<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>bedah buku lamrimnesia - Lamrimnesia</title>
	<atom:link href="https://lamrimnesia.org/tag/bedah-buku-lamrimnesia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link></link>
	<description>Pathway to Everlasting Happiness</description>
	<lastBuildDate>Thu, 10 Dec 2020 10:43:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.0.14</generator>

<image>
	<url>https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2016/09/cropped-l-polos-32x32.png</url>
	<title>bedah buku lamrimnesia - Lamrimnesia</title>
	<link></link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Virtual Tour &#038; Bedah Buku &#8220;Tibet Sebuah Hikayat&#8221;: Membongkar Mitos Dunia Fantasi Bernama Tibet</title>
		<link>https://lamrimnesia.org/2020/12/10/bedah-buku-tibet-sebuah-hikayat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Lamrimnesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Dec 2020 10:33:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[bedah buku lamrimnesia]]></category>
		<category><![CDATA[buddha]]></category>
		<category><![CDATA[dhamma]]></category>
		<category><![CDATA[dharma]]></category>
		<category><![CDATA[Tibet Sebuah Hikayat]]></category>
		<category><![CDATA[virtual tour]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lamrimnesia.org/?p=5720</guid>

					<description><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p>Tibet bukan utopia Buddhis yang dibayangkan oleh sineas dan seniman Barat, melainkan negeri yang nyata dengan segala kemelutnya.</p>
<p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2020/12/10/bedah-buku-tibet-sebuah-hikayat/">Virtual Tour & Bedah Buku “Tibet Sebuah Hikayat”: Membongkar Mitos Dunia Fantasi Bernama Tibet</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p>
<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2020/12/10/bedah-buku-tibet-sebuah-hikayat/">Virtual Tour &#038; Bedah Buku &#8220;Tibet Sebuah Hikayat&#8221;: Membongkar Mitos Dunia Fantasi Bernama Tibet</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/listya/">Redaksi Lamrimnesia</a></p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p>oleh Junarsih</p>



<p>Rasa penasaran akan asal mula Buddhisme di Tibet membuka mata dan pikiran saya untuk sejenak meluangkan waktu demi menyimak bedah buku &#8220;<a href="https://store.lamrimnesia.com/product/tibet-sebuah-hikayat/">Tibet Sebuah Hikayat</a>&#8221; &amp; <em>virtual tour</em> Tibet bertajuk “Kala Buddhisme Menaklukkan Bangsa Barbar” oleh Stanley Khu pada Jumat (5/20). Stanley Khu adalah seorang pemerhati sosiologi, antropologi, dan sejarah Buddhisme sekaligus sebagai kepala editor penerbit YPPLN. Acara ini berlangsung kurang lebih dua jam.</p>



<p>Seminar virtual ini diawali dengan pemutaran beberapa video tradisi Tibet dalam budaya populer Barat. Stanley Khu kemudian membicarakan tentang Tibet, bangsa nomaden yang pada masa itu dipimpin oleh kaisar atau <em>tsenpo</em>. Tibet pada masa itu sempat menguasai beberapa daerah dan suku melampaui batas wilayah yang kita kenal sekarang ini. Pada tahun 710 M, Tibet menjalin hubungan kerja sama dengan Cina melalui pernikahan <em>tsenpo </em>bernama Tride Tsugtsen dengan putri Cina bernama Jincheng. Di Tibet, Jincheng mengembangkan agama Buddha, memugar kuil, dan membujuk kalangan istana untuk melaksanakan pemakaman secara Buddhis. Ia juga menjadi sponsor bagi biksu-biksu Tibet maupun yang berasal dari negara lain. Namun, ketika wabah cacar menyebar di seluruh Tibet dan menyerang komunitas biksu pendatang, banyak rakyat yang meninggal, tidak terkecuali Jincheng. Buddhisme pun turun pamor karena dianggap membawa wabah.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img width="1024" height="523" src="https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/12/image-1024x523.png" alt="" class="wp-image-5722" srcset="https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/12/image-1024x523.png 1024w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/12/image-600x306.png 600w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/12/image-300x153.png 300w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/12/image-768x392.png 768w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/12/image-150x77.png 150w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/12/image-450x230.png 450w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/12/image-1200x613.png 1200w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/12/image.png 1394w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption><em>Tsenpo </em>Tride Tsugtsen dan Putri Jincheng</figcaption></figure>



<p>Stigma terhadap Buddhisme tidak bertahan selamanya. <em>Tsenpo</em> Trisong Detsen menetapkan Buddhisme sebagai agama resmi negara. Guru Buddhis dari India bernama Shantarakshita dan Padmasambhava sempat mengajar di Tibet pada masa kaisar Trisong Detsen. Di Tibet, Padmasambhava mengajarkan aneka metode Tantra seperti menemukan sumber air dan memperkenalkan teknik irigasi kepada masyarakat Lhasa. Padmasambhava juga dianggap ingin merebut kekuasaan <em>tsenpo</em> dan akhirnya ia meninggalkan Tibet. Meski Padmasambhava sudah lama meninggalkan Tibet, ajarannya masih terus dikenang dan dipanggil sebagai Guru Rinpoche (Guru yang berharga). Tahun 797, Trisong Detsen harus lengser dan melantik putra kedua, Mune Tsenpo, tapi tidak sampai setahun pemerintahan, ia kemudian meninggal. Lalu Trisong melantik putra lainnya, Senaleg.&nbsp;</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" width="1024" height="519" src="https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/12/image-1-1024x519.png" alt="" class="wp-image-5723" srcset="https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/12/image-1-1024x519.png 1024w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/12/image-1-600x304.png 600w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/12/image-1-300x152.png 300w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/12/image-1-768x389.png 768w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/12/image-1-150x76.png 150w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/12/image-1-450x228.png 450w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/12/image-1-1200x608.png 1200w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/12/image-1-474x240.png 474w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/12/image-1-164x82.png 164w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/12/image-1.png 1420w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption><em>Tsenpo </em>Trisong Detsen dan Guru Shantarakshita</figcaption></figure>



<p>Setelah Senaleg, seorang <em>tsenpo </em>baru bernama Tritsug Detsen (lebih dikenal sebagai Ralpachen) berkuasa di Tibet tahun 815. Ralpachen memberi perhatian khusus terhadap perkembangan agama Buddha. Pada masa kekuasaan Ralpachen, ikatan antara Tibet dengan India semakin kuat, dan mengundang tiga guru besar Buddhis India ke Tibet, yakni Silendrabodhi, Danasila dan Jinamitra. Namun, ada kaum bangsawan yang tidak menyukai perhatian Ralpachen terhadap Buddhadharma dan melakukan kudeta. Berakhirnya kekuasaan Ralpachen pun menandai runtuhnya kekaisaran Tibet dan juga silsilah <em>tsenpo</em>.&nbsp;</p>



<p>Kemudian Langdarma menduduki takhta sebagai <em>tsenpo </em>baru. Namun, ia memiliki kebiasaan buruk karena suka minum, berburu, dan berpesta. Perdana menteri Langdarma memotong anggaran untuk proyek Buddhis secara drastis. Akibatnya, kehidupan para biksu menjadi melarat hingga sebagian sampai melepas jubah. Biksu Lhalung Palgyi Dorje, kepala biara Samye ke-9, akhirnya memutuskan untuk mengotori tangannya sendiri dan mengakhiri nyawa Langdarma Biksu tersebut berhasil membunuh Langdarma dan melarikan diri ke wilayah timur menuju Kham dengan membawa beberapa kitab Buddhis. Demikianlah akhir bedah bab pertama buku “Tibet Sebuah Hikayat”.</p>



<p>Dalam sesi tanya jawab ada yang bertanya tentang hal istimewa yang terdapat di Tibet yang menjadikannya tempat belajar Buddhisme. Secara geografis, Tibet juga terletak di Jalur Sutra sehingga banyak berinteraksi dengan negara-negara Buddhis lainnya seperti India, Nepal, dan Cina. Stanley Khu menjelaskan bahwa banyak guru besar lahir di Tibet karena lokasinya kondusif bagi kehidupan agamawan. Biara-biara didirikan dengan tradisi yang merujuk pada sistem pembelajaran skolastik di biara universitas di India, seperti Nalanda misalnya. Banyak kitab Dharma yang telah hancur di India masih bisa ditemukan dalam bahasa Tibet. Tibet ibarat “dititipkan” Buddhisme yang telah mengalami kemerosotan di India.&nbsp;</p>



<p>“Ketika negara lain jatuh pada ritualisme, orang Tibet mungkin satu di antara sangat sedikit bangsa yang masih berfilsafat. Mereka yang tetap menjaga Buddhisme agar tidak jatuh menjadi sekadar ritual,” tutur Stanley Khu, “Jadi, orang Tibetlah yang menjaga corak filosofis dari Buddhisme.”</p>



<p>Dari uraian yang disampaikan oleh Stanley Khu, saya berpikir bahwa Buddhisme untuk masuk di Tibet harus dengan perjuangan yang luar biasa hingga bertumpah darah. Ditambah lagi, adanya kejadian seorang biksu bernama Lhalung Palgyi Dorje yang membunuh <em>tsenpo </em>Langdarma menjadi perenungan untuk saya sendiri, Pantaskah seorang biksu untuk melakukan pembunuhan? Padahal biksu itu seharusnya menjaga winaya. Tidak semua masalah itu diselesaikan dengan cara yang tidak baik. Bisa saja saat itu biksu Lhalung Palgyi Dorje berdiskusi dengan Langdarma. Meski ia adalah kaisar yang suka mabuk dan terkenal bengis, dalam buku “Tibet Sebuah Hikayat” sendiri dikatakan bahwa ia tidak seratus persen anti-Buddhisme. Selanjutnya, hal lain kita petik manfaatnya dari perjalanan Buddhisme di Tibet bagi diri sendiri terlebih dahulu, yakni supaya tidak mudah terjebak dalam pertikaian dan belajar banyak dari tradisi daerah lain supaya pengetahuan semakin bertambah dan bisa berbagi dengan orang lain.</p>



<p>Inilah babak awal perjalanan Tibet yang tak terpisahkan dari perkembangan Buddhisme di sana. Tibet bukan utopia Buddhis yang dibayangkan oleh sineas dan seniman Barat, melainkan negeri yang nyata dengan segala kemelutnya. Perkembangan Buddhisme di Tibet sendiri berawal dari pernikahan politik dan pertukaran budaya, namun terbelit dalam intrik politik yang berdarah. Di Indonesia, Buddhisme masuk melalui jalur perdagangan yang tergolong damai, tapi apakah perjalanan Buddhisme di Indonesia mulus-mulus saja atau malah penuh gejolak seperti di Tibet?</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><a href="https://store.lamrimnesia.com/product/untaian-kelahiran-yang-berharga/"><img loading="lazy" width="1024" height="519" src="https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/12/image-3-1024x519.png" alt="" class="wp-image-5725" srcset="https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/12/image-3-1024x519.png 1024w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/12/image-3-600x304.png 600w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/12/image-3-300x152.png 300w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/12/image-3-768x389.png 768w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/12/image-3-150x76.png 150w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/12/image-3-450x228.png 450w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/12/image-3-1200x608.png 1200w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/12/image-3-474x240.png 474w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/12/image-3-164x82.png 164w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/12/image-3.png 1417w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></a><figcaption>Nantikan bedah buku Lamrimnesia berikutnya ya!</figcaption></figure><p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2020/12/10/bedah-buku-tibet-sebuah-hikayat/">Virtual Tour & Bedah Buku “Tibet Sebuah Hikayat”: Membongkar Mitos Dunia Fantasi Bernama Tibet</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p><p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2020/12/10/bedah-buku-tibet-sebuah-hikayat/">Virtual Tour &#038; Bedah Buku &#8220;Tibet Sebuah Hikayat&#8221;: Membongkar Mitos Dunia Fantasi Bernama Tibet</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/listya/">Redaksi Lamrimnesia</a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gimana Caranya Jadi Business Leader yang Sukses?</title>
		<link>https://lamrimnesia.org/2020/10/06/gimana-caranya-jadi-business-leader-yang-sukses/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Lamrimnesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Oct 2020 04:14:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[bedah buku]]></category>
		<category><![CDATA[bedah buku lamrimnesia]]></category>
		<category><![CDATA[Business leader]]></category>
		<category><![CDATA[cara menjadi sukses]]></category>
		<category><![CDATA[Dalai Lama]]></category>
		<category><![CDATA[leader]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lamrimnesia.org/?p=5620</guid>

					<description><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p>Sekarang bikin usaha sendiri makin gampang. Siapa pun bisa jadi pebisnis. Tapi apakah semua bisa jadi business leader yang sukses? Lebih jauh lagi, kalau sudah jadi pebisnis sukses, apakah kita bisa jadi bahagia? Keraguan-keraguan itu biasa muncul ketika kita berkeinginan memulai bisnis atau karir yang baru. Jangankan pas mau mulai deh, pas udah menjalankan pun [...]</p>
<p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2020/10/06/gimana-caranya-jadi-business-leader-yang-sukses/">Gimana Caranya Jadi Business Leader yang Sukses?</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p>
<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2020/10/06/gimana-caranya-jadi-business-leader-yang-sukses/">Gimana Caranya Jadi Business Leader yang Sukses?</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/listya/">Redaksi Lamrimnesia</a></p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p>Sekarang bikin usaha sendiri makin gampang. Siapa pun bisa jadi pebisnis. Tapi apakah semua bisa jadi business leader yang sukses? Lebih jauh lagi, kalau sudah jadi pebisnis sukses, apakah kita bisa jadi bahagia?</p>



<p>Keraguan-keraguan itu biasa muncul ketika kita berkeinginan memulai bisnis atau karir yang baru. Jangankan pas mau mulai deh, pas udah menjalankan pun masih bisa kepikiran.</p>



<p>Akhiri keraguan itu dengan mengikuti</p>



<p>Seri Leadership Lamrimnesia<br>Becoming A Successful Business Leader<br>Bedah Buku Online “The Leader’s Way” karya Y.M.S. Dalai Lama XIV dan Laurens Van Den Muyzenberg</p>



<p>bersama</p>



<p>DR. (H.C.) SUDHAMEK AWS<br>Chairman Garuda Food</p>



<p>Jumat, 23 Oktober 2020<br>19.00 &#8211; 21.00 WIB<br>ONLINE via ZOOM</p>



<p>Pendaftaran:<br><a href="https://forms.gle/wK93yUTdDJZzyGZY9" target="_blank" aria-label="undefined (buka pada tab baru)" rel="noreferrer noopener">https://forms.gle/wK93yUTdDJZzyGZY9</a><br>paling lambat 21 Oktober 2020</p>



<p>Buku “The Leader’s Way” berisi dialog antara Y.M.S. Dalai Lama XIV dan Laurens Van Den Muyzenberg mengenai business leader tingkat dunia yang nggak cuma berhasil membangun bisnis yang menguntungkan, tapi juga membawa kebahagiaan bagi dirinya sendiri dan orang banyak.</p>



<p>Buku luar biasa ini akan dibawakan Pak Sudhamek, pebisnis yang merintis usahanya dari nol hingga menjadi salah satu perusahaan terbesar di Indonesia. Beliau juga pernah menjadi anggota Komite Ekonomi &amp; Industri Nasional (KEIN), Dewan Penasihat Presiden RI dalam urusan ekonomi dan industri periode 2016-2019 dan sekarang menjadi anggota Dewan Pengarah Badan Ideologi Pancasila (BPIP) periode 2017-2022. Tidak hanya itu, Beliau juga aktif dalam kegiatan sosial dan memperoleh penghargaan &#8220;Most Generous People in Indonesia 2018&#8221; dalam Philanthropy Award 2018!</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" width="830" height="1024" src="https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/10/WhatsApp-Image-2020-10-05-at-3.42.57-PM-830x1024.jpeg" alt="" class="wp-image-5621" srcset="https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/10/WhatsApp-Image-2020-10-05-at-3.42.57-PM-830x1024.jpeg 830w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/10/WhatsApp-Image-2020-10-05-at-3.42.57-PM-600x740.jpeg 600w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/10/WhatsApp-Image-2020-10-05-at-3.42.57-PM-243x300.jpeg 243w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/10/WhatsApp-Image-2020-10-05-at-3.42.57-PM-768x947.jpeg 768w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/10/WhatsApp-Image-2020-10-05-at-3.42.57-PM-150x185.jpeg 150w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/10/WhatsApp-Image-2020-10-05-at-3.42.57-PM-450x555.jpeg 450w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2020/10/WhatsApp-Image-2020-10-05-at-3.42.57-PM.jpeg 1038w" sizes="(max-width: 830px) 100vw, 830px" /></figure>



<p>Jangan lewatkan kesempatan untuk jadi business leader yang sukses dan bahagia ini! Ayo daftar sekarang juga!</p><p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2020/10/06/gimana-caranya-jadi-business-leader-yang-sukses/">Gimana Caranya Jadi Business Leader yang Sukses?</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p><p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2020/10/06/gimana-caranya-jadi-business-leader-yang-sukses/">Gimana Caranya Jadi Business Leader yang Sukses?</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/listya/">Redaksi Lamrimnesia</a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menghangatkan Batin dengan Sinar Mentari dan Sepotong Kue Bulan</title>
		<link>https://lamrimnesia.org/2019/09/10/menghangatkan-batin-dengan-sinar-mentari-dan-sepotong-kue-bulan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Lamrimnesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Sep 2019 07:46:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Berbagi Dharma]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[bedah buku]]></category>
		<category><![CDATA[bedah buku lamrimnesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lamrimnesia.org/?p=4536</guid>

					<description><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p>Hari Minggu Lalu, 8 September 2019, Sahabat Lamrimnesia di Jakarta berkumpul di Vihara Avalokitesvara, Sekolah Dharma Bangsa, Jakarta Barat untuk bedah buku sharing Dharma dengan tajuk “Perihal Mahayana, Bodhicita dan Latihan Batin (Lo Jong)”. Sharing dibimbing oleh Johnson Khuo, praktisi Buddhis dan konsultan finansial yang juga aktif memberikan coaching berbasis nilai-nilai Buddhis untuk anak muda. [...]</p>
<p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2019/09/10/menghangatkan-batin-dengan-sinar-mentari-dan-sepotong-kue-bulan/">Menghangatkan Batin dengan Sinar Mentari dan Sepotong Kue Bulan</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p>
<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2019/09/10/menghangatkan-batin-dengan-sinar-mentari-dan-sepotong-kue-bulan/">Menghangatkan Batin dengan Sinar Mentari dan Sepotong Kue Bulan</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/listya/">Redaksi Lamrimnesia</a></p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p>Hari Minggu Lalu, 8 September 2019, Sahabat Lamrimnesia di Jakarta berkumpul di Vihara Avalokitesvara, Sekolah Dharma Bangsa, Jakarta Barat untuk bedah buku <em>sharing</em> Dharma dengan tajuk “Perihal Mahayana, Bodhicita dan Latihan Batin (Lo Jong)”. <em>Sharing </em>dibimbing oleh Johnson Khuo, praktisi Buddhis dan konsultan finansial yang juga aktif memberikan <em>coaching </em>berbasis nilai-nilai Buddhis untuk anak muda.</p>



<figure class="wp-block-image"><img loading="lazy" width="1024" height="682" src="https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2019/09/123-1024x682.jpeg" alt="" class="wp-image-4537" srcset="https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2019/09/123-1024x682.jpeg 1024w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2019/09/123-600x400.jpeg 600w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2019/09/123-300x200.jpeg 300w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2019/09/123-768x512.jpeg 768w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2019/09/123-150x100.jpeg 150w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2019/09/123-450x300.jpeg 450w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2019/09/123-1200x800.jpeg 1200w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2019/09/123.jpeg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Sambil ditemani sinar mentari sore, Sahabat Lamrimnesia yang hadir diajak untuk belajar tentang cara memprogram ulang batin berdasarkan metode yang dijelaskan dalam buku “Latihan Batin Laksana Sinar Mentari” karya Namkha Pel. Memprogram batin untuk apa? Tentunya untuk membuat Bodhicita dapat senantiasa muncul di dalam batin masing-masing pribadi.&nbsp;</p>



<p>Diskusi dibuka dengan satu pertanyaan: apa yang membuat seseorang menjadi Mahayana? Kak Johnson menjelaskan bahwa satu-satunya ciri yang menunjukan seseorang Mahayana atau bukan, adalah jika ia memiliki Bodhicita atau tidak. Bodhicita ini sendiri adalah batin yang bertekad untuk mencapai Kebuddhaan demi menolong semua makhluk. Inilah tekad yang menjadikan seseorang praktisi Mahayana yang benar-benar bisa mencapai Kebuddhaan. Tujuan dari latihan batin atau “Lo Jong” adalah membangkitkan tekad tersebut dalam batin kita. Dengan membangkitkan keinginan tulus untuk menolong makhluk lain, kita pun bisa menemukan kebahagiaan.</p>



<figure class="wp-block-image"><img loading="lazy" width="1024" height="682" src="https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2019/09/123a-1024x682.jpeg" alt="" class="wp-image-4538" srcset="https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2019/09/123a-1024x682.jpeg 1024w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2019/09/123a-600x400.jpeg 600w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2019/09/123a-300x200.jpeg 300w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2019/09/123a-768x512.jpeg 768w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2019/09/123a-150x100.jpeg 150w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2019/09/123a-450x300.jpeg 450w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2019/09/123a-1200x800.jpeg 1200w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2019/09/123a.jpeg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p><em>“Semakin kita ingin orang bahagia, kita akan semakin bahagia. Semakin kita ingin membahagiakan diri sendiri, maka semakin menderita.”</em><br>&#8211; Johnson Khuo &#8211;<br></p>



<p>Selain memberikan penjelasan, Kak Johnson juga mengajak Sahabat Lamrimnesia untuk merenung dan berdiskusi sambil menyantap kue bulan yang nikmat. Sesi diskusi juga dilakukan dengan sangat antusias oleh para peserta. Apalagi ketika tahu ajaran Bodhicita dalam buku ini ternyata merupakan ajaran khas Nusantara yand dulu diajarkan oleh Guru Suwarnadwipa Dharmakirti di Sriwijaya. Makin semangat, deh, pembahasannya!</p>



<figure class="wp-block-image"><img loading="lazy" width="1024" height="682" src="https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2019/09/123B-1024x682.jpeg" alt="" class="wp-image-4539" srcset="https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2019/09/123B-1024x682.jpeg 1024w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2019/09/123B-600x400.jpeg 600w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2019/09/123B-300x200.jpeg 300w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2019/09/123B-768x512.jpeg 768w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2019/09/123B-150x100.jpeg 150w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2019/09/123B-450x300.jpeg 450w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2019/09/123B-1200x800.jpeg 1200w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2019/09/123B.jpeg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p></p>



<p>Buku <a href="https://store.lamrimnesia.com/product/latihan-batin-laksana-sinar-mentari/">“Latihan Batin Laksana Sinar Mentari” </a>bisa didapatkan di Lamrimnesia Store. </p>



<p>Nantikan <em>sharing </em>Dharma dan bedah buku Lamrimnesia berikutnya!</p><p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2019/09/10/menghangatkan-batin-dengan-sinar-mentari-dan-sepotong-kue-bulan/">Menghangatkan Batin dengan Sinar Mentari dan Sepotong Kue Bulan</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p><p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2019/09/10/menghangatkan-batin-dengan-sinar-mentari-dan-sepotong-kue-bulan/">Menghangatkan Batin dengan Sinar Mentari dan Sepotong Kue Bulan</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/listya/">Redaksi Lamrimnesia</a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
