<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>cinta kasih - Lamrimnesia</title>
	<atom:link href="https://lamrimnesia.org/tag/cinta-kasih/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link></link>
	<description>Pathway to Everlasting Happiness</description>
	<lastBuildDate>Wed, 09 Jun 2021 12:41:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.0.14</generator>

<image>
	<url>https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2016/09/cropped-l-polos-32x32.png</url>
	<title>cinta kasih - Lamrimnesia</title>
	<link></link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Liputan Vesak Virtual Gathering KMB IPB X KDJU: Cinta Kasih Membangun Keluhuran Bangsa</title>
		<link>https://lamrimnesia.org/2021/06/08/liputanvesak-virtual-gathering-kmb-ipb-x-kdju-cinta-kasih-membangun-keluhuran-bangsa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[itsupport]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Jun 2021 07:27:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[Agama Buddha Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[buddhisme]]></category>
		<category><![CDATA[cinta kasih]]></category>
		<category><![CDATA[lamrimnesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lamrimnesia.org/?p=6084</guid>

					<description><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p>Buddha mengajarkan cinta kasih yang bisa menjadi kunci membangun keluhuran bangsa Indonesia.</p>
<p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2021/06/08/liputanvesak-virtual-gathering-kmb-ipb-x-kdju-cinta-kasih-membangun-keluhuran-bangsa/">Liputan Vesak Virtual Gathering KMB IPB X KDJU: Cinta Kasih Membangun Keluhuran Bangsa</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p>
<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2021/06/08/liputanvesak-virtual-gathering-kmb-ipb-x-kdju-cinta-kasih-membangun-keluhuran-bangsa/">Liputan Vesak Virtual Gathering KMB IPB X KDJU: Cinta Kasih Membangun Keluhuran Bangsa</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/itsupport/">itsupport</a></p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p>Waisak menjadi momen yang sangat penting bagi kita sebagai umat Buddha untuk mengenang tiga peristiwa dalam riwayat Buddha Sakyamuni, yakni kelahiran sebagai Siddharta, pertapa Siddharta mencapai penerangan sempurna, dan Buddha mencapai Parinirwana. Tidak hanya mengenang tiga peristiwa penting tersebut, kita juga bisa mengenang sifat-sifat bajik yang dimiliki oleh Buddha, salah satunya adalah cinta kasih.</p>



<p>Untuk mengupas lebih jauh tentang apa itu cinta kasih atau ”metta”, Keluarga Mahasiswa Buddhis (KMB) IPB bersama KDJU (Kamadhis Dharma Jaya Universitas Atma Jaya Yogyakarta) menggelar Talkshow dengan tajuk “<em>Genuine Love Spread Universal Happiness</em>” bersama Bhikkhu Atthadhiro sebagai pembicara pada Minggu, 30 Mei 2021. Acara ini dimoderatori oleh Jordi Kurniawan, mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara.</p>



<h4><strong>Apa itu Cinta Kasih?</strong></h4>



<blockquote class="wp-block-quote"><p>“Cinta kasih adalah satu pikiran dengan harapan semua hal yang mengacu pada diri sendiri dan makhluk lain agar bahagia,” ujar Bhikkhu Atthadhiro.</p></blockquote>



<p>Cinta kasih adalah pikiran yang berisi harapan agar kita dan semua makhluk bahagia dan inilah sikap mental yang membedakan cinta kasih dengan sikap mental lainnya. Tidak seperti simpati dan empati hanya kepada orang yang sedang kesusahan, ataupun mudita kepada orang sedang berbahagia, cinta kasih ini muncul tidak memandang bulu dan kondisi, apakah saat ini ia sedang bahagia atau tidak, melainkan senantiasa diharapkan dan tercermin dalam ungkapan, “Semoga semua makhluk bahagia”.&nbsp;</p>



<p>Cinta kasih ini beda dengan belas kasih atau karuna. Karuna<em> </em>adalah perasaan sedih ketika kita melihat makhluk lain menderita. Seperti Buddha yang memberi Dharma pada kita atas dasar karuna, Buddha berbelas kasih karena kita sebagai makhluk hidup masih diliputi penderitaan, sehingga Beliau mewariskan Dharma yang bisa membebaskan semua makhluk dari penderitaan.</p>



<h4><strong>Melatih Cinta Kasih</strong></h4>



<blockquote class="wp-block-quote"><p>“Sebelum ada tindakan nyata, hal yang harus dilatih adalah jangan membiarkan kebencian,” tutur Bhikkhu Atthadhiro.</p></blockquote>



<p>Kebencian bisa menghambat munculnya cinta kasih dalam batin kita. Kadang kita tidak menyadari hadirnya kebencian dalam batin, misal kita berharap “semoga semua makhluk berbahagia, kecuali musuh saya”. Memang kita sudah mulai menumbuhkan cinta kasih, tapi masih ada pengecualian untuk orang-orang yang tidak kita sukai.</p>



<p>Supaya cinta kasih yang sesungguhnya bisa muncul, maka kita tidak bisa membiarkan kebencian berkembang dalam batin. Kebencian hadir karena seseorang masih belum bisa melepaskan keakuan terhadap kejadian yang sudah lewat dengan berbagai alasan, misalnya karena dia memukulku, mengambil milikku, bahkan mengumpatku. Keakuan ini bisa kita lenyapkan dengan memahami bahaya dari kebencian yang bisa menimbulkan permusuhan, provokasi, dan ujaran kebencian. Kalau kebencian dibiarkan menguasai diri, maka kita akan sulit untuk menumbuhkan cinta kasih.&nbsp;</p>



<p>Bhikkhu Atthadhiro lebih lanjut berpesan agar kita tidak fokus terhadap hal-hal yang tidak menyenangkan karena hanya akan mengarahkan pikiran kita terhadap kebencian. Apabila kita ingin mengembangkan cinta kasih, maka harus meninggalkan kebencian. Penawar dari kebencian adalah kesabaran. Kita sabar kalau ada orang yang marah karena kita tahu bahwa ia sedang tidak diliputi cinta kasih. Kita juga harus sabar apabila ada orang yang menyebar ujaran kebencian agar tidak terprovokasi dalam perkelahian. Kalau kita bisa sabar, kita pasti bisa mengembangkan cinta kasih sehingga tidak memiliki kehendak untuk membuat orang lain tersakiti, menderita, tersinggung, dan marah.</p>



<h4><strong>Tujuan dan Manfaat Cinta Kasih</strong></h4>



<blockquote class="wp-block-quote"><p><strong>“</strong>Sebetulnya tujuan dan manfaat pengembangan cinta kasih adalah untuk diri sendiri. Orang yang mencintai diri sendiri maka bisa mencintai orang lain. Tidur nyenyak, tidak mimpi buruk, bangun tidur segar, mudah konsentrasi, ketika meninggal tidak akan kebingungan, akan terlahir di alam Brahma – berhubungan dengan spiritual,” ujar Bhikkhu Atthadhiro terkait manfaat cinta kasih.</p></blockquote>



<p>Cinta kasih akan membawa kebahagiaan untuk kita dan semua makhluk. Seseorang tidak akan menyakiti kalau ia tidak disakiti, seseorang akan mencintai apabila ia dicintai. Orang akan senang dengan kita karena punya cinta kasih. Orang memberi dana dan perhatian karena ia punya cinta kasih. Cinta kasih itu diibaratkan sebagai sosok ibu. Ibu tidak akan membiarkan anaknya hidup dalam kesulitan, maka ia akan melakukan apapun untuk kebahagiaan anaknya.&nbsp;</p>



<p>Cinta kasih yang kita kembangkan akan memberi banyak manfaat, misal tidur nyenyak dan tidak bermimpi buruk karena kita tidak memiliki kebencian terhadap siapapun. Kita pun bisa melakukan aktivitas sehari-hari dengan penuh konsentrasi karena tidak memikirkan balas dendam terhadap orang yang mengganggu, karena kita bisa bersikap sabar terhadapnya. Ketika kita sudah terbiasa mengembangkan cinta kasih, ketika akan meninggal pun kita merasa damai karena yang ada dalam batin hanyalah “cinta kasih”. Lebih jauh lagi, meditasi cinta kasih yang sering dilatih setiap hari bisa membuat suatu makhluk terlahir di alam Brahma.</p>



<blockquote class="wp-block-quote"><p>“Dengan meditasi kita bisa mengaktifkan cinta kasih dalam diri. Apapun yang diulang-ulang akan masuk dalam ingatan kita,” imbuh Bhikkhu Atthadhiro.</p></blockquote>



<p>Meditasi adalah salah satu metode latihan batin yang bisa kita lakukan di mana pun juga. Dengan meditasi cinta kasih, kita bisa melatih berulang-ulang salah satu nilai luhur Buddha. Sebagai hasilnya, rasa welas asih juga bisa muncul dalam diri kita saat melihat orang lain kesusahan dan segera membantunya.</p>



<h4><strong>Benang Merah Cinta Kasih dan Keluhuran Bangsa</strong></h4>



<p>Ternyata ada lho benang merah antara cinta kasih dengan Indonesia! Seperti apakah benang merah itu?</p>



<blockquote class="wp-block-quote"><p>“Kita adalah bangsa Indonesia, dahulu dikenal sebagai bangsa yang luhur, punya tingkat sopan santun yang tinggi, gotong-royong, dan toleransi,” ujar Bhikkhu Atthadhiro.</p></blockquote>



<p>Dahulu, bangsa Indonesia adalah bangsa yang menjadi suri tauladan bagi bangsa-bangsa di dunia karena terkenal akan sifat ramah penduduknya, suka bekerja sama, dan mengedepankan toleransi. Namun, sekarang nilai-nilai ini kiranya berkurang karena penduduknya hanya mementingkan diri sendiri. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya ujaran kebencian yang beredar di media sosial, orang-orang mudah emosi karena terprovokasi hingga akhirnya timbul perkelahian antar tetangga, antar desa, dan antar geng.</p>



<p>Lebih lanjut Beliau menjelaskan ketika ingin menghidupkan nilai-nilai luhur bangsa ini, maka kita harus punya cinta kasih yang terwujud dalam sikap gotong-royong, toleransi, dan peduli sehingga antar golongan bisa dekat dan bersatu. Ketika ada bencana tanah longsor kita bisa saling mengulurkan tenaga dan materi. Apabila kita tidak sanggup maka berilah doa, bukan malah menyalahkan si korban karena memiliki tempat tinggal dekat tebing. Apabila ada bencana gempa bumi, bantulah semampu kita, bukan menyalahkan mereka yang tinggal di daerah yang acap kali terjadi gempa. Kita tidak pernah tahu kapan musibah datang, bisa besok, dua tahun lagi, atau detik ini juga. Apabila ada sahabat kita sedang menunaikan ibadah, maka berilah ia waktu. Kalau kita hidup damai dalam keberagaman, pasti kan bahagia.</p>



<p>Oleh sebab itu, Bhikkhu Atthadhiro berpesan pada kita semua untuk menjadi bangsa yang luhur dengan menumbuhkan cinta kasih untuk saling peduli dan gotong royong untuk menjadi bangsa yang besar. Bangsa menjadi besar bukan hanya karena pemimpinnya, tapi karena setiap lapisan masyarakatnya bersatu untuk terus maju menjadi bangsa teladan.&nbsp;</p>



<p>Di penghujung acara, Bhikkhu Atthadhiro menyimpulkan bahwa cinta kasih bisa mengkondisikan bangsa kita untuk kembali memiliki keluhuran seperti perilaku gotong-royong, ramah, sopan. Namun, sekarang kita malah semakin individualis, terbukti dari maraknya korupsi (waktu, materi, dan tenaga) dan juga provokasi. Ini semua karena karena cinta kasih tidak dikembangkan. Untuk mengatasinya, kita bisa memulai melatih cinta kasih dari diri sendiri, yaitu dengan menjadi orang yang suka berdana dan mempraktikkan lima sila. Apabila cinta kasih sudah tumbuh dalam diri, maka kita bisa menyebarkan cinta kasih untuk semua orang sehingga menjadikan bangsa ini semakin besar. Bangsa yang besar bisa bangkit karena dimulai dari individu-individunya yang memiliki cinta kasih untuk menyatukan keluhuran bangsa.</p><p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2021/06/08/liputanvesak-virtual-gathering-kmb-ipb-x-kdju-cinta-kasih-membangun-keluhuran-bangsa/">Liputan Vesak Virtual Gathering KMB IPB X KDJU: Cinta Kasih Membangun Keluhuran Bangsa</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p><p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2021/06/08/liputanvesak-virtual-gathering-kmb-ipb-x-kdju-cinta-kasih-membangun-keluhuran-bangsa/">Liputan Vesak Virtual Gathering KMB IPB X KDJU: Cinta Kasih Membangun Keluhuran Bangsa</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/itsupport/">itsupport</a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Makna “Semoga Semua Makhluk Berbahagia”: Mencintai ala Buddhis adalah Memberikan Kebahagiaan yang Sejati</title>
		<link>https://lamrimnesia.org/2017/02/14/makna-semoga-semua-makhluk-berbahagia-mencintai-ala-buddhis-adalah-memberikan-kebahagiaan-yang-sejati/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Lamrimnesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Feb 2017 05:50:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[buddha]]></category>
		<category><![CDATA[buddhism]]></category>
		<category><![CDATA[cinta kasih]]></category>
		<category><![CDATA[compassion]]></category>
		<category><![CDATA[It's Lamrim It's Buddhism]]></category>
		<category><![CDATA[lamrim]]></category>
		<category><![CDATA[lamrimnesia]]></category>
		<category><![CDATA[membangkitkan bodhicitta]]></category>
		<category><![CDATA[metta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://lamrimnesia.org/?p=2782</guid>

					<description><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p>oleh: BESTRELOAD “Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta, semoga semua makhluk berbahagia.” Jika kamu seorang Buddhis, pastinya kamu sering mengucapkan kata-kata ini, tapiapakah kamu sudah benar-benar meresapi maknanya? Kamu pastinya menginginkan kebahagiaan selalu hadir dalam hidupmu, segala cara kamu upayakan untuk mencapainya. Namun, kita harus tahu bahwa kebahagiaan juga merupakan hak dari semua orang—semua makhluk. Kita tidak [...]</p>
<p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2017/02/14/makna-semoga-semua-makhluk-berbahagia-mencintai-ala-buddhis-adalah-memberikan-kebahagiaan-yang-sejati/">Makna “Semoga Semua Makhluk Berbahagia”: Mencintai ala Buddhis adalah Memberikan Kebahagiaan yang Sejati</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p>
<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2017/02/14/makna-semoga-semua-makhluk-berbahagia-mencintai-ala-buddhis-adalah-memberikan-kebahagiaan-yang-sejati/">Makna “Semoga Semua Makhluk Berbahagia”: Mencintai ala Buddhis adalah Memberikan Kebahagiaan yang Sejati</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/listya/">Redaksi Lamrimnesia</a></p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p>oleh: BESTRELOAD</p>
<blockquote class="modern-quote full"><p><em>“Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta, </em>semoga semua makhluk berbahagia.<em>”</em></p></blockquote>
<p>Jika kamu seorang Buddhis, pastinya kamu sering mengucapkan kata-kata ini, tapiapakah kamu sudah benar-benar meresapi maknanya?</p>
<p>Kamu pastinya menginginkan kebahagiaan selalu hadir dalam hidupmu, segala cara kamu upayakan untuk mencapainya. Namun, kita harus tahu bahwa kebahagiaan juga merupakan hak dari semua orang—semua makhluk. Kita tidak bisa menghindar dari kenyataan bahwa yang menginginkan kebahagiaan bukan hanya kamu, atau orang tuamu, kerabatmu, maupun temanmu, tapi semua, termasuk orang yang berbeda agama denganmu, musuhmu, hewan-hewan, maupun orang-orang yang tidak kamu kenal, semuanya sama-sama ingin bahagia dan tidak menderita.</p>
<p>Cinta sendiri artinya adalah berharap makhluk lain bahagia atau sering disebut sebagai <em>metta</em>, dan welas kasih adalah berharap makhluk lain tidak menderita atau <em>karuna.</em></p>
<p>Membangkitkan cinta kasih yang universal memang butuh waktu, maka itu mulailah dari diri kamu sendiri, lalu secara bertahap kamu dapat memberikan pengaruh ke keluargamu, orang-orang sekelilingmu, dan teman-temanmu.  Coba deh bayangkan, jika semua orang bisa memiliki rasa cinta kasih universal dalam diri mereka, tentunya dunia akan menjadi lebih indah dan damai.</p>
<p><strong>Tapi kamu harus berhati-hati lho, karena perbuatan kamu pada seseorang atas dasar rasa cinta kasih, belum tentu baik baginya. Agar perbuatanmu bisa bermanfaat bagi orang yang kamu cintai, kamu butuh kebijaksanaan.</strong></p>
<p>Coba lihat orang tuamu yang mendidikmu dari kecil, mereka menggunakan berbagai macam cara agar kamu menjadi anak yang baik. Cara-cara yang mereka lakukan padamu tidak semuanya manis kan? Kadang mamamu memarahimu saat kamu bandel, atau memberikan hukuman ketika kamu tidak patuh, tapi semua ini dilakukan atas dasar cinta kasih mereka terhadapmu lho.</p>
<p>Sama halnya di Buddhis, karena kebahagiaan yang ingin kita berikanpada orang yang kita cintai seharusnya bukan kebahagiaan yang sementara saja, tapi berikanlah <em>sumber kebahagiaan </em>pada mereka yang kamu cintai. <em>Sumber kebahagiaan</em> yang sejati berkaitan dengan tiga motivasi utama dalam praktik Buddhadharma, yaitu kebahagiaan di kehidupan mendatang, pembebasan samsara, atau pencerahan sempurna.</p>
<p>Pada artikel singkat ini,  kamu akan mengetahui, bagaimana cara mencintai ala Buddhis. Kamu pasti memiliki <em>list</em> orang yang kamu cintai seperti pacar, orang tua, atau saudara. Lakukanlah hal ini untuk menunjukkan rasa cintamu pada mereka.</p>
<p><strong>Ajaklah orang yang kamu cintai untuk berbuat kebaikan, karena akar dari semua kebahagiaan kita adalah berasal dari hukum karma</strong></p>
<p>Kamu pasti pernah mendengar istilah “untuk membantu orang yang kelaparan, memberikan kail dan mengajarkan memancing tentunya lebih bermanfaat daripada memberikannya ikan.” Ada saatnya orang yang kamu cintai membutuhkan ‘ikan’ langsung, karena kebutuhan setiap orang berbeda, tapi cobalah mulai memberikan pengertian pada mereka bahwa semua hal bahagia yang dirasakan berasal dari karma baik yang telah kamu perbuat, jadi perbuatan-perbuatan baik seperti berdana dan membantu orang lain merupakan sebab-sebab bagi kita untuk mendapatkan kebahagiaan.</p>
<p>Jika mereka masih sulit, kamu bisa mulai dari memberikan contoh atau teladan dalam berbuat baik, kemudian mengajak mereka melakukannya bersama-sama, hal ini seperti ‘mengajarkan memancing’ pada mereka. Setelah melakukan perbuatan baik, pasti ada energi positif yang muncul seperti rasa syukur dan senang yang berbeda dari biasanya, atas hal ini kuatkanlah karma positif ini dengan bermudita cita. Halini akan memberikan mereka semangat untuk kembali berbuat baik ke depannya. Pada tahap ini kamu sudah memberikannya satu tahap menuju kebahagiaan yang sejati.</p>
<p><strong>Mulailah bersama-sama menghilangkan sifat-sifat buruk seperti melekat, rasa benci, dan kurang kebijaksanaan, karena itu semua adalah sumber penderitaan kalian</strong></p>
<p>Sang Buddha mengajarkan pada kita bahwa sumber penderitaan kita adalah kekotoran batin atau <em>klesha</em> (yang utama ada 3 yaitu kemelekatan, kebencian, dan kebodohan), ketika kita bisa menghilangkan klesha sepenuhnya, maka kita telah terbebas dari penderitaan.</p>
<p>Maka dari itu kamu seharusnya mengetahui bahwa ketika kamu mengharapkan orang yang kamu cintai bahagia, kebahagiaan yang sesungguhnya berasal dari dalam diri masing-masing, yaitu dengan  menghilangkan sebab <em>dukkha</em> itu sendiri. Maka itu arahkanlah mereka bersama-sama dirimu melatih diri untuk menghilangkan <em>klesha</em> ini.</p>
<p>Mungkin kamu merasa kalau menghilangkan <em>klesha</em> itu “ketinggian”, tapi ingatlah bahwa Dhamma itu indah pada awal, pertengahan, dan akhir, di saat kamu belajar dan dalam proses menghilangkan klesha itu sendiri, kamu akan mendapatkan kebahagiaan. Menghilangkan klesha tidak serumit kelihatannya, cukup mulai dari menghilangkan sifat-sifat buruk seperti pelit, iri hati, benci, mulai dari yang kasar dulu, setahap demi setahap batinmu akan menjadi lebih stabil, barulah kamu menghilangkan yang halus. Ingat: jangan lupakan diri kamu sendiri, karena kamu baru bisa menolong orang lain saat dirimu sudah tertolong</p>
<p><strong>Cinta kasihmu membuatmu sudah memiliki niat untuk menolong orang lain pada jalan Dhamma, tapi rasanya kok sangat sulit ya? Kamu butuh kapasitas.</strong></p>
<p>Pada saat kamu merasakan hal ini, di sini kamu bisa membangkitkan motivasi tertinggi di Buddhis yaitu menjadi Buddha untuk menolong semua makhluk. Mungkin semua makhluk terlalu jauh bagimu, tapi coba mulailah dari pacarmu dan orang tuamu, apakah kamu sudah bisa menolong mereka? Saya sendiri menyuruh mama saya untuk ke vihara saja sulit.</p>
<p>Saya juga terinspirasi oleh perkataan seorang guru:</p>
<blockquote class="modern-quote full"><p>“Misalnya ibumu mata duitan, kamu mau menolong ibumu, jadi kamu kasih dia duit, itu bukan menolong, Itu malah mempertebal kemelekatan ibumu. Kamu sama saja mendorong Ibumu ke neraka”</p></blockquote>
<p>Cobalah bayangkan jika kita memiliki kualitas seorang Buddha, tentunya kita bisa menolong mereka dengan cara yang mahir dan tepat sasaran. Coba kamu baca riwayat hidup Sang Buddha, beliau mengucapkan beberapa kata saja sudah membuat orang-orang mencapai tingkat <em>Arahat</em>, artinya sudah bebas dari penderitaan. Maka dari itu, bayangkan deh kalau kamu saat ini jadi Buddha, kamu akan memberikan kebahagiaan sejati bagi orang tuamu, pacarmu, teman-temanmu. Sayangnya, kamu belum mencapai kapasitas itu kan? Maka itu mulailah bangkitkan motivasi untuk meraih hal tersebut. Dari situ, setahap demi setahap kamu dapat mengembangkan kapasitasmu menjadi orang yang lebih baik. Dalam prosesnya toh kamu juga dapat menolong banyak orang. Ingat, Dhamma itu indah pada awal, proses, dan akhir.</p>
<p>Maka dari itu “<em>Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta</em>“ yang kamu ucapkan mulai saat ini jangan hanya di mulut saja, tapi bangkitkanlah pemahaman yang benar, sikap yang benar dan motivasi yang benar untuk mengaplikasikannya di kehidupanmu. Ingatlah cinta kasih dan kebijaksanaan harus berjalan beriringan, tanpa kebijaksanaan pertolonganmu bisa salah sasaran, tanpa cinta kasih kamu bahkan tidak akan mulai menolong.</p><p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2017/02/14/makna-semoga-semua-makhluk-berbahagia-mencintai-ala-buddhis-adalah-memberikan-kebahagiaan-yang-sejati/">Makna “Semoga Semua Makhluk Berbahagia”: Mencintai ala Buddhis adalah Memberikan Kebahagiaan yang Sejati</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p><p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2017/02/14/makna-semoga-semua-makhluk-berbahagia-mencintai-ala-buddhis-adalah-memberikan-kebahagiaan-yang-sejati/">Makna “Semoga Semua Makhluk Berbahagia”: Mencintai ala Buddhis adalah Memberikan Kebahagiaan yang Sejati</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/listya/">Redaksi Lamrimnesia</a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Apa itu Cinta Kasih?</title>
		<link>https://lamrimnesia.org/2016/11/11/apa-itu-cinta-kasih-kasih/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Lamrimnesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Nov 2016 02:48:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[cinta kasih]]></category>
		<category><![CDATA[compassion]]></category>
		<category><![CDATA[dharma]]></category>
		<category><![CDATA[praktik bodhisatwa]]></category>
		<category><![CDATA[welas asih]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://lamrimnesia.org/?p=2528</guid>

					<description><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p>Oleh Matt Linden Cinta kasih kasih adalah keinginan agar semua orang berbahagia, yang didasarkan pada pemahaman bahwa setiap orang ingin berbahagia. Cinta kasih kasih dapat diberikan kepada semua orang, terlepas dari hubungan mereka dengan kita atau apa yang telah mereka perbuat, dan cinta kasih kasih tak mengharapkan apapun sebagai imbalan. Dalam Buddhisme, Cinta kasih adalah [...]</p>
<p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2016/11/11/apa-itu-cinta-kasih-kasih/">Apa itu Cinta Kasih?</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p>
<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2016/11/11/apa-itu-cinta-kasih-kasih/">Apa itu Cinta Kasih?</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/listya/">Redaksi Lamrimnesia</a></p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p><em>Oleh Matt Linden</em><b></b></p>
<p>Cinta kasih kasih adalah keinginan agar semua orang berbahagia, yang didasarkan pada pemahaman bahwa setiap orang ingin berbahagia. Cinta kasih kasih dapat diberikan kepada semua orang, terlepas dari hubungan mereka dengan kita atau apa yang telah mereka perbuat, dan cinta kasih kasih tak mengharapkan apapun sebagai imbalan. Dalam Buddhisme, Cinta kasih adalah sumber kebahagiaan yang terbesar.</p>
<p><b>Cinta kasih versus Kemelekatan</b></p>
<p>Cinta kasih seringkali dibarengi dengan emosi-emosi lainnya. Dengan kemelekatan yang tak sehat pada seseorang, kita melebih-lebihkan kualitas pribadinya yang bagus – baik yang nyata ada ataupun yang kita idamkan – dan menyangkal kekurangannya. Kita melekat padanya dan menjadi kecewa ketika ia tak memberikan perhatian kepada kita, dan kita berpikir, “Saya mencintaimu; jangan pernah meninggalkanku; saya tak dapat hidup tanpamu.”</p>
<p>Cinta kasih sejati adalah hasrat untuk menjaga kebahagiaan semua makhluk tanpa pilih kasih, terlepas dari apakah kita menyukai mereka atau tidak &#8211; Yongdzin Ling Rinpoche</p>
<p>Cinta kasih dalam Buddhisme adalah merasa dekat dengan orang lain, terlepas dari apakah mereka juga mencintai dan menyayangi kita, sehingga tak ada ketergantungan kepada siapa pun. Cinta kasih yang bercampur dengan ikatan dan ketergantungan tidaklah kuat. Jika orang yang kita cintai melakukan sesuatu yang melukai kita, kita bisa saja tak mencintainya lagi. Lihat saja berapa banyak pernikahan yang dimulai dengan cinta kasih dan diakhiri dengan perceraian! Ketika kita terbebas dari harapan-harapan, tak ada yang dapat menggoyahkan kita. Seperti halnya orang tua yang selalu mencintai dan menginginkan yang terbaik bagi anaknya yang nakal, mengembangkan cinta kasih yang kuat memberikan kita kemampuan untuk mengatasi orang yang paling sulit sekalipun. Dibutuhkan latihan, akan tetapi kita semua memiliki kemampuan untuk itu.</p>
<p><b>Mencintai Diri Sendiri</b></p>
<p>Cinta kasih yang universal mencakup aspek yang sering kali terlupakan: kita perlu mencintai diri sendiri juga. Hal ini bukan hanya soal mengharapkan sesuatu untuk memuaskan keinginan kita yang tiada henti akan kenikmatan dan hiburan. Kebahagiaan kecil yang kita peroleh dari hal-hal seperti itu tidak kekal dan pada akhirnya kita akan selalu mengharapkan lebih banyak lagi.</p>
<p>Jika kita mencintai diri sendiri, kita akan berupaya menemukan kebahagiaan sejati yang abadi, bukan hanya kenikmatan sesaat. Ketika kita mulai bisa mencintai diri sendiri, kita juga bisa mencintai sesama dengan kesungguhan.</p>
<p><i>(Sumber: http://studybuddhism.com/en/buddhism-in-daily-life/what-is/what-is-love | diterjemahkan oleh: Tim Hendera)</i></p><p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2016/11/11/apa-itu-cinta-kasih-kasih/">Apa itu Cinta Kasih?</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p><p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2016/11/11/apa-itu-cinta-kasih-kasih/">Apa itu Cinta Kasih?</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/listya/">Redaksi Lamrimnesia</a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
