<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Nusantara Dharma Book Festival - Lamrimnesia</title>
	<atom:link href="https://lamrimnesia.org/tag/nusantara-dharma-book-festival/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link></link>
	<description>Pathway to Everlasting Happiness</description>
	<lastBuildDate>Tue, 31 Aug 2021 12:59:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.0.14</generator>

<image>
	<url>https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2016/09/cropped-l-polos-32x32.png</url>
	<title>Nusantara Dharma Book Festival - Lamrimnesia</title>
	<link></link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>NDBF 3.0: Kekuatan Harta, Takhta, dan Wanita dalam Relief Borobudur</title>
		<link>https://lamrimnesia.org/2021/08/31/ndbf-3-0-kekuatan-harta-takhta-dan-wanita-dalam-relief-borobudur/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[itsupport]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Aug 2021 12:51:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[Agama Buddha Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[borobudur]]></category>
		<category><![CDATA[buddhisme]]></category>
		<category><![CDATA[Gandawyuha]]></category>
		<category><![CDATA[lamrimnesia]]></category>
		<category><![CDATA[mahayana]]></category>
		<category><![CDATA[Nusantara Dharma Book Festival]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lamrimnesia.org/?p=6246</guid>

					<description><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p>Sutra Gandawyuha yang mendominasi relief Candi Borobudur mengobrak-abrik pemahaman kita tentang konsep harta, takhta, dan wanita. Dalam Buddhisme, tiga hal itu bisa menjadi jalan pencerahan.</p>
<p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2021/08/31/ndbf-3-0-kekuatan-harta-takhta-dan-wanita-dalam-relief-borobudur/">NDBF 3.0: Kekuatan Harta, Takhta, dan Wanita dalam Relief Borobudur</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p>
<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2021/08/31/ndbf-3-0-kekuatan-harta-takhta-dan-wanita-dalam-relief-borobudur/">NDBF 3.0: Kekuatan Harta, Takhta, dan Wanita dalam Relief Borobudur</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/itsupport/">itsupport</a></p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p>Oleh Devi Riani Atika Sari</p>



<p>Minggu, 29 Agustus 2021 – &#8220;Harta, takhta, dan wanita&#8221; sering disalahpahami sebagai kelemahan atau godaan. Namun, dalam Sutra Gandawyuha yang mendominasi relief Candi Borobudur, harta dan takhta yang sering dianggap “menjerumuskan” ternyata bisa digunakan untuk kebaikan. Berbeda dengan kedua hal tersebut, wanita dalam Gandawyuha bukan objek yang bisa dimiliki atau digunakan, melainkan sosok yang berperan aktif sebagai pembimbing spiritual.</p>



<p>Penjelasan ini disajikan oleh pemerhati sosiologi, antropologi, dan sejarah Buddhisme Stanley Khu, S.Ant., M.A. dalam bedah buku daring “Harta, Takhta, Wanita, dan Gandawyuha: Kelana Pemuda Sudhana Mencari Pencerahan” di Nusantara Dharma Book Festival 3.0.&nbsp;</p>



<p>Acara yang dimulai pukul 19.00 WIB ini diikuti oleh 484 peserta terdaftar via situs <a href="http://ndbf.lamrimnesia.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">ndbf.lamrimnesia.com</a>. </p>



<p>&#8220;Dari sekian Sutra, dia (Gandawyuha) salah satu yang paling menakjubkan,&#8221; tutur Stanley untuk mengawali acara. Saking menakjubkannya, Sutra ini dianggap begitu penting oleh Wangsa Shailendra yang mendirikan Candi Borobudur. Dari 84.000 ajaran Buddha, Gandawyuha dipilih untuk mengisi 3 dari 4 galeri di Candi Borobudur (total 460 panel).</p>



<p>Inti dari Sutra Gandawyuha sendiri adalah kelana Sudhana mencari pencerahan. Stanley menyarikan salah satu pesan yang sangat gamblang dari Sutra ini, yaitu bahwa setiap orang tidak dapat hidup sendiri. Sudhana mencari pencerahan dengan tujuan membalas jasa begitu banyak makhluk yang telah memberi manfaat bagi dirinya. Dalam pencariannya, Sudhana pun bertumpu pada bimbingan 53 orang guru dari latar belakang yang beragam. Sebanyak 21 dari 53 guru ini adalah wanita.</p>



<blockquote class="wp-block-quote"><p>&#8220;Kita tidak pernah lihat dominasi kaum perempuan bukan sebagai tokoh figuran, tapi sebagai pemeran utama dalam kitab keagamaan,&#8221; terang Stanley, &#8220;Tapi ini ada di Gandawyuha.&#8221;</p></blockquote>



<p>Harta dalam Gandawyuha bukan untuk dikejar, melainkan merupakan buah karma baik masa lampau yang kemudian digunakan kembali untuk menolong banyak orang.</p>



<blockquote class="wp-block-quote"><p>&#8220;Dalam filsafat Buddhisme, bukan kamu kaya atau miskin, moralnya tidak ada di situ,&#8221; kata Stanley, &#8220;Kamu kaya boleh, tapi kekayaan itu kamu pakai buat apa? Sudhana dan kalyanamitra yang lain kaya, tapi kekayaan itu dipakai untuk hal yang bajik.&#8221; </p></blockquote>



<p>Berkenaan dengan isu takhta, guru-guru Sudhana dalam Gandawyuha berasal dari berbagai strata sosial. Hirarki para guru ini bukan ditentukan oleh tingkatan &#8220;takhta&#8221; duniawi tersebut, melainkan berdasarkan tingkat pencapaian spiritual mereka.</p>



<p>Gandawyuha juga mengajarkan bahwa guru tidak melulu seseorang yang mendidik secara formal. Siapapun yang mengurangi ketidaktahuan dan memberikan pengetahuan baru bisa menjadi guru. Buktinya, meskipun merupakan kitab Buddhis, tokoh-tokoh dari tradisi Hindu pun hadir sebagai guru Sudhana dalam Gandawyuha.</p>



<blockquote class="wp-block-quote"><p>&#8220;Orang yang menunjukkan kamu jalan pun guru,&#8221; pungkas Stanley. </p></blockquote>



<p>Di akhir sesi, Stanley berpesan untuk mengaitkan Sudhana dengan diri sendiri saat ada kesempatan berkunjung ke Borobudur atau membaca Sutra Gandawyuha. Sudhana bukan tokoh yang hanya untuk dikagumi, tapi juga untuk diteladani.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img width="1024" height="576" src="https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2021/08/WhatsApp-Image-2021-08-30-at-10.00.48-1024x576.jpeg" alt="" class="wp-image-6247" srcset="https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2021/08/WhatsApp-Image-2021-08-30-at-10.00.48-1024x576.jpeg 1024w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2021/08/WhatsApp-Image-2021-08-30-at-10.00.48-600x338.jpeg 600w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2021/08/WhatsApp-Image-2021-08-30-at-10.00.48-300x169.jpeg 300w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2021/08/WhatsApp-Image-2021-08-30-at-10.00.48-768x432.jpeg 768w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2021/08/WhatsApp-Image-2021-08-30-at-10.00.48-150x84.jpeg 150w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2021/08/WhatsApp-Image-2021-08-30-at-10.00.48-450x253.jpeg 450w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2021/08/WhatsApp-Image-2021-08-30-at-10.00.48-1200x675.jpeg 1200w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2021/08/WhatsApp-Image-2021-08-30-at-10.00.48.jpeg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure></div>



<p>Bedah buku &#8220;Harta, Takhta, Wanita, dan Gandawyuha: Kelana Pemuda Sudhana Mencari Pencerahan&#8221; merupakan acara penutup rangkaian Nusantara Dharma Book Festival 3.0 yang diselenggarakan oleh Yayasan Pelestarian dan Pengembangan Lamrim Nusantara (YPPLN/Lamrimnesia). Dengan tema khusus &#8220;Membaca untuk Meningkatkan Ketangguhan Mental di Kala Pandemi&#8221;, NDBF 3.0 menghadirkan bazar buku, seminar, bedah buku, dan workshop yang bertujuan untuk meningkatkan minat baca generasi muda Indonesia. Seluruh acara diselenggarakan secara daring di situs <a href="http://ndbf.lamrimnesia.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">ndbf.lamrimnesia.com</a> dan media sosial Lamrimnesia.</p>



<p></p><p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2021/08/31/ndbf-3-0-kekuatan-harta-takhta-dan-wanita-dalam-relief-borobudur/">NDBF 3.0: Kekuatan Harta, Takhta, dan Wanita dalam Relief Borobudur</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p><p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2021/08/31/ndbf-3-0-kekuatan-harta-takhta-dan-wanita-dalam-relief-borobudur/">NDBF 3.0: Kekuatan Harta, Takhta, dan Wanita dalam Relief Borobudur</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/itsupport/">itsupport</a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>3P &#8211; Resep Bebas Stres Menghadapi Pandemi Ala Buddhis</title>
		<link>https://lamrimnesia.org/2021/08/31/3p-resep-bebas-stres-menghadapi-pandemi-ala-buddhis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[itsupport]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Aug 2021 12:05:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[4 Kebenaran Mulia]]></category>
		<category><![CDATA[Bebas Stres]]></category>
		<category><![CDATA[buddhisme]]></category>
		<category><![CDATA[lamrimnesia]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi menengah]]></category>
		<category><![CDATA[Nusantara Dharma Book Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Pandemi COVID-19]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lamrimnesia.org/?p=6243</guid>

					<description><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p>Memiliki pandangan benar, menjaga pola hidup, dan menjaga kebiasaan hidup adalah kunci anti cemas dan stres menghadapi pandemi COVID-19 ala Buddhis</p>
<p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2021/08/31/3p-resep-bebas-stres-menghadapi-pandemi-ala-buddhis/">3P – Resep Bebas Stres Menghadapi Pandemi Ala Buddhis</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p>
<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2021/08/31/3p-resep-bebas-stres-menghadapi-pandemi-ala-buddhis/">3P &#8211; Resep Bebas Stres Menghadapi Pandemi Ala Buddhis</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/itsupport/">itsupport</a></p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p>oleh Junarsih</p>



<p>Tak hanya kesehatan fisik, tapi kesehatan mental menjadi barang yang sangat memprihatinkan di kala pandemi yang tak kunjung usai. Kehilangan pekerjaan dan sulit mendapat pekerjaan kembali membuat mental banyak orang terguncang, sehingga mereka merasa khawatir tidak bisa menghidupi diri sendiri dan keluarga. Tak sedikit juga masyarakat yang cemas akan tertular virus corona dan bahkan khawatir akan meninggal tiba-tiba dalam kondisi mengembang tanggung jawab.</p>



<p>Perasaan cemas dan khawatir akan rasa sakit dan kemudian meninggal ini sebenarnya bisa kita atasi kalau kita sebagai umat Buddha memahami konsep 4 Kebenaran Mulia. Sayangnya, yang menjadi umat Buddha sendiri pun masih merasakan kecemasan dan kekhawatiran terhadap pandemi. Hal ini diungkapkan oleh Y.M Bhikkhu Nyanasila Thera (Sekretaris Jenderal Sangha Agung Indonesia) dalam acara NDBF 3.0 yang saya ikuti pada Kamis (19/8) lalu.</p>



<blockquote class="wp-block-quote"><p>“Pada curhat yang belum terpapar takut terpapar, yang sudah terpapar takut mati. Gimana kita sebagai seorang Buddhis membantu mengatasi masalah mental. Kenapa kita mengalami stres dan cara menanganinya di masa pandemi seperti ini?” tutur Y.M. Bhikkhu Nyanasila Thera.</p></blockquote>



<p>Penuturan Sekretaris Jendral SAGIN ini sangat menarik karena kita sebagai seorang Buddhis diajak untuk mengatasi masalah kesehatan mental. Lebih lanjut Beliau menjelaskan pengertian dari stres.</p>



<h4><strong>Stres Itu Apa?</strong></h4>



<blockquote class="wp-block-quote"><p>“Stres adalah gangguan atau kekacauan mental karena faktor dari luar yang mengakibatkan kecemasan, kemarahan, ketakutan. Dalam Buddhis disebut perasaan yang tidak menyenangkan, bentuknya kecemasan, kekhawatiran, kegelisahan.”</p></blockquote>



<p>Dari penjelasan Y.M Bhikkhu Nyanasila Thera ini, saya jadi berpikir, wah jangan-jangan saya juga sedang mengalami kecemasan dan kekhawatiran yang terpendam selama ini. Bukan khawatir tertular virus, tapi saya khawatir tiba-tiba meninggal sedangkan di sisi lain masih ada keluarga yang harus diurus. <em>Mumet</em>.</p>



<h4><strong>Faktor Penyebab Stres</strong></h4>



<p>Kemumetan saya terjawab ketika mendengar penjelasan Y.M Bhikkhu Nyanasila Thera tentang alasan seorang umat Buddha merasa cemas tertular virus corona dan takut akan kematian. Menurut Beliau, seseorang bisa menjadi stres karena 2 faktor, yaitu tidak mampu memahami hukum kehidupan tentang perubahan dan menolak hukum perubahan itu sendiri&#8211;maunya seperti dulu kala, tidak mau ada perubahan.</p>



<p>Jadi, kenapa kita menolak perubahan? Jawabannya seperti penjelasan Y.M Bhikkhu Nyanasila Thera yang saya tuliskan di awal, yaitu kita belum memahami konsep 4 Kebenaran Mulia&#8211;adanya <em>dukkha</em>, penyebab munculnya <em>dukkha</em>, jalan keluar dari <em>dukkha</em>, dan lenyapnya <em>dukkha</em>.&nbsp;</p>



<p>Y.M Bhikkhu Nyanasila Thera menerangkan bahwa penolakan terhadap adanya pandemi, kematian, dan hal lain yang tidak menyenangkan adalah contoh dari&nbsp; <em>dukkha</em>. Ketidakmampuan kita untuk menerima pandemi inilah yang menimbulkan ketidakpuasan sehingga menyebabkan penderitaan yang berujung pada stres.&nbsp;</p>



<h4><strong>Resep Mengatasi Stres</strong></h4>



<p>Untuk menangani stres karena pandemi ini, Beliau menuturkan 3 resep jitu, yaitu 3P. Pertama, <strong>pola pandang benar</strong> dengan menerima keadaan bahwa sekarang kita sedang diguncang pandemi. Kalau sudah memiliki pandangan benar, kita bisa mengubah <strong>pola hidup</strong> agar dapat beradaptasi dengan kondisi pandemi ini. Adaptasi ini berupa pemberlakuan PPKM agar aktivitas di luar rumah dapat dikendalikan. Setelah kita bisa beradaptasi, saatnya kita melakukan <strong>pola kebiasaan </strong>sehari-hari dengan mengatur kegiatan supaya lebih produktif saat di rumah aja. Nah, di sini kita belajar untuk memulai kebiasaan baru yang tidak biasa kita lakukan dan bisa mengembangkan diri kita, seperti meditasi pagi, puja pagi, dan lebih fokus dengan aktivitas sehari-hari.&nbsp;</p>



<p>Nah, dari sesi bersama Y.M Bhikkhu Nyanasila Thera ini, saya memperoleh pengetahuan yang luar biasa tentang penerimaan kondisi dengan apa adanya, terutama saat pandemi ini. Pandemi datang secara alami, jadi ya kita harus menerimanya. Seperti hujan yang datang tidak tepat pada waktunya, kita pun harus menerimanya, bukan menolaknya. Hal utama yang harus kita lakukan agar tidak hidup cemas dan stres di kala pandemi ini adalah dengan mencoba untuk beradaptasi dan mempraktikkan resep 3P (pola pandang benar, pola hidup, dan kebiasaan).</p><p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2021/08/31/3p-resep-bebas-stres-menghadapi-pandemi-ala-buddhis/">3P – Resep Bebas Stres Menghadapi Pandemi Ala Buddhis</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p><p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2021/08/31/3p-resep-bebas-stres-menghadapi-pandemi-ala-buddhis/">3P &#8211; Resep Bebas Stres Menghadapi Pandemi Ala Buddhis</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/itsupport/">itsupport</a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dialog Dalai Lama Bersama Siswa-Siswi Indonesia</title>
		<link>https://lamrimnesia.org/2021/08/12/dialog-dalai-lama-bersama-siswa-siswi-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[itsupport]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Aug 2021 08:57:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[Agama Buddha Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[bodhicitta]]></category>
		<category><![CDATA[buddha]]></category>
		<category><![CDATA[Dalai Lama]]></category>
		<category><![CDATA[lamrim]]></category>
		<category><![CDATA[lamrimnesia]]></category>
		<category><![CDATA[NDBF 3.0]]></category>
		<category><![CDATA[Nusantara Dharma Book Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Serlingpa Dharmakirti]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lamrimnesia.org/?p=6177</guid>

					<description><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p>Rangkuman dialog Y.M.S. Dalai Lama XIV dengan 1000 pelajar Indonesia di Grand Buddha Goes to School, Nusantara Dharma Book Festival 3.0</p>
<p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2021/08/12/dialog-dalai-lama-bersama-siswa-siswi-indonesia/">Dialog Dalai Lama Bersama Siswa-Siswi Indonesia</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p>
<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2021/08/12/dialog-dalai-lama-bersama-siswa-siswi-indonesia/">Dialog Dalai Lama Bersama Siswa-Siswi Indonesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/itsupport/">itsupport</a></p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p>Thekchen Chöling, Dharamsala, HP, India &#8211; Pagi ini, Dewi Lestari, seorang penulis dan penyanyi Indonesia, menyambut Yang Maha Suci Dalai Lama XIV untuk berbincang dengan lebih dari 1000 pelajar Indonesia. Tema dialog ini adalah Kisah Jataka atau kisah-kisah kehidupan-kehidupan lampau Sang Buddha, yang tercatat dalam buku “Jataka Mala”, atau “Untaian Kisah Kelahiran”, yang diukirkan di Candi Borobudur. Acara ini adalah pembuka rangkaian Nusantara Dharma Book Festival yang diselenggarakan oleh Yayasan Pelestarian dan Pengembangan Lamrim Nusantara (YPPLN) bekerja sama dengan komunitas Kadam Choeling Indonesia.</p>



<p>Yang Maha Suci Dalai Lama XIV memulai acara dengan mengucapkan terima kasih kepada seorang aktor Indonesia yang telah membuat persembahan mandala tradisional dan mengucapkan “selamat pagi” kepada para pendengar.</p>



<figure class="wp-block-image"><img src="https://lh4.googleusercontent.com/sehC6hf9kWcMpoUng6ZWXoOXUCgVW6x_xzhVvMxhgfwtBdeIs5xIYPhp_qwBBR7YW1tuuj8tgFi-AP721Xe4uuYy9YW8oDPALLX9RRSB8Hnlw_iMUWc5__pVCFgHlz0kvKfFONiu" alt=""/></figure>



<p>Aktor Indonesia Morgan Oey membuat persembahan mandala tradisional di awal dialog daring Yang Maha Suci Dalai Lama XIV dengan siswa-siswi Indonesia dari kediaman Beliau di Dharamsala, HP, India pada 11 Agustus 2021. Foto oleh Y.M. Tenzin Jamphel</p>



<h4><strong>Agama dan Cinta Kasih Universal</strong></h4>



<p>“Hari ini,” lanjutnya, “Saya menantikan diskusi dengan pemuda-pemudi Indonesia, yang beberapa di antaranya memiliki minat pada agama Buddha. Saya seorang praktisi Buddhis, dan salah satu komitmen saya adalah mempromosikan kerukunan antar umat beragama. Semua tradisi agama kita yang berbeda, entah kita berbicara mengenai agama Hindu, Kristen, Yahudi, Islam, atau Buddha, membawa pesan umum tentang pentingnya cinta kasih. Mereka masing-masing menggunakan pandangan filosofis yang berbeda untuk memperkuat rasa altruisme, kepedulian terhadap orang lain. Beberapa kepercayaan menyatakan adanya Tuhan, sementara yang lainnya fokus pada hukum kausalitas. Tujuan sebenarnya dari semua agama tersebut adalah untuk membantu pengikut mereka menjadi orang yang lebih baik dan lebih berwelas asih.</p>



<p>“Berkenaan dengan Tuhan pencipta, agama Kristen menggambarkannya sebagai makhluk dengan cinta yang tak terbatas. Agama Islam berbicara tentang Tuhan yang pengasih dan penyayang. Yahudi mengacu pada Tuhan yang adil. Jainisme dan Buddhisme di sisi lain tidak memiliki konsep tentang Tuhan pencipta, tetapi keduanya tetap bertujuan untuk melatih manusia menjadi benar-benar welas asih.</p>



<p>“Di India tempat saya tinggal, ada semua agama besar dunia. Dan mereka telah hidup berdampingan secara harmonis selama lebih dari seribu tahun.</p>



<p>“Hari ini, saya senang bertemu saudara dan saudari dari negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia. Apakah kita menerima agama atau tidak adalah masalah pilihan diri kita pribadi. Kita semua adalah manusia. Kita memperoleh manfaat dari kasih sayang dan perhatian ibu kita dari sejak lahir. Tentu saja, tanpa kasih sayang dan cinta kasihnya, kita tidak akan bertahan.</p>



<p>“Dewasa ini, kita menghadapi masalah-masalah dan konflik-konflik karena kita tidak memiliki rasa persaudaraan yang sepatutnya. Kita mengabaikan nilai-nilai dasar kemanusiaan kita. Kita mencoba untuk menyelesaikan perselisihan dan perbedaan pendapat dengan menggunakan kekerasan. Namun, saya percaya bahwa sebagian besar manusia sudah muak dengan kekerasan dan perang. Konsekuensinya, umat beragama memiliki tanggung jawab untuk mempromosikan cinta kasih. Kita harus hidup bersama di planet ini, jadi kita harus berupaya untuk membuat dunia ini menjadi lebih damai.</p>



<h4><strong>Teladan Jataka Mala</strong></h4>



<p>Yang Maha Suci Dalai Lama XIV mengakui adanya minat khusus beberapa orang Indonesia terhadap 34 kisah Jataka yang menceritakan kehidupan-kehidupan lampau Sang Buddha. Penulisnya, Aryashura, pada mulanya bukan seorang Buddhis, tetapi seorang terpelajar yang cerdas dari tradisi lain. Pada saat itu, para cendekiawan Universitas Nalanda merasa gelisah bahwa ia mungkin akan mengalahkan mereka dalam debat sehingga mereka meminta bantuan Arya Nagarjuna. Beliau mengirim salah satu muridnya yang paling terampil, Aryadewa, yang meyakinkan Aryashura mengenai validitas ajaran Buddha. Selanjutnya, di akhir hidupnya, Aryashura, yang juga seorang penyair terkenal, menggubah &#8216;Untaian Kisah Kelahiran&#8217; ini dengan merdu dalam bahasa Sansekerta.</p>



<figure class="wp-block-image"><img src="https://lh6.googleusercontent.com/NeR6Big1DPjMMpoqTG9299asaSsaofKiXhv43WJEbGZTZLduLD9oyf-R0qz77xivQfs-MUxcWZUFaUCUb3WFsfsMKCbvjFfErSgpES8Jn178EQmfFKVHihQ-AlQyoJlAGa-KBr1J" alt=""/></figure>



<p>Yang Maha Suci Dalai Lama XIV berbicara kepada hadirin virtual selama dialog daring dengan siswa-siswi Indonesia dari kediamannya di Dharamsala, HP, India pada 11 Agustus 2021. Foto oleh Y.M. Tenzin Jamphel</p>



<p>Yang Maha Suci Dalai Lama XIV berkata bahwa kisah-kisah tersebut memang indah untuk dibaca, tetapi terkadang Beliau merasa cerita-cerita itu terlalu dibumbui. Poin penting yang perlu diperhatikan adalah moral cerita, yakni kesempurnaan, kedermawanan, etika, dan kesabaran yang dicontohkan oleh Bodhisatwa. Yang mendasari semua kisah tersebut adalah konsep India kuno tentang “karuna” dan “ahimsa”—welas asih dan tanpa-kekerasan. Tema-tema ini, tutur Beliau, umum untuk sebagian besar agama, tetapi terlepas dari kita mengikuti tradisi suatu agama atau tidak, kita semua harus memiliki hati yang hangat dan welas asih jika kita ingin bahagia.</p>



<p>Menjawab pertanyaan dari hadirin, Yang Maha Suci Dalai Lama XIV menjelaskan bahwa mengorbankan hidup Anda demi orang lain, seperti yang dilakukan Bodhisatwa dalam beberapa kisah, adalah tindakan bermakna jika menghasilkan manfaat yang nyata. Beliau menambahkan bahwa dibutuhkan kecerdasan dan pikiran yang jernih untuk menilai manfaat apa yang akan didapat dari tindakan tersebut.</p>



<p>Terkait dengan krisis-krisis yang dihadapi dunia saat ini, yaitu pandemi virus corona dan pemanasan global, terdapat beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mengurangi dampak negatifnya. Akan tetapi, kita harus berani dan tegas. Kita tidak boleh putus asa atau berhenti mengambil tindakan.</p>



<h4><strong>Candi di Hati Kita</strong></h4>



<p>Yang Maha Suci Dalai Lama XIV mengenang kunjungan Beliau ke Borobudur. Beliau menggambarkan stupa Borobudur sebagai candi yang indah, tetapi menyatakan bahwa yang lebih penting adalah candi batin hati kita tempat kita memupuk welas asih dan cinta kasih. Jika kita menggabungkannya dengan kecerdasan manusia kita yang luar biasa, kita dapat menciptakan dunia yang lebih bahagia, tidak hanya melalui doa, tetapi dengan melakukan tindakan nyata.</p>



<h4><strong>Kejujuran &amp; Kasih Sayang yang Menginspirasi</strong></h4>



<p>Beliau mendapat pertanyaan mengenai cara menghadapi hal-hal negatif dan menyarankan untuk berpegang pada prinsip-prinsip moral kejujuran dan kasih sayang. Beliau menyebutkan mengenai kesulitan yang Beliau hadapi dalam hidup-Nya sendiri, di Tibet dan kemudian sebagai pengungsi, tetapi mengungkapkan bahwa Beliau terus berlatih sesuai dengan Tradisi Nalanda yang diperkenalkan oleh Shantarakshita di Tibet.</p>



<blockquote class="wp-block-quote"><p>“Kami orang Tibet adalah orang-orang yang teguh dan berani,” ujar Beliau, “tetapi itu tidak berarti kami menggunakan kekerasan. Semangat Tibet kami adalah keteguhan dan welas asih, kualitas-kualitas yang telah menarik kekaguman bahkan di antara beberapa orang Cina.”</p></blockquote>



<h4><strong>Tibet, Indonesia, dan Guru Dharma Nusantara</strong></h4>



<p>Seorang pemuda mengajukan pertanyaan tentang hubungan antara Indonesia dan Tibet dalam bahasa Tibet. Yang Maha Suci Dalai Lama XIV menjawab bahwa guru India, Atisha Dipamkara, berlayar dari India ke Sumatra untuk belajar tentang bodhicita dengan seorang guru bernama Dharmakirti. Pada waktu itu, Atisha menerima undangan untuk mengunjungi Tibet tempat Beliau menghabiskan sisa hidupnya. Dharmakirti dikenang oleh orang Tibet hari ini sebagai Lama Serlingpa, Guru dari Pulau Emas (Suwarnadwipa). Yang Maha Suci Dalai Lama XIV berkomentar bahwa mengingat perjalanan Atisha yang ekstensif, saat ini jauh lebih mudah untuk bertukar pandangan dan berbagi pengetahuan satu sama lain.</p>



<figure class="wp-block-image"><img src="https://lh5.googleusercontent.com/QUvcHHNp632XiiF5LXC9cYoDLHBQGgERo6VGiw3B6quU7K5AjIaJ1crEugquw_v-BW-x2sI2QF70oEaDY4jkPX9x_ayPCYKFL-43Te967RZEOyDz4ze-xGiTmAvCzgBAvV2M9RWU" alt=""/></figure>



<p>Seorang peserta audiensi virtual mengajukan pertanyaan kepada Yang Maha Suci Dalai Lama XIV selama dialog daring dengan siswa-siswi Indonesia dari kediaman Beliau di Dharamsala, HP, India pada 11 Agustus 2021. Foto oleh Y.M. Tenzin Jamphel</p>



<h4><strong>Kiat Buddhis Menghadapi Ekstremisme</strong></h4>



<p>Yang Maha Suci Dalai Lama XIV tidak mengatakan mana dari &#8216;Kisah Jataka&#8217; yang menurut Beliau paling menginspirasi. Poin kuncinya, tegas Beliau, adalah mengakui kesatuan kemanusiaan; untuk menyadari bahwa kita semua adalah sama sebagai manusia. Dari sudut pandang praktis, kita semua bergantung satu sama lain dan kita dapat melayani satu sama lain atas dasar hal itu.</p>



<blockquote class="wp-block-quote"><p>“Saya orang Tibet, yang tinggal di India. Saya menganggap setiap manusia yang saya temui seperti saudara atau saudari bagi saya. Berkelahi tidak ada gunanya dan merugikan diri sendiri. Kita harus menemukan cara untuk hidup berdampingan dan hidup bersama dalam damai.”</p></blockquote>



<p>Diundang untuk mengomentari mengenai cara sebuah komunitas minoritas menghadapi ekstremisme, Yang Maha Suci Dalai Lama XIV menyetujui bahwa di antara orang-orang yang terisolasi di masa lalu, mungkin terasa tepat untuk berbicara mengenai satu kebenaran dan satu agama. Namun hari ini, situasinya telah berubah dan kita semua mengetahui adanya berbagai tradisi agama serta banyaknya aspek mengenai kebenaran.</p>



<p>Salah satu kualitas Buddhisme adalah bahwa Buddhisme mengambil pandangan ilmiah tentang pikiran dan emosi kita serta mampu menjelaskan cara-cara untuk mencapai kedamaian pikiran. Tradisi Nalanda memuat metode-metode untuk mengurangi emosi negatif dan meningkatkan emosi positif. Psikologi Buddhis dapat bermanfaat bagi siapa saja yang tertarik untuk menjelajahinya tanpa harus membuat komitmen keagamaan apa pun. Hal ini, tegas Yang Maha Suci Dalai Lama XIV, adalah salah satu cara Buddhisme dapat berkontribusi untuk menciptakan dunia yang lebih damai.</p>



<h4><strong>Praktik Dharma Dulu dan Kini: Belajar, Merenung, Meditasi</strong></h4>



<p>Menanggapi pengamatan bahwa tampaknya lebih mudah untuk mencapai realisasi pada zaman Sang Buddha, Yang Mulia menyatakan bahwa Beliau tidak percaya siapapun menjadi tercerahkan secara spontan ketika mereka mendengarkan Sang Buddha. Beliau menunjukkan bahwa Sang Buddha sendiri telah menghabiskan enam tahun dalam meditasi yang ketat sebelum mencapai Kebuddhaan. Beliau menjelaskan bahwa orang-orang mendengarkan yang Buddha katakan, dan merenungkannya untuk meningkatkan pemahaman mereka. Kemudian, mereka memeditasikan hal yang telah mereka pahami, menerapkan konsentrasi dan pandangan mendalam, yang pada gilirannya memungkinkan mereka mengubah batin.</p>



<p>Yang Maha Suci Dalai Lama XIV menyarankan bahwa Jalan Tengah (Madhyamaka) adalah cara yang ampuh untuk mengurangi pandangan salah. Pikirkan tentang bagaimana kita memikirkan &#8216;tubuhku&#8217;, &#8216;ucapanku&#8217; dan &#8216;pikiranku&#8217;, kata Beliau, dan kemudian tanyakan pada diri sendiri di mana &#8216;aku&#8217; yang memiliki fitur-fitur ini. Yang Maha Suci Dalai Lama XIV menegaskan bahwa Beliau bertanya pada diri Beliau sendiri letak &#8216;aku&#8217; setiap hari dan tidak dapat menemukan diri yang independen dan ada secara inheren. Hal ini memiliki efek yang kuat untuk mengurangi kemarahan dan kemelekatan Beliau. Beliau mengutip tiga ayat dari “Memasuki Jalan Tengah” (Madhyamakavatara) Chandrakirti yang mengingatkan bahwa Beliau berada di jalur yang benar.</p>



<blockquote class="wp-block-quote"><p><em>“Diterangi oleh berkas-berkas cahaya kebijaksanaan,</em><br><em>Bodhisattva melihatnya sejelas buah amalaki di telapak tangan yang terbuka,</em><br><em>Bahwa ketiga alam di keseluruhannya tidak terlahirkan sejak dari awalnya,</em><br><em>Dan melalui kekuatan kebenaran konvensional, ia menempuh perjalanan menuju penghentian. 6.224</em></p><p><em>Walau batinnya mampu menetap terus-menerus dalam penghentian,</em><br><em>Beliau juga membangkitkan welas asih untuk para makhluk yang tak memiliki perlindungan,</em><br><em>Melaju maju lebih jauh lagi, beliau juga bersinar cemerlang melalui kebijaksanaannya,</em><br><em>Semua yang lahir dari ucapan Buddha dan Buddha-Buddha menengah. 6.225</em></p><p><em>Laksana para raja angsa menjulang ke depan melampaui angsa-angsa ahli lainnya,</em><br><em>Dengan sayap-sayap putih kebenaran konvensional dan tertinggi yang berkembang lebar,</em><br><em>Didorong oleh kekuatan angin-angin kebajikan, Bodhisatwa akan menyeberangi</em><br><em>Hingga pantai seberang yang unggul, samudra kualitas-kualitas Para Penakluk. 6.226”</em></p><cite><em>Madhyamakavatara &#8211; Arya Chandrakirti</em></cite></blockquote>



<h4><strong>Semua Punya Benih Kebuddhaan</strong></h4>



<p>Ditanya mengenai cara menanggapi orang-orang yang gagal memenuhi harapan kita, Yang Maha Suci Dalai Lama XIV mengungkapkan bahwa Sang Buddha menjelaskan bahwa semua makhluk hidup memiliki sifat Buddha. Tubuh jasmani ini adalah sesuatu yang tidak begitu penting, kata Beliau, adalah batinlah, yang penting. Di dalam batin terdapat berbagai tingkat kesadaran. Oleh karena setiap orang memiliki sifat Kebuddhaan, maka pada akhirnya semua orang dapat mencapai Kebuddhaan.</p>



<figure class="wp-block-image"><img src="https://lh3.googleusercontent.com/hUjrWfrY947pyjAtGRqiCI4KLxW-hHi-B21jecMJyBm0Ut2ZB252hHLnWdobxNTvaolmVR3W5lho6dpOE2tYtzBOtOwapOKczsfL-s6ZXZmFJp9xIqhOerwj3kAxi8EaCZY1Laf2" alt=""/></figure>



<p>Yang Maha Suci Dalai Lama XIV menjawab pertanyaan dari hadirin virtual selama dialog daring dengan siswa-siswi Indonesia dari kediaman Beliau di Dharamsala, HP, India pada 11 Agustus 2021. Foto oleh Y.M. Tenzin Jamphel</p>



<p>Dewi Lestari tertarik untuk mengetahui hal yang bisa kita lakukan untuk tetap segar dan tajam seperti Yang Maha Suci Dalai Lama XIV. Beliau menjawab bahwa kita menghabiskan banyak waktu teralihkan oleh hal-hal indrawi, namun di sisi lain, kita sebenarnya juga bisa memperhatikan kesadaran mental kita dan mendapatkan pengalaman tentang sifat batin. Saat kita mengembangkan ketenangan dan konsentrasi, menjadi lebih mudah untuk mengajak batin untuk menganalisis letak &#8216;aku&#8217; dan yang dimaksud sebagai emosi-emosi negatif. Seiring dengan kita mengembangkan kekuatan batin, kita akan mencapai kedamaian pikiran yang lebih kokoh. Dan saat kita memperoleh pengalaman batin yang lebih dalam pada tingkatan yang lebih subtil, batin yang jernih akan terwujud. Batin halus dari sifat Kebuddhaan itulah yang pada akhirnya menjadi batin Sang Buddha.</p>



<h4><strong>Bahagia Berasal dari Bodhicita</strong></h4>



<p>Diundang untuk memberikan beberapa nasihat terakhir, Yang Maha Suci Dalai Lama XIV menyoroti kesempatan khusus yang dimiliki pendengar Beliau untuk berbagi gagasan tentang cinta kasih, yang merupakan sesuatu yang kita semua butuhkan. Dengan cara yang sama, kita semua membutuhkan welas asih dan pengampunan dan dengan mendorong pengembangan kualitas-kualitas ini, kita dapat berkontribusi untuk menciptakan masyarakat yang lebih harmonis dan penuh welas asih. Potensi welas asih adalah kesamaan yang dimiliki semua manusia. Ini adalah dasar untuk bisa saling menghormati dan belajar dari satu sama lain.</p>



<p>Dewi Lestari mengucapkan terima kasih kepada Yang Maha Suci Dalai Lama XIV yang secara spontan meminta hadirin untuk bergabung dengan Beliau dalam meditasi welas asih selama satu menit. Setelah itu, Beliau memuji kebajikan dari kebangkitan batin bodhicitta dan manfaatnya yang luar biasa. Kita butuh welas asih untuk bisa membantu orang lain, tutur Beliau. Kita membutuhkan welas asih untuk memurnikan negativitas kita dan mengumpulkan energi positif. Semua perbuatan altruistik yang dijelaskan dalam Jataka Mala berakar dari bodhicita, yakni aspirasi untuk mencapai Kebuddhaan demi membantu makhluk lain.</p>



<p>Yang Maha Suci Dalai Lama XIV mengutip syair-syair dari <a href="https://store.lamrimnesia.com/product/lakon-hidup-sang-penerang/">“Lakon Hidup Sang Penerang” (Bodhisatwa-caryawattara)</a> oleh Shantidewa, yang memuji praktik menyamakan dan menukar diri sendiri dengan orang lain.</p>



<blockquote class="wp-block-quote"><p><em>“Seseorang yang tak menukar kebahagiaannya dengan penderitaan makhluk lain pastinya tak akan meraih Kebuddhaan. Bagaimana ia bisa meraih kebahagiaan dalam samsara? 8/131</em></p><p><em>Dengan menaiki kereta perang bodhicitta, yang menghalau semua perasaan putus asa dan letih, orang berakal mana yang akan patah semangat selagi ia melaju melewati kegembiraan demi kegembiraan? 7/30”</em></p></blockquote>



<p>Beliau menambahkan bahwa ketika Anda bertekad untuk melayani orang lain, Anda akan dapat mengikuti aspirasi besar Shantidewa:</p>



<blockquote class="wp-block-quote"><p><em>“Selama ruang bergeming dan dunia bertahan, semoga aku hidup untuk menghalau kesengsaraan dunia. 10/55”</em></p></blockquote>



<p>Sumber: “<a href="https://www.dalailama.com/news/2021/in-conversation-with-indonesian-students">In Conversation with Indonesian Students</a>” &#8211; dalailama.com</p>



<p>Diterjemahkan oleh Shierlen Octavia</p>



<p>&#8212;</p>



<p>“Grand Buddha Goes to School: Heart to Heart Conversation with His Holiness Dalai Lama XIV” adalah acara pertama dalam rangkaian Nusantara Dharma Book Festival (NDBF) 3.0.</p>



<p>Ikuti bazar buku, seminar, bedah buku, dan <em>workshop </em>istimewa lainnya di NDBF 3.0 yang pastinya tak kalah inspiratif dan bisa meningkatkan ketangguhan batinmu di kala pandemi.<br>Kunjungi <a href="http://ndbf.lamrimnesia.com">ndbf.lamrimnesia.com</a> &amp; ikuti media sosial Lamrimnesia untuk mendapatkan informasi &amp; kabar terbaru seputar NDBF 3.0!</p><p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2021/08/12/dialog-dalai-lama-bersama-siswa-siswi-indonesia/">Dialog Dalai Lama Bersama Siswa-Siswi Indonesia</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p><p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2021/08/12/dialog-dalai-lama-bersama-siswa-siswi-indonesia/">Dialog Dalai Lama Bersama Siswa-Siswi Indonesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/itsupport/">itsupport</a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Nusantara Dharma Book Festival 3.0</title>
		<link>https://lamrimnesia.org/2021/08/07/nusantara-dharma-book-festival-3-0/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[itsupport]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Aug 2021 21:04:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Dharma Book Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[lamrimnesia]]></category>
		<category><![CDATA[nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[Nusantara Dharma Book Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Nusantara Dharma Book Festival 3.0]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lamrimnesia.org/?p=6165</guid>

					<description><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p>Setelah sukses dalam Nusantara Dharma Book Festival 1.0 dan 2.0, Lamrimnesia hadir kembali dalam NDBF 3.0.</p>
<p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2021/08/07/nusantara-dharma-book-festival-3-0/">Nusantara Dharma Book Festival 3.0</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p>
<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2021/08/07/nusantara-dharma-book-festival-3-0/">Nusantara Dharma Book Festival 3.0</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/itsupport/">itsupport</a></p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p>Setelah sukses dalam Nusantara Dharma Book Festival 1.0 dan 2.0, Lamrimnesia hadir kembali dalam NDBF 3.0. Di tahun ini NDBF memilih “membaca untuk ketangguhan mental” sebagai tema utama mengingat terus meningkatnya permasalahan kesehatan mental di Indonesia sejak pandemi.</p>



<p>Apa hubungan membaca dengan ketangguhan mental? Beberapa jurnal medis mengemukakan bahwa membaca telah terbukti menempatkan otak kita ke dalam keadaan yang mirip dengan meditasi, dan itu membawa manfaat kesehatan yang sama dari relaksasi dan ketenangan.</p>



<blockquote class="wp-block-quote"><p>“Dengan mengikuti NDBF 3.0, kami harap lebih banyak orang menemukan minat baca sehingga bisa meningkatkan kesehatan mental dan kekebalan tubuh di tengah pandemi.”</p></blockquote>



<ul><li>Ricky, ketua panitia NDBF 3.0.</li></ul>



<p>Ikuti bazar buku Dharma dan Nusantara terlengkap di Indonesia, Nusantara Dharma Book Festival 3.0!</p>



<p>tanggal: 11–29 Agustus 2021</p>



<p>Acara diselenggarakan ONLINE!</p>



<p>Ada apa saja di NDBF 3.0?</p>



<ul><li>Bazar buku (Buddhis dan Nusantara) dan merchandise</li><li>Acara spesial: Grand Buddha Goes to School bersama Yang Maha Suci Dalai Lama XIV</li><li>9 bedah buku yang bisa menutrisi batin kita</li><li>3 talkshow dengan topik ketangguhan mental</li><li>Workshop yang bisa bikin mental kita jadi sehat</li><li>4 webinar yang bisa membuka mata dan hati</li><li>NDBF Live Music</li><li>Kuis dan lomba berhadiah</li></ul>



<p>Temukan vitamin penangguh mental dan cara untuk bahagia hanya di NDBF 3.0!!Daftarkan diri Anda untuk mengikuti berbagai acara ini di situs <a href="http://ndbf.lamrimnesia.com">ndbf.lamrimnesia.com</a></p><p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2021/08/07/nusantara-dharma-book-festival-3-0/">Nusantara Dharma Book Festival 3.0</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p><p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2021/08/07/nusantara-dharma-book-festival-3-0/">Nusantara Dharma Book Festival 3.0</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/itsupport/">itsupport</a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>NDBF 2.0: Ajakan untuk Tetap Semangat Membaca di Tengah Pandemi</title>
		<link>https://lamrimnesia.org/2020/09/18/liputan-ndbf-2-0/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Lamrimnesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Sep 2020 11:49:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Nusantara Dharma Book Festival 2020]]></category>
		<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[Agama Buddha Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[buka buku buka mata]]></category>
		<category><![CDATA[Buku Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[dhamma]]></category>
		<category><![CDATA[dharma]]></category>
		<category><![CDATA[lamrimnesia]]></category>
		<category><![CDATA[NDBF 2.0]]></category>
		<category><![CDATA[Nusantara Dharma Book Festival]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lamrimnesia.org/?p=5557</guid>

					<description><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p>Nusantara Dharma Book Festival 2.0 mengajak seluruh Indonesia untuk buka buku biar bahagia di tengah pandemi.</p>
<p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2020/09/18/liputan-ndbf-2-0/">NDBF 2.0: Ajakan untuk Tetap Semangat Membaca di Tengah Pandemi</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p>
<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2020/09/18/liputan-ndbf-2-0/">NDBF 2.0: Ajakan untuk Tetap Semangat Membaca di Tengah Pandemi</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/listya/">Redaksi Lamrimnesia</a></p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p>Ini adalah tahun kedua Yayasan Pelestarian dan Pengembangan Lamrim Nusantara (Lamrimnesia)&nbsp; Nusantara mengadakan acara Nusantara Dharma Book Festival yang kali ini memiliki tambahan “2.0” di belakangnya. Dengan tujuan yang sama, yaitu menumbuhkan minat baca masyarakat Indonesia, Nusantara Dharma Book Festival 2.0 (NDBF 2.0) diselenggarakan secara daring untuk beradaptasi dengan pandemi COVID-19. Selama 16 hari, dari 29 Agustus sampai 13 September 2020, kita disuguhkan berbagai macam acara dan promo buku yang dipublikasikan secara gencar melalui media sosial Lamrimnesia dan situs NDBF 2.0.</p>



<h4>Bazar Buku Dharma &amp; Nusantara</h4>



<p>Dengan <em>tagline </em>“Buku Buku Biar Bahagia”, NDBF 2.0&nbsp; bekerja sama dengan 23 penerbit untuk menghadirkan lebih dari 800 judul buku dalam bazar buku Dharma dan Nusantara terbesar di Asia melalui situs NDBF 2.0. Ditambah lagi dengan diskon sampai dengan 80%, tentunya acara ini menjadi incaran para pecinta buku yang ingin melengkapi koleksi. Tidak hanya penerbit, acara NDBF 2.0 ini juga didukung oleh berbagai <em>media partner</em> seperti Buddhazine.com dan DAAI TV yang turut mempromosikan acara serta menggaet UMKM lokal untuk meramaikan acara dengan produk makanan dan <em>merchandise</em>. Keseruan bazar buku NDBF 2.0 juga semakin meriah dengan berbagai lomba seperti lomba teka-teki silang, kutipan, kuis, dan <em>giveaway</em> buku.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-full is-resized"><img loading="lazy" src="https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/09/image-4.png" alt="" class="wp-image-5563" width="361" height="448" srcset="https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/09/image-4.png 721w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/09/image-4-600x745.png 600w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/09/image-4-242x300.png 242w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/09/image-4-150x186.png 150w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/09/image-4-450x559.png 450w" sizes="(max-width: 361px) 100vw, 361px" /><figcaption>Bazar Buku Dharma &amp; Nusantara terbesar di Asia &#8211; NDBF 2.0</figcaption></figure></div>



<h4><em>Workshop</em>, Bedah Buku, Seminar, dan Pertunjukan Seni</h4>



<p>Selain bazar buku, satu hal yang menjadi sorotan dari NDBF 2.0 ini adalah berbagai acara yang disuguhkan pada peserta hampir di setiap hari penyelenggaraan acara. Total ada 19 acara yang terdiri dari 2 workshop, 8 bedah buku, 7 webinar, dan 2 pertunjukan seni yang ditampilkan. Acara dibawakan oleh narasumber yang mumpuni dari berbagai latar belakang seperti kepala Biara Indonesia Tuṣita Vivaraṇācaraṇa Vijayāśraya Y.M Biksu Bhadra Ruci, kepala biara Sravasti Abbey dan penulis Y.M Biksuni Thubten Chodron, guru besar ITB Prof. Iwan Pranoto, <em>tarot reader </em>Novia Kusumawardhani, ketua Prasadha Jinarakkhita Buddhist institute Lilis Juliati Arief, pengrajin daluang Ahmad Mufid Sururi, dan masih banyak lagi. Acara juga diisi beberapa <em>influencer</em> yang cukup terkenal di bidangnya seperti ilustrator Metta Ratana, psikolog Mellissa Grace, dan musisi Lawrence Anzela.</p>



<p>Rangkaian NDBF 2.0 dibuka dengan <em>workshop</em> membuat bingkai bunga dari Lia Erika, pendiri @indonesia_flourish, pada tanggal 29 Agustus 2020. Di hari yang sama, situs bazar buku juga resmi dibuka kepada khalayak umum. Selanjutnya ada <em>workshop</em> cat air dari Metta Ratana pada tanggal 30 Agustus 2020.</p>



<p>Sejalan dengan <em>tagline</em> “Buka Buku Biar Bahagia”, 8 acara bedah buku online dan 7 webinar yang diadakan selama acara NDBF 2.0 secara umum mendorong kita untuk lebih gemar membaca dan mengembangkan kualitas-kualitas baik dalam diri kita agar kita lebih bahagia dalam menjalani kehidupan. Contohnya adalah pada bedah buku “Praktik Penyempurnaan Welas Asih” oleh Y.M. Biksuni Thubten Chodron yang menganjurkan kita untuk berlatih berwelas asih, bahkan kepada musuh kita. Hal ini akan membuat kita menjadi pribadi yang lebih berbahagia. Juga pada acara seminar daring “Gemar Membaca Sejak Dini, Bagaimana Caranya” yang dibawakan oleh Ibu Lilis Juliati Arief, M.Ed., dijelaskan bahwa membaca adalah satu cara merangsang otak yang kemudian berpengaruh pada pada proses rekonstruksi ide, informasi, hingga pemaknaan suatu fenomena. Maka dari itu, membaca merupakan hal yang sangat penting untuk membentuk pola pikir kita.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large is-resized"><img loading="lazy" src="https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/09/image-3-1024x576.png" alt="" class="wp-image-5560" width="512" height="288" srcset="https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/09/image-3-1024x576.png 1024w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/09/image-3-600x338.png 600w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/09/image-3-300x169.png 300w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/09/image-3-768x432.png 768w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/09/image-3-1536x864.png 1536w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/09/image-3-150x84.png 150w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/09/image-3-450x253.png 450w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/09/image-3-1200x675.png 1200w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/09/image-3.png 1920w" sizes="(max-width: 512px) 100vw, 512px" /><figcaption><a href="https://www.youtube.com/watch?v=uIbzA3Rt0gg">Bedah Buku <em>Online </em>&#8220;Praktik Penyempurnaan Welas Asih: Semua Bisa Jadi Dewi Kwan Im&#8221; </a>bersama Y.M. Biksuni Thubten Chodron</figcaption></figure></div>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large is-resized"><img loading="lazy" src="https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/09/image-2-1024x576.png" alt="" class="wp-image-5559" width="512" height="288" srcset="https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/09/image-2-1024x576.png 1024w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/09/image-2-600x338.png 600w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/09/image-2-300x169.png 300w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/09/image-2-768x432.png 768w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/09/image-2-1536x864.png 1536w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/09/image-2-150x84.png 150w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/09/image-2-450x253.png 450w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/09/image-2-1200x675.png 1200w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/09/image-2.png 1920w" sizes="(max-width: 512px) 100vw, 512px" /><figcaption><a href="https://www.youtube.com/watch?v=rppwMLAcpLA">Bedah Buku <em>Online </em>&#8220;Ada yang Salah dengan Buddhis Indonesia!&#8221;</a><br>bersama Y.M. Biksu Bhadra Ruci</figcaption></figure></div>



<figure class="wp-block-image size-large is-resized"><img loading="lazy" src="https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/09/image-5-1024x576.png" alt="" class="wp-image-5565" width="512" height="288" srcset="https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/09/image-5-1024x576.png 1024w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/09/image-5-600x338.png 600w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/09/image-5-300x169.png 300w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/09/image-5-768x432.png 768w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/09/image-5-1536x864.png 1536w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/09/image-5-150x84.png 150w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/09/image-5-450x253.png 450w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/09/image-5-1200x675.png 1200w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/09/image-5.png 1920w" sizes="(max-width: 512px) 100vw, 512px" /><figcaption><a href="https://www.youtube.com/watch?v=ffyoznyxr9w">Seminar <em>Online </em>&#8220;Mengenal Kearifan Nusantara dari Kertas Daluang&#8221;</a><br>bersama Ahmad Mufid Sururi</figcaption></figure>



<p>Tidak hanya bedah buku dan seminar daring, NDBF 2.0 juga menampilkan dua pertunjukan sebagai pelepas penat. Pertama kita disuguhkan pertunjukkan seni dengan judul “Lepas Kekang” yang dibawakan oleh grup seni Santiran pada 4 September 2020. Selanjutnya adalah <em>live music </em>oleh Lawrence Anzela pada 6 September 2020. Selain pertunjukan musik, Lawrence Anzela juga membagikan tips bagi generasi muda untuk membagikan nilai-nilai kebaikan ke banyak orang.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large is-resized"><img loading="lazy" src="https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/09/IMG_0236-1024x575.jpg" alt="" class="wp-image-5561" width="512" height="288" srcset="https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/09/IMG_0236-1024x575.jpg 1024w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/09/IMG_0236-scaled-600x337.jpg 600w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/09/IMG_0236-300x169.jpg 300w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/09/IMG_0236-768x431.jpg 768w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/09/IMG_0236-1536x863.jpg 1536w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/09/IMG_0236-2048x1150.jpg 2048w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/09/IMG_0236-150x84.jpg 150w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/09/IMG_0236-450x253.jpg 450w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/09/IMG_0236-1200x674.jpg 1200w" sizes="(max-width: 512px) 100vw, 512px" /><figcaption><a href="https://www.youtube.com/watch?v=jW0caPKQrj8&amp;t=305s">Pertunjukan Seni Nusantara &#8220;Lepas Kekang&#8221;</a> oleh Santiran</figcaption></figure></div>



<p>Acara NDBF 2.0 masih merupakan bagian dari kampanye “Buka Buku Buka Mata” yang dicetuskan Lamrimnesia. Kampanye yang dilakukan melalui kegiatan, penyaluran buku, dan media sosial ini bertujuan untuk mendorong generasi muda agar lebih gemar membaca sehingga memiliki wawasan yang terbuka, lalu menjadi pribadi yang lebih bijaksana dan penuh welas asih.</p>



<blockquote class="wp-block-quote"><p>“Membaca itu seperti makanan untuk batin.”</p><cite>Lilis Juliati Arief, M.Ed., dikutip dari <a href="https://www.youtube.com/watch?v=s26SRO1ik3s&amp;t=3804s">seminar “Gemar Membaca Sejak Dini, Bagaimana Caranya?”</a></cite></blockquote>



<p><em>Buku Dharma dan Nusantara yang ada di Bazar NDBF 2.0 bisa diundang di <a href="http://store.lamrimnesia.com">Lamrimnesia Store</a>.</em></p>



<p><em>Rekaman seminar dan bedah buku online NDBF 2.0 bisa disaksikan di kanal Youtube <a href="http://youtube.com/lamrimnesia">Lamrimnesia</a>.</em></p><p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2020/09/18/liputan-ndbf-2-0/">NDBF 2.0: Ajakan untuk Tetap Semangat Membaca di Tengah Pandemi</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p><p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2020/09/18/liputan-ndbf-2-0/">NDBF 2.0: Ajakan untuk Tetap Semangat Membaca di Tengah Pandemi</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/listya/">Redaksi Lamrimnesia</a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Buka Buku Biar Bahagia di NDBF 2.0</title>
		<link>https://lamrimnesia.org/2020/09/03/buka-buku-biar-bahagia-di-ndbf-2-0/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Lamrimnesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Sep 2020 06:42:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[Agama Buddha Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Bazar Buku]]></category>
		<category><![CDATA[buku dharma]]></category>
		<category><![CDATA[Buku Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[dhamma]]></category>
		<category><![CDATA[lamrimnesia]]></category>
		<category><![CDATA[NDBF 2.0]]></category>
		<category><![CDATA[Nusantara Dharma Book Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Wellness]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lamrimnesia.org/?p=5511</guid>

					<description><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p>Dengan tema “Buka Buku Biar Bahagia”, NDBF 2.0 menyajikan 18 rangkaian acara dan ratusan judul buku Dharma &#038; Nusantara yang akan membantu para peserta untuk menemukan kebahagiaan yang awet dan tahan lama melalui aktivitas membaca di tengah pandemi yang melanda.</p>
<p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2020/09/03/buka-buku-biar-bahagia-di-ndbf-2-0/">Buka Buku Biar Bahagia di NDBF 2.0</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p>
<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2020/09/03/buka-buku-biar-bahagia-di-ndbf-2-0/">Buka Buku Biar Bahagia di NDBF 2.0</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/listya/">Redaksi Lamrimnesia</a></p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p>COVID-19 tidak melunturkan semangat Yayasan Pelestarian dan Pengembangan Lamrim Nusantara (YPPLN) dalam menyelenggarakan kembali Nusantara Dharma Book Festival (NDBF). Lembaga non-profit yang bergerak di bidang pengembangan Dharma dan nilai-nilai bajik di Nusantara ini menggelar NDBF sebagai wujud nyata dari kampanye #bukabukubukamata yang bertujuan untuk meningkatkan minat baca generasi muda demi Indonesia yang cerdas, toleran, bijaksana, dan penuh welas asih.</p>



<p>Berbeda dengan <a href="https://lamrimnesia.org/2019/02/28/menyalakan-api-literasi-lewat-nusantara-dharma-book-festival/">NDBF pertama</a> yang diselenggarakan secara langsung di Waterfront Baywalk Mall Pluit tahun 2019 lalu, <a href="http://ndbf.lamrimnesia.com">NDBF 2.0</a> diselenggarakan pada tanggal 29 Agustus-13 September 2020 secara daring guna menyesuaikan dengan protokol kesehatan dan keamanan selama COVID-19. Kendati demikian, NDBF 2.0 memiliki banyak inovasi dibanding pendahulunya dengan penyelenggaraan workshop interaktif, waktu penyelenggaraan yang lebih lama, serta peningkatan jumlah seminar dan bedah buku yang bisa diikuti banyak orang di mana pun mereka berada.</p>



<p>Dengan tema “Buka Buku Biar Bahagia”, NDBF 2.0 menyajikan 18 rangkaian acara dan ratusan judul buku Dharma &amp; Nusantara yang akan membantu para peserta untuk menemukan kebahagiaan yang awet dan tahan lama melalui aktivitas membaca di tengah pandemi yang melanda.</p>



<h4><strong>18 Rangkaian Acara</strong></h4>



<p>NDBF 2.0 mengadakan acara yang dapat menambah wawasan dan “kebahagiaan” bagi para peserta. Adapun rangkaian acaranya berupa NDBF Talk (terdiri dari bedah buku, <em>live music</em>, seminar <em>online</em>, <em>workshop</em>), pertunjukan seni Nusantara, serta <a href="https://www.instagram.com/p/CEg7H2ZgcD8/">lomba <em>quotes</em></a><em> </em>&amp; <a href="https://www.instagram.com/p/CEg7k4AgWSy/">teka-teki silang</a> berhadiah. Acara ini terbuka untuk umum. Peserta hanya perlu menyaksikan tayangan <em>live</em> sesuai jadwal dan tautan yang tercantum di <a href="http://ndbf.lamrimnesia.com">website NDBF 2.0</a>. Peserta juga dapat mendaftarkan diri di website untuk mendapatkan voucher diskon di bazar buku. Selain kegiatan <em>workshop</em> <em>art </em>&amp; <em>craft </em>dan seminar <em>online </em>“Redakan Cemas, Tingkatkan Efektivitas”, semua rangkaian acara di Nusantara Dharma Book Festival 2.0 ini tidak dipungut biaya<strong>.</strong></p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" width="1024" height="576" src="https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/09/image-1024x576.png" alt="" class="wp-image-5516" srcset="https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/09/image-1024x576.png 1024w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/09/image-600x338.png 600w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/09/image-300x169.png 300w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/09/image-768x432.png 768w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/09/image-1536x864.png 1536w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/09/image-150x84.png 150w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/09/image-450x253.png 450w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/09/image-1200x675.png 1200w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/09/image.png 1920w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption><a href="https://ndbf.lamrimnesia.com/product/bundling-bebas-dari-ketakutan-dan-praktik-penyempurnaan-welas-asih/">Bedah Buku &#8220;Bebas dari Ketakutan&#8221;</a> bersama Ven. Thubten Chodron</figcaption></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" width="1024" height="571" src="https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/09/Foto-Workshop-Bingkai-Bunga-1-1024x571.png" alt="" class="wp-image-5514" srcset="https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/09/Foto-Workshop-Bingkai-Bunga-1-1024x571.png 1024w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/09/Foto-Workshop-Bingkai-Bunga-1-600x334.png 600w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/09/Foto-Workshop-Bingkai-Bunga-1-300x167.png 300w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/09/Foto-Workshop-Bingkai-Bunga-1-768x428.png 768w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/09/Foto-Workshop-Bingkai-Bunga-1-150x84.png 150w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/09/Foto-Workshop-Bingkai-Bunga-1-450x251.png 450w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/09/Foto-Workshop-Bingkai-Bunga-1-1200x669.png 1200w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/09/Foto-Workshop-Bingkai-Bunga-1.png 1364w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption><em>Workshop &#8220;</em>Ceritakan Momen Bahagia Lewat Bingkai Bunga&#8221; bersama <a href="http://instagram.com/indonesia_flourish">@indonesia_flourish</a></figcaption></figure>



<h4><strong>Bazar Buku</strong></h4>



<p><a href="https://ndbf.lamrimnesia.com/shop/">Bazar buku</a> NDBF 2.0 menawarkan 800+ buku dari total 23 penerbit dengan diskon besar-besaran hingga 80%. Kategori buku yang tersedia juga tidak hanya buku Dharma saja, namun terdapat juga banyak buku berkategori sosial dan umum. <a href="https://ndbf.lamrimnesia.com/product-category/buku/">Katalog buku lengkap</a> tersedia di situs NDBF 2.0 dan dapat dipesan secara daring selama periode acara dari tanggal 29 Agustus hingga 13 September 2020. Pengemasan dan pengiriman buku dilakukan sesuai dengan protokol pencegahan COVID-19.</p>



<h4><strong>Bazar Makanan, Minuman, dan </strong><strong><em>Merchandise</em></strong></h4>



<p>Selain bazar buku, NDBF 2.0 juga melibatkan pengusaha UMKM lokal yang memproduksi berbagai macam <a href="https://ndbf.lamrimnesia.com/product-category/merchandise/">makanan, minuman, dan <em>merchandise </em></a>karya anak bangsa. Semua produk ini dapat diakses di situs NDBF 2.0.</p>



<p><em>Informasi lengkap seputar NDBF 2.0 dapat diakses di situs <a href="http://ndbf.lamrimnesia.com">ndbf.lamrimnesia.com</a></em></p>



<p><em>Ikuti juga <a href="http://facebook.com/lamrimnesia">Facebook</a> &amp; <a href="http://instagram.com/lamrimnesia">Instagram</a> Lamrimnesia untuk melihat keseruan berbagai acara di NDBF 2.0!</em></p><p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2020/09/03/buka-buku-biar-bahagia-di-ndbf-2-0/">Buka Buku Biar Bahagia di NDBF 2.0</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p><p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2020/09/03/buka-buku-biar-bahagia-di-ndbf-2-0/">Buka Buku Biar Bahagia di NDBF 2.0</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/listya/">Redaksi Lamrimnesia</a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
