<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>12 aktivitas Buddha - Lamrimnesia</title>
	<atom:link href="https://lamrimnesia.org/tag/12-aktivitas-buddha/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link></link>
	<description>Pathway to Everlasting Happiness</description>
	<lastBuildDate>Tue, 18 Jun 2024 12:55:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.0.12</generator>

<image>
	<url>https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2016/09/cropped-l-polos-32x32.png</url>
	<title>12 aktivitas Buddha - Lamrimnesia</title>
	<link></link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Riwayat Buddha Versi Borobudur</title>
		<link>https://lamrimnesia.org/2024/06/18/riwayat-buddha-versi-borobudur/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Lamrimnesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Jun 2024 12:55:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[12 aktivitas Buddha]]></category>
		<category><![CDATA[Agama Buddha Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[It's Lamrim It's Buddhism]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lamrimnesia.org/?p=9161</guid>

					<description><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p>Mau tahu seperti apa riwayat Buddha berdasarkan Sutra Lalitawistara di Candi Borobudur? Yuk simak ringkasannya di sini!</p>
<p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2024/06/18/riwayat-buddha-versi-borobudur/">Riwayat Buddha Versi Borobudur</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p>
<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2024/06/18/riwayat-buddha-versi-borobudur/">Riwayat Buddha Versi Borobudur</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/listya/">Redaksi Lamrimnesia</a></p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p>Setiap hari Waisak, kita umumnya diajari untuk memperingati 3 peristiwa penting dalam riwayat Buddha Sakyamuni, yaitu kelahiran, pencerahan sempurna, dan parinirwana. Namun, kalau kita merujuk Sutra Lalitawistara yang terukir di <a href="https://lamrimnesia.org/?s=borobudur">Candi Borobudur</a>, kita akan menemukan bahwa ternyata ada 12 aktivitas agung sang Buddha yang bisa kita rayakan! Apa saja ke-12 aktivitas tersebut?</p>



<p>Berikut adalah 12 Aktivitas Agung sang Buddha yang disarikan dari Sutra Lalitawistara &amp; Sutra Winayaksudraka:</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-large"><img width="576" height="1024" src="https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2024/06/1-1-576x1024.png" alt="" class="wp-image-9163" srcset="https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2024/06/1-1-576x1024.png 576w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2024/06/1-1-169x300.png 169w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2024/06/1-1-768x1365.png 768w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2024/06/1-1-864x1536.png 864w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2024/06/1-1-150x267.png 150w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2024/06/1-1-450x800.png 450w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2024/06/1-1-600x1067.png 600w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2024/06/1-1.png 1080w" sizes="(max-width: 576px) 100vw, 576px" /></figure></div>


<h2 id="h-1-lahir-sebagai-dewa-shwetaketu">1. <strong>Lahir sebagai Dewa Shwetaketu</strong></h2>



<p>Di Tushita, Bodhisatwa terus-menerus merenungkan Dharma &amp; mempersiapkan kelahiran yang paling cocok untuk menjadi Buddha &amp; menolong sebanyak mungkin makhluk dengan Dharma, yaitu:</p>



<ul><li>Lahir di Jambudwipa, tepatnya di India,</li><li>Lahir dalam kasta terhormat</li><li>Rentang hidup seabad </li><li>Ada wanita yang layak menjadi pasangan</li></ul>



<h2>2. <strong>Keberangkatan dari Alam Tushita</strong></h2>



<p>Para dewa mencoba menahan Bodhisatwa karena dunia dipenuhi ajaran sesat, tapi Bodhisatwa menegaskan bahwa justru ia harus turun dan menaklukkan mereka.</p>



<h2><strong>3. Masuk ke Rahim</strong></h2>



<p>Ratu Mahamaya dari Kapilawastu memberi bermimpi rahimnya dimasuki gajah putih bergading enam dan pikirannya dipenuhi kebahagiaan, bagai konsentrasi terpusat.</p>



<h2>4. <strong>Kelahiran Sang Bodhisatwa</strong></h2>



<p>Ayahnya Raja Suddhodana, Ibunya Ratu Mahamaya. Baru lahir di Taman Lumbini, langsung berjalan 7 langkah ke utara &amp; berbicara! Ia diramalkan bisa menjadi raja dunia atau menjadi Buddha.</p>



<blockquote class="wp-block-quote"><p><em>“Aku akan menjadi yang terunggul di antara semua makhluk hidup.”</em></p><cite>Siddhartha Gautama ketika baru lahir</cite></blockquote>



<h2>5. <strong>Ketangkasan yang Ditunjukkan Sang Bodhisatwa</strong></h2>



<p>Mencari pasangan yang satu visi dalam kebajikan, Bodhisatwa menunjukkan kecerdasan &amp; ketangkasannya, mengungguli 500 pangeran dalam sayembara.</p>



<h2>6. <strong>Menikahi Yasodhara dan Kehidupan di antara Kaum Wanita</strong></h2>



<p>Saat dikurung dalam kebahagiaan di tiga istana, Bodhisatwa tak terlena. Beliau ingat akan tekadnya untuk menjadi pelindung semua makhluk.&nbsp;</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" width="576" height="1024" src="https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2024/06/2-2-576x1024.png" alt="" class="wp-image-9164" srcset="https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2024/06/2-2-576x1024.png 576w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2024/06/2-2-169x300.png 169w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2024/06/2-2-768x1365.png 768w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2024/06/2-2-864x1536.png 864w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2024/06/2-2-150x267.png 150w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2024/06/2-2-450x800.png 450w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2024/06/2-2-600x1067.png 600w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2024/06/2-2.png 1080w" sizes="(max-width: 576px) 100vw, 576px" /></figure></div>


<h2><strong>7. Penolakan terhadap Samsara</strong></h2>



<p>Melihat penderitaan sakit, tua, dan mati serta kehidupan pertapa, Bodhisatwa meninggalkan kenikmatan duniawi di istana dan fokus mencari cara mengakhiri penderitaan.</p>



<h2>8. <strong>Praktik Kesederhanaan Hidup</strong></h2>



<p>Setelah 6 tahun melakukan pertapaan yang sangat keras, Bodhisatwa menyadari bahwa itu adalah pandangan salah dan menerima dana makanan dari perempuan bernama Sujata.</p>



<p>Sujata mempersembahkan dadih susu dari ribuan sapi yang diolah 7x &amp; dicampur butiran nasi segar. Berkat kebajikan ini, ia diramalkan akan meraih nektar keabadian.</p>



<h2>9. <strong>Kemenangan atas Mara</strong></h2>



<p>Tak goyah oleh ancaman maupun godaan Mara, bumi menjadi saksi kemenangan Bodhisatwa.</p>



<h2>10. <strong>Tercapainya Pencerahan Sempurna</strong></h2>



<p>Terserap dalam 4 tingkat dhyana dan meraih 3 jenis Pengetahuan Tertinggi, Samma Sambuddha telah siap membimbing semua makhluk menuju kebahagiaan sejati!</p>



<h2>11. <strong>Pemutaran Roda Dharma</strong></h2>



<figure class="wp-block-table"><table><tbody><tr><td>Peristiwa</td><td>Topik</td><td>Tempat</td><td>Pendengar</td></tr><tr><td>Pemutaran Pertama</td><td>Empat Kebenaran Arya</td><td>Taman Rusa Isipatana, Benares</td><td>Lima Pertapa, majelis dewa-dewi</td></tr><tr><td>Pemutaran Kedua</td><td>Kesunyataan</td><td>Gunung Gridhakuta</td><td>1250 atau 5000 biksu &amp; biksuni, umat awam, majelis besar Bodhisatwa</td></tr><tr><td>Pemutaran Ketiga</td><td>Intisari Realitas Absolut</td><td>Malaya &amp; Waishali</td><td>Bodhisatwa yang telah memasuki Ketiga Yana</td></tr></tbody></table><figcaption>3 kali pemutaran Roda Dharma oleh sang Buddha</figcaption></figure>



<blockquote class="wp-block-quote"><p>“Dalam bentuk yang berbeda-beda, menunjukkan kemiripan dengan ilusi, sihir, dan mimpi, dengan pantulan rembulan di permukaan air dan gema, Sang Buddha telah memutar Roda Dharma.”</p><cite>Sutra Lalitawistgara</cite></blockquote>



<h2>12. <strong>Sang Buddha Memasuki Parinirwana</strong></h2>



<p>Seorang Buddha bisa hidup sampai ratusan kalpa, tapi karena Ananda lalai mengajukan permohonan, Beliau akhirnya memberikan pelajaran penting tentang ketidakkekalan dengan memasuki parinirwana di Kushinagar.</p>



<blockquote class="wp-block-quote"><p>“Jika ajaran yang ingin kalian ikuti terkandung dalam Sutra, ditemukan dalam Winaya dan tidak bertentangan dengan kondisi sejati hal-ihwal, maka kalian harus menerimanya sebagai ajaranku. Jika bukan begitu kasusnya, maka ajaran yang demikian tidak boleh diterima.”</p><cite>-Sabda Buddha sebelum menerima derma terakhir</cite></blockquote>



<p>Referensi: <a href="https://store.lamrimnesia.com/product/12-aktivitas-agung-sang-begawan/">12 Aktivitas Agung Sang Begawan: Riwayat Sang Buddha Berdasarkan Lalitawistara dan Winayaksudraka</a></p><p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2024/06/18/riwayat-buddha-versi-borobudur/">Riwayat Buddha Versi Borobudur</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p><p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2024/06/18/riwayat-buddha-versi-borobudur/">Riwayat Buddha Versi Borobudur</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/listya/">Redaksi Lamrimnesia</a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
