<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>waisak - Lamrimnesia</title>
	<atom:link href="https://lamrimnesia.org/tag/waisak/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link></link>
	<description>Pathway to Everlasting Happiness</description>
	<lastBuildDate>Fri, 16 Jun 2023 03:21:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.0.11</generator>

<image>
	<url>https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2016/09/cropped-l-polos-32x32.png</url>
	<title>waisak - Lamrimnesia</title>
	<link></link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Menemukan Kedamaian Waisak bersama KMB Dhammavaddhana BINUS</title>
		<link>https://lamrimnesia.org/2023/06/16/menemukan-kedamaian-waisak-bersama-kmb-dhammavaddhana-binus/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Lamrimnesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Jun 2023 03:15:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[Binus]]></category>
		<category><![CDATA[buddha]]></category>
		<category><![CDATA[buddhis]]></category>
		<category><![CDATA[Inner Peace]]></category>
		<category><![CDATA[Kedamaian]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[lamrim]]></category>
		<category><![CDATA[lamrimnesia]]></category>
		<category><![CDATA[Mindfulness]]></category>
		<category><![CDATA[waisak]]></category>
		<category><![CDATA[Waisak Puja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lamrimnesia.org/?p=8274</guid>

					<description><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p>Semua orang mencari kedamaian, padahal hal tersebut berada di dalam diri. Melalui Waisak Puja yang diadakan KMB Dhammavaddhana BINUS University, kita diajak untuk menemukan kedamaian tersebut.</p>
<p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2023/06/16/menemukan-kedamaian-waisak-bersama-kmb-dhammavaddhana-binus/">Menemukan Kedamaian Waisak bersama KMB Dhammavaddhana BINUS</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p>
<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2023/06/16/menemukan-kedamaian-waisak-bersama-kmb-dhammavaddhana-binus/">Menemukan Kedamaian Waisak bersama KMB Dhammavaddhana BINUS</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/listya/">Redaksi Lamrimnesia</a></p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p>Mengusung Tema “<em>Beyond The Inner Peace”</em>, Keluarga Mahasiswa Buddhis (KMB) Dhammavaddhana Universitas Bina Nusantara menggelar perayaan Waisak di Auditorium Binus University, Jakarta, pada 11 Juni 2023. Dalam acara ini, para peserta diajak untuk menemukan kedamaian dari dalam diri melalui Dhammatalk bersama biksu dari tiga tradisi, permainan interaktif, dan pertunjukan teater.</p>



<p>Sebanyak kurang lebih 70 peserta dari berbagai kalangan memenuhi auditorium Binus University. Acara dimulai dengan sambutan ketua panitia dan puja bakti untuk memperingati Waisak 2567 BE. Kemudian, acara dilanjutkan dengan Dhammatalk “<em>Finding Your Own Inner Peace</em>” dengan pembicara Y.M. Bhikkhu Ratanadhiro dari Sangha Theravada Indonesia, Y.M. Biksu Tenzin Konchog dari Sangha Vajrayana Indonesia, dan Y.M. Suhu Zhuan Xiu dari Sangha Mahayana Indonesia.&nbsp;</p>



<p>Kedamaian menurut Suhu Zhuan Xiu adalah ketika kita menjadi “kaya” dalam artian mempunyai kemampuan. Saat kita dihadapkan dengan penderitaan, apakah kita memiliki kemampuan untuk menyikapi penderitaan tersebut? Jika ada, berarti kita termasuk “kaya” dan dapat menemukan kedamaian.&nbsp;</p>



<p>Berikutnya, Y.M. Tenzin Konchog menjelaskan bahwa kedamaian mempunyai peranan penting dalam menentukan tujuan hidup. Sebelum akan menjadi atau mencapai apapun, terlebih dahulu kita harus berdamai dengan diri dan ego kita. Jika tidak, kita akan banyak melakukan hal yang sia-sia hanya untuk menambal tangki kebahagiaan kita yang tidak penuh, serta kita akan selalu menuntut orang lain untuk memenuhi harapan dan ekspektasi kita<br>Sebagai umat Buddha, sebagian orang hanya tahu cara melatih batin untuk mencapai kedamaian adalah dengan duduk diam bermeditasi. Y.M. Bhikkhu Ratanadhiro memberikan sudut pandang lain, “Meditasi harus duduk diam tidak bergerak di bawah pohon tujuh hari, itu yang membuat orang takut. Padahal meditasi itu sangat sederhana, kita bisa lakukan di mana saja. Pada saat ini sedang duduk, kita sadar bahwa kita sedang duduk itu salah satu kunci menemukan <em>peace</em>. Saat ini saya sedang apa? seringlah merenungkan kalimat ini dan ini berlaku untuk siapa saja bukan hanya umat Buddha atau anggota <em>sangha</em>. <em>Peace</em> selalu disimbolkan dengan tangan seperti huruf V, <em>victory </em>yang artinya menang melawan diri sendiri.”</p><p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2023/06/16/menemukan-kedamaian-waisak-bersama-kmb-dhammavaddhana-binus/">Menemukan Kedamaian Waisak bersama KMB Dhammavaddhana BINUS</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p><p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2023/06/16/menemukan-kedamaian-waisak-bersama-kmb-dhammavaddhana-binus/">Menemukan Kedamaian Waisak bersama KMB Dhammavaddhana BINUS</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/listya/">Redaksi Lamrimnesia</a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Narendra Modi Perdana Menteri Pertama yang Berdoa di Situs Parinirwana Buddha</title>
		<link>https://lamrimnesia.org/2022/05/17/narendra-modi-perdana-menteri-pertama-yang-berdoa-di-situs-parinirwana-buddha/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[itsupport]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 May 2022 18:07:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[agama Buddha]]></category>
		<category><![CDATA[india]]></category>
		<category><![CDATA[internasional]]></category>
		<category><![CDATA[parinirwana]]></category>
		<category><![CDATA[waisak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lamrimnesia.org/?p=6938</guid>

					<description><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p>Narendra Modi menjadi perdana menteri India pertama yang berdoa di tempat Buddha mencapai parinirwana.</p>
<p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2022/05/17/narendra-modi-perdana-menteri-pertama-yang-berdoa-di-situs-parinirwana-buddha/">Narendra Modi Perdana Menteri Pertama yang Berdoa di Situs Parinirwana Buddha</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p>
<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2022/05/17/narendra-modi-perdana-menteri-pertama-yang-berdoa-di-situs-parinirwana-buddha/">Narendra Modi Perdana Menteri Pertama yang Berdoa di Situs Parinirwana Buddha</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/itsupport/">itsupport</a></p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p>GORAKHPUR: Narendra Modi menjadi Perdana Menteri India pertama yang menghaturkan doa di Kuil Mahaparinirvan di Kushinagar. Pada momen Buddh Purnima (Waisak) di hari Senin, ia mengunjungi Lubini dan kembali ke Kushinagar pada sore hari sebelum berangkat ke Lucknow, tempat ia bertemu dengan kepala menteri Yogi Adityanath dan menteri-menteri kabinet baru.</p>



<p>Para petugas mengatakan bahwa Perdana Menteri mendarat di Bandara Internasional Kushinagar yang baru sekitar pukul 16.50, kemudian langsung bertolak ke Kuil Mahaparinirvan, tempat Guru Buddha diyakini memasuki nirwana.<br></p>



<p>Diterjemahkan dari Times of India, <a href="https://timesofindia.indiatimes.com/india/narendra-modi-1st-pm-to-offer-prayers-at-buddhas-nirvana-site/articleshow/91606979.cms">“Narendra Modi 1st PM to Offer Prayers at Buddha’s Nirvana SIte”</a></p><p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2022/05/17/narendra-modi-perdana-menteri-pertama-yang-berdoa-di-situs-parinirwana-buddha/">Narendra Modi Perdana Menteri Pertama yang Berdoa di Situs Parinirwana Buddha</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p><p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2022/05/17/narendra-modi-perdana-menteri-pertama-yang-berdoa-di-situs-parinirwana-buddha/">Narendra Modi Perdana Menteri Pertama yang Berdoa di Situs Parinirwana Buddha</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/itsupport/">itsupport</a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dana Dharma Waisak untuk Generasi Muda Buddhis Indonesia</title>
		<link>https://lamrimnesia.org/2022/04/18/dana-dharma-waisak-untuk-generasi-muda-buddhis-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[itsupport]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Apr 2022 04:18:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[Buddhis Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Dana Dharma]]></category>
		<category><![CDATA[Generasi Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Memberi]]></category>
		<category><![CDATA[waisak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lamrimnesia.org/?p=6846</guid>

					<description><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p>Orang bodoh tidak memuji kemurahan hati. Akan tetapi orang bijaksana senang dalam memberi, dan karenanya ia akan bergembira di alam berikutnya</p>
<p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2022/04/18/dana-dharma-waisak-untuk-generasi-muda-buddhis-indonesia/">Dana Dharma Waisak untuk Generasi Muda Buddhis Indonesia</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p>
<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2022/04/18/dana-dharma-waisak-untuk-generasi-muda-buddhis-indonesia/">Dana Dharma Waisak untuk Generasi Muda Buddhis Indonesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/itsupport/">itsupport</a></p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<blockquote class="wp-block-quote"><p>_“Orang bodoh tidak memuji kemurahan hati. Akan tetapi orang bijaksana senang dalam memberi, dan karenanya ia akan bergembira di alam berikutnya”. (Dhammapada, Loka Vagga Syair 177)._</p></blockquote>



<figure class="wp-block-image size-large"><img width="819" height="1024" src="https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2022/04/WhatsApp-Image-2022-04-18-at-10.17.14-819x1024.jpeg" alt="" class="wp-image-6855" srcset="https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2022/04/WhatsApp-Image-2022-04-18-at-10.17.14-819x1024.jpeg 819w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2022/04/WhatsApp-Image-2022-04-18-at-10.17.14-600x750.jpeg 600w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2022/04/WhatsApp-Image-2022-04-18-at-10.17.14-240x300.jpeg 240w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2022/04/WhatsApp-Image-2022-04-18-at-10.17.14-768x960.jpeg 768w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2022/04/WhatsApp-Image-2022-04-18-at-10.17.14-150x188.jpeg 150w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2022/04/WhatsApp-Image-2022-04-18-at-10.17.14-450x563.jpeg 450w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2022/04/WhatsApp-Image-2022-04-18-at-10.17.14.jpeg 1024w" sizes="(max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure>



<p>Mengapa memberi Dharma adalah bentuk tertinggi dari praktik berdana? Karena praktik berdana Dharma bisa membebaskan kita dari samsara dan mencapai Nibbana, sedangkan praktik memberi materi dan membebaskan dari rasa takut hanya memberikan manfaat yang sementara.</p>



<p>Lalu bagaimana kita mempraktikkan Dana Dharma yang tertinggi ini? Bagaimana kalau kita tidak punya kemampuan untuk mengajarkan Dharma? Berdana Dharma tidak harus dilakukan dengan mengajarkan Dharma. Segala hal yang berkaitan dengan tujuan untuk menyebarkan Dharma adalah Dana Dharma. Salah satu contohnya adalah dengan berdana Buku Dharma. Kalau kita berdana 100 buku Dharma, dan buku ini dibaca oleh 100 umat Buddha, maka manfaat Dana Dharma kita akan menjadi luar biasa.</p>



<p>Bayangkan karma baik yang akan diperoleh setelah umat membaca buku Dharma menjadi termotivasi untuk menambah perbuatan baik seperti suka berbagi dan menyayangi makhluk hidup. Apabila anak-anak Buddhis Indonesia juga turut membaca buku Dharma, mereka akan tumbuh menjadi pribadi Buddhis yang baik.&nbsp;</p>



<p>—</p>



<p>Pada Waisak tahun ini, Lamrimnesia bekerja sama dengan Persaudaraan Muda/i Vihara-vihara Buddhayana (PMBVI) Provinsi Sumatera Utara membuka kesempatan untuk berbagi Dharma dengan generasi muda Buddhis se-Indonesia!</p>



<p>Dengan berdana buku Dharma untuk generasi muda, kita bisa berkontribusi untuk membantu mereka menjadi lebih bijaksana dan penuh welas asih.</p>



<p>Pemesanan paket dana dapat dilakukan melalui Call Center Lamrimnesia +628122816044</p>



<p><strong>Buku yang akan disalurkan:</strong></p>



<ul><li>Hati Tanpa Gentar</li><li>The Leader’s Way</li><li>Menjadi Buddha di Tempat Kerja</li></ul>



<p><strong>Dana Waisak ini akan disalurkan kepada:</strong></p>



<ul><li>Anggota Persaudaraan Muda/i Vihara-vihara Buddhayana Provinsi Sumatera Utara</li></ul>



<p>Batas waktu donasi tanggal 12 Mei 2022</p>



<p>Seperti pelita yang cahayanya nggak habis kalau dibagi, dukungan dari Sahabat Lamrimnesia akan menyalakan pelita Dharma di batin generasi penerus bangsa.</p>



<p><strong>Laporan Waisak Dana Lamrimnesia:</strong></p>



<iframe loading="lazy" src="https://docs.google.com/presentation/d/1Qwk0lUnLmO06y3CFS7hJJu0Y1wiEbzXCJedIlz1inlg/embed?start=true&amp;loop=true&amp;delayms=10000" allowfullscreen="true" mozallowfullscreen="true" webkitallowfullscreen="true" width="397" height="576" frameborder="0"></iframe>



<p>Sarwa Manggalam,</p>



<p>Call Center Lamrimnesia</p>



<p>hp/wa: +6285 2112 2014 1&nbsp;</p>



<p>fb: Lamrimnesia</p>



<p>Ig: @Lamrimnesia &amp; @Lamrimnesiastore</p><p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2022/04/18/dana-dharma-waisak-untuk-generasi-muda-buddhis-indonesia/">Dana Dharma Waisak untuk Generasi Muda Buddhis Indonesia</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p><p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2022/04/18/dana-dharma-waisak-untuk-generasi-muda-buddhis-indonesia/">Dana Dharma Waisak untuk Generasi Muda Buddhis Indonesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/itsupport/">itsupport</a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lamrimnesia x IPGABI Rayakan Waisak dengan Bagi Buku Dharma untuk Anak Buddhis Indonesia</title>
		<link>https://lamrimnesia.org/2021/06/24/lamrimnesia-x-ipgabi-rayakan-waisak-dengan-bagi-buku-dharma-untuk-anak-buddhis-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[itsupport]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Jun 2021 08:28:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[Agama Buddha Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[buddha]]></category>
		<category><![CDATA[buddhisme]]></category>
		<category><![CDATA[buku dharma]]></category>
		<category><![CDATA[lamrim]]></category>
		<category><![CDATA[lamrimnesia]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[waisak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lamrimnesia.org/?p=6112</guid>

					<description><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p>Lamrimnesia &#038; IPGABI bagi-bagi buku Dharma untuk anak Buddhis se-Indonesia!</p>
<p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2021/06/24/lamrimnesia-x-ipgabi-rayakan-waisak-dengan-bagi-buku-dharma-untuk-anak-buddhis-indonesia/">Lamrimnesia x IPGABI Rayakan Waisak dengan Bagi Buku Dharma untuk Anak Buddhis Indonesia</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p>
<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2021/06/24/lamrimnesia-x-ipgabi-rayakan-waisak-dengan-bagi-buku-dharma-untuk-anak-buddhis-indonesia/">Lamrimnesia x IPGABI Rayakan Waisak dengan Bagi Buku Dharma untuk Anak Buddhis Indonesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/itsupport/">itsupport</a></p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p>Waktu kecil, kalau pergi ke Sekolah Minggu di wihara biasanya kita sering dapat buku. Ada buku tata cara dan sikap saat puja bakti, kisah Pangeran Siddharta, dan masih banyak buku lainnya. Berhubung dulu waktu kecil lumayan pendiam dan nggak terlalu suka main, jadinya saya baca buku-buku dari Sekolah Minggu deh. Banyak manfaat yang didapat ketika baca buku, seperti kosakata tambah banyak, jadi tahu cara puja bakti yang benar, dan juga menambah pengetahuan Dharma yang masuk dalam ingatan saya.&nbsp;</p>



<p>Dulu, distribusi buku-buku Dharma buat anak-anak masih belum menjangkau banyak wihara. Tapi, sekarang kita bisa lebih mudah menyebarkan ajaran Dharma untuk anak-anak di berbagai wihara berkat dukungan banyak pihak, misalnya lewat program bagi-bagi buku yang diselenggarakan oleh Lamrimnesia dan Ikatan Pembina Gelanggang Anak Buddhis Indonesia (IPGABI).</p>



<p>Lamrimnesia memiliki visi untuk menyebarkan Buddhadharma kepada generasi muda di Indonesia melalui buku Dharma yang diterbitkan oleh Lamrimnesia. Namun, upaya pelestarian dan penyebaran buku Dharma tentunya tidak dapat dilakukan seorang diri ataupun satu organisasi saja. Oleh sebab itu, Lamrimnesia menggandeng IPGABI yang telah berpengalaman membina anak-anak Buddhis Indonesia untuk menyebarkan buku Dharma untuk mengisi hari Waisak 2021.</p>



<p>Berdiri sejak 25 Juni 1995, IPGABI telah puluhan tahun melestarikan dan menyebarkan Buddhadharma kepada anak-anak. Di samping pengalamannya yang telah begitu banyak, IPGABI juga punya jejaring yang luas di seluruh Indonesia. Dengan bekerja sama dengan IPGABI, buku Dharma dari Lamrimnesia tentunya juga dapat memberi manfaat bagi lebih banyak anak Indonesia!</p>



<p>Berkat kerja keras teman-teman IPGABI dan para Dharma Patriot serta dukungan materi dari Dharma Patron Lamrimnesia, sebanyak 578 buku telah tersebar untuk anak-anak Buddhis se-Indonesia di 59 wihara. Ada tiga judul buku yang telah disalurkan dengan harapan anak-anak bisa memperoleh wawasan lebih tentang kisah Buddha Sakyamuni dan cerita-cerita Buddhis lainnya.</p>



<p>Pertama, “<a href="https://store.lamrimnesia.com/product/12-aktivitas-agung-sang-begawan/">12 Aktivitas Agung Sang Begawan</a>” yang telah disalurkan sebanyak 171 eksemplar. Buku ini memuat pembahasan mengenai aktivitas Sang Buddha secara kronologis. Buku tidak hanya memperkuat keyakinan terhadap Triratna, tetapi juga menunjukan kepada kita bahwa jika seorang manusia yang gigih berlatih, pasti bisa mencapai kebahagiaan tertinggi.</p>



<p><em>Baca liputan bedah buku “12 Aktivitas Agung Sang Begawan” di </em><a href="https://store.lamrimnesia.com/product/12-aktivitas-agung-sang-begawan/"><em>sini</em></a><em>!</em></p>



<p>Kedua, buku seri Lamrim <em>for Kids</em> berjudul “<a href="https://store.lamrimnesia.com/product/permataemas/">Permata Emas (<em>Golden Gem</em>)</a>” yang telah disalurkan sebanyak 204 buku. Ini adalah buku cerita bergambar bilingual sekaligus buku mewarnai berdasarkan salah kisah dalam ‘Sutra Si Bijak dan Si Dungu’, yaitu tentang pertapa yang tangannya dapat menghasilkan koin emas karena melakukan dana paramita.</p>



<p><em>Simak cerita di balik pembuatan Cergam “Permata Emas” di </em><a href="https://youtu.be/rJ3jCt4H0RI"><em>sini</em></a><em>!</em></p>



<p>Ketiga, serial buku pengantar tidur “<a href="https://store.lamrimnesia.com/product/sutra-bijak-dan-dungu/">Si Bijak dan Si Dungu</a>” bagian 1 juga telah dibagikan sebanyak 203 eksemplar. Buku ini berisi 13 kisah kehidupan lampau Sang Buddha dan murid-muridnya yang bisa dibaca bersama orang tua dan menjadi bahan untuk memahami hukum karma dan ajaran Buddha lainnya.</p>



<p>Terima kasih kepada IPGABI, para Dharma Patron, dan Dharma Patriot Lamrimnesia yang telah turut membantu dan mendukung program penyebaran buku Dharma untuk anak-anak Buddhis se-Indonesia ini. Semoga dengan dana Dharma ini, anak-anak Buddhis Indonesia bisa tumbuh dengan pemahaman Dharma yang kokoh. Semoga juga kebajikan ini menjadi modal bagi semua yang telah berpartisipasi untuk bebas dari samsara dan meraih penerangan sempurna.&nbsp;</p>



<p>Semoga tahun depan Lamrimnesia bisa mengadakan kembali program serupa dengan bekerja sama dengan lebih banyak organisasi</p><p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2021/06/24/lamrimnesia-x-ipgabi-rayakan-waisak-dengan-bagi-buku-dharma-untuk-anak-buddhis-indonesia/">Lamrimnesia x IPGABI Rayakan Waisak dengan Bagi Buku Dharma untuk Anak Buddhis Indonesia</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p><p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2021/06/24/lamrimnesia-x-ipgabi-rayakan-waisak-dengan-bagi-buku-dharma-untuk-anak-buddhis-indonesia/">Lamrimnesia x IPGABI Rayakan Waisak dengan Bagi Buku Dharma untuk Anak Buddhis Indonesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/itsupport/">itsupport</a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Liputan Vesak KMBUI 2021 &#8211; Membebaskan Diri dengan Paramita</title>
		<link>https://lamrimnesia.org/2021/06/21/membebaskan-diri-dengan-paramita/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[itsupport]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Jun 2021 07:25:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[Agama Buddha Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[buddhisme]]></category>
		<category><![CDATA[lamrim]]></category>
		<category><![CDATA[lamrimnesia]]></category>
		<category><![CDATA[waisak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lamrimnesia.org/?p=6098</guid>

					<description><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p>Dalam perayaan Waisak Keluarga Mahasiswa Buddhis Indonesia, Y.M. Lobsang Gyatso mengajarkan cara bahagia ala Buddha dengan Paramita.</p>
<p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2021/06/21/membebaskan-diri-dengan-paramita/">Liputan Vesak KMBUI 2021 – Membebaskan Diri dengan Paramita</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p>
<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2021/06/21/membebaskan-diri-dengan-paramita/">Liputan Vesak KMBUI 2021 &#8211; Membebaskan Diri dengan Paramita</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/itsupport/">itsupport</a></p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p>oleh Panitia Vesak KMBUI 2021</p>



<p>DEPOK, 6 Juni 2021 &#8211; Kondisi COVID-19 yang mengharuskan banyak aktivitas dilakukan di rumah membuat perayaan Waisak secara daring menjadi salah satu cara mempersatukan umat Buddha di Indonesia. Keluarga Mahasiswa Buddhis Universitas Indonesia (KMBUI) mengadakan rangkaian acara perayaan Waisak yang dimulai pada tanggal 22 Mei hingga 6 Juni 2021. Rangkaian acara tersebut meliputi fangshen yang dilaksanakan di Danau Mahoni Universitas Indonesia, perayaan puja bersama Cetiya Dhamma Manggala, berbagai perlombaan, <em>workshop</em> bedah buku bersama Ehipassiko Foundation, dan ditutup dengan webinar yang dihadiri oleh Yang Mulia Biksu Lobsang Gyatso.</p>



<p><em>Workshop</em> bedah buku “Holy Jolly Joey” yang berisi panduan meditasi berdasarkan Ajahn Brahm dipaparkan oleh tiga pembicara dari Ehipassiko Foundation, yaitu Handaka Vijjānanda, Kartika Swarnacitra, dan Intan Dhitadhivara. Pada sesi pembahasan pertama disampaikan intisari meditasi oleh Bapak Handaka, lalu dilanjutkan oleh Ibu Kartika mengenai meditasi yang dapat dilakukan oleh siapa saja termasuk anak kecil, dan yang terakhir praktik langsung bermeditasi dengan instruksi dari Ibu Intan.</p>



<blockquote class="wp-block-quote"><p>“Tujuan paling utama dari bermeditasi adalah pemusnahan noda batin demi keterbebasan batin yang tidak tergoyahkan agar kebal terhadap duka,” tutur Bapak Handaka.</p></blockquote>



<p>Dengan penjelasan yang telah disampaikan ketiga pemapar materi tersebut, kita jadi mengetahui bahwa meditasi memiliki banyak bentuk dan variasi dalam pelaksanaannya. Meditasi dapat dilakukan oleh setiap individu terlepas dari faktor luar dan tidak terpaku pada satu posisi saja.</p>



<p>Acara puncak dari perayaan Waisak KMBUI adalah Webinar <em>Dhammatalk</em> yang mengusung tema Sad Paramita dengan pemapar materi Yang Mulia Lobsang Gyatso. Acara ini disiarkan di Youtube Vesak KMBUI secara langsung pada Minggu, 6 Juni 2021. Pada siang hari itu, Yang Mulia Lobsang Gyatso memulai <em>Dhammatalk </em>dengan menjelaskan arti Sad Paramita dari berbagai referensi.</p>



<blockquote class="wp-block-quote"><p>Salah satu yang dituturkan oleh Yang Mulia Lobsang Gyatso, “Praktik paramita yang tepat adalah bebas dari kemelekatan pada diri dan perbuatan mementingkan diri sendiri.”</p></blockquote>



<p>Selanjutnya Beliau membahas mengenai paramita yang diumpamakan seperti tiba di pantai seberang. Pantai seberang di sini dapat diartikan sebagai kebebasan dari belenggu dan objek ketakutan yang mengarah pada Kebuddhaan. Dapat diartikan juga seperti keadaan yang sudah bertransformasi menjadi lebih baik dari keadaan sebelumnya melalui enam praktik tertentu. Dalam praktiknya, setelah kita menyeberangi sungai halangan kita akan mencapai pantai seberang. Hal ini berarti kita menjadi sempurna dalam suatu hal dan untuk jangka waktu yang lebih panjang, sungai ini perlu diseberangi beberapa kali.</p>



<p>Beliau juga menuturkan salah satu cerita yang menarik, yaitu cerita mengenai Bhante Sariputra yang sempat beralih dari jalan Bodhisattwa  karena di salah satu kehidupan lampaunya, Beliau menyesal mendanakan bola mata kepada pengemis yang meminta hanya untuk membuangnya. Sesi <em>Dhammatalk</em> diakhiri dengan tanya jawab oleh para peserta yang menghadiri webinar dan dijawab secara langsung oleh Yang Mulia Lobsang Gyatso.</p><p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2021/06/21/membebaskan-diri-dengan-paramita/">Liputan Vesak KMBUI 2021 – Membebaskan Diri dengan Paramita</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p><p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2021/06/21/membebaskan-diri-dengan-paramita/">Liputan Vesak KMBUI 2021 &#8211; Membebaskan Diri dengan Paramita</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/itsupport/">itsupport</a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Merayakan Waisak dengan Menghadiahkan Buku Dharma untuk umat Buddha di Jawa</title>
		<link>https://lamrimnesia.org/2021/05/03/2021-caturbrahmawihara-jawa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[itsupport]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 May 2021 08:31:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berbagi Dharma]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[budhisme]]></category>
		<category><![CDATA[buku dharma]]></category>
		<category><![CDATA[catur brahmawihara]]></category>
		<category><![CDATA[Dagpo Rinpoche]]></category>
		<category><![CDATA[lamrimnesia]]></category>
		<category><![CDATA[waisak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lamrimnesia.org/?p=6034</guid>

					<description><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p>Lamrimnesia menyalurkan 1000 buku Dharma berbahasa Jawa setiap tahunnya. Pada tahun ini, Lamrimnesia akan menerbitkan buku Catur Brahmawihara. Catur Brahmawihara (4 Kemuliaan Tanpa Batas) merupakan salah satu topik utama dalam instruksi yang disebut Lamrim, atau tahapan jalan menuju pencerahan.</p>
<p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2021/05/03/2021-caturbrahmawihara-jawa/">Merayakan Waisak dengan Menghadiahkan Buku Dharma untuk umat Buddha di Jawa</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p>
<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2021/05/03/2021-caturbrahmawihara-jawa/">Merayakan Waisak dengan Menghadiahkan Buku Dharma untuk umat Buddha di Jawa</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/itsupport/">itsupport</a></p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p>Lamrimnesia menyalurkan 1000 buku Dharma berbahasa Jawa setiap tahunnya. Pada tahun ini, Lamrimnesia akan menerbitkan buku Catur Brahmawihara. Catur Brahmawihara (4 Kemuliaan Tanpa Batas) merupakan salah satu topik utama dalam instruksi yang disebut Lamrim, atau tahapan jalan menuju pencerahan. Keempat kemuliaan tanpa batas meliputi keseimbangan batin tanpa batas (Upeksha), cinta kasih tanpa batas (Maitri), welas asih tanpa batas (Karuna), dan sukacita tanpa batas (Mudita).&nbsp;</p>



<figure class="wp-block-image"><img src="https://lh3.googleusercontent.com/QCeiAaIYDHZN8mYvGf0Hc6axmUHYq88olVcQCRMoBro7ET8imnC1seMBadY5adnsSTWlURxJrtpDx00UUaF2n4aCfNO_YrRWDGIjO-NltNgkH8tRCgqMzss13CxuUVt0eX3E9Ia8" alt=""/></figure>



<p>Dukung penyebaran Dharma yang luar biasa ini ke seluruh Nusantara beserta kegiatan pelestarian Dharma lainnya dengan menjadi Dharma Patron Lamrimnesia!</p>



<p>Berikut rincian anggaran YPPLN dalam setahun dalam melestarikan dan menyebarkan Dharma ke seluruh negeri:</p>



<figure class="wp-block-table"><table><tbody><tr><td><strong>PENGELUARAN</strong></td><td></td></tr><tr><td><strong>Operasional dan Mobilisasi Dharma Patriot</strong></td><td></td></tr><tr><td>Mobilisasi Dharma Patriot</td><td>Rp826,250,000,-</td></tr><tr><td>Operasional Kantor</td><td>Rp70,000,000,-</td></tr><tr><td></td><td></td></tr><tr><td><strong>Penerbitan dan Penyaluran Buku Dharma</strong></td><td></td></tr><tr><td>Penerbitan Buku Dharma</td><td>Rp373,000,000,-</td></tr><tr><td>Penyaluran Buku Dharma dan Lain-Lain</td><td>Rp52,500,000,-</td></tr><tr><td></td><td></td></tr><tr><td><strong>Kegiatan</strong></td><td></td></tr><tr><td>Bedah Buku &amp; Stand</td><td>Rp25,600,000,-</td></tr><tr><td>Nusantara Dharma Book Festival</td><td>Rp150,000,000,-</td></tr><tr><td>Indonesia Lamrim Retret</td><td>Rp100,000,000,-</td></tr><tr><td>Merchandise</td><td>Rp10,000,000,-</td></tr><tr><td></td><td></td></tr><tr><td>Total Pengeluaran</td><td>Rp1,607,350,000,-</td></tr></tbody></table></figure>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p></p>



<figure class="wp-block-table"><table><tbody><tr><td><strong>PENDAPATAN</strong></td><td></td></tr><tr><td><strong>Dharma Patron</strong></td><td></td></tr><tr><td>Dharma Patron Rutin*</td><td>Rp640,000,000,-</td></tr><tr><td>Dharma Patron Non Rutin**</td><td>Rp388,350,000,-</td></tr><tr><td></td><td></td></tr><tr><td><strong>Penjualan</strong></td><td></td></tr><tr><td>Penjualan Buku</td><td>Rp340,000,000,-</td></tr><tr><td>Penjualan Merchandise</td><td>Rp15,000,000,-</td></tr><tr><td></td><td></td></tr><tr><td><strong>Kegiatan Dharma</strong></td><td></td></tr><tr><td>Bedah Buku dan Seminar</td><td>Rp4,000,000,-</td></tr><tr><td>Nusantara Dharma Book Festival</td><td>Rp120,000,000,-</td></tr><tr><td>Indonesia Lamrim Retret</td><td>Rp100,000,000,-</td></tr><tr><td></td><td></td></tr><tr><td>Total Pendapatan</td><td>Rp1,607,350,000,-</td></tr></tbody></table></figure>



<p>*Asumsi 533 Dharma Patron Rutin dengan nominal Rp100.000,- per bulan donasi<br>**Asumsi sekitar 1.941 Dharma Patron Non Rutin dengan rata-rata donasi Rp200.000,- per orang</p>



<p>Dibutuhkan 317 Dharma Patron rutin baru dan 1.941 Dharma Patron non rutin di tahun ini untuk mewujudkan cita-cita bajik kami. Jadilah Dharma Patron Lamrimnesia!</p>



<p>Salurkan dana Anda&nbsp; ke:<br><strong>BCA 0079 388 388</strong> atau <strong>MANDIRI 119 009 388 388 0</strong><br>A.n. Yayasan Pelestarian dan Pengembangan Lamrim Nusantara</p>



<p>Dengan pilihan paket dana:<br>Sederhana – (dana sukarela*)<br>Welas Asih – Rp200.004,-<br>Bijaksana – Rp800.004,-<br>Sampurna – Rp4.800.004,-</p>



<p>*Tambahkan angka Rp4,- pada nominal donasi Anda</p>



<p>Konfirmasikan ke Call Center Lamrimnesia dengan mengirimkan bukti transfer dengan keterangan “DharmaPatron4”<br>atau melalui tautan lamrimnesia.org/dpatron4</p>



<p>Dana yang Anda berikan akan disalurkan untuk kegiatan <strong>S A P A</strong>:<br>– Penerbitan &amp; Penyaluran Buku Dharma (<strong>S</strong> ALUR)<br>– Penyelenggaraan Kegiatan Dharma (<strong>A</strong> JAR &amp; <strong>P</strong> ROMOSI)<br>– Mobilisasi Dharma Patriot &amp; Biaya Operasional (<strong>P</strong> ROMOSI &amp; <strong>A</strong> JAK)</p>



<p>Dukunganmu sangat berarti! Boleh juga bantu share info ini ke sahabat dan kerabatmu. Ditunggu ya!</p>



<figure class="wp-block-image"><img src="https://lh3.googleusercontent.com/rrNKIlMJtLndald4dEDaDVihbDhgrv20WhsH72RtR1ffH1-5EU43IaEhHyfXHVZmae4seW2Bn7qANvvlhLSDiM_3Q98fIRTI2RV6kqia3t4xfE6kL1-hiwnxBLuUayKRWlG4pvHv" alt=""/></figure><p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2021/05/03/2021-caturbrahmawihara-jawa/">Merayakan Waisak dengan Menghadiahkan Buku Dharma untuk umat Buddha di Jawa</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p><p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2021/05/03/2021-caturbrahmawihara-jawa/">Merayakan Waisak dengan Menghadiahkan Buku Dharma untuk umat Buddha di Jawa</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/itsupport/">itsupport</a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dana Dharma Waisak untuk Anak Buddhis Indonesia</title>
		<link>https://lamrimnesia.org/2021/04/16/dana-dharma-waisak-untuk-anak-buddhis-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[itsupport]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Apr 2021 11:02:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[Agama Buddha Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[buddhisme]]></category>
		<category><![CDATA[danadharma]]></category>
		<category><![CDATA[waisak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lamrimnesia.org/?p=5982</guid>

					<description><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p>Mengapa memberi Dharma adalah bentuk tertinggi dari praktik berdana? Karena praktik berdana Dharma bisa membebaskan kita dari samsara dan mencapai Nibbana, sedangkan praktik memberi materi dan membebaskan dari rasa takut hanya memberikan manfaat yang sementara.</p>
<p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2021/04/16/dana-dharma-waisak-untuk-anak-buddhis-indonesia/">Dana Dharma Waisak untuk Anak Buddhis Indonesia</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p>
<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2021/04/16/dana-dharma-waisak-untuk-anak-buddhis-indonesia/">Dana Dharma Waisak untuk Anak Buddhis Indonesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/itsupport/">itsupport</a></p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<blockquote class="wp-block-quote"><p>“Orang bodoh tidak memuji kemurahan hati. Akan tetapi orang bijaksana senang dalam memberi, dan karenanya ia akan bergembira di alam berikutnya”. (Dhammapada, Loka Vagga Syair 177).</p></blockquote>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" width="1024" height="490" src="https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2021/06/Laporan-Waisak-Webbanner-1024x490.png" alt="" class="wp-image-6106" srcset="https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2021/06/Laporan-Waisak-Webbanner-1024x490.png 1024w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2021/06/Laporan-Waisak-Webbanner-600x287.png 600w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2021/06/Laporan-Waisak-Webbanner-300x144.png 300w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2021/06/Laporan-Waisak-Webbanner-768x368.png 768w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2021/06/Laporan-Waisak-Webbanner-150x72.png 150w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2021/06/Laporan-Waisak-Webbanner-450x215.png 450w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2021/06/Laporan-Waisak-Webbanner.png 1078w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2021/06/Laporan-Waisak-Webbanner-702x336.png 702w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Mengapa memberi Dharma adalah bentuk tertinggi dari praktik berdana? Karena praktik berdana Dharma bisa membebaskan kita dari samsara dan mencapai Nibbana, sedangkan praktik memberi materi dan membebaskan dari rasa takut hanya memberikan manfaat yang sementara.</p>



<p>Lalu bagaimana kita mempraktikkan Dana Dharma yang tertinggi ini? Bagaimana kalau kita tidak punya kemampuan untuk mengajarkan Dharma? Berdana Dharma tidak harus dilakukan dengan mengajarkan Dharma. Segala hal yang berkaitan dengan tujuan untuk menyebarkan Dharma adalah Dana Dharma. Salah satu contohnya adalah dengan berdana Buku Dharma. Kalau kita berdana 100 buku Dharma, dan buku ini dibaca oleh 100 umat Buddha, maka manfaat Dana Dharma kita akan menjadi luar biasa.</p>



<p>Bayangkan karma baik yang akan diperoleh setelah umat membaca buku Dharma menjadi termotivasi untuk menambah perbuatan baik seperti suka berbagi dan menyayangi makhluk hidup. Apabila anak-anak Buddhis Indonesia juga turut membaca buku Dharma, mereka akan tumbuh menjadi pribadi Buddhis yang baik.&nbsp;</p>



<p>—</p>



<p>Pada Waisak tahun ini, Lamrimnesia bekerja sama dengan Ikatan Pembina Gelanggang Anak Buddhis Indonesia (IPGABI) membuka kesempatan untuk berbagi Dharma dengan anak-anak Buddhis se-Indonesia!</p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<h5><strong>Laporan Waisak Dana Lamrimnesia:</strong></h5>



<iframe loading="lazy" src="https://drive.google.com/file/d/1srgvgK3js2ug6giXYzGzLN5G7Mfd0A7B/preview" width="640" height="480" allow="autoplay"></iframe>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p>Sarwa Manggalam,<br>Call Center Lamrimnesia<br>hp/wa: +62812 2281 6044 <br>fb: Lamrimnesia<br>Ig: @Lamrimnesia &amp; @Lamrimnesiastore</p><p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2021/04/16/dana-dharma-waisak-untuk-anak-buddhis-indonesia/">Dana Dharma Waisak untuk Anak Buddhis Indonesia</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p><p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2021/04/16/dana-dharma-waisak-untuk-anak-buddhis-indonesia/">Dana Dharma Waisak untuk Anak Buddhis Indonesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/itsupport/">itsupport</a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hei, Bambank, Buddha di Altar Bukan Cuma Patung Pajangan!</title>
		<link>https://lamrimnesia.org/2020/05/12/hei-bambank-buddha-di-altar-bukan-cuma-patung-pajangan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Lamrimnesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 May 2020 09:30:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[Berhala]]></category>
		<category><![CDATA[buddha]]></category>
		<category><![CDATA[buddhis]]></category>
		<category><![CDATA[buddhist]]></category>
		<category><![CDATA[dhamma]]></category>
		<category><![CDATA[dharma]]></category>
		<category><![CDATA[lamrim]]></category>
		<category><![CDATA[lamrimnesia]]></category>
		<category><![CDATA[triratna]]></category>
		<category><![CDATA[trisarana]]></category>
		<category><![CDATA[waisak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lamrimnesia.org/?p=4895</guid>

					<description><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p>oleh BESTRELOAD Ada stigma yang beredar di masyarakat Buddhis maupun non-Buddhis Indonesia: bahwa umat Buddha itu menyembah patung, menyembah berhala, atau hanya menghormati sosok. Coba kita lihat stigma ini secara ringkas. Non-Buddhis menganggap umat Buddha menyembah patung atau berhala karena dianggap tidak memiliki sosok yang disebut Tuhan. Ada lagi yang berpendapat “Buddhisme itu cuma filsafat, [...]</p>
<p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2020/05/12/hei-bambank-buddha-di-altar-bukan-cuma-patung-pajangan/">Hei, Bambank, Buddha di Altar Bukan Cuma Patung Pajangan!</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p>
<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2020/05/12/hei-bambank-buddha-di-altar-bukan-cuma-patung-pajangan/">Hei, Bambank, Buddha di Altar Bukan Cuma Patung Pajangan!</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/listya/">Redaksi Lamrimnesia</a></p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p>oleh BESTRELOAD</p>



<p>Ada stigma yang beredar di masyarakat Buddhis maupun non-Buddhis Indonesia: bahwa umat Buddha itu menyembah patung, menyembah berhala, atau hanya menghormati sosok.</p>



<p>Coba kita lihat stigma ini secara ringkas. Non-Buddhis menganggap umat Buddha menyembah patung atau berhala karena dianggap tidak memiliki sosok yang disebut Tuhan. Ada lagi yang berpendapat “Buddhisme itu cuma filsafat, jadi sebetulnya tidak membutuhkan sosok pemujaan”. Untuk kasus umat Buddha sendiri, biasanya beda istilah saja. Karena tidak mau dianggap “menyembah berhala” ataupun “menyembah patung”, beberapa orang menyatakan bahwa pemujaan kepada patung Buddha merupakan cara untuk mengingat jasa dan ajaran Beliau; tapi ujung-ujungnya, sosok Buddha dianggap sebagai sekadar ‘kenangan’ yang masih tersisa.</p>



<p>Kalau kita mundur selangkah dan membandingkan kedua pendapat ini, kita mungkin bisa menemukan kesamaan. Ternyata baik Buddhis maupun non-Buddhis sama-sama melihat rupang Buddha sebagai benda mati yang mentok-mentok hanya punya fungsi estetis, tak ada bedanya dengan foto atau lukisan yang kita pajang di rumah!</p>



<p>Apakah memang demikian seharusnya kita memaknai perlambang tubuh Buddha? Mari kita sama-sama merenung…</p>



<p>Jika seseorang non-Buddhis dan menganggap bahwa umat Buddha menyembah patung, kita bisa maklum. Toh mereka belum pernah mempelajari ajaran Buddha secara mendalam. Namun, di internet kita bisa melihat orang-orang yang mengklaim bahwa umat Buddha “asli” tidak peduli ada patung atau tidak, tidak menganggap perlambang tubuh Buddha memiliki nilai dan makna, sehingga tidak masalah kalau rupang dihancurkan atau diperlakukan sembarangan. Parahnya lagi, tidak sedikit umat Buddha yang mengamini klaim tersebut!</p>



<p>Buddhisme memang tidak mengenal konsep “Tuhan” sebagai pencipta dan asal muasal segalanya (kausa prima), tidak seperti agama Samawi yang lebih dikenal masyarakat luas. Ini merupakan salah satu perbedaan mendasar yang membuat kita tidak bisa memaknai berbagai hal yang menjadi ciri khas Buddhisme dengan cara yang sama dengan agama lain, termasuk dalam kasus ini: penggunaan rupang Buddha. Jadi, terlalu dini bagi orang yang belum pernah mendalami filsafat Buddhis untuk menerka-nerka cara seorang Buddhis seharusnya memaknai rupang Buddha hanya dengan apa yang terlihat oleh mata dan lantas menyebarkan terkaannya seolah-olah itu adalah benar.</p>



<p>Di sisi lain, umat Buddha sendiri juga seringkali menganggap Buddha sudah ‘meninggal’, hanya meninggalkan ajaran saja di dunia. Pola pikir demikian meninggalkan sebuah lubang besar di hati kita&nbsp;karena <a href="https://store.lamrimnesia.com/product/tisarana-gerbang-memasuki-ajaran/">Triratna</a> sudah tidak lengkap lagi, hanya tertinggal Ratna Dharma dan Ratna Sangha. Lubang inilah yang rawan diisi oleh klesha keragu-raguan dan bisa menjadi alasan utama orang-orang mulai banyak berpindah agama, mempertanyakan manfaat dari belajar Buddhadharma, dan merasa terpaksa kalau harus ke wihara dan sejenisnya.</p>



<p>Ketika seorang Buddhis yang seperti ini mendengar seseorang berkata bahwa Buddhis menyembah berhala, dia akan mulai berpikir, “Hmm… Benar juga, ya…” Rasa minder pun muncul dan membuat orang ini menimbang antara berpikir untuk pindah agama atau menciptakan seribu satu alasan untuk menjustifikasi tindakan “menghormati patung Buddha” yang sesuai dengan logika filsafat non-Buddhis. Dari respons kedua ini, muncullah pandangan atau asumsi bahwa seorang Buddhis tidak peduli jika patung Buddha dihancurkan atau diinjak, bahwa bagi seorang Buddhis pun Buddha hanya ‘orang bijak yang dikagumi’ dan perlambang wujudnya ibarat foto kakek buyut kita atau foto pemenang hadiah Nobel semata.</p>



<p>Sebelum berpikir untuk pindah agama atau melakukan cocoklogi seperti di atas, mungkin ada baiknya kita melakukan sedikit usaha lebih untuk mencari tahu: bagaimana seharusnya umat Buddha memaknai patung Buddha? Apakah ada penjelasannya di dalam kitab-kitab? Saya mencoba mengumpulkan penjelasan-penjelasan itu dan akan membagikannya melalui tulisan ini. Tapi sebagai pembuka, satu ungkapan bagi Anda yang hanya menganggap rupang Buddha merupakan patung/simbol biasa: <strong>SAYANG SEKALI BAMBANK!</strong></p>



<p>Singkatnya, kita itu punya akses untuk mendapatkan perlindungan yang tak terbatas dari sosok Buddha. Menganggap suatu figur Buddha sebagai Buddha yang sebenarnya akan meningkatkan keyakinan, dan keyakinan berbanding lurus dengan usaha kita menerapkan ajaran Beliau. Semakin besar keyakinan kita, maka semakin baik pula kita menerapkan apa yang Beliau ajarkan, dan semakin besar pula manfaat yang kita dapat.</p>



<p>Jadi, jika bisa mendapatkan manfaat yang lebih besar, kenapa harus tidak percaya? Sebelum menarik kesimpulan, alangkah baiknya jika kita mencari lebih banyak ilmu di luar apa yang kita kira kita sudah tahu. Caranya, dengan menilik argumen-argumen yang berdasarkan kitab suci dan teks-teks yang telah diverifikasi guru-guru besar Buddhis.</p>



<p><strong>Jadi, inilah kenapa umat Buddha bukan hanya menyembah patung:</strong></p>



<p><strong>1.</strong> &nbsp; &nbsp; &nbsp; <strong>Kemampuan Buddha yang tak terbatas: tubuh Dharmakaya Buddha berada dalam objek apa pun ketika kita bisa menganggapnya demikian.</strong></p>



<blockquote class="wp-block-quote"><p><em>“Sejauh mana kebijaksanaan menjangkau, sejauh itu pula jangkauan tubuh fisik Tathagatha.”</em></p><cite>&#8211; <em>Sutra Which Reveals the Inscrutable Mystery of the Tathagata</em> (dikutip dari Pembebasan di Tangan Kita Jilid II)</cite></blockquote>



<p>Banyak Sutra-sutra yang menjelaskan bahwa Buddha memiliki lebih dari satu tubuh. Riwayat Agung Para Buddha karya <em>Tipitakadhara</em> Mingun Sayadaw menjelaskan bahwa Buddha memiliki tubuh Rupakaya dan Dharmakaya. Sumber-sumber lain seperti Abhisamayalamkara karya Arya Maitreya juga menjelaskan bahwa ada 4 tubuh Buddha, yaitu Nirmanakaya, Sambhogakaya, Svabhavivakaya, dan Dharmakaya. Dikatakan bahwa Dharmakaya Buddha merupakan tubuh kebenaran yang tidak bisa dijelaskan, karena telah melampaui konsep, dualisme, dan seluas angkasa. Inilah salah satu aspek Buddha yang dapat dikenali sebagai ‘sifat’ <strong>Ketuhanan.</strong></p>



<p>Kualitas Buddha yang sudah sempurna dan memiliki banyak tubuh tersebut memiliki 10 kekuatan, 4 keberanian, 6 kebijaksanaan, dan 18 kualitas. Singkatnya, pencapaian Buddha merupakan pencapaian yang sudah maksimal dan kemampuan Beliau tak terbatas. Jadi, aspek-aspek tersebut memungkinkan Buddha untuk mematangkan batin para makhluk yang tak terhingga banyaknya. Dengan kualitas-kualitas yang tak terkira itu, kehadiran Buddha yang sesungguhnya saat kita memberikan penghormatan kepada patung atau gambar Buddha tentu bukan merupakan hal yang tidak mungkin.</p>



<p>Arya Shantidewa juga pernah mengatakan, “Dalam kegelapan ini, keinginan memuja Buddha atau ketika kita benar-benar sudah memuja beliau merupakan aktivitas Buddha, dan kita telah mendapatkan berkah dari Buddha.”</p>



<p><strong>2.</strong> &nbsp; &nbsp; &nbsp; <strong>Bisa atau tidaknya kita melihat Buddha tergantung karma.</strong></p>



<p>Pada dasarnya, kita harus memahami bahwa kemampuan kita dalam memersepsikan objek adalah bergantung pada kemampuan kita memersepsikan apa yang ada di sekitar kita. Hal ini amatlah bergantung pada <a href="https://play.google.com/store/books/details/Dagpo_Rinpoche_Karma?id=seGMDwAAQBAJ">karma</a> dan klesha kita.</p>



<p>Sebagai contoh, seekor anjing tidak bisa membedakan air mineral dan air comberan. Keduanya sama-sama air yang bisa mereka minum. Manusia tentu tidak akan berlaku sama; mereka akan membuang air comberan dan minum air mineral. Demikian pula, sang anjing pun tidak akan bisa memahami betapa emas adalah barang yang sangat bernilai, sedangkan manusia akan melihat emas sebagai sesuatu yang sangat berharga dan akan menyimpannya sebaik mungkin. Dengan logika yang sama, kitab-kitab suci menjelaskan bahwa simbol tubuh Buddha yang kita lihat dalam bentuk yang terbuat dari tanah liat, tembaga, dan material lainnya sebenarnya akan bisa dirasakan sebagai tubuh emanasi Buddha yang&nbsp; unggul pada saat batin kita telah mencapai kondisi konsentrasi arus Dharma (<em>dharmasrota samadhi</em>) di Marga Penghimpunan. Lalu ketika kita mencapai tingkat Bodhisatwa pertama, simbol-simbol tubuh Buddha tersebut pun akan bisa terlihat sebagai Sambhogakaya yang sebenarnya dari seorang Buddha. Jadi, ini adalah kasus yang sama dengan perbedaan antara manusia dan anjing dalam melihat, mencerap dan mengidentifikasi emas. Buddha pada dasarnya ada di sana, namun batin kitalah (yang dipengaruhi oleh karma dan klesha kita masing-masing) yang tidak sanggup melihat, mencerap, dan mengidentifikasinya.</p>



<p>Oleh karena itu, adalah sangat penting bagi kita untuk berlatih mulai sekarang untuk menganggap berbagai simbol seperti rupang dan lukisan sebagai apa yang sesungguhnya mereka representasikan, yakni Sang Buddha itu sendiri.</p>



<p><strong>3.</strong> &nbsp; &nbsp; &nbsp; <strong>Memandang figur/simbol Buddha sebagai Buddha yang sesungguhnya merupakan kebajikan yang luar biasa.</strong></p>



<blockquote class="wp-block-quote"><p><em>“Ini adalah poin Latihan yang harus dipraktikkan: memperlakukan wujud-wujud Buddha sebagai objek yang harus dihormati – seolah-olah mereka adalah Buddha yang sebenarnya.”</em></p><cite>-Je Tsongkapha (dikutip dari “Risalah Agung Tahapan Jalan Menuju Pencerahan” Jilid I)</cite></blockquote>



<p>&#8220;Yang Arya Sariputra bisa menjadi satu dari dua murid unggul Sang Buddha karena karma Beliau yang di kehidupan sebelumnya memandang figur Buddha dalam kekaguman dan berpikir, ‘Betapa saya ingin bertemu langsung dengan sosok menakjubkan ini’”. Di dalam Saddharmapundarika Sutra juga dijelaskan, &#8220;Bahkan mereka yang memandang figur para Sugata yang dilukis di dinding dengan batin yang terganggu sekali pun pada akhirnya akan bertemu sepuluh juta Buddha”. Cuplikan sutra ini menjelaskan tentang manfaat dari melihat simbol-simbol Buddha. Jika bahkan seseorang yang memandang suatu figur Buddha dalam keadaan batin yang marah pun bisa mendapatkan manfaat-manfaat seperti itu, tentu saja kita akan mendapatkan manfaat yang lebih ketika memandang figur tersebut dengan sikap penuh hormat.</p>



<p><strong>4.</strong> &nbsp; &nbsp; &nbsp; <strong>Tidak hanya menyembah, kita juga beraspirasi mencapai tingkatan Buddha.</strong></p>



<p>Tujuan Buddha mencapai penerangan sempurna dan mengajar adalah agar semua makhluk bisa terbebas dari penderitaan dan mencapai tingkatan yang sama seperti Beliau. Esensi dari Kebuddhaan adalah tercapainya kesempurnaan dalam welas asih (<em>perfection of compassion</em>) dan kesempurnaan kebijaksanaan (<em>perfection of wisdom</em>). Pencapaian ini telah dicapai oleh orang-orang di masa lalu dan bisa pula dicapai oleh orang-orang di masa yang akan datang.</p>



<p>Dengan merenungkan sosok Buddha, kita bisa menghimpun kebajikan yang sangat besar. Kita bisa menyadari bahwa kita memiliki benih Kebuddhaan dalam diri kita. Kita tidak perlu iri pada sosok yang datang 2500 tahun yang lalu karena kita juga memiliki potensi yang sama. Jadi, kita tidak harus menunggu nabi yang datang beberapa tahun lagi (Uttaratantra hal 206)<strong>. Dalam sumber yang sama, </strong>jika diibaratkan sebuah jendela kaca, bisa kita katakan bahwa jendela kaca ini bersih. Namun, jendela ini telah dikotori oleh debu-debu dari luar. Ketika jendela ini dibersihkan, maka ia akan kembali pada sifat awalnya. Ini sama seperti Kebuddhaan yang secara <em>default </em>sudah ada dalam diri kita, namun untuk menemukannya kita mesti menghilangkan kotoran batin terlebih dulu. Kita bisa merenungkan dan menyadari ini semua ketika kita melihat sosok Buddha, baik dalam bentuk rupang atau gambar. Tekad yang bangkit dalam diri kita untuk menjadi penolong semua makhluk seperti Sang Buddha akan menjadi kebajikan yang luar biasa besar sekaligus sebab bagi pencerahan kita.</p>



<p><strong>Penutup</strong></p>



<p>Dengan melihat kualitas-kualitas dari Sang Buddha, guru agung kita, seorang Buddhis seharusnya memperlakukan patung atau simbol Buddha selayaknya patung atau simbol ini adalah Buddha sendiri. Kita harus berbangga hati dan tidak minder jika dibandingkan dengan agama-agama lain, apalagi sampai terbawa tuduhan atau interpretasi dangkal yang tidak didasari oleh pemahaman sesungguhnya akan filsafat atau kitab-kitab Buddhis.</p>



<p>Namun, perlu diingat bahwa esensi ajaran Buddha adalah untuk mengembangkan batin. Buddha mengajar sejatinya adalah untuk mengubah diri kita menjadi lebih baik. Saran saya, kita sebagai umat Buddha harus senantiasa melihat ke dalam batin dan bertanya pada diri sendiri, “Apakah saya sudah benar-benar memiliki keyakinan terhadap Buddha?” Setelah itu, kita harus lanjut bertanya, “Apakah saya memiliki dasar bagi keyakinan tersebut?” Ini mungkin bisa menjadi titik awal untuk menumbuhkan keyakinan yang kokoh terhadap Buddha, keyakinan yang tidak dengan mudahnya digoyang karena kemudahan dan kesenangan yang bersifat sementara.</p>



<p>Saya akan menutup artikel ini dengan salah satu pernyataan dari teman saya, “Orang akan berhenti mengatakan umat Buddha menyembah berhala ketika kita sebagai umat sendiri juga mampu memosisikan Buddha di posisi yang sepantasnya dan selayaknya.&#8221;</p>



<p>Referensi:<br>1. &#8220;<a href="https://store.lamrimnesia.com/product/pembebasan-di-tangan-kita/">Pembebasan di Tangan Kita</a>&#8221; oleh Phabongkha Rinpoche<br>2. &#8220;The Tibetan Book of The Dead&#8221; oleh Padmasambhava, ditemukan oleh Karma Linga, diterjemahkan oleh Gyurme Dorje, disunting oleh Graham Coleman dan Thupten Jinpa<br>3. &#8220;<a href="https://store.lamrimnesia.com/product/risalah-agung-tahapan-jalan-menuju-pencerahan-lamrim-chenmo-jld-1-2-3/">Risalah Agung Tahapan Jalan menuju Pencerahan</a>&#8221; oleh Je Tsongkhapa<br>4. &#8220;Uttaratantra&#8221; oleh Dzongsar Khyentse Rinpoche<br>5. Taisho Tripitaka</p><p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2020/05/12/hei-bambank-buddha-di-altar-bukan-cuma-patung-pajangan/">Hei, Bambank, Buddha di Altar Bukan Cuma Patung Pajangan!</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p><p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2020/05/12/hei-bambank-buddha-di-altar-bukan-cuma-patung-pajangan/">Hei, Bambank, Buddha di Altar Bukan Cuma Patung Pajangan!</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/listya/">Redaksi Lamrimnesia</a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pesan Waisak dari Y. M. S. Dalai Lama XIV</title>
		<link>https://lamrimnesia.org/2020/05/08/pesan-waisak-dari-y-m-s-dalai-lama-xiv/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Lamrimnesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 May 2020 04:34:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[buddha]]></category>
		<category><![CDATA[buddhism]]></category>
		<category><![CDATA[buddhisme]]></category>
		<category><![CDATA[Dalai Lama]]></category>
		<category><![CDATA[dhamma]]></category>
		<category><![CDATA[dharma]]></category>
		<category><![CDATA[nalanda]]></category>
		<category><![CDATA[Pesan Waisak]]></category>
		<category><![CDATA[waisak]]></category>
		<category><![CDATA[Waisak 2020]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lamrimnesia.org/?p=4904</guid>

					<description><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p>Sebuah kebahagiaan besar bagi saya untuk menyapa saudara dan saudari Buddhis di seluruh dunia yang hari ini tengah merayakan hari Waisak (Buddha Purnima). Buddha Shakyamuni lahir di Lumbini, mencapai pencerahan di Bodhgaya, dan wafat di Kushinagar pada 2600 tahun yang lalu. Namun, saya percaya ajaran Beliau bersifat universal dan bahkan tetap relevan hingga kini. Setelah [...]</p>
<p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2020/05/08/pesan-waisak-dari-y-m-s-dalai-lama-xiv/">Pesan Waisak dari Y. M. S. Dalai Lama XIV</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p>
<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2020/05/08/pesan-waisak-dari-y-m-s-dalai-lama-xiv/">Pesan Waisak dari Y. M. S. Dalai Lama XIV</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/listya/">Redaksi Lamrimnesia</a></p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p>Sebuah kebahagiaan besar bagi saya untuk menyapa saudara dan saudari Buddhis di seluruh dunia yang hari ini tengah merayakan hari Waisak (Buddha Purnima).</p>



<p>Buddha Shakyamuni lahir di Lumbini, mencapai pencerahan di Bodhgaya, dan wafat di Kushinagar pada 2600 tahun yang lalu. Namun, saya percaya ajaran Beliau bersifat universal dan bahkan tetap relevan hingga kini. Setelah mencapai pencerahan, Sang Buddha yang tergerak oleh rasa kepedulian-Nya yang tinggi untuk membantu sesama kemudian menghabiskan sisa waktu-Nya sebagai biksu dan membagikan pengalamannya ke siapa pun yang ingin mendengarkannya. Baik pandangan Beliau mengenai hukum sebab-musabab yang saling bergantungan maupun nasihat Beliau untuk tidak menyakiti seorang pun dan membantu siapa pun yang mampu kita bantu; keduanya menitikberatkan pengamalan dogma hidup tanpa kekerasan. Hal tersebut tetap menjadi pendorong paling mujarab bagi kebaikan di dunia saat ini karena rasa welas asih yang diwujudkan tanpa kekerasan adalah bentuk pelayanan kita bagi semua makhluk.</p>



<p>Di dunia yang semakin saling bergantung, kemakmuran dan kebahagiaan kita bergantung pada banyak orang. Sekarang ini, ujian-ujian yang tengah kita jalani mewajibkan kita untuk menerima kesatuan umat manusia. Walau ada perbedaan-perbedaan kecil di antara kita, semua orang pada dasarnya sama-sama mengharapkan kedamaian dan kebahagiaan. Pengamalan ajaran Buddhis memang diperoleh dari melatih batin kita melalui meditasi. Namun, upaya pelatihan ketentraman batin kita dalam mengembangkan sifat-sifat penyayang, welas asih, murah hati, dan kesabaran, belum efektif tanpa adanya pengamalan dalam kehidupan sehari-hari.</p>



<p>Akhir-akhir ini, komunitas-komunitas Buddhis yang beragam di dunia hanya memiliki pemahaman samar mengenai keberadaan satu sama lain dan tidak memiliki kesempatan untuk menghargai persamaan yang kita miliki. Namun kini, siapa pun yang tertarik dapat berkenalan dengan hampir seluruh khazanah Buddhis yang berkembang di daratan-daratan yang berbeda. Terlebih lagi, kita yang mengamalkan dan mengajarkan tradisi-tradisi Buddhis ini kini dapat saling menemui dan saling belajar dari satu sama lain.</p>



<p>Sebagai biksu Buddhis Tibet, saya memposisikan diri sebagai ahli waris tradisi Nalanda. Metode belajar-mengajar ajaran Buddhis di Universitas Nalanda yang berlandaskan akal dan logika menjadi titik puncak perkembangan ajaran ini di India. Untuk menjadi penganut Buddhis di abad ke-21, penting bagi kita untuk terlibat dalam pembelajaran dan analisis ajaran-ajaran sang Buddha sebagaimana yang dilakukan oleh mereka di sana, ketimbang bertumpu pada iman semata.</p>



<p>Dunia telah berubah banyak semenjak waktu hidup Sang Buddha. Ilmu pengetahuan modern telah mengembangkan pemahaman mendalam mengenai dunia fisik. Di sisi lain, ilmu Buddhis telah mencapai pemahaman yang terperinci dan personawi mengenai cara kerja pikiran dan emosi, bidang yang masih relatif baru bagi ilmu pengetahuan modern. Karena itu, masing-masing memiliki pengetahuan penting untuk melengkapi satu sama lain. Saya percaya bahwa penggabungan kedua pendekatan ini memiliki potensi besar untuk mencapai temuan-temuan yang dapat memperkaya kesehatan fisik, emosi, dan sosial kita semua.</p>



<p>Sebagai umat Buddha, kitalah yang menjunjung ajaran Sang Buddha, tetapi pesan Sang Buddha juga relevan dalam interaksi kita dengan seluruh umat manusia. Kita perlu mendukung pemahaman antaragama dengan menggarisbawahi bahwa semua agama bertujuan mewujudkan kebahagiaan bagi semua orang. Juga, dalam masa krisis yang tengah menerpa dunia ini, saat kita menghadapi ancaman terhadap kesehatan kita dan kita merasakan kesedihan akan keluarga dan teman yang telah meninggalkan kita, kita harus berfokus pada hal-hal yang menyatukan kita sebagai satu keluarga besar umat manusia. Oleh karena itu, kita perlu saling mengulurkan tangan dengan penuh welas asih karena hanya dengan bersatu dan mengkoordinasi tanggapan global kita dapat mengatasi cobaan-cobaan baru yang tengah kita hadapi. Dalai Lama</p>



<p>Sumber: <a href="https://www.dalailama.com/news/2020/vesak-message-from-his-holiness-the-dalai-lama">Dalailama.com</a><br>Diterjemahkan oleh Rakaputra Paputungan<br>Disunting oleh Silvi Wilanda</p><p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2020/05/08/pesan-waisak-dari-y-m-s-dalai-lama-xiv/">Pesan Waisak dari Y. M. S. Dalai Lama XIV</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p><p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2020/05/08/pesan-waisak-dari-y-m-s-dalai-lama-xiv/">Pesan Waisak dari Y. M. S. Dalai Lama XIV</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/listya/">Redaksi Lamrimnesia</a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Apakah Umat Buddha Menyembah Berhala?</title>
		<link>https://lamrimnesia.org/2020/05/06/apakah-umat-buddha-menyembah-berhala/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Lamrimnesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 May 2020 08:35:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[Berhala]]></category>
		<category><![CDATA[buddha]]></category>
		<category><![CDATA[buddhis]]></category>
		<category><![CDATA[buddhism]]></category>
		<category><![CDATA[buddhisme]]></category>
		<category><![CDATA[dhamma]]></category>
		<category><![CDATA[dharma]]></category>
		<category><![CDATA[lamrimnesia]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<category><![CDATA[triratna]]></category>
		<category><![CDATA[trisarana]]></category>
		<category><![CDATA[waisak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lamrimnesia.org/?p=4900</guid>

					<description><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p>oleh Chatresa7 Jawabannya ya. Umat Buddha memang menyembah berhala. Kenapa bisa begitu? Karena kita tidak mengenal siapa itu Buddha. Apa yang Beliau lakukan? Bagaimana cara Buddha menolong kita? Jika kita sebagai umat Buddha tidak mengetahui ini maka bisa dikatakan ya, kita umat Buddha menyembah berhala. Sebuah fakta yang pahit namun kalau jujur dikatakan, pantas saja [...]</p>
<p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2020/05/06/apakah-umat-buddha-menyembah-berhala/">Apakah Umat Buddha Menyembah Berhala?</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p>
<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2020/05/06/apakah-umat-buddha-menyembah-berhala/">Apakah Umat Buddha Menyembah Berhala?</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/listya/">Redaksi Lamrimnesia</a></p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p>oleh Chatresa7</p>



<p>Jawabannya ya.</p>



<p>Umat Buddha memang menyembah berhala. Kenapa bisa begitu? Karena kita tidak mengenal siapa itu Buddha. Apa yang Beliau lakukan? Bagaimana cara Buddha menolong kita? Jika kita sebagai umat Buddha tidak mengetahui ini maka bisa dikatakan ya, kita umat Buddha menyembah berhala. Sebuah fakta yang pahit namun kalau jujur dikatakan, pantas saja beberapa orang mengatakan kita sebagai umat Buddha sembah berhala. Karena memang kita tidak mengetahui apa dan siapa itu Buddha dan hanya ikutan orang di sebelah untuk “menghormati” Buddha.</p>



<p>Apakah mengetahui siapa itu Buddha akan mampu membuat perbedaan? Tentu saja jawabannya iya. Dengan mengenali sosok Buddha, apa yang sudah Buddha lakukan, dan bagaimana cara Buddha akan menolong kita, tentu pengetahuan kita tentang Buddha bertambah. Hal ini juga akan berpengaruh cukup besar bagi kita umat Buddha. Dengan adanya pengetahuan tersebut, kita sebagai umat Buddha akan mampu memberikan penghormatan kepada Buddha dengan benar dan akan mampu dengan tegas mengatakan bahwa “Saya tidak menyembah berhala, namun saya meneladani Buddha dan memberikan penghormatan yang sebaik dan sepantasnya kepada Buddha.”.</p>



<p>Lalu apa itu yang dimaksud dengan berhala? Makna berhala di KBBI adalah: patung dewa atau sesuatu yang didewakan yang disembah dan dipuja. Jadi jelas sudah kalau Buddha itu kita anggap berhala belaka jika kita hanya ikut-ikutan orang sebelah untuk memuja atau menyembah patung Buddha. Ini berarti kita juga memposisikan Buddha jauh di bawah idola kita. Karena fakta sehari-hari kita lebih kepo dan mengetahui detail tentang idola kita dibandingkan Buddha.</p>



<p>Singkatnya orang akan berhenti mengatakan umat Buddha menyembah berhala ketika kita sebagai umat sendiri juga mampu memposisikan Buddha ke posisi yang sepantas dan selayaknya. Jujur dikatakan sebagian besar umat Buddha kalau ditanya tentu akan bingung memposisikan Buddha itu bagaimana? Apakah cukup sebagai salah satu dewa? Salah satu penasihat kaisar langit? Satu-satunya yang bisa tangkap Sun Go Kong? Tentu saja bukan seperti itu. Kalau kita sebagai umat Buddha sendiri tidak punya pengetahuan yang baik tentang Buddha, maka keyakinan kita juga tidak akan kuat, dan bila keyakinan ini tidak kuat maka ketika ada orang mengatakan kita menyembah berhala, kita hanya bisa tersenyum malu-malu atau malah marah kepada orang itu dan menghasilkan karma buruk.</p>



<p>Pada Waisak tahun ini, kita harus bisa memanfaaatkan waktu yang ada untuk merenungkan dan bertanya kepada diri sendiri. Apa arti Buddha bagi diri kita selama ini? Baik dari segi arti kata itu sendiri maupun Buddha historis. Tanya kepada diri sendiri, dan coba posisikan diri sebagai pangeran Siddhartha. Apakah kita mampu dan dengan teguh mengambil pilihan-pilihan yang pangeran Siddhartha lakukan? Apakah kita berani untuk mencari jalan menuju pencerahan dengan meninggalkan semua harta, kuasa dan keluarga? Renungkan dengan baik hal ini, dan juga renungkan sebenarnya apa yang Buddha lakukan untuk menolong kita. Apakah kita merasakan pertolongan dari Buddha selama ini?</p>



<p>Ketika kita menanyakan pertanyaan-pertanyaan itu pada diri kita, kita mungkin akan menemukan bahwa sebenarnya pemahaman kita akan Sang Buddha hanya sampai kulitnya saja. Kita tidak mengenal siapa Buddha sesungguhnya, kualitas apa saja yang Buddha miliki, dan sejauh apa kebijaksanaan dan welas asih yang telah Sang Buddha raih. Kita kita menyadari hal itu, alangkah baiknya kita mulai sungguh-sungguh mencari tahu tentang <a href="https://store.lamrimnesia.com/product/12-aktivitas-agung-sang-begawan/">siapa itu Buddha</a> dan <a href="https://store.lamrimnesia.com/product/tisarana-gerbang-memasuki-ajaran/">membangun kembali keyakinan kita dari dasar</a>. Saat itu, barulah kita bisa benar-benar menghormati Sang Buddha sebagai lebih dari sekadar ‘berhala’.</p><p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2020/05/06/apakah-umat-buddha-menyembah-berhala/">Apakah Umat Buddha Menyembah Berhala?</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p><p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2020/05/06/apakah-umat-buddha-menyembah-berhala/">Apakah Umat Buddha Menyembah Berhala?</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/listya/">Redaksi Lamrimnesia</a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
