<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>jomblo - Lamrimnesia</title>
	<atom:link href="https://lamrimnesia.org/tag/jomblo/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link></link>
	<description>Pathway to Everlasting Happiness</description>
	<lastBuildDate>Thu, 08 Feb 2018 05:57:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.0.17</generator>

<image>
	<url>https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2016/09/cropped-l-polos-32x32.png</url>
	<title>jomblo - Lamrimnesia</title>
	<link></link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Buddha, Kenapa Aku Jomblo?</title>
		<link>https://lamrimnesia.org/2018/02/08/buddha-kenapa-aku-jomblo/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Lamrimnesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Feb 2018 05:55:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[buddha]]></category>
		<category><![CDATA[buddhism]]></category>
		<category><![CDATA[dhamma]]></category>
		<category><![CDATA[dharma]]></category>
		<category><![CDATA[jalan karma]]></category>
		<category><![CDATA[jomblo]]></category>
		<category><![CDATA[karma]]></category>
		<category><![CDATA[lamrim]]></category>
		<category><![CDATA[lamrimnesia]]></category>
		<category><![CDATA[pancasila buddhis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lamrimnesia.org/?p=3943</guid>

					<description><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p>oleh: BESTRELOAD Buat kamu yang merasa dikejar waktu karena sebentar lagi hari Valentine dan merasa ngenes banget kalo tidak punya pacar, kamu-kamu yang sudah berlumut menunggu orang yang katanya merupakan jodohmu, apalagi buat yang baru nonton Dilan 1990 yang katanya romantis itu, juga buat kamu yang bukannya hepi-hepi di malam minggu, tapi malah keinget mantan, [...]</p>
<p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2018/02/08/buddha-kenapa-aku-jomblo/">Buddha, Kenapa Aku Jomblo?</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p>
<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2018/02/08/buddha-kenapa-aku-jomblo/">Buddha, Kenapa Aku Jomblo?</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/listya/">Redaksi Lamrimnesia</a></p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p>oleh: BESTRELOAD</p>
<p>Buat kamu yang merasa dikejar waktu karena sebentar lagi hari Valentine dan merasa ngenes banget kalo tidak punya pacar, kamu-kamu yang sudah berlumut menunggu orang yang katanya merupakan jodohmu, apalagi buat yang baru nonton Dilan 1990 yang katanya romantis itu, juga buat kamu yang bukannya hepi-hepi di malam minggu, tapi malah keinget mantan, sendirian, kedinginan&#8230;</p>
<p><em>Rindu itu berat, tapi lebih berat lagi jadi jomblo. Buktinya Dilan aja tidak mau jadi jomblo.</em></p>
<p><img loading="lazy" class="size-full wp-image-3945 aligncenter" src="https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2018/02/asusila-1-1.jpg" alt="" width="800" height="800" srcset="https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2018/02/asusila-1-1.jpg 800w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2018/02/asusila-1-1-300x300.jpg 300w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2018/02/asusila-1-1-336x336.jpg 336w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2018/02/asusila-1-1-600x600.jpg 600w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2018/02/asusila-1-1-150x150.jpg 150w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2018/02/asusila-1-1-768x768.jpg 768w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2018/02/asusila-1-1-450x450.jpg 450w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></p>
<p>Nah itu artinya kamu terkena sindrom jomblo. Beda <em>lho</em> antara jomblo dan <em>single</em>. Kalau <em>single</em>, kamu akan merasa <em>fine</em> tidak punya pasangan, tidak ada perasaan-perasaan seperti di atas. Pepatah yang bilang, <em>“Single </em>itu pilihan, jomblo itu nasib” sebenarnya ada benarnya juga jika ditinjau dari sudut pandang Buddhis. Kok bisa? Karena karma berbuah di perasaan, dan yang kamu rasakan lantaran jomblo itu merupakan salah satu buah karma yang mungkin dulu kamu pernah perbuat yang akibatnya ya harus kamu terima sekarang.</p>
<p>Ada berbagai tindakan yang akibat karmanya membuat kita menjadi jomblo, salah satunya adalah tindakan seksual yang tidak pantas. Tindakan ini merupakan pelanggaran dari sila ketiga pancasila Buddhis pada dasarnya merupakan jalan karma hitam, yang artinya hasilnya akan membawamu pada ketidakbahagiaan.</p>
<p><img loading="lazy" class="size-full wp-image-3947 aligncenter" src="https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2018/02/asusila-1-3.jpg" alt="" width="800" height="800" srcset="https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2018/02/asusila-1-3.jpg 800w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2018/02/asusila-1-3-300x300.jpg 300w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2018/02/asusila-1-3-336x336.jpg 336w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2018/02/asusila-1-3-600x600.jpg 600w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2018/02/asusila-1-3-150x150.jpg 150w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2018/02/asusila-1-3-768x768.jpg 768w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2018/02/asusila-1-3-450x450.jpg 450w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></p>
<p>Perbuatannya bisa macam-macam, yang paling umum adalah selingkuh atau berhubungan seks dengan istri/suami orang. Yang pasti, tindakan seks yang tidak pantas bisa berbeda-beda sesuai tradisi dan budaya di tempat yang menjadi dasar berkembangnya tradisi Buddhis yang kita ikuti.</p>
<p>Tentunya hal-hal seperti putus hubungan, dan status jomblo itu tidak datang dari langit. Jika kamu merasa tidak pernah melakukan tindakan seks yang tidak pantas selama hidupmu, sangat mungkin kamu pernah melakukannya di kehidupanmu yang lalu. Kalau tidak percaya, coba cek ke dalam diri, apakah kamu ada kecenderungannya seperti:</p>
<ul>
<li>gampang bosan atau teralihkan ke orang lain saat pacaran atau</li>
<li>suka sama seseorang yang sudah punya pasangan.</li>
</ul>
<p>Jika ada tanda-tanda seperti itu, maka sangat mungkin kamu punya jejak-jejak melakukan tindakan seksual yang tidak pantas di kehidupan sebelumnya. Jika kecenderungan itu kamu biarkan, maka ini adalah akibat yang bisa kamu terima nantinya:</p>
<ol>
<li>terlahir sebagai <strong>binatang, hantu kelaparan, atau makhluk neraka:</strong> <strong>akibat yang matang sepenuhnya</strong> (atau menentukan alam kelahiran berikutnya),</li>
<li><strong>gampang berpisah</strong> dengan teman dan keluarga, punya pasangan yang tidak setia, hidup dalam kesendirian: ini <strong>akibat yang serupa dengan penyebabnya</strong>, karena saat kamu melakukan tindakan seksual yang tidak pantas, ada pihak lain yang dikecewakan sehingga akibatnya membuatmu merasakan kekecewaan yang sama,</li>
<li>punya <strong>kecenderungan melakukan kembali</strong> tindakan seksual yang tidak pantas tersebut: ini juga <strong>akibat yang serupa penyebabnya</strong>. Orang-orang yang memiliki preferensi atau perilaku seksual menyimpang (misal: pedofil) adalah contoh nyata yang mengalami akibat ini,</li>
<li>tinggal di lingkungan yang kotor dan berbau busuk: ini <strong>akibat yang menentukan lingkungan</strong></li>
</ol>
<p>Jadi jomblo itu cuma satu dari sekian banyak hal yang kamu bisa alami akibat dari tindakan seksual yang tidak pantas. Mungkin setelah baca artikel ini kita bisa berpikir, “Untung cuma jomblo, gak kena karma yang lain-lain, hehehe…”, tapi jika kita tidak menjaga tubuh, ucapan, dan tindakan kita di kehidupan ini sesuai dengan Buddhadharma, bukan tidak mungkin kita bisa mengalaminya di kehidupan mendatang!</p>
<p><em>Anyway,</em> Bagaimana kamu menyikapi kondisimu sekarang sepenuhnya menjadi pilihanmu. Apakah kamu akan terus meratapi status jomblomu, atau kamu mengubah dirimu agar buah karma buruk ini tidak terjadi lagi? Solusinya ada di tanganmu karena jawaban dari pertanyaan “Buddha, kenapa aku jomblo?” ya, karena kamu. Iya kamu.</p>
<p>Sumber: Pembebasan di Tangan Kita karya Phabongkha Rinpoche</p><p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2018/02/08/buddha-kenapa-aku-jomblo/">Buddha, Kenapa Aku Jomblo?</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p><p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2018/02/08/buddha-kenapa-aku-jomblo/">Buddha, Kenapa Aku Jomblo?</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/listya/">Redaksi Lamrimnesia</a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
