<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>tindakan seksual yang tidak pantas - Lamrimnesia</title>
	<atom:link href="https://lamrimnesia.org/tag/tindakan-seksual-yang-tidak-pantas/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link></link>
	<description>Pathway to Everlasting Happiness</description>
	<lastBuildDate>Wed, 07 Mar 2018 02:59:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.0.11</generator>

<image>
	<url>https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2016/09/cropped-l-polos-32x32.png</url>
	<title>tindakan seksual yang tidak pantas - Lamrimnesia</title>
	<link></link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Menghadapi Fenomena Pelakor dengan Welas Asih</title>
		<link>https://lamrimnesia.org/2018/03/06/menghadapi-fenomena-pelakor-dengan-welas-asih/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Lamrimnesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Mar 2018 09:48:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[buddha]]></category>
		<category><![CDATA[buddhism]]></category>
		<category><![CDATA[compassion]]></category>
		<category><![CDATA[dhamma]]></category>
		<category><![CDATA[dharma]]></category>
		<category><![CDATA[It's Lamrim It's Buddhism]]></category>
		<category><![CDATA[karma]]></category>
		<category><![CDATA[lamrim]]></category>
		<category><![CDATA[lamrimnesia]]></category>
		<category><![CDATA[pelakor]]></category>
		<category><![CDATA[tindakan seksual yang tidak pantas]]></category>
		<category><![CDATA[welas asih]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lamrimnesia.org/?p=3969</guid>

					<description><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p>oleh: BESTRELOADun Kamu pasti tahu kasus pelakor yang belakangan ini viral kan? Menurut kamu siapa yang salah? Pelakor atau perebut lelaki orang menjadi buah bibir yang belakangan ini marak dibahas di masyarakat, terlihat satu video viral dimana si istri mempermalukan seorang wanita yang tertangkap berselingkuh dengan suaminya. Video ini memicu banyak tanggapan, ada yang merasa [...]</p>
<p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2018/03/06/menghadapi-fenomena-pelakor-dengan-welas-asih/">Menghadapi Fenomena Pelakor dengan Welas Asih</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p>
<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2018/03/06/menghadapi-fenomena-pelakor-dengan-welas-asih/">Menghadapi Fenomena Pelakor dengan Welas Asih</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/listya/">Redaksi Lamrimnesia</a></p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p>oleh: BESTRELOADun</p>
<p>Kamu pasti tahu kasus pelakor yang belakangan ini viral kan? Menurut kamu siapa yang salah?</p>
<p>Pelakor atau perebut lelaki orang menjadi buah bibir yang belakangan ini marak dibahas di masyarakat, terlihat satu video viral dimana si istri mempermalukan seorang wanita yang tertangkap berselingkuh dengan suaminya. Video ini memicu banyak tanggapan, ada yang merasa bahwa ini adalah hukuman yang setimpal, ada yang menganggap bahwa tindakan si istri kelewatan, dan sebagainya, namun untuk kamu yang Buddhis, bagaimana kamu harus menanggapinya? Tulisan ini murni merupakan pendapat subjektif penulis yang menghubungkan fenomena pelakor dengan nilai-nilai Buddhis yang selama ini penulis pelajari.</p>
<p><strong>Jujur, tidak semua hubungan berjalan mulus, kamu yang pernah berpasangan pasti pernah mengalami masa-masa tersebut.</strong></p>
<p>Hal ini adalah hal yang lumrah, ketika kamu sudah berkomitmen dengan satu orang, dan ada sebagian kemauan atau ekspektasimu yang tidak tercapai, maka melirik orang lain menjadi satu reaksi. Apalagi menurut Buddhis, kita semua membawa jejak-jejak karma yang begitu banyaknya dari kehidupan lampau, jika kamu dulu pernah selingkuh, maka ada kecenderungan kamu akan melakukannya lagi, dan hal ini gak bisa kamu kendalikan sama sekali. Bagaimana cara menghentikannya? Dengan menambah kapasitas batinmu melalui metode tiga latihan sila (menjaga moralitas), samadhi (konsentrasi terpusat), dan prajna (kebijaksanaan). Mulai dari menambah pengetahuan seperti mengetahui apa saja karma hitam (termasuk didalamnya selingkuh) dan akibat-akibat apa yang bisa diterima.</p>
<p>Jadi ketika kamu melihat seorang pelakor, coba bayangkan bahwa orang tersebut memang punya jejak-jejak karma dari sebelumnya, kamu juga mungkin saja punya. Kamu dan dia sama-sama makhluk yang masih berada dalam tahap latihan, jadi bukannya mencemooh atau ikutan mengejek, kamu harusnya mengembangkan sikap welas asih saat melihat fenomena pelakor tersebut.</p>
<p><strong>Solusi masalah itu harusnya ke dalam bukan ke luar,  bukan saja hubungan pertemanan hancur, hubungan dengan pasangan juga semakin berantakan</strong></p>
<p>Filosofi utama dalam Buddhisme adalah kebahagiaan berasal dari faktor internal, bukan faktor eksternal. Itu kenapa Buddha Gautama mencapai pencerahan dengan bermeditasi mengalahkan kekotoran batinnya, bukan dengan menjadi <em>batman/ superman</em> untuk mengalahkan atau membunuh musuhnya. Ada juga satu kutipan Guru besar Shantidewa yang mengatakan bahwa “Kamu tidak bisa mendapatkan kulit untuk menutupi seluruh dunia, namun dengan kulit dibawah kakiku, seluruh dunia bisa kujelajahi”.  Hal ini berlaku juga untuk banyak permasalahan di kehidupan sehari-hari.</p>
<p>Hal yang dilakukan si istri merupakan hal yang tidak tepat, karena lebih baik hubungan rumah tangga diselesaikan di dalam melalui komunikasi langsung dengan suaminya, namun dengan menyebarkan video penghakiman pelakor tersebut, situasi menjadi semakin rumit dan keadaan menjadi semakin tidak dapat diperbaiki.</p>
<p><strong>Suatu permasalahan tidak akan selesai jika dihadapi dengan kebencian, kebencian hanya berakhir jika dibalas dengan cinta kasih</strong></p>
<p>Sama seperti si istri yang merasa dikhianati, lalu mengunggah videonya mempermalukan pelakor itu, pada akhirnya kini yang muncul adalah video-video klarifikasi balasan dari pihak lawannya itu. Bukan hanya itu, kini kebencian tersebar di masyarakat, banyak yang mencemooh si pelakor, suaminya sendiri, bahkan si istri sendiri juga banyak dicemooh karena kelakuannya. Hasilnya semuanya rugi, tentunya jika kamu jadi mereka hidup jadi gak tenang kan? Semuanya tidak bahagia.</p>
<p>Buddhis selalu menekankan bahwa kebencian haruslah dibalas dengan cinta kasih, karena kebencian muncul dari karma dan <em>klesha</em>, dan saat kamu balas membenci, kamu membuat lagi karma yang serupa, dan akhirnya karena kebiasaan kamu akan terus-menerus melakukan hal yang sama dan <em>klesha</em> kebencian akan semakin kuat. Akibatnya, masalah baru akan terus datang bertubi-tubi sebagai akibat dari kebencian yang makin besar itu. Maka dari itu, hanya dengan mengembangkan cinta kasihlah kamu bisa mengikis kebencian sehingga lama-kelamaan tidak lagi harus mendapat akibat buruk dari membenci.</p>
<p>Contoh nyata bisa kita ambil cerita dari majalah Vogue artikel berjudul “<em>One Woman&#8217;s Tale of Marital Survival After Falling For Another Man</em>” (Dikutip dari <a href="https://tirto.id/sisi-lain-isu-pelakor-jatuh-cinta-kepada-orang-selain-pasangan-cE94">https://tirto.id/sisi-lain-isu-pelakor-jatuh-cinta-kepada-orang-selain-pasangan-cE94</a>), cerita seorang bernama Marcia yang jatuh cinta pada orang lain saat dirinya telah menikah. Marcia mengakui kesalahannya dan secara tulus meminta maaf kepada suaminya. Suaminya tidak marah dan bisa memaafkannya. Suaminya mengajarkan nilai empati pada Marcia sehingga akhirnya kedua pasangan ini bisa saling menerima.</p>
<p><strong>Jadi&#8230;</strong></p>
<p>Ya, dalam Buddhis, berhubungan seksual dengan orang selain pasangan merupakan tindakan seksual yang tidak pantas. Jelas-jelas melanggar salah satu sila dari Pancasila Buddhis. Pihak lelaki yang berselingkuh maupun pelakor berbuat karma buruk yang sama. Karma buruk tetap ada walaupun belum berhubungan seksual, namun jalan karma hitamnya belum lengkap.</p>
<p><strong>Tapi…</strong></p>
<p>Ketika kamu jadi korban perselingkuhan, apakah kamu memilih membuat karma buruk sendiri dengan marah-marah dan koar-koar di sosmed, <strong>atau</strong> berbuat bajik dengan membantu pasangan kamu agar tidak berbuat karma buruk lagi? Itu semua pilihanmu.</p><p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2018/03/06/menghadapi-fenomena-pelakor-dengan-welas-asih/">Menghadapi Fenomena Pelakor dengan Welas Asih</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p><p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2018/03/06/menghadapi-fenomena-pelakor-dengan-welas-asih/">Menghadapi Fenomena Pelakor dengan Welas Asih</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/listya/">Redaksi Lamrimnesia</a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>“Saya Berjanji Melatih Diri Menghindari Tindakan Seksual yang Tidak Pantas” – Yakin Sudah Mempraktikkannya?</title>
		<link>https://lamrimnesia.org/2018/02/23/saya-berjanji-melatih-diri-menghindari-tindakan-seksual-yang-tidak-pantas-yakin-sudah-mempraktikkannya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Lamrimnesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Feb 2018 04:15:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[buddha]]></category>
		<category><![CDATA[buddhism]]></category>
		<category><![CDATA[dhamma]]></category>
		<category><![CDATA[dharma]]></category>
		<category><![CDATA[karma]]></category>
		<category><![CDATA[lamrim]]></category>
		<category><![CDATA[lamrimnesia]]></category>
		<category><![CDATA[pancasila]]></category>
		<category><![CDATA[pancasila buddhis]]></category>
		<category><![CDATA[tindakan seksual yang tidak pantas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lamrimnesia.org/?p=3957</guid>

					<description><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p>oleh: BESTRELOAD Apa kamu sudah baca artikel tentang akibat pelanggaran Pancasila Buddhis yang satu ini? Jika kamu banyak masalah dengan hubungan personal seperti selalu jomblo, naksir pacar orang, pasangan tidak setia, dan lain-lain, bisa dipastikan kamu pernah melakukan tindakan seksual yang tidak pantas di kehidupan lampau. Baca selengkapnya: https://lamrimnesia.org/2018/02/08/buddha-kenapa-aku-jomblo/ Agar dapat menyelamatkan diri dari masalah-masalah [...]</p>
<p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2018/02/23/saya-berjanji-melatih-diri-menghindari-tindakan-seksual-yang-tidak-pantas-yakin-sudah-mempraktikkannya/">“Saya Berjanji Melatih Diri Menghindari Tindakan Seksual yang Tidak Pantas” – Yakin Sudah Mempraktikkannya?</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p>
<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2018/02/23/saya-berjanji-melatih-diri-menghindari-tindakan-seksual-yang-tidak-pantas-yakin-sudah-mempraktikkannya/">“Saya Berjanji Melatih Diri Menghindari Tindakan Seksual yang Tidak Pantas” – Yakin Sudah Mempraktikkannya?</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/listya/">Redaksi Lamrimnesia</a></p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p>oleh: BESTRELOAD</p>
<p>Apa kamu sudah baca artikel tentang akibat pelanggaran Pancasila Buddhis yang satu ini? Jika kamu banyak masalah dengan hubungan personal seperti selalu jomblo, naksir pacar orang, pasangan tidak setia, dan lain-lain, bisa dipastikan kamu pernah melakukan tindakan seksual yang tidak pantas di kehidupan lampau.</p>
<p>Baca selengkapnya: <a href="https://lamrimnesia.org/2018/02/08/buddha-kenapa-aku-jomblo/">https://lamrimnesia.org/2018/02/08/buddha-kenapa-aku-jomblo/</a></p>
<p>Agar dapat menyelamatkan diri dari masalah-masalah itu, kamu harus melakukan tindakan-tindakan untuk mencegah tindakan seksual yang tidak pantas dengan kesadaran penuh . Jangan sampai lengah dan ‘bablas’ seperti lirik lagu ini:</p>
<p><em> “My mind telling me no, but my body, my body telling me yes,”</em> R.Kelly &#8211; Bump N&#8217; Grind</p>
<p>Selingkuh termasuk tindakan seksual yang tidak pantas. Tindakan-tindakan lain yang harus dihindari antara lain: melakukan perkosaan, pelecehan, ataupun melakukan perbuatan seksual yang tidak wajar. Kamu bisa menghindarinya dengan cara-cara dibawah ini:</p>
<ol>
<li><strong> Menjaga nafsu keinginan</strong>: Buddhis memiliki suatu filosofi bahwa segala penderitaan disebabkan dari nafsu keinginan yang kemudian menjadi kemelekatan. Tentunya kamu akan menyadari sendiri bahwa hal-hal seperti tidak setia, melakukan pelecehan seksual, maupun melakukan hal-hal seksual yang diluar kewajaran dasarnya <strong>pasti </strong>adalah nafsu keinginan. Lalu bagaimana cara mengurangi nafsu keinginan? Caranya adalah dengan melatih 2 tipe meditasi. Pertama adalah meditasi konsentrasi, kamu akan menjadi lebih tenang dan mengenali diri sendiri, efeknya kamu bisa menjaga sila dengan lebih baik. Yang kedua adalah meditasi vipassana yang bertujuan mengembangkan kebijaksanaan.</li>
<li><strong> Mengembangkan kebijaksanaan</strong>: tentunya setelah kamu mengetahui cara mengendalikan dirimu, kamu harus mengetahui apakah suatu perbuatan itu benar atau salah dengan analisis yang tepat. Saya merasa bahwa parameter perilaku seksual yang salah perlu mempertimbangkan banyak hal sekaligus. Semua sangat tergantung pada kebijaksanaanmu sebagai manusia yang hidup di masyarakat yang memiliki norma sosial dan hukum yang berlaku. Maka dari itu kamu harus memperhatikan hal-hal ini sebagai pertimbangan:
<ol>
<li><strong>Mengerti norma-norma sosial dan aturan yang dianut masyarakat:</strong> mengerti hal-hal apa saja yang dianggap tabu di masyarakat, juga yang secara legal dikategorikan melanggar hukum misalnya masalah umur, tempat, dst.</li>
<li><strong>Pengetahuan akan seksualitas dan hal-hal terkait:</strong> mengerti bahwa setiap orang memiliki kecenderungan seksual yang berbeda-beda, sehingga kamu dapat menerima tanpa menghakimi seseorang berdasarkan seksualitas mereka.</li>
<li><strong>Pemahaman tentang hukum karma: </strong>lanjut dari poin sebelumnya, mengerti bahwa semua makhluk membawa kecenderungan karma dari kehidupan sebelumnya, kemudian mengerti bagaimana suatu jalan karma menjadi lengkap terkait tindakan seksual yang tidak pantas: dasar: waktu, tempat, orang, dan bagian tubuh yang salah<img loading="lazy" class="size-full wp-image-3964 aligncenter" src="https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2018/02/asusila-2-ver-2-1-1.jpg" alt="" width="800" height="800" srcset="https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2018/02/asusila-2-ver-2-1-1.jpg 800w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2018/02/asusila-2-ver-2-1-1-300x300.jpg 300w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2018/02/asusila-2-ver-2-1-1-336x336.jpg 336w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2018/02/asusila-2-ver-2-1-1-600x600.jpg 600w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2018/02/asusila-2-ver-2-1-1-150x150.jpg 150w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2018/02/asusila-2-ver-2-1-1-768x768.jpg 768w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2018/02/asusila-2-ver-2-1-1-450x450.jpg 450w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" />
<ol>
<li>Identifikasi: tepat mengenali objek</li>
<li>Motivasi: nafsu keinginan melakukan</li>
<li>Klesha atau kotoran batin: satu dari 3 racun yaitu kemelekatan, kebencian, ketidaktahuan</li>
<li>Tindakan: melakukan/membuat orang lain melakukannya</li>
<li>Penyelesaian: merasakan kenikmatan dari tindakan tersebut<img loading="lazy" class="size-full wp-image-3963 aligncenter" src="https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2018/02/asusila-2-ver-2-2-1.jpg" alt="" width="800" height="800" srcset="https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2018/02/asusila-2-ver-2-2-1.jpg 800w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2018/02/asusila-2-ver-2-2-1-300x300.jpg 300w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2018/02/asusila-2-ver-2-2-1-336x336.jpg 336w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2018/02/asusila-2-ver-2-2-1-600x600.jpg 600w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2018/02/asusila-2-ver-2-2-1-150x150.jpg 150w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2018/02/asusila-2-ver-2-2-1-768x768.jpg 768w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2018/02/asusila-2-ver-2-2-1-450x450.jpg 450w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></li>
</ol>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p>*Catatan untuk yg mengambil sila selibat semua tindakan seksual termasuk dalam<br />
tindakan seksual yang tidak pantas.</p>
<p><strong>3. Memikirkan orang lain:  </strong>Memikirkan orang lain (atau bahkan semua makhluk) merupakan satu landasan yang paling kuat untuk tidak melakukan tindakan seksual yang tidak pantas. Di zaman sekarang konsep seksualitas semakin bebas dan meluas, sehingga aturan-aturan saja tidak cukup memberikan fondasi berpikir yang kokoh untuk menghindari tindakan seksual yang tidak pantas. Apalagi manusia cenderung mencari celah, misalnya ketika orang diberi tahu bahwa tindakan seksual yang tidak pantas hanya melingkupi perbuatan yang menggunakan organ seks, maka akan muncul pemikiran “jadi pegang-pegang saja boleh dong?”, padahal hal tersebut juga termasuk pelecehan seksual.</p>
<p>Dengan memikirkan orang lain, kamu menanamkan sikap respek dan peduli terhadap kebahagiaan orang lain. Hal inilah yang menjadi landasan bagimu untuk menjaga perilakumu sendiri. Konsep memikirkan orang lain ini juga sangat ditekankan di Buddhis yang pada akhirnya dapat menekan ego, yang menjadi akar dari penderitaanmu.</p>
<p><strong>“Aku sudah tahu nih kapan suatu hal dikatakan tindakan seksual yang tidak pantas, tapi kadang aku khilaf, gimana dong?“</strong></p>
<p>Buddhis selalu menekankan tentang mengembangkan kebijaksanaan dan cinta kasih. Sebenarnya kedua hal ini sama dengan mengubah pola pikirmu ke arah yang lebih baik. Perubahan pola pikir itu tidak instan seperti Ind*mie, melainkan dilatih setahap demi setahap. Dan setahap demi setahap itu kapan lagi dimulainya kalau bukan sekarang?</p>
<p>Sumber: Pembebasan di Tangan Kita karya Phabongkha Rinpoche, Karma oleh Dagpo Rinpoche</p>
<p>&nbsp;</p><p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2018/02/23/saya-berjanji-melatih-diri-menghindari-tindakan-seksual-yang-tidak-pantas-yakin-sudah-mempraktikkannya/">“Saya Berjanji Melatih Diri Menghindari Tindakan Seksual yang Tidak Pantas” – Yakin Sudah Mempraktikkannya?</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p><p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2018/02/23/saya-berjanji-melatih-diri-menghindari-tindakan-seksual-yang-tidak-pantas-yakin-sudah-mempraktikkannya/">“Saya Berjanji Melatih Diri Menghindari Tindakan Seksual yang Tidak Pantas” – Yakin Sudah Mempraktikkannya?</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/listya/">Redaksi Lamrimnesia</a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
