<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ucapan kasar - Lamrimnesia</title>
	<atom:link href="https://lamrimnesia.org/tag/ucapan-kasar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link></link>
	<description>Pathway to Everlasting Happiness</description>
	<lastBuildDate>Wed, 19 Feb 2020 09:53:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.0.14</generator>

<image>
	<url>https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2016/09/cropped-l-polos-32x32.png</url>
	<title>ucapan kasar - Lamrimnesia</title>
	<link></link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Sering Tersinggung Karena Kritikan dan Hinaan? Mungkin Ini Penyebabnya!</title>
		<link>https://lamrimnesia.org/2020/02/10/sering-tersinggung-karena-kritikan-dan-hinaan-mungkin-ini-penyebabnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Lamrimnesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Feb 2020 04:51:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[dhamma]]></category>
		<category><![CDATA[dharma]]></category>
		<category><![CDATA[lamrim]]></category>
		<category><![CDATA[ucapan kasar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lamrimnesia.org/?p=4777</guid>

					<description><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p>Kamu pasti pernah mengalaminya, perasaan bergejolak yang muncul, tidak tahu antara marah, kecewa, atau sedih, ketika seseorang mengucapkan sesuatu padamu. Kalau kata sastrawan, “sakit tapi tak berdarah”. Rasa sakit yang muncul begitu nyata, sangat membekas di perasaan dan memorimu, tapi tidak kelihatan. Itulah karakteristik utama dari suatu ucapan, mudah keluar, namun sulit dilupakan, ada banyak [...]</p>
<p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2020/02/10/sering-tersinggung-karena-kritikan-dan-hinaan-mungkin-ini-penyebabnya/">Sering Tersinggung Karena Kritikan dan Hinaan? Mungkin Ini Penyebabnya!</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p>
<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2020/02/10/sering-tersinggung-karena-kritikan-dan-hinaan-mungkin-ini-penyebabnya/">Sering Tersinggung Karena Kritikan dan Hinaan? Mungkin Ini Penyebabnya!</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/listya/">Redaksi Lamrimnesia</a></p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p>Kamu pasti pernah mengalaminya, perasaan bergejolak yang
muncul, tidak tahu antara marah, kecewa, atau sedih, ketika seseorang
mengucapkan sesuatu padamu.</p>



<blockquote class="wp-block-quote"><p>Kalau kata sastrawan, “sakit tapi tak berdarah”. </p></blockquote>



<p>Rasa sakit yang muncul begitu nyata, sangat membekas di
perasaan dan memorimu, tapi tidak kelihatan. Itulah karakteristik utama dari
suatu ucapan, mudah keluar, namun sulit dilupakan, ada banyak kasus dimana
ucapan memiliki efek jangka panjang, bahkan bisa memicu permasalahan lainnya.</p>



<p>Berdasarkan hukum karma, segala akibat yang kamu terima
sekarang merupakan hasil dari perbuatan yang telah kamu lakukan sebelumnya.
Jadi ketika kamu merasakan sakit hati dari ucapan seseorang, karma apa yang
kamu lakukan? </p>



<p>Yak! Jawabannya
adalah ucapan kasar. Istilah
Buddhisnya adalah “<em>p</em><em>harusavaca</em><em>”, </em>terdiri dari dua kata yaitu “<em>pharusa</em>” dan “<em>vaca</em>”. Arti
harfiah dari “<em>pharusa</em>” adalah “kasar”
dan “<em>vaca</em>” berarti “ucapan”. Definisi
<em>pharusavaca</em>
sendiri juga sebenarnya lebih luas, yaitu kata-kata yang memiliki motivasi
untuk menimbulkan kemarahan ataupun sakit hati pada orang lain. Dan seperti yand sudah dibahas dalam artikel
tentang karma ucapan lainnya, di zaman <em>now, </em>ucapan
juga bisa dilakukan lewat
tulisan seperti<em> chatting</em> ataupun status dan komentar di media sosial. Singkatnya, semua media yang bisa menyampaikan pesan bisa menjadi wadah untuk karma
ucapan. Jadi, hujat-menghujat
di media sosial juga merupakan
contoh konkret dari
ucapan kasar.</p>



<p>Akibat yang diterima dari ucapan kasar adalah:</p>



<ul><li><strong>Akibat yang matang sepenuhnya</strong>: menentukan
alam kehidupan (alam rendah: binatang, hantu kelaparan, atau neraka).</li><li><strong>Akibat yang serupa dengan penyebabnya</strong>: sering
mendengar kata-kata yang menyakitkan hati dan suara-suara yang tidak enak didengar.</li><li><strong>Akibat yang menentukan lingkungan</strong>:
berbatu-batu, banyak tempat yang rusak atau pecah, kekurangan air, dan lain
sebagainya. Termasuk juga tempat yang memiliki banyak duri.</li></ul>



<p><em>“Tapi kalau orang yang tidak disukai, rasanya gat</em><em>al untuk tidak mengkritik
atau menghina, ya </em><em>nggak
sih?”</em></p>



<p>Ya,
memang benar. Apalagi
di internet, kamu sering melihat
warganet merundung
seseorang, kadang lewat <em>share</em> <em>post-post</em>
yang menjatuhkan, <em>screenshot</em> chat pribadi, dan sebagainya. Apalagi kalau ada bencana, ejekan dan hinaan pada kepala
daerah, kepala negara, dan tokoh-tokoh pemerintahan pasti membanjir. Tanpa disadari, kebencian akan saling membalas
terus-menerus dan lingkaran setan ini tidak akan pernah ada habisnya. 

Bisakah kita memutusnya? Stop lingkaran kebencian itu dari dirimu sendiri. Daripada
kamu menerima karma buruk dari ucapan kasar, perbanyak
mengucap sesuatu yang positif, <em>post</em>
sesuatu yang positif, kurangin
nyinyir sedikit demi sedikit, dan
yang paling penting: kalau ada orang yang menyakiti hati kamu, ya terima saja&#8230; Bergembiralah karena karma buruk dari ucapan kasarmu sudah berkurang satu!



</p><p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2020/02/10/sering-tersinggung-karena-kritikan-dan-hinaan-mungkin-ini-penyebabnya/">Sering Tersinggung Karena Kritikan dan Hinaan? Mungkin Ini Penyebabnya!</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p><p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2020/02/10/sering-tersinggung-karena-kritikan-dan-hinaan-mungkin-ini-penyebabnya/">Sering Tersinggung Karena Kritikan dan Hinaan? Mungkin Ini Penyebabnya!</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/listya/">Redaksi Lamrimnesia</a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ucapan yang Seperti Apa yang Dianggap Ucapan Kasar Menurut Buddhis?</title>
		<link>https://lamrimnesia.org/2018/11/23/ucapan-yang-seperti-apa-yang-dianggap-ucapan-kasar-menurut-buddhis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Lamrimnesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Nov 2018 10:36:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[buddha]]></category>
		<category><![CDATA[dhamma]]></category>
		<category><![CDATA[dharma]]></category>
		<category><![CDATA[It's Lamrim It's Buddhism]]></category>
		<category><![CDATA[karma ucapan kasar]]></category>
		<category><![CDATA[lamrim]]></category>
		<category><![CDATA[lamrimnesia]]></category>
		<category><![CDATA[ucapan]]></category>
		<category><![CDATA[ucapan kasar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lamrimnesia.org/?p=4218</guid>

					<description><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p>Dalam kehidupan sehari-hari kamu pasti sering bertemu kasus seperti ini: Kasus A: kamu menasihati orang lain untuk membantunya, tapi orang yang kamu nasihati malah kesal. Kasus B: kamu mengejek orang lain, tapi orang itu biasa-biasa saja. Menurutmu dari kasus diatas mana yang disebut ucapan yang kasar menurut Buddhis (Pharusavaca)? Kasus A atau kasus B? Untuk [...]</p>
<p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2018/11/23/ucapan-yang-seperti-apa-yang-dianggap-ucapan-kasar-menurut-buddhis/">Ucapan yang Seperti Apa yang Dianggap Ucapan Kasar Menurut Buddhis?</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p>
<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2018/11/23/ucapan-yang-seperti-apa-yang-dianggap-ucapan-kasar-menurut-buddhis/">Ucapan yang Seperti Apa yang Dianggap Ucapan Kasar Menurut Buddhis?</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/listya/">Redaksi Lamrimnesia</a></p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p>Dalam kehidupan sehari-hari kamu pasti sering bertemu kasus seperti ini:</p>
<p>Kasus A: kamu menasihati orang lain untuk membantunya, tapi orang yang kamu nasihati malah kesal.</p>
<p>Kasus B: kamu mengejek orang lain, tapi orang itu biasa-biasa saja.</p>
<p>Menurutmu dari kasus diatas mana yang disebut ucapan yang kasar menurut Buddhis (<em>Pharusavaca)</em>? Kasus A atau kasus B?</p>
<p>Untuk kasus ucapan kasar, ada orang yang merasa harus menjaga ucapan dengan moto “diam itu emas”, karena tidak mau menyakiti hati orang lain, dan pada akhirnya cenderung pasif. Ada juga orang yang tidak bisa mengendalikan ucapannya sendiri, dan kata-kata yang keluar bersifat spontan. Kerancuan akan ‘ucapan mana yang merupakan ucapan kasar’ ini bisa dijelaskan oleh hukum karma yang diajarkan oleh Sang Buddha. Berikut adalah kriteria yang bisa membuat ucapan kasar menjadi karma buruk yang lengkap:</p>
<ol>
<li>Dasar: ucapan kasar bisa ditujukan untuk <strong>makhluk hidup maupun benda mati </strong>yang dimusuhi atau dibenci.</li>
<li>Pemikiran dari ucapan kasar ditujukan pada pihak yang mau kamu hina / cela, <strong>dengan motivasi untuk menyakiti hati atau menyerang secara verbal objek tersebut</strong> dan didasari oleh <strong>klesha kebencian, kemelekatan, ataupun kebodohan.</strong></li>
<li>Tindakan dari ucapan kasar adalah mengungkapkan sesuatu yang tidak menyenangkan, <strong>baik itu benar ataupun salah </strong>(jika salah maka masuk kategori berbohong juga),<strong> hal-hal mengenai kekurangan, fisik, maupun perilaku.</strong></li>
<li>Penyelesaian dari ucapan kasar adalah <strong>orang / objek / pihak </strong>yang dituju mengerti dengan apa yang disampaikan. Tidak peduli orang itu marah atau tidak, asalkan sudah paham akan ucapanmu, maka tahap penyelesaian ini sudah terjadi.</li>
</ol>
<p>Dengan penjelasan ini, maka kasus B merupakan merupakan ucapan kasar, kembali lagi pada motivasimu sebelum ucapan itu keluar, apakah untuk membantu atau merendahkan.</p>
<p>Jadi ucapan kasar tidak harus keluar dengan bahasa yang kasar, kata-kata yang diucapkan dengan lembut-pun, jika ditujukan untuk merendahkan orang lain, hal tersebut sudah merupakan ucapan kasar.</p>
<p>Q: Kalau ngomong kotor tapi niatnya bercanda boleh? Hasilnya orang jadi gak senang dengan kita gimana?</p>
<p>A: Karma buruk ucapan kasarnya tidak ada, tapi ada kesalahan bahwa kamu tidak membaca situasi dengan bijaksana, ujung-ujungnya kamu juga jadi menderita karena dimusuhi orang lain. Ini masuk kategori kelalaian. Omongan yang kotor juga memberikan kesan yang buruk dan tidak mengikuti norma yang berlaku, sehingga bisa menyebabkan banyak masalah juga.</p>
<p>Kembali ke poin utama, ucapan kasar tanpa sadar kita semua sering lakukan lho. Mulai dari kamu nyindir-nyindir orang yang kamu anggap “rese”, atau saat kamu ngomong balik sama orangtua yang marahin kamu, sampai komen-komen di sosmedmu yang tujuannya gak jelas.</p>
<p>Karena sangat mudah dilakukan, bagaimana cara mulai mengurangi ucapan kasar? Berikut adalah tips-tips untuk mengurangi <em>Pharusavaca:</em></p>
<ol>
<li>Sebelum bicara, cek motivasi, apa tujuanmu untuk bicara</li>
<li>Jika sudah terlanjur keluar, evaluasi dengan berpikir bahwa ini adalah “celahku” dalam melakukan karma buruk, jika ada situasi yang serupa, kamu harus menyadarinya sebelum bicara</li>
<li>Jika ucapan kasar sudah benar-benar spontan, maka pemecahan masalahnya harus lebih mendasar, yaitu sumber dari ucapan kasar itu sendiri, biasanya dengan melatih mengendalikan emosi dan latihan meditasi</li>
</ol><p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2018/11/23/ucapan-yang-seperti-apa-yang-dianggap-ucapan-kasar-menurut-buddhis/">Ucapan yang Seperti Apa yang Dianggap Ucapan Kasar Menurut Buddhis?</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p><p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2018/11/23/ucapan-yang-seperti-apa-yang-dianggap-ucapan-kasar-menurut-buddhis/">Ucapan yang Seperti Apa yang Dianggap Ucapan Kasar Menurut Buddhis?</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/listya/">Redaksi Lamrimnesia</a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
