuatan tata letak dan sampul, marketing, operasional manajemen di balik penerbitan buku, dsb. Kami terpaksa membebankan penggantian biaya ini kepada para pemesan buku ini. Adapun dana yang masuk semuanya digunakan kembali untuk kegiatan pelestarian dan penyebaran Buddhadharma.<br></li><li>Buku Tidak Dipungut Biaya<br>Buku ini dibagikan tanpa dipungut biaya kepada orang-orang yang membutuhkan. Buku ini diterbitkan berkat kebaikan:<br>&#8211; Dharma Patriot yang terlibat dalam berbagai proses pembuatan buku ini, dari penerjemahan, penyuntingan, penataan letak, pembuatan desain sampul, hingga penyebaran.<br>&#8211; Dharma Patron yang mendanai penerbitan buku ini. <br></li></ul>



<p>Terdapat hampir 100 judul buku Dharma yang siap diundang dan disebarkan ke pihak-pihak tersebut. Bantu Lamrimnesia mempertemukan buku-buku ini dengan orang yang membutuhkan dengan mengikuti program ini dan wujudkan tak hingga banyaknya manfaat bagi banyak orang!<br><br>Cara partisipasi dapat dilihat dalam gambar berikut:</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img width="579" height="1024" src="https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2019/12/WhatsApp-Image-2019-12-09-at-20.43.30-579x1024.jpeg" alt="" class="wp-image-4657" srcset="https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2019/12/WhatsApp-Image-2019-12-09-at-20.43.30-579x1024.jpeg 579w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2019/12/WhatsApp-Image-2019-12-09-at-20.43.30-600x1061.jpeg 600w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2019/12/WhatsApp-Image-2019-12-09-at-20.43.30-170x300.jpeg 170w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2019/12/WhatsApp-Image-2019-12-09-at-20.43.30-150x265.jpeg 150w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2019/12/WhatsApp-Image-2019-12-09-at-20.43.30-450x796.jpeg 450w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2019/12/WhatsApp-Image-2019-12-09-at-20.43.30.jpeg 724w" sizes="(max-width: 579px) 100vw, 579px" /></figure>



<p>Untuk informasi lebih lanjut, hubungi kami di Call Center Lamrimnesia (+62812-2281-6044).</p><p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2019/12/09/pertemukan-buku-dharma-dengan-yang-membutuhkan/">Pertemukan Buku Dharma dengan yang Membutuhkan!</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p><p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2019/12/09/pertemukan-buku-dharma-dengan-yang-membutuhkan/">Pertemukan Buku Dharma dengan yang Membutuhkan!</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/listya/">Redaksi Lamrimnesia</a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kiat Kece Ala Bodhisatwa #1 &#8211; Dana Paramita</title>
		<link>https://lamrimnesia.org/2017/01/26/kiat-kece-ala-bodhisatwa-1-dana-paramita/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Lamrimnesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Jan 2017 16:02:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[buddha]]></category>
		<category><![CDATA[buddhism]]></category>
		<category><![CDATA[dana]]></category>
		<category><![CDATA[dhamma]]></category>
		<category><![CDATA[dharma]]></category>
		<category><![CDATA[infografis]]></category>
		<category><![CDATA[lamrim]]></category>
		<category><![CDATA[lamrimnesia]]></category>
		<category><![CDATA[paramita]]></category>
		<category><![CDATA[praktik bodhisatwa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://lamrimnesia.org/?p=2765</guid>

					<description><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p>Sifat luhur pertama yang harus kita kembangkan untuk meraih kesempurnaan hidup adalah &#8220;dana&#8221; atau kemurahan hati. Cara melatihnya sangatlah gampang, yaitu memberi. Kebetulan sebentar lagi Imlek, bisa banget melatih dana paramita sambil bagi-bagi angpao~ Berdana tidak harus dengan memberikan materi. Bentuk dana tertinggi adalah berdana Dharma, salah satu caranya adalah dengan membagikan post ini, hehe~ [...]</p>
<p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2017/01/26/kiat-kece-ala-bodhisatwa-1-dana-paramita/">Kiat Kece Ala Bodhisatwa #1 – Dana Paramita</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p>
<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2017/01/26/kiat-kece-ala-bodhisatwa-1-dana-paramita/">Kiat Kece Ala Bodhisatwa #1 &#8211; Dana Paramita</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/listya/">Redaksi Lamrimnesia</a></p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p><img loading="lazy" class="aligncenter wp-image-2766 size-full" src="http://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2017/01/16195165_1915128205382074_6999901433717268438_n.png" width="960" height="576" srcset="https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2017/01/16195165_1915128205382074_6999901433717268438_n.png 960w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2017/01/16195165_1915128205382074_6999901433717268438_n-600x360.png 600w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2017/01/16195165_1915128205382074_6999901433717268438_n-300x180.png 300w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2017/01/16195165_1915128205382074_6999901433717268438_n-768x461.png 768w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2017/01/16195165_1915128205382074_6999901433717268438_n-150x90.png 150w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2017/01/16195165_1915128205382074_6999901433717268438_n-450x270.png 450w" sizes="(max-width: 960px) 100vw, 960px" /></p>
<p>Sifat luhur pertama yang harus kita kembangkan untuk meraih kesempurnaan hidup adalah &#8220;dana&#8221; atau kemurahan hati. Cara melatihnya sangatlah gampang, yaitu memberi. Kebetulan sebentar lagi Imlek, bisa banget melatih dana paramita sambil bagi-bagi angpao~</p>
<p>Berdana tidak harus dengan memberikan materi. Bentuk dana tertinggi adalah berdana Dharma, salah satu caranya adalah dengan membagikan post ini, hehe~</p>
<div class="text_exposed_show">
<p>Kita juga bisa berdana senyuman untuk membuat hari orang-orang di sekitar kita lebih berwarna. Memberi petunjuk jalan pada orang yang tersesat juga merupakan bentuk dana rasa aman. Yang terpenting adalah menjaga motivasi kita sebelum, saat, dan usai berdana. Pastikan motivasinya bajik, ya!</p>
</div><p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2017/01/26/kiat-kece-ala-bodhisatwa-1-dana-paramita/">Kiat Kece Ala Bodhisatwa #1 – Dana Paramita</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p><p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2017/01/26/kiat-kece-ala-bodhisatwa-1-dana-paramita/">Kiat Kece Ala Bodhisatwa #1 &#8211; Dana Paramita</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/listya/">Redaksi Lamrimnesia</a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
