<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>swarnadwipa - Lamrimnesia</title>
	<atom:link href="https://lamrimnesia.org/tag/swarnadwipa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link></link>
	<description>Pathway to Everlasting Happiness</description>
	<lastBuildDate>Thu, 28 Dec 2017 01:48:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.0.11</generator>

<image>
	<url>https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2016/09/cropped-l-polos-32x32.png</url>
	<title>swarnadwipa - Lamrimnesia</title>
	<link></link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>ILR 2017: Melatih Batin, Sebuah Investasi jangka Panjang</title>
		<link>https://lamrimnesia.org/2017/12/27/ilr-2017-melatih-batin-sebuah-investasi-jangka-panjang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Lamrimnesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Dec 2017 01:04:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia Lamrim Retreat 2017]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[6 praktik pendahuluan]]></category>
		<category><![CDATA[buddha]]></category>
		<category><![CDATA[buddhism]]></category>
		<category><![CDATA[dhamma]]></category>
		<category><![CDATA[dharma]]></category>
		<category><![CDATA[dharmakirti]]></category>
		<category><![CDATA[guru spiritual]]></category>
		<category><![CDATA[ILR 2017]]></category>
		<category><![CDATA[lamrim]]></category>
		<category><![CDATA[lamrimnesia]]></category>
		<category><![CDATA[lamrimretreatid]]></category>
		<category><![CDATA[milarepa]]></category>
		<category><![CDATA[ritual]]></category>
		<category><![CDATA[serlingpa]]></category>
		<category><![CDATA[spiritual]]></category>
		<category><![CDATA[swarnadwipa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://lamrimnesia.org/?p=3841</guid>

					<description><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<p>“Saya sudah praktik Dharma bertahun-tahun, kok hidup saya tidak jadi lebih baik?” Pernahkah kita berpikir seperti itu? Jika ya, bisa jadi penyebabnya adalah kita masih memisahkan praktik Dharma dengan kehidupan duniawi kita. Masih dalam pembahasan bab 3 Lamrim di Indonesia Lamrim Retreat 2017 tentang cara mendengarkan Dharma, kita harus melihat diri sebagai orang yang sakit, [...]</p>
<p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2017/12/27/ilr-2017-melatih-batin-sebuah-investasi-jangka-panjang/">ILR 2017: Melatih Batin, Sebuah Investasi jangka Panjang</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p>
<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2017/12/27/ilr-2017-melatih-batin-sebuah-investasi-jangka-panjang/">ILR 2017: Melatih Batin, Sebuah Investasi jangka Panjang</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/listya/">Redaksi Lamrimnesia</a></p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia - Pathway to Everlasting Happiness</a></p>
<blockquote class="modern-quote full"><p><span style="font-weight: 400;">“Saya sudah praktik Dharma bertahun-tahun, kok hidup saya tidak jadi lebih baik?”</span></p></blockquote>
<p><span style="font-weight: 400;">Pernahkah kita berpikir seperti itu? Jika ya, bisa jadi penyebabnya adalah kita masih memisahkan praktik Dharma dengan kehidupan duniawi kita. Masih dalam pembahasan bab 3 Lamrim di Indonesia Lamrim Retreat 2017 tentang cara mendengarkan Dharma, kita harus melihat diri sebagai orang yang sakit, Dharma sebagai obat penyakit, dan guru Dharma sebagai dokter yang mahir yang mengobati kita. Namun, itu saja tidak cukup. Kita juga harus sadar bahwa kita perlu meminum obat Dharma untuk menyembuhkan penyakit kita. Dengan kata lain, kita harus secara langsung menyatukan Dharma dalam kehidupan sehari-hari.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Bagaimana caranya menyatukan praktik Dharma dengan kehidupan sehari-hari? Pertama-tama kita harus banyak belajar dan memahami semua teori-teori Dharma, baik dari pengajaran langsung dari guru ataupun dari buku-buku. Ini adalah proses studi. Berikutnya, ketika kita menghadapi masalah dalam hidup sehari-hari, gunakan teori yang telah kita pelajari untuk menentukan keputusan atau kesimpulan apa yang harus kita ambil untuk mengatasi masalah tersebut. Ini adalah tahap kontemplasi. Terakhir, kita harus membiasakan batin kita dengan kesimpulan tersebut. Inilah yang disebut meditasi. Ketiga tahapan dalam praktik Dharma&#8211;studi, kontemplasi, dan meditasi&#8211;merupakan cara untuk mengubah batin kita agar sesuai dengan Dharma. Jika kita senantiasa sadar dan menjalankan ketiga praktik tersebut, otomatis ego kita akan berkurang dan batin kita akan semakin berkembang.</span></p>
<p><b>Bertumpu Pada Guru Spiritual</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Setelah melewati tiga bab pertama Lamrim, Biksu Bhadra Ruci lanjut menjelaskan bab keempat, yaitu bagaimana murid dibimbing dengan instruksi yang sesungguhnya. Di sini ada dua bagian:</span><b> bertumpu pada guru spiritual akar dari Sang Jalan</b><span style="font-weight: 400;"> dan </span><b>bagaimana setelah bertumpu murid dibimbing untuk mengembangkan batin</b><span style="font-weight: 400;">.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Topik bertumpu pada guru spiritual sendiri dibagi menjadi dua bagian, yaitu sesi meditasi dan di antara sesi meditasi. Yang dimaksud sesi meditasi di sini bukanlah duduk diam di depan altar. Sesi meditasi adalah keseluruhan proses studi, kontemplasi, dan meditasi terhadap topik-topik Lamrim yang kita lakukan dalam aktivitas kita sehari-hari.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sesi meditasi dibagi ke dalam tiga poin: pendahuluan, praktik utama, dan kesimpulan. Pendahuluan, atau yang juga dikenal dengan istilah </span><b>6 Praktik Pendahuluan</b><span style="font-weight: 400;">, merupakan ritual yang diwariskan oleh Guru Serlingpa Dharmakirti dari Sriwijaya. Keenam praktik ini adalah:</span></p>
<ol>
<li style="font-weight: 400;"><span style="font-weight: 400;">membersihkan ruangan dan menyusun simbol tubuh, ucapan, dan batin Buddha di atas altar,</span></li>
<li style="font-weight: 400;"><span style="font-weight: 400;">membuat dan menata persembahan di altar,</span></li>
<li style="font-weight: 400;"><span style="font-weight: 400;">duduk dengan nyaman dalam postur meditasi, trisarana, dan membangkitkan bodhicitta,</span></li>
<li style="font-weight: 400;"><span style="font-weight: 400;">memvisualisasikan ladang kebajikan,</span></li>
<li style="font-weight: 400;"><span style="font-weight: 400;">memanjatkan Doa Tujuh Bagian,</span></li>
<li style="font-weight: 400;"><span style="font-weight: 400;">memanjatkan permohonan kepada guru-guru silsilah</span></li>
</ol>
<p><span style="font-weight: 400;">Ritual merupakan cara kita berkomunikasi dengan para Buddha. Ritual 6 Praktik Pendahuluan ini merupakan cara untuk mengumpulkan energi positif yang kita butuhkan untuk menempa batin kita dari para Buddha dan guru-guru silsilah Lamrim, hingga guru kita sendiri.</span></p>
<p style="text-align: right;"><a href="http://store.lamrimnesia.com/product/permata-hati/"><i><span style="font-weight: 400;">Temukan penjelasan lengkap 6 Praktik Pendahuluan di buku Permata Hati bagi Mereka yang Beruntung</span></i></a></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Setelah 6 Praktik Pendahuluan, kita masuk ke </span><b>praktik utama</b><span style="font-weight: 400;">. Bagian ini terdiri atas empat poin, yaitu </span><b>manfaat bertumpu kepada guru spiritual, kerugian tidak bertumpu kepada guru spiritual atau melakukannya dengan tidak benar, cara berbakti kepada guru melalui pikiran, dan cara berbakti kepada guru melalui tindakan.</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Guru spiritual itu seperti seorang</span> <span style="font-weight: 400;">konsultan bisnis serba bisa. Agar bisnis kita lancar dan untung besar, kita butuh masukan dari macam-macam konsultan: mulai dari konsultan bisnis, konsultan </span><i><span style="font-weight: 400;">marketing, </span></i><span style="font-weight: 400;">konsultan pajak, dan lain-lain. Guru adalah satu orang dengan semua kemampuan tersebut yang memberi kita petunjuk untuk menjalankan hidup kita agar kita mendapatkan manfaat maksimum. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Guru spiritual mengajak kita melihat bahwa kehidupan kita tidak berlangsung saat ini saja, tapi kita masih akan lahir dan mati berkali-kali setelahnya. Maka dari itu, beliau mengarahkan kita untuk melakukan investasi jangka panjang, yaitu menggunakan kelahiran kita sebagai manusia sekarang untuk menanamkan sebab-sebab kebahagiaan dari masa mendatang, baik itu kebahagiaan dalam bentuk kelahiran di alam tinggi, pembebasan dari samsara, hingga pencapaian Kebuddhaan yang lengkap dan sempurna. Guru spiritual membimbing kita untuk melatih batin hingga bisa mencapai ketiga tujuan yang sesuai dengan tiga jenis praktisi tersebut.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Bertumpu pada guru spiritual sendiri merupakan investasi dengan </span><i><span style="font-weight: 400;">high cost, high risk, </span></i><span style="font-weight: 400;">dan</span><i><span style="font-weight: 400;"> high gain. </span></i><span style="font-weight: 400;">Kita harus mengorbankan banyak hal untuk bisa bertumpu kepada seorang guru spiritual dengan benar. Jika berhasil, manfaatnya amatlah besar. Sebaliknya, jika kita gagal atau membuat kesalahan, maka kerugiannya juga amatlah besar. Untuk mencegah kesalahan dalam bertumpu pada guru spiritual, amatlah penting bagi kita untuk membangkitkan keyakinan terhadap guru spiritual yang merupakan perwujudan dari Triratna dan semua Buddha serta menyempurnakan sikap mendengarkan Dharma yang telah dijelaskan di bab sebelumnya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Contoh praktik bertumpu pada guru spiritual yang amat terkenal adalah kisa Milarepa, meditator agung yang mencapai Kebuddhaan dalam satu kehidupan. Beliau awalnya adalah seorang penjahat yang menggunakan ilmu hitam untuk menghancurkan satu desa. Namun, ia bertemu dengan Guru Marpa yang menggemblengnya habis-habisan. Selama belasan tahun Milarepa tanpa lelah melayani Marpa dengan susah-payah&#8211;mulai dari membajak sawah, harus tidur di kandang hewan, bahkan berulang kali membangun dan merobohkan benteng seorang diri dengan tangan kosong. Milarepa tidak pernah mengeluh dan menjalankan tugas dari gurunya dengan rela, hingga akhirnya ia ditugaskan untuk bermeditasi seorang diri di sebuah gua. Milarepa bermeditasi dengan memandang gurunya sebagai Buddha yang sesugguhnya dan akhirnya berhasil mencapai Kebuddhaan dalam satu kehidupan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Apakah Milarepa membayar mahal selama bertumpu pada gurunya? Sudah pasti. Nyatanya ia disiksa habis-habisan selama ia berguru.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Apakah Milarepa mencapai hasil yang amat besar dari investasinya? Ini tak perlu diragukan lagi. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kisah Milarepa membuktikan bahwa bertumpu pada guru spiritual benar-benar merupakan investasi </span><i><span style="font-weight: 400;">high risk high gain.</span></i><span style="font-weight: 400;"> Tak perlu diragukan lagi, bertumpu pada guru spiritual adalah tahapan yang amat penting. Namun, Biksu Bhadra Ruci juga mengingatkan kita agar bisa realistis, tidak terlalu idealis dan tidak terlalu naif dalam mencari guru spiritual. Jangan sampai kita terjebak dalam bayangan hubungan guru-murid yang dramatis seperti dalam riwayat guru-guru besar. Kita harus siap dengan kenyataan bahwa guru spiritual tidak akan hanya menyenangkan kita. Sebaliknya, beliau akan memaksa kita berhadapan dengan hal-hal yang sulit kita terima dan melakukan hal-hal sulit yang tidak kita sukai agar batin kita bisa berkembang dan mencapai realisasi Dharma sejati.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Jadi, siapkah kita untuk berinvestasi pada praktik bertumpu pada guru spiritual?</span></p>
<p><em>Sesi pengajaran dharma Indonesia Lamrim Retreat 2017 dapat diikuti melalui livestreaming.</em><br />
<em>Untuk mendapatkan akses livestreaming, hubungi: <strong>Merry (082163276188)</strong></em></p>
<p><strong>Foto-Foto:</strong></p>
<figure id="attachment_3844" aria-describedby="caption-attachment-3844" style="width: 2166px" class="wp-caption aligncenter"><img class="wp-image-3844 size-full" src="http://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2017/12/DSC_0994.jpg" alt="" width="2166" height="1446" srcset="https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2017/12/DSC_0994.jpg 2166w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2017/12/DSC_0994-600x401.jpg 600w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2017/12/DSC_0994-300x200.jpg 300w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2017/12/DSC_0994-1024x684.jpg 1024w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2017/12/DSC_0994-768x513.jpg 768w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2017/12/DSC_0994-1536x1025.jpg 1536w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2017/12/DSC_0994-2048x1367.jpg 2048w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2017/12/DSC_0994-150x100.jpg 150w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2017/12/DSC_0994-450x300.jpg 450w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2017/12/DSC_0994-1200x801.jpg 1200w" sizes="(max-width: 2166px) 100vw, 2166px" /><figcaption id="caption-attachment-3844" class="wp-caption-text">Indonesia Lamrim Retreat 2017 di Gedung Prasadha Jinarakkhita dihadiri lebih dari 300 peserta</figcaption></figure>
<figure id="attachment_3845" aria-describedby="caption-attachment-3845" style="width: 684px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" class="wp-image-3845 size-large" src="http://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2017/12/DSC_1021-684x1024.jpg" alt="" width="684" height="1024" srcset="https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2017/12/DSC_1021-684x1024.jpg 684w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2017/12/DSC_1021-scaled-600x899.jpg 600w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2017/12/DSC_1021-200x300.jpg 200w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2017/12/DSC_1021-768x1150.jpg 768w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2017/12/DSC_1021-1025x1536.jpg 1025w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2017/12/DSC_1021-1367x2048.jpg 1367w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2017/12/DSC_1021-150x225.jpg 150w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2017/12/DSC_1021-450x674.jpg 450w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2017/12/DSC_1021-1200x1798.jpg 1200w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2017/12/DSC_1021-scaled.jpg 1709w" sizes="(max-width: 684px) 100vw, 684px" /><figcaption id="caption-attachment-3845" class="wp-caption-text">Mengundang ladang kebajikan, bagian dari 6 Praktik Pendahuluan warisan Guru Serlingpa Dharmakirti</figcaption></figure>
<figure id="attachment_3851" aria-describedby="caption-attachment-3851" style="width: 2166px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" class="wp-image-3851 size-full" src="http://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2017/12/DSC_1115.jpg" alt="" width="2166" height="1446" srcset="https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2017/12/DSC_1115.jpg 2166w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2017/12/DSC_1115-600x401.jpg 600w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2017/12/DSC_1115-300x200.jpg 300w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2017/12/DSC_1115-1024x684.jpg 1024w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2017/12/DSC_1115-768x513.jpg 768w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2017/12/DSC_1115-1536x1025.jpg 1536w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2017/12/DSC_1115-2048x1367.jpg 2048w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2017/12/DSC_1115-150x100.jpg 150w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2017/12/DSC_1115-450x300.jpg 450w, https://lamrimnesia.org/wp-content/uploads/2017/12/DSC_1115-1200x801.jpg 1200w" sizes="(max-width: 2166px) 100vw, 2166px" /><figcaption id="caption-attachment-3851" class="wp-caption-text">Proses pembelajaran Lamrim berbasis pada pembelajaran Dharma, dilanjutkan dengan perenungan dan meditasi sehingga batin kita selaras dengan hasil pembelajaran kita</figcaption></figure><p>The post <a href="https://lamrimnesia.org/2017/12/27/ilr-2017-melatih-batin-sebuah-investasi-jangka-panjang/">ILR 2017: Melatih Batin, Sebuah Investasi jangka Panjang</a> first appeared on <a href="https://lamrimnesia.org">Lamrimnesia</a>.</p><p><a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/2017/12/27/ilr-2017-melatih-batin-sebuah-investasi-jangka-panjang/">ILR 2017: Melatih Batin, Sebuah Investasi jangka Panjang</a><br />
<a rel="nofollow" href="https://lamrimnesia.org/author/listya/">Redaksi Lamrimnesia</a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
